Pendekar Nusantara

Pendekar Nusantara
Hutan Abadi II



"Kau tau peta ini Xiao Ling?"


"Tentu saja aku tau, entah berapa ratus orang yang mati demi peta ini. Peta ini hanya bisa di gunakan di hutan abadi ini. Di katakan bahwa peta ini dalah peta menuju Makam Dewa Naga Iblis"


Xiao Ling begitu bersemangat melihat peta di tangan Aran.


"Darimana kamu mendapatkannya, apa kamu mencuri?"


"Sembarangan, aku mendapatkannya dari salah satu makhluk di dunia ini"


Xiao Ling menatap Aran tak percaya, Peta yang begitu berharga bisa ada di tangannya.


"Sudah lupakan, lihatlah peta itu, tanda titik menyala adalah posisi kita sekarang. Peta ini hanya aktif disini, jika kau bawa keluar peta ini tidak akan aktif"


Aran lalu melihat peta itu kembali, ada titik merah menyala di peta tersebut.


"Lihat kita disuruh berjalan ke arah selatan, ayo cepat bergerak" Xiao Ling begitu bersemangat mengajak Aran untuk segera berangkat.


Mengikuti peta tersebut mereka tidak mengalami hambatan sama sekali, padahal di hutan ini banyak hewan buas dan tanaman tanaman omnivora.


Ketika mereka sedang bergerak dengan sangat cepat di batang batang pohon yang tinggi, Aran dan Xiao Ling melihat tidak jauh dari tempat mereka terjadi pertarungan hebat.


Mereka memutuskan untuk menonton dari jauh.


"Serahkan anggrek bulan itu, kalau kau masih ingin selamat. Setidaknya aku akan membiarkan mayatmu utuh" Terdengar tawa yang sangat keras diantara mereka.


"Anggrek Bulan, apa kau mengetahuinya Xiao Ling"


"Itu bunga langka yang hanya ada di dunia jin. Bunga itu hanya tumbuh setelah 1000 tahun sekali. Khasiatnya sangat banyak, salah satunya bisa membantu meningkatkan 20% kemampuan kita saat ini"


"Oooh, pantas mereka sangat menginginkannya"


Jin berbadan besar, sudah tidak sabar untuk merebut Anggrek Bulan dari tangan Jin Kucing.


"Kucing kecil cepat berikan anggrek itu, sebelum kesabaranku habis"


Ucap jin berbadan besar seperti gorila.


"Tidak akan, aku tidak takut padamu"


Jawab Jin yang seperti kucing, walau tubuhnya kecil tapi dia tidak takut sama sekali. Sementara dua makhluk kucing yang lain bersembunyi dibalik tubuhnya.


"Hahahah, hanya kau sendiri. Lihat kedua temanmu itu, mereka sudah begitu ketakutan" Salah satu teman Jin Gorilla berkata sambil menggerakkan ekor runcingnya ke arah kelompok Jin Kucing.


Dari wujudnya, makhuk itu pasti dari Suku Kalajengking.


"Aran, hati hati terhadap ekornya. Suku Jin Kalajengking sangat mendalami ilmu racun. Walau fisik mereka terlihat lemah, tapi mereka mampu menutupi kekurangan mereka dengan racun racun yang mereka miliki"


Aran mendengarkan penjelasan Xiao Ling dengan seksama.


Tidak lama kedua kelompok sudah mulai bertarung.


Kucing yang paling berani, terkena pukulan dari Jin Gorilla dan terlempar ke pohon tempat Aran dan Xiao Ling sembunyi.


"Pukulannya sangat kuat. Tapi dibanding Siluman Babii yang kuhadapi beberapa waktu yang lalu. Tenaga pukulannya masih di bawah rata rata" Aran mencoba menganalisa serangan Jin Gorilla.


"Hehehe, seenaknya saja kamu menyebut dia Siluman Babii. Jika dia ada disini, dia pasti muntah darah mendengar kamu memanggilnya Siluman Babii"


Mereka berdua mengingat kejadian beberapa waktu yang lalu, saat pertama kali mereka bertemu.


Aran sudah tidak sabar untuk membantu Jin Kucing "Xiao Ling, aku akan turun membantunya. Kamu cukup menonton pertunjukanku dari sini"


"Huh, dasar sombong. hati hati"


"Siap Ratu" Aran langsung melompat turun ke arah Jin Gorila.


Di bawah Jin Kucing sudah tidak mampu bergerak. Fisik Jin Kucing sangat lemah.


"Kucing rendahan seperti kamu berani berhadapan langsung denganku. Kultivasimu sangat lemah. Lebih baik kamu mati" Jin Gorila langsung melepaskan pukulan jarak dekat ke arah Jin Kucing yang bersandar lemah di sebuah pohon besar.


"Kakaaakk" Teriak salah satu teman Jin Kucing dari kejauhan, dirinya juga sudah nampak tak berdaya menghadapi Jin Kalajengking.


Ketika pukulan Jin Gorilla hampir mencapai tubuh Jin Kucing, tiba tiba tangannya berhenti bergerak. Seolah olah seperti menabrak kumpulan air, lembut tapi tidak berujung.


"Cukup sampai disini Babon busuk" Aran menangkis serangan Jin Gorilla dengan telapak tangannya.Sehingga meninggalkan riak energi di sekitarnya.


Jin Gorilla begitu marah di panggil Babon. Dalam Strata Clan, Babon hanya diatas Monyet. Sedangkan Gorilla sejajar dengan Kera. Berada di puncak rantai.


"Siapa kau, berani menyebutku Babon" Jin Gorilla langsung menarik pukulannya yang sempat di tahan oleh Aran.


"Jika kau Jin sejati tunjukkan wujud aslimu" Teman teman gorila langsung meninggalkan pertarungan mereka dan berada di sisi gorilla.


Para kucing langsung menolong kakak pertama mereka yang keadaannya sudah menyedihkan, dengan pakaian yang robek di berbagai tempat.


Aran hanya melirik kawanan kucing yang sedang membawa salah satu temannya menjauh dari pertarungan.


"Aku adalah Malaikat pencabut nyawa dan Aku disini untuk mencabut nyawa kalian para makhluk rendahan"


Perkataan Aran yang begitu dalam membuat mereka semua memicingkan mata mereka.


Kening mereka berkerut mendengar ucapan Aran.


"Malaikat pencabut nyawa. Apa kepalamu habis terbentur sesuatu sampai kau bertingkah gila seperti ini" Jin Gori dan kawan kawannya tertawa mendengarnya.


"Tidak perlu berbasa basi. Menghadapi sekumpulan badut bodoh seperti kalian, hanya akan mengotori kesucian tanganku"


Perkataan Aran yang sangat merendahkan, membuat mereka emosi jiwa.


"Makhluk kurang ajar, aku bunuh kau. Serang dia!" teriak Jin Gorilla.


Next Aran Vs Jin Gorilla & The Gank