Pendekar Nusantara

Pendekar Nusantara
Aran Vs Seth II



Mereka hanya bisa diam melihat Aran terbang jauh terkena serangan Seth.


Apa yang sebenarnya terjadi, kenapa Aran dapat dengan mudah di kalahkan. Apakah kekuatan Seth memang sangat kuat sehingga hanya dengan satu serangan Aran bisa langsung kalah.


Hanya itu yang ada di dalam pikiran teman-teman Aran.


Aran yang terkena serangan juga tidak menyangka bahwa tendangan Seth sangatlah kuat. Meski ia sudah memakai ajian pelindung tapi tetap saja ia merasa wajahnya seperti mati rasa.


“Wajahku panas, sialann siluman tua itu”


Aran bergumam sambil ia berjalan ke tempat Seth berada.


“Siluman tua itu sangat kuat”


Sesampainya di tempat tadi, Seth masih menatap Aran. Ia tidak menyangka juga bahwa Aran mampu berdiri setelah terkena serangannya. Meski itu hanya berupa tendangan, tapi ia sudah menggunakan kekuatan penuhnya untuk menyerang Aran.


“Huh, ternyata kau kuat juga manusia. Sekarang terimalah kembali”


Sosok Seth menghilang dan sudah berada di hadapan Aran kembali. Kali ini Seth menggunakan belati hitam untuk menebas wajah Aran.


Melihat belati yang sudah berada di depan wajahnya, Aran melangkah mundur kebelakang untuk menghindarinya. Seth juga tidak diam, ia lalu memutar tangannya untuk kembali menyerang Aran, kali ini serangannya lebih cepat.


Wussh


Wushh


Aran berhasil menghindari serangan cepat Seth. Tapi tetap saja ia kehabisan nafas untuk bergerak secepat ini, karena ia merasa tubuhnya tidak dapat merespon gerakannya.


‘Sial, lama-lama aku pasti akan kena juga’


Batin Aran yang kini sudah sangat terdesak. Seringkali ia menyerang balik Seth tapi bagi Seth itu hanyalah serangan lemah.


“Apa kau benar Tuan dari Ares dan Argus. Hahaha.. Sungguh memalukan”


Seth tanpa malu menghina Aran sambil menyerangnya.


“Dasar Assu berisik kau”


Meski Aran terdesak karena serangan Seth tapi ia masih tetap tenang. Karena ia tau bahwa Seth masih menyimpan kekuatan aslinya. Untuk itu Aran sengaja menunda melepas segel miliknya.


Bakk


Bukk


Aran kini mulai terkena serangan beruntun, tubuhnya mulai babak belur dihajar oleh Seth.


“Hahaha, rasakan kau. Manusia fana sepertimu berani bersikap sombong dihadapanku”


Bang!


Kali ini Aran terlempar menabrak dinding batu besar dan terlihat di sudut bibirnya ada noda darah.


“Sialan, mau tidak mau aku harus menggunakan segel ke enam”


Aran berdiri dan menatap Seth dengan penuh kemarahan.


“Apa kau liat-liat, cepat keluarkan kemampuan terbaikmu sebelum terlambat”


Kini giliran Seth menatap dan menggoda Aran. Ia tau bahwa manusia dihadapannya ini pasti memiliki kemampuan lain. Tidak mungkin ada manusia yang berani menantangnya seperti yang dilakukan oleh Aran.


Seth juga telah memeriksa tubuh Aran dan ia tidak bisa melihat kekuatan Aran. Seolah-olah ia sedang menyelami lautan dalam tanpa dasar.


“Baiklah jika itu kemauanmu”


Kata Aran.


“Segel Level 6, buka!”


Bang!


Aura Aran meledak ke segala penjuru. Aran dapat merasakan bahwa kekuatannya kali ini telah meningkat, ia merasa auranya seperti menggebu-gebu.


‘Apa ini karena aku telah menerapkan seni energi bintang, semakin lama auraku semakin bertambah kuat’


Para penonton hanya bisa terpana melihat wujud Aran kali ini.


“Aran, kau itu sebenarnya manusia atau iblis”


Xiao Ling hanya bergumam pelan, tapi suara Xiao Ling ini juga bisa didengar oleh yang lainnya.


“Hyung-nim”


Taeyang juga merasa bahwa Aran ini seperti bukan Aran yang ia kenal. Tatapan Aran ini begitu dingin.


Aran yang sudah naik level tentu saja memiliki aura yang berbeda ketika membuka segel level 6 kali ini.


Seth hanya menatap dalam diam melihat wujud Aran.


“Apakah ini kekuatan aslimu?”


Tanya Seth kepada Aran.


“Iblis rendahan seperti mu tidak perlu tau”


Hanya itu jawaban yang keluar dari mulut Aran. Ia tidak mau memberitahukan kekuatan aslinya. Jika memang terpaksa, Aran masih bisa mengeluarkan segel level 7 miliknya.


“Huh, manusia fana. Kau terlalu sombong. Aku adalah makhluk level Kaisar, kini akan aku perlihatkan kekuatan asliku”


"Heaaaaaa"


Dalam sekejap tubuh Seth berubah menjadi makhluk seperti iblis dengan dua tanduk berwarna hitam panjang dan aura hitam yang menutupinya. Kini semua makhluk yang berada ditempat itu dipaksa berlutut terkena tekanan level kaisar. Aura hitamnya menyebar ke segala penjuru, aura yang begitu dingin dan sangat kelam.


“Gila, apa kita sedang berhadapan dengan iblis”


Semua teman Aran kini dipaksa berlutut karena aura ini begitu menindas mereka. Tubuh mereka sangat berat untuk digerakkan.


Aran sudah menduga bahwa Seth berada di level kaisar. Untuk itu ia mencoba menggunakan level 6 miliknya. Jika level 6 tidak sanggup maka ia terpaksa menggunakan level 7.


“Huh, aku akui kau kuat manusia. Kau bahkan masih bisa berdiri tegak dihadapanku”


Seth diam-diam memeriksa kembali kekuatan Aran.


“Tidak usah banyak bacodd iblis tua. Segitu bangganya kau dengan wujud iblismu ini, entah apa yang ibu mu pikirkan sampai melahirkan makhluk jelek seperti ini”


“Bajingannn”


Dalam sekejap ia sudah berada dihadapan Aran dan mulai menyerangnya.


Dari tangannya keluar tulang tajam seperti pedang yang langsung menebas leher Aran. Dengan reflek Aran, ia segera menghindari serangan itu dengan mundur kebelakang. Namun saking cepatnya, pedang tulang itu hanya berjarak beberapa millimeter dari kulit Aran.


Aran lalu melompat tinggi ke udara untuk sementara menghindari serangan cepat Seth.


“Lari kemana kau!”


Dalam hitungan detik Seth sudah berada di udara dan langsung menyerang Aran. Ia sama sekali tidak memberi Aran kesempatan untuk bergerak.


“Cih, iblis ini terus menempel tubuhku”


Kemana pun Aran bergerak, Seth terus menempel padanya dan menyerangnya dengan pedang tulang.


“Mau kemana kau hah! Aku akan terus menempel hingga kepala mu terpisah”


Kata Seth dalam serangannya.


“Apa kau tidak bisa mundur sedikit, walau kau begitu menyukaiku tapi tetap saja aku masih normal. Seandainya saja kau iblis wanita cantik tentu aku tidak akan sungkan padamu"


Aran benar-benar tidak suka melihat Seth yang terus menempel padanya.


“Bajingann busuk, siapa juga yang menyukaimu”


Seth benar-benar tidak habis fikir akan bertemu musuh yang menyebalkan seperti ini.


“Jika kau tidak suka kenapa kau terus mendekatiku. Aku benar-benar jijik dengan tubuhmu yang sangat bau”


Ucapan Aran ini semakin membuat Seth meledak dalam kemarahan.


“Brengseekkk, mulutmu benar-benar loncer manusia”


Seth lalu menusukkan pedang tulang kemulut Aran, berharap ia bisa menyumpal Aran agar bisa diam.


Aran kembali menghindar tapi kali ini ia merasa bahwa Seth semakin menekannya. Hanya tinggal menunggu waktu untuk Seth berhasil mendaratkan serangannya di tubuh Aran.


"Heaaa"


Kekuatan Seth semakin kuat dan cepat, kini serangannya semakin sulit Aran hindari. Sekarang Aran benar-benar kesulitan untuk menghadapi serangan cepat Seth.


'Level Kaisar memang benar-benar hebat'


Gumam Aran di dalam hatinya. Jika begini terus Aran benar-benar akan terkena serangan Seth. Aran merasa ia sudah mencapai batasnya. Kecepatan serangan Seth sudah tidak bisa ia hindari lagi.


Ternyata tidak perlu lama untuk Seth melihat kelemahan Aran.


"Kena kau"


Bang!


Perut Aran dihantam oleh kepalan tangan Seth yang membuat Aran merasakan sakit yang teramat sangat di dalam organ tubuhnya. Kepalanya langsung pusing karena serangan kuat itu.


'Aku merasa seperti di tendang kaki gajah'


Pukulan kedua kembali bersarang di tubuh Aran yang membuat Aran kini semaput.


"Uhukk"


Darah langsung keluar dari mulutnya.


Melihat Aran yang terluka, Seth begitu senang. Ia lalu melakukan tusukan pedang ke arah perut Aran.


"Mati kau!"


Jlebb.


"Arggghhh"


Aran berteriak dan dengan segenap kekuatannya ia melompat kebelakang agar ia dapat melepaskan diri dari tusukan Seth.


Kini darah mengalir dari perut Aran dengan deras.


"Ahh"


Aran menahan sakit di perutnya dan berusaha menutup luka dengan telapak tangannya. Ia tidak menyangka tusukan Seth terasa begitu menyakitkan. Aran juga merasa bahwa sesaat pedang itu masuk, ia merasakan ribuan makhluk kecil menggerogoti organ dalam tubuhnya. Karena itu Aran segera menggunakan energi bintangnya untuk melindungi semua organ dalamnya.


"Pedang tulangku ini memilki bakteri kecil, ketika pedang ini menusukmu maka bakteri itu ikut masuk dan menggerogoti organ dalam tubuhmu"


Seth yang melihat Aran kesakitan tanpa ampun langsung bergerak ke tempat Aran berdiri dan kembali menebas leher Aran.


Dengan sisa kekuatannya Aran berhasil menghindari tebasan Seth, namun serangan Seth tidak hanya itu. Ia menggunakan kakinya untuk melakukan tendangan memutar menyerang perut Aran yang terluka.


Bang!


"Arrrghh"


Teriak Aran ketika tendangan Seth tepat mengenai luka Aran. Tendangan itu juga menyebabkan Aran kembali terlempar jauh kedalam hutan dan menghancurkan beberapa pohon.


Sepanjang pertarungan semua makhluk menatap dalam diam. Tapi melihat Aran terluka dan terlempar jauh membuat teman-temannya begitu sedih. Mereka dapat merasakan rasa sakit yang tengah diderita oleh Aran.


"Hidup Kaisar Seth"


"Hidup Kaisar"


"Aoooooo"


"Roaaaaarrrr"


Para monster dan siluman berteriak dengan sangat keras, menyebabkan suara itu menggema di dalam hutan. Mereka begitu bangga melihat pemimpin mereka mengalahkan manusia. Seolah-olah mereka sudah memenangkan perang besar melawan manusia.


~Note~


Saya membaca, ada beberapa orang yang tidak bisa menghargai kiriman gambar ilustrasi di chapter sebelum ini.


Tolong belajar menghargai karya orang lain, tidak usah memberikan kritik yang tidak membangun. Gambar ilustrasi itu dikirim oleh anak yang usianya kurang lebih 12 thn. Dulu waktu saya seumurannya, saya tidak bisa menggambar sebagus itu.


Seharusnya kita sebagai yang lebih senior bisa mendukungnya agar bisa memberikan karya-karya terbaiknya dan ikut membangun novel dan komik indonesia menjadi lebih baik.


Terima Kasih.


Salam dari penulis amatir.