
Leluhur Tua langsung melompat menjaga jaraknya dengan Aran. Serangannya dapat ditahan dengan mudah oleh Aran, membuat ia menjadi lebih berhati-hati. Sementara Aran hanya tersenyum tipis melihat Leluhur Tua menjaga jaraknya.
*Aran gunakan benda ini untuk menghalau Leluhur Tua itu*
Mendengar Raja Naga berbicara dialam kesadarannya Aran langsung menganggukkan kepalanya. Ia melihat 4 buah bola bulad berukuran kecil berwarna kehitaman.
Melihat Leluhur Tua masih shock\, Aran memanfaatkan kesempatan ini untuk menyelamatkan Kumbang *Kumbang bersiaplah*
*Baik Tuan*
Aran langsung mengambil sesuatu dari Alam Gioknya yang diberikan oleh Raja Naga. Terlihat empat benda bulat berwarna hitam di tangan Aran.
Melihat hal ini Leluhur Tua langsung waspada."Kakek nakal bersiaplah menerima jurus hebatku" Aran langsung melemparkan dua buah benda bulat dengan sangat cepat ke arah Leluhur Tua.
Sisanya ia lemparkan disekelilingnya, Aran juga meminum penawar yang diberikan Raja Naga kepadanya.
"Keparatt kau!" Takut dengan serangan kejutan Aran, ia lebih memilih menghindar kebelakang bersama sebagian bangsanya.
Boom Boom
syuuuu
Asap warna pink memenuhi tempat tersebut.
*Kumbang pergi\, cepatt!*
*Baik Tuan\, hamba pergi. Jaga diri Tuan* Kumbang langsung berlari dengan sangat cepat.
Asap ini adalah asap birahi\, baunya seperti bau kembang manis dan sangat memabukkan. *Ini adalah Bom Birahi terbuat dari Bunga Afrodisiak yang sangat murni dan juga beracun\, membuat yang menghirup asapnya akan memiliki nafsu birahi yang sangat tinggi dan hanya bisa disembuhkan dengan berhubungan badan\, jika tidak dilakukan dalam waktu 2 jam akan menghancurkan semua titik meridian yang menghirupnya*
Mendengar perkataan Raja Naga membuat Aran tersedak *Raja Naga\, bagaimana kamu bisa memilik benda mengerikan seperti itu\, apakah ini yang kalian lakukan bersama Clan Naga ketika bersama* Aran tertawa kecil membayangkan Raja Naga.
*Bocah kurang ajar\, sudah bosan hidup rupanya kau. Berani berkata tidak sopan seperti itu kepadaku*
*Ampun Raja Naga\, saya tidak berani* Aran tertawa sambil menundukkan kepalanya
"Sialan!, ini bau afrodisiak" Leluhur Tua langsung menutup mulutnya dan menjauh namun ia sempat menghirup asap tersebut, dan merasakan dorongan birahi dalam dirinya. Leluhur Tua langsung memusatkan tenaga dalamnya untuk mengeluarkan racun tersebut.
Setelah dirasa racun itu telah keluar ia mencari Aran, dan dilihatnya Aran sudah bergerak cepat dikejauhan. "Bajiangann kecil, sudah membuat kami begini masih ingin melarikan diri" Leluhur Tua langsung bergerak dengan kecepatan tinggi mengejar Aran. Sebelumnya Leluhur Tua sempat melirik bangsanya yang menghirup asap tersebut. Sebagian Serigala Perak menjadi gila menahan birahinya. Mereka berlarian menghindari serigala yang sama dengan jenisnya dan mencari lawan jenis yang lain. Sementara sebagian lain pergi mencari mangsa yang lain di sekitar markas mereka.
Hal ini membuat Leluhur Tua semakin marah, kemarahannya sudah tidak bisa dihilangkan. Hanya kematian Aran yang dapat meredam sedikit kemarahan dalam hatinya.
Aran sengaja berlari menjauh berlawanan arah dengan Kumbang agar Leluhur Tua tidak dapat mengejar Kumbang.
"Berhenti kauu! aku benar-benar akan menyiksamu selama ratusan tahun" Teriak Leluhur Tua dengan wajah merah karena marah.
"Kejar aku kakek tua bodoh. Namun kenapa kau mengejarku, kenapa kau tidak ikut bersenang-senang dengan bangsamu. Hahaha" Aran terus berlari sambil menggodanya.
Leluhur Tua muntah darah mendengar perkataan Aran, tapi ia merasa tidak mampu mengejar Aran "Brengsekk!" ia lalu mengambil pil dan meminumnya. Ini adalah Pil Kesengsaraan, meningkatkan 2x lipat kekuatannya namun menurunkan level 2 tingkat setelah efek pil ini hilang. Resiko yang sangat besar untuk seseorang yang berada ditingkatannya.
Wuusshh
Dalam sekejap ia sudah dihadapan Aran, Aran langsung menghentikan langkahnya. Melihat Leluhur Tua dihadapannya, Aran langsung memberikan hormat. Karena ia merasakan aura yang begitu besar didalam diri Leluhu Tua.
"Leluhur hebat dan baik hati, junior memberikan hormatnya" Aran memberikan hormatnya kepada Leluhur Tua.
Leluhur Tua menatap sinis kepada Aran.
"Masih saja kau bercanda bajingann cilik, walau kau dan seluruh keluarga clanmu memberi hormat padaku. Aku tidak akan pernah memaafkanmu"
"Maaf senior, saya sebatang kara tidak punya keluarga ataupun clan" Aran berbicara sambil mengusap air matanya.
"Siapa yang peduli padamu bodohh!"
>>>
Buat siapapun yang membaca ini, saya mohon maaf sebesar-besarnya karena baru bisa update. Keadaan sekarang yang kurang memungkinkan. Untuk yang masih bekerja tetap jaga diri, saya juga masih harus masuk kantor tapi jam kerja dikurangi, sehat selalu untuk semuanya. Semoga wabah Covid-19 ini cepat hilang dari bumi ini. Amin