Pendekar Nusantara

Pendekar Nusantara
Seni Pedang, Kim Taeyang



Setelah yakin bahwa wanita dari keluarga Xiao itu memang benar Xiao Ling, Aran memutuskan untuk segera pergi dari tempat itu.


Aran bersama teman-temannya terus berjalan meninggalkan tempat tersebut.


“Aku ingin membawa kalian semua untuk berlatih, namun sepertinya kita harus membereskan tikus penguntit yang mengikuti kita dari tadi”


“Mereka sepertinya sudah bosan hidup Hyung-nim, biarkan aku yang membereskan mereka”


Taeyang adalah pemuda yang sangat baik, tapi jika ada yang berani mencari masalah dengan dirinya ataupun kerabatnya, maka ia bisa menjadi kejam terhadap semua musuhnya.


Kelompok Aran lalu berjalan menjauhi kota hingga mereka tiba ditempat sepi, dimana itu hanya ada pepohonan yang sangat lebat.


“Keluarlah kalian semua”


Teriak Taeyang.


Tidak lama muncullah 5 orang yang sudah mereka kenali sebelumnya.


“Hahaha, tidak kusangka kamu mengetahuinya”


Pemimpin mereka adalah pria botak yang memarahi Aran direstoran.


“Mengapa kalian membuntuti kami”


Tanya Taeyang.


“Sebenarnya kami tidak punya urusan denganmu, kami hanya ingin memberi pelajaran kepada temanmu itu”


Pria botak itu berkata sambil menunjuk kearah Aran.


“Tapi karena kamu bersamanya, maka kamu juga harus mati. Semuanya serang mereka, sisakan para perempuan itu untuk kita bersenang-senang”


Pria botak itu memberi perintah kepada semua temannya sambil tertawa keras, mereka tidak sabar untuk segera menghabisi para pria sehingga mereka bisa bersenang-senang dengan para gadis.


“Langkahi dulu mayatku jika kalian mau menyentuh kami”


Taeyang langsung mengeluarkan pedang miliknya.


“Ini adalah seni pedang tanah kelahiranku. Pedang Bayangan”


Tiba-tiba terlihat, pedang ditangan Taeyang menjadi berbayang-bayang. Ketika pedang itu digerakkan, bayangan pedang itu menjadi sangat banyak.


“Kemampuan pedangnya menarik”


Gumam Aran.


“Kau fikir kami semua takut padamu, ayo semuanya kita habisi bocah sombong ini”


Para musuh mulai menyerang Taeyang.


“Heeaaa, mati kau!”


Penyerang pertama Taeyang menggunakan senjata kapak, ia langsung menghantam Taeyang tanpa ragu. Dihantam dengan kecepatan tinggi, Taeyang dapat dengan mudah menghindarinya. Ia hanya perlu menggeser kakinya kesamping.


Bang!


Kapak itu menghantam tanah hingga menyebabkan debu berterbangan ke segala arah. Meski serangannya gagal musuh langsung menggerakkan kapaknya menyamping kearah Taeyang.


Kali ini Taeyang menahannya dengan pedangnya.


Tang!


“Hebat juga kau”


Kata pemilik kapak tersebut.


“Terima kasih”


Tanpa menunggu lama ia langsung memutar kapaknya dan kembali menyerang Taeyang.


Tang!


Tang!


Suara benturan senjata terdengar dengan sangat keras. Walau Taeyang terus diserang, tapi terlihat ia sama sekali tidak tertekan malah ia menikmatinya.


“Bocah ini, dia mempermainkanku”


Pemilik kapak begitu kesal melihat Taeyang yang terlihat seperti mempermainkannya.


“Sampai kapan kalian akan menonton, bantu aku”


Teriak pemilik kapak kepada semua temannya.


“Aku fikir kau tidak membutuhkan kami”


Si botak langsung maju menerjang kearah Taeyang. Senjatanya berupa pedang panjang.


“Matilah kau. Tusukan Seratus Pedang”


Dengan gerakan yang sangat cepat, pedang miliknya menerjang kearah Taeyang.


Tang!


Tang!


Tang!


Taeyang dapat menghadapi serangan gabungan musuh-musuhnya.


“Cih, tidak kusangka pemuda ini begitu hebat”


Pria botak itu kagum akan kemampuan yang dimiliki oleh Taeyang.


Lalu semua teman pria botak itu bergabung menyerang Taeyang bersama-sama.


Dengan gerakan cepatnya, Taeyang menghindari semua serangan musuh-musuhnya sekaligus ikut menyerang mereka.


Tapi kini terlihat Taeyang mulai kesulitan menghadapi semua musuhnya yang menyerang secara bersamaan.


“Hahaha, sekarang mati kau”


Pria botak itu begitu senang melihat Taeyang yang mulai terpojok.


“Taeyang apa kamu memerlukan bantuan kami”


Teriak Namora dari kejauhan. Karena ia melihat Taeyang ini sudah mulai terdesak.


“Tidak perlu Senior, jangan kamu mengotori tangan indahmu untuk menghadapi sekumpulan anjingg kampung ini”


Perkataan Taeyang membuat semua musuhnya menjadi bertambah marah, dihina dihadapan para gadis membuat emosi mereka melonjak.


“Bangsattt kau!”


Si Botak langsung meningkatkan kecepatan serangannya kepada Taeyang.


“Hahaha, sekarang cara bicaramu sudah mulai mengikuti Aran”


Kata Namora menambahkan.


Aran dan Varya hanya tersenyum mendengar percakapan kedua temannya ini.


Kata Aran pelan.


“Benarkah”


Timpal Namora.


“Ya, itu benar. Aku dapat merasakan aura yang sangat besar ada didalam diri Taeyang, Tapi entah kenapa Taeyang enggan mengeluarkan kemampuan aslinya”


Jawab Aran.


Aran yakin bahwa Taeyang ini tidak sesederhana penampilannya. Ia pasti menyimpan kekuatan yang sangat besar didalam dirinya.


“Hei Botak Nakal, menyerahlah. Kau tidak akan mampu mengalahkannya. Jika kamu berlutut dan memohon ampun. Mungkin kami semua akan memaafkanmu”


Teriak Aran pada pria botak tersebut.


“Bajingan laknatt, tutup mulutmu. Setelah aku menghabisi temanmu ini, aku akan membunuhmu dengan kejam”


Pria botak itu menjawab Aran dengan sangat kesal. Hatinya terasa sangat panas, karena baru kali ini ia direndahkan oleh musuh-musuhnya.


"Ya, terserah padamu. Aku hanya ingin kamu mengetahui batasan dirimu"


Kata Aran pelan.


Pria botak itu begitu kesal diremehkan oleh para pemuda yang umurnya jauh dibawahnya. Kini ia bertekad untuk segera menghabisi musuh dihadapannya.


"Terima ini"


Pria botak itu langsung melemparkan jarum beracun kearah Taeyang.


Tapi Taeyang dapat menangkis semua serangan jarum tersebut.


"Kau fikir aku akan kalah hanya dengan senjata jarum milikmu. Hahaha.. dasar botak laknat"


Taeyang masih terlihat sangat tenang menghadapi serangan musuh-musuhnya ini.


"Keparatttt"


Pria botak itu langsung mengambil pil dari balik bajunya. Pil itu merupakan pil terlarang yang dapat meningkatkan kekuatannya dengan resiko mengurangi masa hidupnya.


"Aku sudah tidak tahan lagi"


Ia lalu menelan pil berwarna hitam, dalam sekejap aura ditubuhnya meningkat drastis.


"Semuanya, mari kita habisi para bajingann ini"


Teriaknya memberikan semangat kepada teman-temannya.


"Bunuh!"


"Bunuh!"


Pria botak itu langsung bergerak lebih cepat dari sebelumnya. Dalam sekejap ia sudah berada dihadapan Taeyang dengan pedang miliknya.


"Mati kau!"


Bang!


Taeyang menangkis serangan itu dengan pedangnya. Tapi dorongan tenaga yang dilepaskan dari pria botak itu membuat Taeyang terlempar jauh. Lalu dari belakangnya terlihat dua pria menyerang Taeyang dengan pedang bersinar merah.


"Mati kau!"


Dengan refleknya Taeyang menangkis kedua serangan tersebut. Saat ia menangkis, pria botak itu sudah berada dibelakang Taeyang.


"Kena kau"


Wusssh


Slasshh


Pedangnya menghantam punggung Taeyang, beruntung Taeyang memiliki reflek yang sangat cepat sehingga serangan musuhnya ini tidak meninggalkan luka dalam pada punggungnya.


"Taeyang"


Namora yang melihat Taeyang terluka ingin segera membantunya, namun langsung dilarang oleh Aran.


"Tetap ditempat. Jika kamu membantunya, itu sama saja kamu tidak menghormatinya. Ini keputusannya untuk melawan mereka seorang diri. Jika ia memerlukan bantuan kita, ia pasti akan memintanya"


"Tapi Aran"


Namora masih tetap ingin pergi membantu Taeyang.


"Aku tau kamu khawatir, tenang saja. Taeyang bukanlah pria yang lemah, ia masih belum mengeluarkan kemampuan sesungguhnya"


Kata Aran menenangkan Namora.


"Itu benar Namora, Taeyang masih menyimpan kekuatan aslinya. Lihatlah sebentar lagi"


Varya ikut menimpali obrolan kedua temannya.


Karena sudah dua orang yang berkata seperti itu, Namora menjadi sedikit lebih tenang.


Sebenarnya Taeyang dapat mendengar semua obrolan temannya. Ia bahagia bahwa semua temannya percaya kepada kemampuannya.


'Hyung-nim, terima kasih karena kamu sangat mempercayaiku'


Batin Taeyang.


"Hahaha, kau sekarang sudah terluka. Sebentar lagi kamu pasti akan mati"


Pria botak itu berkata sambil tertawa keras. Ia begitu senang serangan gabungan mereka dapat melukai Taeyang.


"Apa kau tau, bahwa jurus pedang bayanganku memiliki 9 tingkat. Yang baru aku keluarkan hanya berada di tingkat pertama. Sekarang kau sadarkan, sejauh apa perbedaan antara diriku dan kalian semua. Dasar sekumpulan anjingg kampung"


Mendengar hinaan Taeyang membuat semua musuhnya kembali menjadi murka.


"Semuanya kita segera habisi bajiingann ini, agar kita bisa memotong lidahnya nanti"


"Ayoo, bunuh dia"


"Bunuh!"


Seluruh pasukan pria botak itu kembali menyerang Taeyang secara bersamaan.


"Seni Pedang Bayangan, Tingkat Duaa!"


Taeyang langsung melakukan gerakan tarian pedang miliknya. Kini mereka semua melihat pedang Taeyang memiliki bayangan yang lebih banyak dan  gerakan tangan Taeyang juga terlihat lebih cepat dari sebelumnya.


"Aku tidak menyangka, ternyata Taeyang ini memiliki ilmu pedang yang sangat unik"


Kata Varya.


"Kau benar Varya, ilmu pedangnya sangat unik dan beragam"


Aran ikut menambahkan perkataan Varya. Ia juga diam-diam mengagumi kemampuan seni berpedang Taeyang.


Namora yang mendengar perkataan kedua temannya, membuat hatinya menjadi sangat tenang. Diantara mereka semua, memang hanya Namora yang selalu khawatir terhadap keselamatan semua temannya. Karena dulunya beberapa kali ia kehilangan teman-teman terbaiknya, untuk itu kini ia bertekad akan selalu menjaga semua temannya.