Pendekar Nusantara

Pendekar Nusantara
Reuni



Dengan dipimpin Aran, mereka terus bergerak melintasi beberapa gunung dan hutan.


Mereka mulai memasuki wilayah hutan kabut, tidak banyak makhluk yang mau memasuki hutan ini. Karena hutan ini tidak memiliki sumber daya apapun dan hanya berisi beberapa makhluk iblis.


Tanah disini juga tidaklah subur sehingga hutan ini dibiarkan terbengkalai. Tidakada yang ingin tinggal disini karena sepanjang tahun selalu ditutupi kabut tebal.


"Aran apa kau yakin kerabatmu tinggal disini"


"Yakin Tuan, aku bisa merasakan keberadaan mereka"


Bisa merasakan keberadaan makhluk lain dari jarak yang sangat jauh, kemampuan yang dimiliki Aran pastilah tinggi. Ghafar tidak ingin terlalu banyak berfikir jadi ia terus mengikuti Aran memasuki bagian dalam hutan yang tertutupi kabut.


"Kita sudah dekat Tuan"


Aran berkata kepada Ghafar disertai anggukan kepala Ghafar.


Tidak lama terlihat beberapa rumah kayu diatas pohon-pohon tinggi.


"Kumbang, Putih sebentar lagi aku sampai"


"Baik Tuan"


Kumbang dan Putih lalu memberitahukan yang lain bahwa Aran sebentar lagi sampai.


Mereka begitu bersemangat mendengar bahwa Aran akan datang, terutama Xiao Ling dan Aqila. Mereka berdua diam-diam merasa rindu akan sosok Aran.


'Sudah sekuat apa dirimu Aran' Batin Xiao Ling.


'Kenapa belakangan ini, aku begitu merindukan kakak senior' Aqila merasakan getaran dalam hatinya jika mengingat Aran.


Kumbang, Putih, Xiao Ling, Aqila dan para sesepuh Clan Kucing sama-sama menunggu kedatangan Aran di pintu masuk desa baru mereka.


Akhirnya makhluk yang mereka tunggu datang.


Aran dan Ghafar sudah memasuki jarak pandang mereka.


Setelah sekian lama akhirnya mereka bisa bertemu.


"Akhirnya kita sampai"


Gumam Aran berdiri dihadapan semua makhluk yang menunggunya.


Pertama-tama yang menyambut kedatangannya adalah Kumbang dan Putih. Mereka langsung memberi hormat kepada Aran.


Melihat Kumbang dan Putih yang begitu besar dan menakutkan memberi hormat kepada Aran membuat Ghafar menjatuhkan rahangnya.


'Gila anak ini, siapa sebenarnya dia. Sampai kedua macan menakutkan ini memanggilnya Tuan' Ghafar hanya bisa bergumam didalam hatinya. Ternyata masih banyak yang tidak ia ketahui terkait Aran.


"Kumbang Putih, ternyata kalian bertambah besar. Sepertinya kalian begitu bahagia tinggal disini"


Aran mengusap-usap kepala kedua macan tersebut.


Ghafar hanya menelan ludahnya melihat Aran seperti itu.


Siapapun pasti akan takut melihat Kumbang dan Putih, tubuhnya yang besar dengan tanduk dan wajah yang garang membuat penampilan mereka berdua sangatlah menakutkan. Bagi mereka yang baru melihatnya, sosok Kumbang dan Putih adalah makhluk yang tidak boleh disinggung. Makhluk iblis level dewa ini benar-benar memancarkan aura yang begitu mendominasi.


Sementara bagi Clan Kucing yang sudah terbiasa hidup bersama Kumbang dan Putih, kehadiran mereka adalah anugerah didesanya. Kumbang dan Putih selalu melindungi Clan Kucing dari setiap bahaya yang datang. Mereka berharap bahwa kedua makhluk ini dapat terus bersama mereka, walau rasanya itu hanyalah mimpi semata.


"Xiao Ling"


"Aran"


"Aku fikir kamu sudah melupakan kami"


Xiao Ling berkata dengan sedikit menggoda Aran.


Aran hanya tertawa pelan mendengarnya.


"Ah ini pasti Putri Aqila, sepertinya kamu tambah besar dan cantik"


Aran menatap jin kucing lucu yang berdiri disebelah Xiao Ling.


"Hei apa yang kau lakukan, baru datang sudah menggoda. Lihat mukanya langsung merah karenamu"


Xiao Ling berkata sambil tertawa, mereka semua begitu bahagia melihatnya.


Aran juga langsung menyapa para leluhur Clan Kucing yang berada ditempat itu. Para Leluhur menaruh hormat kepada Aran atas semua jasa-jasanya.


Semua makhluk yang ada disini tampak sangat bahagia. Bagi Clan Kucing, Aran adalah dewa penyelamat mereka. Mendengar kedatangan Aran mereka semua keluar dari rumah hanya untuk melihat Aran. Mereka mengagung-agungkan nama Aran.


Clan Kucing adalah clan yang tau balas budi. Mereka semua tau bahwa Aran yang telah menyelamatkan mereka semua dan Aran juga menghancurkan musuh mereka yaitu Clan Serigala Perak.


Kini semua bangsa Clan Kucing dari berbagai penjuru datang berkumpul disini. Sang Putri Aqila menginginkan agar Clan Kucing dapat bersatu sehingga ia memanggil semua bangsa Clan Kucing untuk berkumpul dan menetap di tempat ini.


Kini telihat begitu banyak makhluk Jin Kucing yang begitu lucu.


Aran begitu kagum melihat bangsa jin ini. Clan kucing memang dianugerahkan dengan penampilan yang imut dan lucu.


"Hei Aran, mereka semua sangat mengagumimu. Apakah kau tidak bisa perlihatkan wajah aslimu kepada mereka"


Xiao Ling menyikut Aran ketika sedang berjalan bersama.


Mendengar itu semua yang berada didekat Aran langsung menatap wajah Aran yang masih tertutup topeng, berharap Aran mau melepas topengnya.


"Kalian jangan menatapku seperti itu, baiklah aku akan membuka topengku"


Aran lalu menghentikan langkahnya lalu menurunkan tudung kepala dan memegang topengnya.


Mereka semua menunggu Aran untuk melepas topeng yang selama ini ia kenakan.


Ketika topeng Aran terbuka, mereka semua melihat Aran dengan takjub. Walau Xiao Ling dan Ghafar pernah melihat wajah Aran. Namun kali ini terlihat wajah Aran menjadi lebih tampan ditambah adanya permata berwana biru ditengah keningnya menjadikan wajahnya begitu enak dipandang. Semua ini adalah efek dari budidaya Aran di alam giok langit dan ia juga rutin memakan buah anggur ruby.


Wajah Aran kini terlihat rupawan dan memancarkan aura yang begitu menenangkan.


"Kakak Senior, kamu begitu tampan" Kata Azila dengan keras tanpa malu-malu.


"Iya, ternyata kakak senior begitu tampan" Azumi menambahkan.


Seperti sebelumnya, wajah manusia memang dianugerahkan dengan wujud yang paling sempurna dibandingkan dengan bangsa jin.


Sementara Aqila juga terpana melihat wajah rupawan Aran 'Apa ini benar makhluk dunia jin, mengapa ia begitu tampan' batinnya. Mereka semua mengira Aran adalah makhluk dunia jin sama seperti mereka.


"Kyaaa"


Semua wanita clan kucing begitu histeris melihat wajah Aran. Tanpa disuruh mereka berlarian mendekati Aran.


"Seniorrrr, jadikan aku istrimuu" Beberapa dari mereka berharap Aran mau menjadikan mereka sebagai istrinya.


Para wanita clan kucing langsung berlarian ketempat Aran yang berada ditengah-tengah rombongan. Beruntung para tetua clan bisa menahan mereka semua.


"Heiii! apa yang kalian lakukan. Berhenti semuanya"


Teriak Tetua yang paling senior, tapi teriakannya tidak digubris oleh mereka.


Ghafar hanya menggelengkan kepalanya melihat ini semua.


Dia jadi membayangkan cucunya yang pernah ia jodohkan kepada Aran.


Xiao Ling dan para tetua berusaha menenangkan para wanita clan yang memaksa untuk bisa menyentuh Aran.


Mereka lalu membawa Aran masuk kedalam rumah salah satu tetua yang rumahnya paling dekat dan berada di bagian bawah.


Akhirnya, mereka semua berhasil masuk kedalam dan segera menutup pintu.


"Aran cepat pakai topengmu lagi, wajahmu benar-benar ancaman untuk wanita"


Xiao Ling tidak bisa berkata-kata lagi. Dalam hatinya, ia juga merasa bahwa Aran menjadi terlihat rupawan. 'Ah, rasanya dulu aku tidak tertarik pada dirinya. Kenapa sekarang aku juga merasa dia begitu berbeda' Gumam Xiao Ling dalam hatinya.


Wajah Aran memang terlihat sangat berwibawa dan begitu menenangkan, seperti ada aura yang memancarkan perasaan nyaman bagi yang melihatnya.