Pendekar Nusantara

Pendekar Nusantara
Anggota dan Keluarga Baru



Melihat Aran yang begitu bahagia membuat Raja Naga juga ikut senang. Disaat Aran kehilangan tenaga dalam akibat segel level 7, sekarang malah ada yang memberikan bantuan kepadanya.


'Keberuntungan anak ini begitu tinggi'


Raja Naga hanya tersenyum kembali.


"Sudah waktunya kami pergi. Tolong jaga anak kami"


Aran lalu memperhatikan bayangan induk Garuda tersebut yang semakin menghilang sedikit demi sedikit.


Aran lalu memberikan hormatnya kepada mereka.


"Saya berjanji akan merawat anak kalian"


Lambat laun bayangan induk Garuda menghilang ke udara kosong.


"Untuk sementara waktu, kamu gunakan energi Garuda itu. Karena energi aslimu sedang kering dan butuh waktu untuk bisa kembali ke keadaaan semula"


Raja Naga bersyukur dengan adanya energi Garuda, maka ia sedikit merasa lega terkait keselamatan Aran.


"Baik Raja Naga"


Aran menjawab Raja Naga dengan hormat, ia juga sangat bersyukur dengan adanya energi baru ini. Sekarang ia merasa di dalam atma miliknya terdapat pusaran energi berwarna merah keemasan. Energi itu tidak lain adalah energi garuda yang telah menyatu dengan atma miliknya.


"Jika dibandingkan dengan segel naga, kekuatan yang kamu miliki sekarang setara dengan segel naga level 3"


Aran bersyukur mendengar penjelasan Raja Naga, bahwa kekuatannya saat ini setara dengan segel level 3. Ia tidak bisa membayangkan jika harus hidup didunia luar tanpa memiliki tenaga dalam.


Setelah semuanya, Aran lalu memanggil Kumbang dan Putih untuk berkenalan dengan anggota baru mereka yaitu Saka.


Saka yang sudah bangun dari tidurnya begitu ketakutan melihat adanya dua macan besar dihadapannya. Belum lagi dilangit ia melihat seekor naga hitam yang terbang melingkar-lingkar.


Aran hanya tertawa melihat kepolosan Saka yang langsung bersembunyi didalam pakaiannya. Perlahan-lahan Aran mulai menjelaskan kepada Saka bahwa mereka semua adalah keluarga. Raja Naga lalu merubah wujudnya menjadi bayangan hitam, sementara Kumbang dan Putih merubah dirinya menjadi burung gagak.


Melihat burung gagak, Saka menjadi tidak takut lagi. Karena ia melihat bahwa burung gagak ini mirip dengan dirinya. Walau sebenarnya ukuran Saka lebih besar dibandingkan dengan gagak.


Karena Saka sangatlah lucu, Putih dan Kumbang langsung mengajak Saka berjalan-jalan dialam giok.


"Aku akan kembali kedunia luar"


"Jaga dirimu Aran"


Aran lalu memberi hormatnya kepada Raja Naga dan menghilang dari pandangannya.


Ketika Aran kembali ke dunia nyata, dilihatnya Varya yang masih duduk melakukan meditasi.


"Hmm, bagus"


Merasakan aura yang berbeda dari yang selama ini ia kenal, Varya langsung membuka matanya.


"Tuan"


Aran hanya mengangguk.


"Ayo kita tinggalkan tempat ini"


"Baik Tuan"


Varya lalu mengikuti Aran berjalan keluar. Setelah diluar Aran lalu diam berdiri menatap keluar.


"Varya kamu akan ikut ketempatku dulu"


"Baik Tuan saya akan mengikuti Tuan"


"Sayap Garuda, buka"


Seketika dari punggung Aran keluar sayap besar. Aran lalu menggerakkan sayap tersebut perlahan-lahan.


Varya kaget dengan sayap yang muncul tiba-tiba dipunggung Aran, jadi ia menatap kosong ke sayap tersebut. Ia tidak menyangka bahwa Tuannya ini memiliki sayap.


'Apa ia benar-benar manusia'


Hanya itu yang ada dipikirannya saat ini. Selama hidupnya ia tidak pernah melihat manusia yang memiliki sayap. Varya adalah tipe wanita yang tidak mau ikut campur urusan orang lain, jadi ia tidak mau banyak bertanya kepada Aran terkait sayap ditubuh Aran maupun tentang keberadaan burung yang sebelumnya ia lihat.


Aran lalu berjalan ke arah varya. Ditatap dari dekat oleh Aran membuat muka Varya memerah, ia lalu menundukkan wajahnya.


Aran hanya tersenyum didalam hatinya melihat tingkah gadis muda dihadapannya ini. Ia lalu menggendong Varya didepannya dan segera terbang tinggi.


"Ah" Varya kaget dengan tindakan Aran yang tiba-tiba menggendongnya, jadi ia kembali menutup matanya. Seketika ia merasa ada hembusan angin disekitarnya.


Ketika Varya membuka matanya ia melihat bahwa dirinya sedang berada di udara. Ia pernah menaiki hewan terbang, namun baru kali ini ia dibawa terbang oleh manusia.


Aran tidak sadar bahwa diam-diam Varya terus memperhatikan wajah Aran. Varya terus tersenyum dan memandang wajah rupawan Aran.


Sebenarnya baru kali ini ia bisa sedekat ini terhadap pria. Varya selalu hidup cuek dan tidak pernah memikirkan pria sama sekali. Yang ada dipikirannya hanyalah kebahagiaan adiknya. Bahkan di sektenya, sudah puluhan pria yang mencoba mendekatinya. Tapi Varya tidak pernah mau menanggapi mereka, ia tetap cuek dengan mereka semua.


Mereka terus terbang perlahan-lahan menuju kediaman Aran.


Karena merasa jarak Aran menuju kota sudah dekat, ia kembali menggunakan topengnya.


Ketika Aran mulai memasuki kota, banyak penduduk serta prajurit yang melihat kedatangannya.


"Lihaaat ada manusia terbang"


"Dia memiliki sayap"


Mereka tidak menyadari bahwa yang terbang diatas mereka adalah Mahapatih. Banyak prajurit yang juga melihat Aran, mereka lalu bersama-sama mengejar dan melaporkan kedatangan manusia terbang tersebut.


Unit Reaksi Cepatlah yang paling tanggap. Karena tugas merekalah untuk menjaga keamanan dan ketertiban wilayah ibukota kerajaan ini. Mereka semua langsung bergerak dengan cepat mengikuti pergerakan Aran dari bawah. Hingga akhirnya Aran mendarat didalam kediamannya.


"Manusia bersayap itu memasuki kediaman Mahapatih, segera laporkan"


Para pasukan URC langsung melaporkan hal tersebut ke atasan mereka yaitu Berliana dan Lingga. Sebenarnya kedua sahabat Aran itu sudah mengetahui kedatangan manusia bersayap yang terbang di atas langit, karena dengan kemampuan mereka hal itu sangatlah mudah.


"Saya merasakan aura yang familiar dari tubuh pemuda bersayap tersebut"


Lingga berkata kepada Berliana yang juga merasakan hal yang sama.


"Senior mari kita kesana"


"Baik"


Lingga dan Berliana langsung bergerak cepat menuju kediaman Mahapatih.


Para penjaga kediaman Mahapatih juga melihat kedatangan manusia bersayap yang mendarat dihalaman rumah utama.


"Siapa kau, ini kediaman Mahapatih. Jangan bersikap lancang"


Para penjaga yang selama ini hanya melihat Mahapatih yang selalu menggunakan topeng dan jubah begitu kaget melihat seorang pria bersayap berani mendarat di kediaman Mahapatih. Walau hati mereka ketakutan, namun demi harga diri seorang penjaga Mahapatih mereka tidak takut sama sekali.


Aran juga tidak ingin menyalahkan mereka yang tidak mengetahui dirinya, ia lalu mengeluarkan lencana milikinya.


"Saya Mahapatih, kalian tidak perlu takut"


Melihat lencana dan suara yang selama ini mereka kenal. Mereka langsung memberikan hormatnya.


"Maafkan kami Mahapatih, kami benar-benar tidak mengetahuinya"


"Sudah lupakan, sekarang kalian kembali ke tempat kalian masing-masing dan tidak ada yang boleh memasuki kediaman ini tanpa seijinku"


"Daulat Mahapatih. Kami undur diri"


Para penjaga lalu undur diri dan bergerak cepat kembali ke pos mereka masing-masing. Mereka sama sekali tidak berani bertanya terkait sayap maupun gadis yang dibawa oleh Mahapatih.


Varya jadi semakin mengagumi sosok Tuannya ini. Ia tidak menyangka bahwa Tuannya ini begitu di hormati di kota ini.


"Varya mari masuk kedalam. Oh ya, karena kamu adalah anggota baru, disini ada banyak kamar yang bisa kamu tempati nanti"


"Baik Tuan, terima kasih"


Varya lalu mengikuti Aran memasuki rumah utama. Sekilas Varya sempat melihat sekelilingnya dimana ia sangat mengagumi kediaman Tuannya ini yang begitu tenang dan asri. Bahkan ada rumah apung ditengah danau yang sangat ia sukai.


Didalam rumah Aran mempersilahkan Varya untuk duduk sementara dirinya masuk kedalam rumah dan menyiapkan teh. Karena yang ia tau, orang didataran tengah sangat menyukai hidangan teh.


Aran lalu menyiapkan teh khusus yang didapatnya dari alam giok dan mencampur setetes wayn. Aroma wangi langsung menyebar memenuhi ruangan.


Varya juga ikut mencium bau wangi teh ini.


"Baunya begitu harum, apa yang sedang Tuan lakukan"


Tidak lama Aran keluar membawa teko kecil khusus teh dan meletakkannya di meja.


"Minumlah teh buatanku ini"


Varya begitu kaget bahwa bau yang sangat harum tersebut berasal dari teh ini. Aran lalu menuangkan teh itu ke cangkir kecil yang ada dimeja.


"Tuan saya akan meminumnya"


Karena sudah sangat penasaran, Varya segera meminum teh yang sudah disediakan oleh aran.


Ketika teh itu menyentuh indera perasanya, ia merasakan sensasi yang sangat sulit diungkapkan dengan kata-kata.


"Nikmatnya, seumur hidupku baru kali ini aku meminum teh senikmat ini. Jika saja teh ini aku berikan kepada Masterku, ia pasti akan berteriak histeris"


Varya jadi membayangkan Masternya yang sangat menyukai teh dan anggur. Bahkan masternya itu sampai rela berkeliling benua hanya untuk mendapatkan teh dan anggur terbaik.


 


~Note~


Hello pembaca setia Novel Pendekar Nusantara.


Jika kalian semua menyukai novel ini, mohon bantu penulis dengan cara dibawah ini ya.


* Jangan lupa like dan koment.


* Vote jika memungkinkan.


* Follow Author.


* Terakhir\, mohon bantu share.


Terima kasih ^^


Instagram :


@yukishinamt