Pendekar Nusantara

Pendekar Nusantara
Persimpangan



"Bajingann busuk, kau benar-benar ingin mati"


Anak pejabat tersebut begitu murka melihat pemuda bertopeng dihadapannya ini, karena pemuda tersebut benar-benar tidak menghargainya sama sekali. Bahkan pemuda itu berani memandang rendah dirinya.


"Berisik kau beruang madu, jika kau mampu maka lawanlah tawaran emasku. Jika tidak, lebih baik kau kembali ke induk beruangmu. Dasar miskin"


Aran berkata tidak keras juga tidak pelan. Perkataannya yang begitu tajam membuat mereka yang mendengarnya langsung tersedak. Sangat jarang ada pemuda yang berani melawan anak pejabat ini.


"Bangsatt kauu"


Anak pejabat tersebut langsung memerintahkan bawahannya untuk pergi menghajar Asura. Tapi hal itu langsung dihentikan oleh petugas keamanan restoran.


"Hentikan, siapapun dilarang membuat kegaduhan ditempat ini"


Perkataannya yang begitu kuat dengan menggunakan tenaga dalamnya benar-benar membuat semua orang menahan nafas.


Asura juga langsung melirik orang yang berkata tersebut. Ia bediri disalah satu sudut ruangan dengan wajah yang tertutup topeng berwarna merah.


'Kekuatannya begitu besar, aku tidak yakin bisa bertarung seimbang dengannya'


Asura merasa pria bertopeng ini benar-benar memiliki kekuatan yang sangat besar, bahkan ia merasa bukan tandingannya.


*Hati-hati Aran\, pria bertopeng ini benar-benar memiliki kekuatan yang begitu besar. Dan ada satu makhluk lagi yang sangat kuat bersembunyi di langit-langit restoran*


Dengan Mata Surgawinya, Aran sedikit melirik ke arah langit-langit restoran yang begitu gelap.


Untungnya dia menggunakan topeng jadi tidak ada yang tau apa yang dilakukannya.


Namun pria yang bersembunyi di langit-langit bisa merasakan lirikan Aran.


'Siapa pemuda ini, rasanya tadi ia memperhatikanku. Apa ia bisa menyadari keberadaanku' Gumamnya pelan.


Tidak lama terdengar suara petugas lelang yang kembali berkata.


"Semuanya mohon tenang. Pemuda bertopeng yang duduk disebelah jendela berani mengeluarkan 600 keping emas. Apakah ada yang berani melawannya"


Ia lalu melihat sekelilingnya tapi tidak ada yang berani menaikkan harga.


Bahkan anak pejabat itu dibuat kesal dan menunduk. Ia menahan amarahnya kepada Asura. Ia bertekad setelah acara ini akan memberikan perhitungan kepada Asura.


"Pemuda bertopeng yang disana, bisa datang kemari untuk duduk didalam"


Pembawa acara tersebut memanggil Asura dengan sopan.


Asura lalu berjalan dengan perlahan-lahan menikmati orang-orang yang memandangnya.


Semua orang begitu iri dengan Asura, karena bisa melihat dewi kecantikan mereka.


Asura lalu berjalan bersama pembawa acara tersebut untuk ikut kedalam panggung yang tertutup tirai.


Ia lalu duduk di kursi dimana disebelahnya ada seorang wanita yang memegang alat musik kecapi.


Melihat ada pemuda yang duduk didekatnya ia lalu tersenyum dan melepas topengnya.


Asura penasaran dengan wanita dibalik topeng tersebut, jadi ia menunggunya melepas topeng sambil terus menatapnya.


Ketika topengnya dilepas, terlihatlah wajahnya yang begitu cantik dan bercahaya.


Wajahnya seperti membius Aran untuk terus menatapnya. Baru kali ini Aran melihat wanita yang begitu cantik.


'Inilah wajah yang bisa menghancurkan satu kerajaan. Wajah yang semua pria rela saling membunuh demi bersamanya'


Aran hanya bisa bergumam didalam hatinya.


"Tuan muda, apakah saya juga boleh melihat wajahmu"


Suara wanita itu begitu lembut yang langsung menembus relung sanubari Aran.


Aran tanpa sadar menganggukkan kepalanya, ia lalu melepas topengnya.


Berhadapan dengan wanita dihadapannya ini, membuat hatinya berdegup kencang.


Ketika Aran melepas topeng giok berwarna birunya, wanita itu diam-diam juga terus menatapnya.


Tidak hanya dia, pria bayangan yang berada dilangit-langit juga menatap Aran dengan tajam.


Ketika Aran memperlihatkan wajahnya, wanita itu langsung menutup mulutnya. Ia tidak menyangka bisa melihat pemuda yang sangat tampan. Wajahnya begitu tenang dan menyenangkan bagi yang memandangnya.


Ia yang terus menatap wajah Aran membuat Aran merasa malu.


"Apakah cukup kamu melihatku"


Perkataan Aran membuat dirinya begitu malu. Baru kali ini ia lepas kendali seperti ini. Biasanya ia akan menjaga image dirinya.


"Ah maaf, cukup"


Ia spontan berkata kepada Aran dan langsung memalingkan wajahnya.


Sementara penjaga bayangan yang menatapnya dari langit-langit juga di buat terkejut dengan wajah Aran.


'Baru kali ini aku melihat wajah seorang pria yang begitu nyaman dipandang'


Ia hanya bergumam didalam hatinya.


>>>


Tidak lama terdengar alunan musik yang begitu menyenangkan.


Aran seperti terbius dalam permainan musik ini. Suara petikannya benar-benar bisa menyatu dengan lingkungan sekitarnya. Seolah-olah alam disekitar langsung hening karena ikut mendengarkan alunan nada ini.


Semua pengunjung restoran juga seperti terbius dalam alunan nada. Mereka begitu menghayatinya.


"Indah, sungguh indah. Aku rela mati saat ini juga"


Beberapa pengunjung yang mendengar permainan musik ini benar-benar terlena.


Wanita itu juga mengeluarkan suara-suara nyanyian yang begitu lembut dan indah mengikuti irama yang keluar dari petikan kecapinya.


Setelah sekian lama mendengarkan, akhirnya permainan musik itu berakhir.


Mereka semua langsung serasa kembali ke alam nyata.


Tepuk tangan langsung terdengar begitu keras dari dalam restoran. Tidak sia-sia mereka datang ke restoran ini.


"Indahh, sungguh indah"


Beberapa pemuda berdiri untuk menunjukkan apresiasi mereka kepada dewi tersebut.


"Tuan-tuan dan Nyonya-nyonya sekalian, terima kasih sudah datang menyempatkan diri untuk mengikuti acara ini"


Pembawa acara berkata dengan sangat sopan, lalu ia juga melanjutkan bahwa acara ini ditutup sampai pertemuan selanjutnya.


Para pengunjung restoran kembali meneruskan kegiatan mereka ditempat ini.


Aran yang berada didalam juga memutuskan tidak ingin berlama-lama di tempat ini. Walaupun sebenarnya wanita itu meminta Aran untuk menemaninya ngobrol sebentar, tapi Aran menolaknya dengan halus. Aran lalu memberikan sebotol wayn kepada wanita itu.


Ia lalu pergi meninggalkan tempat tersebut.


Ketika ia berjalan di tempat yang agak sepi, ia merasa ada beberapa orang yang mengikutinya.


'Mereka semua ini benar-benar bosan hidup'


Gumam Aran sambil terus berjalan. Aran tau yang mengikutinya adalah para pemuda dari kelompok anak pejabat.


Tidak lama akhirnya mereka memperlihatkan diri.


"Hahaha. Aku akan memberikanmu pelajaran berharga, karena berani menghinaku"


Anak pejabat tersebut berkata dengan sombongnya dihadapan Aran. Ia begitu percaya diri bahwa pemuda dihadapannya ini hanyalah anak orang kaya yang lemah.


"Kau berani menyergapku, apa kau tidak takut akan hukum yang berlaku di negeri ini"


Aran berkata dengan tenang, ia berdiri tidak jauh dari hadapan kelompok anak pejabat tersebut.


"Takut? hahahaha"


Anak pejabat tersebut kembali tertawa.


"Di tempat ini, akulah hukum. Siapapun yang berani menentangku akan mati"


Baginya hanya anggota kerajaan saja yang ditakutinya, ia sudah menyelidiki pemuda bertopeng ini, bahwa ia bukanlah anggota kerajaan. Karena ia sangat mengenal siapa saja yang termasuk dalam anggota kerajaan.


"Kenapa kau berkata begitu, jika kau tidak memberikan jalan. Aku akan teriak dan memanggil petugas keamanan"


Aran berkata seolah-olah dia ketakutan.


"Hahahaha"


Anak pejabat itu kembali tertawa.


Lalu pemuda disebelah anak pejabat berkata


"Teriaklah sekerasmu, tidak akan ada petugas keamanan yang datang kesini. Karena aku adalah komandan keamanan daerah ini. Aku sudah menyuruh para petugas untuk menyingkir dari tempat ini"


Ia berkata dengan bangganya. Sebagai komandan wilayah ini, ia memiliki sedikit kuasa atas keamanan. Tidak ada yang ia takuti selain para pejabat. Ia juga sering bersikap sewenang-wenang kepada rakyat jelata dan menyalahgunakan kekuasaannya.


"Oooh tidak kusangka, disini aku menemukan sekelompok pejabat korup yang bodoh dan dungu seperti asuu"


Aran yang baru menjabat sebagai Mahapatih begitu murka melihat manusia dihadapannya ini.


Perkataan Aran langsung menimbulkan kemarahan dihati mereka.


"Benar-benar bosan hidup kau!"