
Teriakan Kakek dari Keluarga Situ membuat semua orang buru-buru pergi meninggalkan wilayah tersebut.
Melihat gelagat orang-orang membuat Kakek itu menjadi bertambah marah. Ia lalu mencari orang yang menurutnya paling mencurigakan.
"Berhenti kau"
Kakek Situ langsung pergi ke tempat seorang pria yang dilihatnya dari tadi sangat mencurigakan.
"A.. ada apa Tuan"
Jawab pria itu dengan sedikit ketakutan.
"Apa kau tau siapa yang melakukan hal itu kepada Cucuku"
Sambil ia menunjuk ke arah kubangan tinja.
"Saya memang melihat kejadiannya, namun saya tidak tau siapa dia karena pemuda itu menggunakan topeng"
Jawabnya sambil ketakutan, karena pria dihadapannya ini bukanlah pria yang baik. Semua sangat mengenal kekejaman Kakek dari Keluarga Situ.
"Enyahlahh!"
Kakek itu langsung melempar pria yang habis ditanyanya itu.
"Kalian semua dengarkan!"
Kakek itu berkata dengan menggunakan tenaga dalamnya. Sehingga ucapan yang keluar dari mulutnya begitu keras dan bertenaga.
"Aku berjanji akan memburu pelaku yang telah melakukan hal ini kepada keluargaku. Juga aku akan menuntut balas kepada semua orang yang mengenal pelaku bahkan sampai tujuh turunannya"
Kakek itu berkata sambil menatap kearah semua orang yang kini mulai memperhatikannya.
"Jika diantara kalian ada yang memiliki info mengenai pelaku kejahatan ini, maka aku sendiri yang akan memberikan kalian hadiah yang sangat besar selain emas juga aku berikan Senjata Ilahi"
Seketika semua yang berada disana langsung heboh, siapa yang tidak mau senjata ilahi.
>>>
Disaat semua orang heboh dengan kejadian tersebut. Pelaku utamanya sedang asik bersantai duduk diatas pohon sambil memperhatikan para gadis berlatih.
"Kuatkan pinggangmu, pertahan posisi kuda-kudamu. Jangan manja"
Teriak Putih kepada Namora.
"Apa siswa Akademi Bimasakti seperti ini semua, sungguh memalukan"
Mendengar ocehan Putih, Namora hanya bisa menyimpan rasa kesalnya didalam hati.
"Kau juga"
Kini giliran Varya yang kena omelan.
"Kau mantan anggota Sekte Bulan Merah yang terkenal kejam, tapi kuda-kudamu sungguh payah"
Varya juga hanya bisa menatap kesal kearah Putih. Ia tidak menyangka bahwa Putih ini memiliki karakter yang kejam.
Aran hanya tersenyum melihat cara Putih melatih kedua temannya dengan sangat keras.
"Jika saja aku bisa memilih, aku tidak akan sudi dilatih olehmu"
Akhirnya Namora berani mengelurakan suaranya. Karena ia begitu kesal terhadap Putih yang melatihnya begitu keras.
"Aku mau dilatih olehmu semua ini karena Aran"
Varya ikut menambahkan.
Mendengar keluhan kedua temannya ini, Aran memutuskan untuk melompat turun kehadapan mereka.
"Aran"
"Aran"
Jawab kedua gadis berbarengan.
"Tuan"
Putih memberikan hormatnya yang langsung dijawab dengan isyarat tangan oleh Aran.
"Emm Varya Namora, bagaimana kabar kalian"
Tanya Aran kepada kedua temannya.
"Kami tersiksa disini, Putih begitu kejam"
Namora langsung berkata kepada Aran mengeluarkan keluh kesahnya.
Varya juga mengiyakan perkataan Namora.
Aran bisa melihat bahwa keadaan kedua temannya ini sedikit memprihatinkan. Dengan pakaian yang kotor dan robek disana sini, belum lagi wajah mereka yang terlihat sangat kelelahan.
"Emm, begini. Seharusnya kalian bersyukur bisa dilatih oleh Putih. Banyak sekali makhluk yang ada didunia ini sangat berharap bisa dilatih oleh Putih. Dahulu, Putih ini adalah Jenderal perang dari Suku Kegelapan. Kalian pasti pernah mendengar sedikit cerita tentang Suku Kegelapan"
Varya dan Namora langsung kaget mendengar nama Suku Kegelapan. Mereka berdua tentu saja pernah mendengar nama suku tersebut, bahkan banyak buku sejarah yang membahas mengenai mereka.
"Pantas metodenya sangat kejam"
Kata Varya pelan.
Namora juga hanya bisa mendengus dingin.
Aran lalu mengeluarkan kantong kecil berisi anggur ruby yang diberikannya kepada kedua gadis.
Varya dan Namora langsung menerima kantong pemberian Aran.
"Waahh"
Varya dan Namora begitu senang menerimanya, mereka semua sudah tau bahwa semua pemberian Aran pastilah sesuatu yang berharga.
"Makanlah itu, agar tubuh kalian kembali fit"
Tanpa ragu, kedua gadis langsung memakannya. Seketika energi mereka mengalir dengan deras, tubuh mereka seperti habis disiram air dingin yang begitu menyegarkan.
"Terima kasih Aran"
Varya dan Namora langsung mengucapkan terima kasih kepada Aran.
"Ini juga"
Aran lalu memberikan pakaian yang dibelinya dikota kepada mereka berdua.
Melihat pakaian yang diberikan Aran kepada mereka membuat wajah mereka tersenyum cerah.
"Ini bagus sekali Aran"
"Iyah, bahannya sangat lembut"
Kedua gadis itu sangat menyukai pakaian pemberian dari Aran. Jika saja mereka sedang sendiri, pasti mereka akan langsung mencobanya.
Aran begitu senang melihat kedua temannya ini bisa kembali tersenyum.
"Kalian berdua lanjutkan latihan kalian, aku pamit pergi"
Tanpa menunggu jawaban dari kedua temannya, Aran melompat tinggi dan pergi dengan mengepakkan sayapnya.
"Araann"
"Ahh, kenapa dia buru-buru sekali sich"
Gerutu Namora.
Tiba-tiba terdengar suara Putih yang kembali merusak suasana hati mereka.
"Cepat kita kembali latihan"
Mendengar perkataan Putih, membuat mereka berdua kembali cemberut.
>>>
Aran sudah terbang menuju tempat Taeyang berada, ia ingin melihat kemajuan latihan Taeyang. Aran berharap semua temannya ini bisa menjadi kuat, agar suatu saat nanti bisa membantunya.
Dari atas langit dengan mata surgawinya Aran melihat Taeyang sedang dilatih oleh Kumbang dalam menggunakan pedang. Kumbang dengan penuh perhatian melatih Taeyang dengan sangat baik, setiap ada gerakan atau kuda-kuda yang salah maka Kumbang langsung mengkoreksinya.
Aran yakin, suatu saat nanti Taeyang akan menjadi ahli pedang terhebat didunia ini.
Aran terus menunggu diudara sampai akhirnya Taeyang dan Kumbang memutuskan untuk beristirahat. Dari udara Aran lalu turun kehadapan Taeyang dan Kumbang.
"Hyung-nim"
"Tuan"
Taeyang dan Kumbang memberikan salamnya kepada Aran.
"Apa kalian sudah selesai latihannya"
Tanya Aran kepada Taeyang.
"Kami sedang istirahat sebentar Hyung-nim"
Jawab Taeyang kepada Aran.
Mereka lalu melanjutkan obrolan mereka, tidak lupa Aran memberikan Taeyang anggur ruby juga. Sama seperti kedua gadis sebelumnya, Taeyang juga yakin bahwa semua pemberian Aran itu adalah sesuatu yang sangat spesial.
Setelah memakannya, Taeyang merasakan energi ditubuhnya telah terisi kembali. Tubuhnya juga terasa lebih segar.
"Senior Kumbang, ayo berlatih lagi. Kini tenagaku telah pulih"
"Bagus, aku suka anak muda yang bersemangat"
Mereka berdua lalu meminta ijin Aran untuk pergi berlatih kembali. Aran jelas mengijinkannya, tapi sebelum mereka pergi berlatih, Aran memberikan pakaian kepada Taeyang.
"Hyung-nim, ini.."
Taeyang benar-benar begitu tersentuh akan perlakuan Aran kepadanya. Selamat hidupnya sangat jarang ada orang yang peduli kepadanya.
"Sudah, pergi berlatih sanah"
Kata Aran menyuruh Taeyang segera pergi berlatih. Daripada jika dilanjutkan Taeyang malah semakin baper.
Akhirnya Taeyang dan Kumbang pergi berlatih kembali, sementara Aran pergi ke tempat lain untuk meditasi.
>>>
Akhirnya, hari seleksi Akademi Bimasakti tiba. Kini Aran bersama semua temannya sedang berdiri diatas sebuah bukit tinggi menatap kearah kota.
"Akademi Bimasakti, kami datang"