Pendekar Nusantara

Pendekar Nusantara
Kota Zamrud III



"Saya bukan seorang tabib, tapi saya sedikit mengerti ilmu pengobatan" Jawaban Aran sedikit menaruh kebahagiaan kepada sang kakek dihadapannya.


"Siapapun kamu, jika kamu memang bisa menyembuhkan cucuku. Aku pasti akan selalu mengingat kebaikan ini dan akan memberikanmu hadiah yang sepadan" Jawab si kakek sambil memegangi kedua bahu Aran.


"Tuan, saya menolong orang murni dari hati. Tidak mengharapkan imbalan apapun" Jawab Aran dengan yakin, yang membuat mereka semua yang mendengarnya menjadi begitu bahagia.


Aran terlihat lebih berwibawa dihadapan mereka.


"Tidak kusangka masih ada pemuda seperti dirimu" Si Nenek menambahkan yang disertai anggukan kepala sang Kakek.


"Jadi kapan kamu bisa memulai penyembuhan cucuku ini, ah maaf boleh tau siapa namamu anak muda?" Tanya Kakek kembali.


"Nama saya Aran Tuan, untuk penyembuhan cucu kamu ini kemungkinan baru bisa dilakukan besok pagi karena saya harus menyiapkan segalanya. Dan juga kedua saudaraku ini sangat kelelahan. Mereka butuh istirahat, jadi sekarang saya ingin mencari penginapan terlebih dahulu" Jawab Aran


"Ah iya, kalau masalah penginapan aku tau tempat yang cocok untuk kalian. Aku sudah tau kalian ini sebenarnya bukanlah bangsa jin"


"Ah ternyata Tuan sudah menyadarinya. Saya jadi malu" Aran berkata malu-malu mendengar perkataan Kakek.


Memang dari awal Aran merasa ada yang terus memperhatikannya, namun ia tidak bisa mengetahui siapa yang memperhatikannya karena kemungkinan level makhluk tersebut jauh diatasnya.


"Jika kalian semua mau menginap, mari ke penginapan salah satu kerabatku. Dijamin makanannya tidak akan membuat kalian mual, hahaha" sang kakek tertawa dengan senangnya, ia mengerti bahwa makanan dunia jin tidak akan cocok dengan selera Aran.


"Kalau begitu saya tidak perlu malu-malu lagi, mohon Tuan memimpin jalan" Aran dan kedua bersaudara mengikuti sang Kakek keluar dari toko. Ia membawa Aran ke jalanan lain di kota ini. Tempat ini tidak begitu ramai dibanding tempat sebelumnya. Hanya ada beberapa makhluk jin yang berjalan.


Mereka lalu berhenti didepan sebuah restoran yang terlihat lumayan mewah "Miracle Inn" Ucap Aran membaca papan nama restoran tersebut.


"Ya, ini restoran sekaligus penginapan. Mari kita masuk" kata si kakek mengajak mereka semua masuk kedalam.


"Tuan, tempat biasa atau vip" Kata pelayan penginapan.


Mereka semua lalu mengikuti pelayan menaiki beberapa lantai restoran.


Mereka tiba dilantai tiga, dan diarahkan memasuki sebuah ruangan dengan furniture lengkap didalamnya. Ia lalu berkata bahwa diruangan ini juga terdapat 2 kamar tidur.


"Bawakan kami makanan manusia yang paling enak dan lezat"


Kata Kakek kepada pelayan.


"Baik Tuan, mohon ditunggu" Pelayan itu lalu pamit dengan sopan.


"Ternyata benar-benar ada makanan manusia didunia ini" Ucap Aran.


"Restoran ini memang terkenal dengan makanan manusianya, di dunia jin ini. Makanan manusia termasuk kedalam makanan mahal karena jarang sekali yang bisa memasaknya" Kata Kakek itu kepada Aran.


"Sebenarnya aku sendiri juga menyukai makanan manusia, hahaha" Si Kakek menambahkan.


"Hehehe, mari Tuan silahkan duduk" Berkata Aran kepadanya.


"Tidak perlu, kalian sebaiknya istirahat. Saya akan kembali besok pagi"


Kakek tua itu berpamitan dan pergi dari tempat itu. Sementara Aran, Bulan dan Bintang membersihkan diri mereka masing-masing dan menyantap hidangan mewah yang diantar oleh pelayan tidak lama kemudian.


>>>


Keesokan paginya Aran bersama kedua bersaudara sudah siap untuk pergi. Sebelumnya Aran berlatih kembali di Alam Giok Langit untuk memperdalam ilmu akupunturnya dan meminta bimbingan Raja Naga.


Ketika Aran turun dari penginapan, Kakek Tua itu sudah menunggu di lantai bawah restoran.