Pendekar Nusantara

Pendekar Nusantara
Asura / Aran



"Sebutkan namamu"


Salah seorang siluman penjaga bertanya kepada Aran.


"Untuk apa? Apa kalian menyukaiku.. Maaf aku masih normal"


Jawab Aran tanpa ekspresi.


Mendengar ucapan balasan Aran membuat kedua siluman mengerutkan keningnya. Ia lalu mengumpat Aran "Keparaatt gila, mati kau" Dengan gerakan cepatnya, ia menerjang Aran sambil memegang senjata berupa celurit kembar.


Shiuuuu


Suara tebasan dari celurit itu sampai mengeluarkan suara membelah angin.


Aran menghindarinya dengan cepat dan kembali menggeser tubuhnya ke samping, tapi ternyata dari sisi yang lain siluman yang satu menebaskan pedangnya ke kepala Aran.


Shiuuu


Aran dengan cepat menarik tubuh bagian atasnya menekuk kebelakang sehingga sejajar dengan pinggang. Seperti seseorang yang akan kayang, dia memutar kakinya kesamping kembali dan menegakkan posisi berdirinya.


"Wah wah, kalian beraninya main keroyokan. Dasar siluman tak tau malu"


Suara Aran ini membuat wajah mereka memerah karena marah. Tanpa membalas perkataan musuhnya, kedua siluman kembali melakukan serangan gabungan menyerang Aran.


"Sekali lagi"


Kedua siluman memberikan kode untuk melakukan serangan gabungan kembali. Tubuh mereka berdua lenyap dan langsung berada di belakang Aran.


"Mati kau!"


Shuuuu


Pedang panjang menebas horizontal ke kepala Aran dan celurit kembar menebas bagian bawah Aran. Tapi dengan refleknya kembali Aran menghindari serangan itu dengan melompat dan memposisikan tubuhnya horizontal di udara.


Terlihat wajah kedua siluman yang begitu kesal melihat serangan mereka kembali dihindari oleh Aran.


"Manusia ini seperti kecoa, sulit sekali dibunuh"


Gumam siluman bersenjatakan celurit kembar.


Mereka berdua frustasi melihat tingkah Aran yang seperti meledek mereka.


"Ayolah kalian serius sedikit, apa hanya ini kemampuan kalian"


Goda Aran kembali yang membuat kedua siluman semakin marah. Kedua siluman begitu benci menatap manusia dihadapan mereka.


"Hei kalian berdua! Cepat habisi anak nakal itu. Jangan bermain-main terus"


Teriak Jenderal Gerbang 7 yang melihat kedua bawahannya ini belum juga berhasil mengalahkan musuhnya. Suara Jenderal membuat mereka semakin frustasi, jika sampai Jenderal yang berbicara seperti ini maka akan di taruh di mana wajah mereka.


Kedua siluman lalu saling melirik satu sama lain dan sama-sama memiliki pemikiran yang sama.


"Segel darah, buka!"


"Heaaa!"


Aura megah keluar dari tubuh mereka berdua. Tidak menunggu lama, mereka langsung bergerak cepat ke tempat Aran beridiri.


Aran yang melihat kedua siluman ini meningkatkan kekuatannya segera melakukan ajian sakti.


"Ajian Lembu Sekilan"


"Ajian Pelindung Naga Langit"


Sesaat tubuh Aran berbayang saat itu juga kedua siluman sudah berada di hadapannya dan langsung menebaskan senjata mereka ke tubuh Aran.


Kali ini gerakan mereka sangat cepat, membuat Aran sedikit kewalahan.


'Kekuatan mereka meningkat 5x lipat'


Batin Aran. Ia juga tidak bisa terus menghindar seperti ini karena sekarang rasanya sulit untuk menghindari serangan gabungan mereka.Mau tidak mau akhirnya Aran menahan kedua serangan siluman.


Bang!


Bang!


Kedua tangan Aran menangkis semua serangan musuhnya dengan cara menahan gerak laju tangan musuhnya yang memegang senjata.


Bak Buk Bak Buk.


Aran dipukuli habis-habisan dengan gerakan yang sangat cepat dan sangat rapat. Tangan Aran terus bergerak cepat menahan semua serangan yang menargetkan dirinya.


Meski terus di serang, tapi pikiran Aran masih sangatlah jernih. Ia dapat melihat semua serangan musuhnya ini, meski ia tetap saja tidak bisa mengimbangi serangan gabungan kedua siluman. Ajian Lembu Sekilan Aran terus bereaksi melawan semua serangan musuh.


Tapi karena kekuatan musuh sangat tinggi, ajian ini menjadi lemah. Belum lagi Aran masih dalam kondisi normal dan belum melepaskan segel. Semua ilmu yang dimiliki Aran adalah Ilmu yang akan mengikuti kekuatan pemiliknya, semakin pemiliknya kuat maka ilmu itu juga semakin kuat.


"Hahaha. Mati kau manusia"


Salah satu siluman berkata keras kepada Aran yang dipukuli oleh mereka. Sementara pemimpin mereka yaitu Jenderal Gerbang 7 hanya diam menatap Aran. Ia merasa bahwa Aran masih menyimpan kekuatan aslinya.


Xiao Ling, Xiao Jun dan Kepala Sekolah hanya sesekali melirik Aran yang tengah dipukuli oleh dua siluman.


"Seniorrr"


Teriak Xiao Jun yang khawatir melihat Aran di pukuli seperti itu. Meski Xiao Jun tengah di kepung oleh para monster tapi ia tetap saja tidak bisa tinggal diam melihat penyelamatnya di pukuli seperti itu.


Kedua siluman langsung memuntahkan darah mendengar musuhnya ini mengatai mereka dengan sebutan banci.


"Manusia laknatt, aku benar-benar harus membunuhmu"


Di tengah serangan gencar, kedua siluman berkata memarahi Aran. Mereka tidak rela di katai sebagai banci.


"Kau lah yang laknat, siluman bodoh. Jika kau tidak laknat mana mungkin wajahmu buruk rupa seperti itu. Bahkan Bidadari di surga enggan menatap wajahmu"


Aran meledek mereka secara frontal sampai ke tulang, yang menyebabkan perasaan benci kedua siluman meledak.


"Huryaaaaaa!"


"Lebih baik aku bunuh diri jika aku tidak berhasil membunuhmu hari ini"


Salah seorang siluman sudah habis kesabarannya. Ia menggigit jarinya dan mengunakan darah dari jarinya untuk membuat segel.


"Terbakarlah jiwaku!"


Setelah membakar sebagian inti jiwanya, siluman itu langsung menyerang Aran dengan sangat cepat. Tanpa ragu ia melepaskan pukulan ke wajah Aran yang menyebabkan topeng Aran pecah.


Prakkk!


Aran begitu kaget dengan kecepatan serangan itu hingga ia gagal menghindar. Topengnya yang hancur menyebabkan wajah asli Aran terekspos.


Xiao Ling, Xiao Jun dan Kepala Sekolah langsung terdiam melihat wajah Aran. Karena wajah itu adalah wajah yang mereka kenal.


"Aran"


Xiao Ling menatap kosong wajah Aran. Akhirnya ia mengetahui bahwa pria bertopeng ini benar Aran. Ia bahkan sampai mengabaikan para monster yang mengelilinginya. Begitupun dengan Xiao Jun yang terdiam melihat Aran.


"Jadi yang menyelamatkanku ini sebenarnya adalah Aran"


Sementara Kepala Sekolah menatap diam wajah Aran dan ia juga begumam.


"Bukankah dia yang berhasil menarik pedang Bintang"


Setelah pukulan yang menghancurkan topeng miliknya, Aran tanpa bergerak menatap dingin ke wajah siluman yang menghancurkan topengnya.


Sekilas Aran melirik ke arah Xiao Ling, ia tidak tau lagi harus berkata apa padanya.


"Kau berani menghancurkan topengku"


Dengan tinjunya, Aran meninju lurus ke wajah siluman yang menyerangnya.


Bang!


Tapi sayangnya, Tinjunya berhasil di tahan oleh tangan siluman.


"Kau pikir pukulan seperti ini dapat melukaiku, dasar bodoh"


Siluman itu lalu melakukan pukulan balasan ke wajah Aran yang langsung di tangkis oleh Aran. Tapi dampak pukulan yang sangat kuat itu menyebabkan Aran terlempar jauh kebelakang.


"Sial, siluman ini kuat sekali"


Aran sampai merasakan keram di tangannya.


Siluman itu hanya menatap Aran dari jauh. Ia lalu berkata kepada temannya yang dari tadi hanya menonton dirinya.


"Kau tunggu disini, biar aku yang menghabisi manusia laknat itu"


Siluman itu lalu terbang pelan dengan cara badan yang tegak lurus menghampiri Aran.


Setelah jaraknya dekat ia lalu menatap Aran yang kini tengah bersandar di pohon besar.


"Katakan pesan terakhir yang ingin kamu katakan, sebelum aku membunuhmu"


Tanya siluman itu pada Aran dengan tatapan menghina.


"Pesanku hanya satu"


Aran menjawab siluman itu tanpa rasa takut sedikitpun.


"Apa itu?"


Tanya siluman tersebut.


"Jangan terlalu bangga dengan kemampuanmu. Kau hanyalah siluman bodoh idiot yang dibuang dari surga"


"Brengsekkk" Siluman itu lalu mengeluarkan bola berwarna merah yang dilepaskannya terbang menuju Aran dengan sangat cepat. Siluman ini benar-benar sangat membenci manusia dihadapannya yang dari awal terus saja menghinanya tanpa rasa takut. Sebagai siluman berpangkat tinggi, tentu saja ini membuat harga dirinya terluka.


Shuuuu!


Bumm! Bumm!


Seketika, ledakan besar terjadi di tempat Aran bersandar.


"Araaaaannnn"


Xiao Ling reflek berteriak keras. Ia merasa bahwa bola merah itu sangat kuat dan memiliki efek destruktif yang begitu besar.


\~*\~*\~*\~


Instagram : @yukishinamt