Pendekar Nusantara

Pendekar Nusantara
Menyelamatkan Xiao Ling II



Beruang yang ditendang oleh Aran itu terus menggosokkan tangannya ke tempat tendangan Aran. Ia tidak menyangka bahwa manusia yang dianggapnya lemah ternyata begitu kuat.


"Rooaaarrrr"


Beruang itu lalu berlari dan melompat sambil menyerang Aran dari udara. Dari telapak tangannya keluar bola berwarna kuning yang terlihat memiliki kekuatan penghancur sangat tinggi.


Wusssshh


Beruang itu melemparkan bola kuning itu tanpa ragu.


Karena takut bola itu akan merusak alam jika menyentuh tanah, maka Aran menahan bola itu dengan telapak tangannya.


Bzzztt


Bola itu berputar keras di tangan Aran sebelum akhirnya meledak.


Boommm


Tubuh Aran terbungkus oleh asap berwarna kuning dan juga tanah tempat Aran berdiri hancur sampai meninggalkan bekas lubang besar.


"Roaarrr"


"Roaarrr"


Beruang itu terlihat begitu senang melihat Aran terkena bola kuning miliknya. Semua bawahan beruang juga mengeluarkan suara kemenangan mereka masing-masing. Mereka semua tau, bahwa bola kuning milik Ketua beruang memiliki kekuatan penghancur yang sangat kuat jika terkena makhluk hidup.


Xiao Ling langsung terjatuh lemas melihat penolongnya terkena bola kuning itu.


Asap putih yang menutupi Aran lambat laun akhirnya menghilang. Terlihatlah sosok Aran yang masih berdiri di tempat yang sama. Aran terlihat tidak terluka sama sekali, bahkan jubah yang ia kenakan tidak ada yang robek.


'Siapa sebenarnya dia, apa dia seorang master tingkat kaisar yang kebetulan berada di sini'


Batin Xiao Ling yang melihat bahwa bola kuning milik beruang itu memang mempunya efek destruktif yang sangat tinggi. Tidak mungkin jika manusia biasa dapat menahan ilmu sekuat itu tanpa terluka sedikitpun.


"Apa hanya ini kemampuan yang kamu miliki"


Kata Aran sambil menatap sinis ke arah beruang yang menyerangnya tadi.


Beruang yang ditatap oleh Aran diam-diam beridik ngeri. Dalam hatinya, tidak mungkin ada manusia yang tidak terluka sedikitpun terkena serangan terkuatnya itu.


Beruang itu perlahan-lahan melangkah mundur bersama pasukannya. Ia takut bahwa makhluk yang dihadapinya ini pasti bukanlah manusia. Beruang itu dapat merasakan adanya hawa membunuh iblis di dalam tubuh Aran.


Setelah berjalan mundur cukup jauh ia bersama pasukannya berlari secepat mungkin meninggalkan Aran.


"Hahaha, meski badannya besar. Tapi larinya cepat sekali"


Kata Aran dengan santainya. Ia tidak ingin terlalu banyak membunuh makhluk hidup, karena itu ia tidak ingin membunuh beruang dan komplotannya.


Aran lalu berbalik menatap Xiao Ling. Di tatap oleh pemuda bertopeng yang sangat kuat membuat tubuh Xiao Ling merinding. Ia takut pemuda bertopeng ini memiliki niat buruk kepadanya.


"Organ dalam tubuhnya terluka parah, jika tidak segera di obati maka lukanya bisa bertambah parah"


Xiao Ling menjadi diam mendengar Aran, ternyata apa yang dipikirkannya dari tadi adalah salah.


"Apakah Senior dapat mengobatinya"


Kata Xiao Ling dengan sangat sopan.


Aran hampir tertawa terbahak-bahak mendengar Xiao Ling berkata sopan seperti itu padanya. Aran jadi teringat saat ia berpisah dengan Xiao Ling, dimana saat itu Xiao Ling memberikannya sebuah ciuman.


Tanpa sadar Aran jadi tersenyum.


"Maaf Senior, apa senior tersenyum kepada saya karena permintaan saya itu?"


Kata Xiao Ling yang langsung membuat Aran salah tingkah.


"Ahh.. iya, seperti itulah"


Jawab Aran malu-malu. Ia benar-benar takut Xiao Ling mengetahui siapa dirinya ini.


Aran lalu berjalan mendekati Xiao Ling dimana didekatnya ada Xiao Jun yang masih pingsan. Dengan sedikit berlutut Aran memeriksa tubuh Xiao Jun dengan mata surgawinya.


'Seluruh organ dalamnya terluka, siapa yang melakukan hal ini padanya'


Batin Aran.


"Apa yang terjadi padanya. Jika ia tidak segera di obati, kemungkinan ia hidup kurang lebih tiga hari lagi"


Perkataan Aran ini membuat Xiao Ling menutup mulutnya karena shock. Ia benar-benar tidak menyangka bahwa Kakaknya akan terluka separah ini.


"Apakah ada cara untuk menyelamatkannya"


Tanya Xiao Ling kepada Aran. Kali ini terlihat wajah Xiao Ling yang sangat sedih dan terlihat jelas bahwa Xiao Ling sedang menahan air matanya turun.


Aran yang dapat memandang wajah Xiao Ling sedekat ini malah membuatnya menjadi baper.


'Ah, sialan gadis ini. Dari dulu wajahnya tidak berubah. Sangat cantik'


Batin Aran.


Sebenarnya Aran sangat malas membantu keluarga Xiao. Jika bukan karena Xiao Ling, ia tidak akan sudi menolong Xiao Jun.


Apalagi dulu Xiao Ling pernah menyelamatkan nyawanya dengan menggendongnya saat di dunia jin.


Bagi Aran, kebaikan seseorang kepadanya walau sebesar biji sawi pasti akan selalu diingatnya. Begitupun sebaliknya, jika ada yang berani memiliki niat jahat padanya maka ia akan terus mengingatnya.


"Kebetulan aku seorang tabib, jadi mungkin aku bisa menyelamatkannya"


Kata Aran pada Xiao Ling yang langsung dibalas oleh Xiao Ling dengan senyum sumringahnya.


"Terima kasih senior, terima kasih"


"Ayo ikut aku untuk mencari tempat yang aman"


"Baik"


Jawab Xiao Ling dengan patuh.


"Sebelumnya kamu makan ini dulu"


Aran mengeluarkan pil berwarna ungu kepada Xiao Ling. Sebenarnya pil itu adalah anggur ruby yang dibuat dalam bentuk pil. Aran tidak ingin Xiao Ling mengetahuinya.


Xiao Ling tanpa ragu lalu menerima pil itu dan memandangnya cukup lama.


"Apa yang kamu lihat. Tidak perlu takut, itu adalah pil penyembuhan"


Kata Aran yang diam-diam seringkali mencuri pandang wajah Xiao Ling.


"Ah, kalau begitu terima kasih. Aku akan memakannya"


Xiao Ling lalu memakan pil pemberian Aran. Dalam sekejap ia merasa energinya pulih kembali dan tubuhnya terasa begitu segar. Ia langsung menatap wajah penolongnya dengan sangat serius.


"Sekarang kau percaya padaku kan"


Kata Aran.


"Ia Senior, sekarang aku akan selalu mempercayaimu"


"Bagus, ayo ikuti aku"


"Baik"


Kemudian Xiao Ling menggendong Xiao Jun dan bergerak mengikuti Aran yang kini sudah bergerak lumayan jauh.


Aran lalu melambat agar Xiao Ling bisa menyusulnya.


"Apakah berat menggendong pemuda itu"


Tanya Aran pada Xiao Ling.


"Tidak Senior, sekarang tenagaku sudah pulih seperti sedia kala. Menggendongnya sama seperti menggendong kucing"


"Hmm, begitu. Memang siapa pemuda yang kamu gendong itu"


"Pemuda ini Kakak ku, namanya Xiao Jun"


"Ooh begitu rupanya. Kalau kamu siapa namanya"


"Nama saya Xiao Ling Senior"


Jawab Xiao Ling.


"Hmm.. Xiao Ling ya"


Aran bersikap seolah-olah ia baru bertemu dengan Xiao Ling. Sampai dengan detik ini, Xiao Ling masih belum curiga bahwa pria yang menolongnya ini adalah Aran.


Mereka terus bergerak memasuki hutan, hingga akhirnya Aran menghentikan gerakannya.


"Di sini sangat aman"


Aran berhenti di sebuah gua yang lumayan besar. Dengan mata surgawinya ia dapat melihat bahwa gua dan lingkungan sekitarnya tidak ada makhluk yang berbahaya.


Kemudian Aran meminta Xiao Ling untuk meletakkan Xiao Jun ke lantai gua.


"Aku akan melakukan teknik akupunktur pada Kakakmu, tolong jaga pintu masuk gua"


"Baik Senior"


Xiao Ling yang sudah percaya kepada Aran langsung mematuhi perintahnya. Ia merasa bahwa pemuda bertopeng ini tidak memiliki niat jahat padanya. Karena jika ia memiliki niat jahat, pasti sudah dilakukannya dari tadi.


Xiao Ling lalu berdiri di pintu masuk gua sambil menatap sekelilingnya.


Aran yang melihat Xiao Ling telah berada di pintu masuk gua langsung melakukan teknik akupunkturnya kepada Xiao Jun.


Dengan gerakan cepatnya ia menusukkan jarum ke tubuh Xiao Jun. Aran juga menggunakan energi batinnya untuk memperbaiki organ dalam tubuh Xiao Jun yang terluka parah bahkan banyak yang posisinya telah bergeser.


Dengan segenap kemampuannya Aran berusaha memperbaiki seluruh organ dalam Xiao Jun. Terkadang Xiao Ling juga membalik badannya dan melihat proses pengobatan yang dilakukan oleh Aran.


'Apa dia benar-benar seorang manusia, kenapa gerakan tangannya begitu cepat sampai aku sama sekali tidak melihatnya'


Xiao Ling kini tengah melihat gerakan tangan Aran yang bergerak sangat cepat di atas tubuh Xiao Jun. Beberapa kali terlihat sinar dari tubuh Xiao Jun yang tidak lain adalah energi yang Aran masukkan dan keluarkan lewat jarum akupunktur miliknya.


>>>


Di tempat lain yang sangat jauh dari posisi Aran saat ini.


Master Xiao yang bertarung dengan Monster Jenderal Gerbang Pertama akhirnya tumbang juga.


"Hahaha.. Kalian para manusia kenapa begitu lemah"


Kata Monster itu dengan bangganya. Ia selalu merasa bahwa manusia yang hidup sekarang ini adalah makhluk yang lemah.


Master Xiao hanya bisa memandang Monster yang mengejeknya itu tanpa rasa takut. Baginya yang penting adalah Xiao Ling dan Xiao Jun selamat.


'Semoga Xiao Ling dan Xiao Jun dapat kembali dengan selamat'


Batin Master Xiao yang kini sudah tidak berdaya dan siap mati kapan saja.