Pendekar Nusantara

Pendekar Nusantara
Kumbang & Serigala Perak II



Melihat salah satu pemimpin hebat mereka mati, para serigala memutuskan untuk melarikan diri dari tempat itu. Namun, Kumbang terus membantai mereka tanpa belas kasihan. Serigala yang tertangkap Kumbang juga tidak tinggal diam, sebagian dari mereka memutuskan untuk melawan Kumbang walau mereka tau tidak akan mampu menghadapinya.


Aran hanya menatap mereka semua dari kejauhan, lalu salah satu dari Clan Kucing memberanikan diri bertanya kepada Aran.


"Tuan, terima kasih telah menolong kami" Ia sedikit membungkukkan badannya di hadapan Aran.


"Paman, tidak perlu terlalu sopan. Kita ini bersaudara"


Jawaban Aran membuat dia bingung. "Saudara?" ia menatap Aran dari atas sampai bawah, mengira bahwa Aran adalah salah satu anggota Clan Kucing.


"Ah, paman maaf. Kamu pasti mengira saya ini anggota Clan Kucing. Saya bukan anggota Clan Kucing, tapi saya bersahabat dengan seseorang yang berasal dari Clan Kucing" Aran berkata sambil bersikap sopan dan sedikit bercanda, ia tidak ingin membuat Clan Kucing takut padanya.


"Oohh, hahaha jadi seperti itu" Paman Kucing tersebut juga ikut tertawa mendengar Aran. "Kalau boleh tau siapa namanya?"


"Namanya Aqila, apa paman mengenalnya"


"Putri Aqila? kamu bersahabat dengannya, bagaimana kabar putri. Apa ia baik baik saja? dimana ia sekarang? Ahh, mohon maaf saya jadi banyak bertanya?" Paman Kucing langsung salah tingkah mendengar nama Aqila, Aran juga sedikit kaget mendengar perkataan paman kucing.


'jadi ia adalah seorang putri, hmm pantas' Batin Aran. "Ahh dia baik baik saja, dia dalam lindungan temanku. Aku akan memanggilnya kesini" Aran lalu berbicara di dalam kesadarannya kepada Putih. Putih yang mendengar perintah Aran lalu berkata kepada semua yang ada didekatnya.


"Semuanya, Tuan memanggil kita semua untuk menyusulnya. Sekarang keadaan sudah aman" Perkataan Aran membuat semua yang ada disana lega, mereka lalu menaiki Putih menuruni bukit menuju ketempat Aran.


Melihat kedatangan Putih yang wujudnya begitu besar membuat Clan Kucing ketakutan. Mereka gemetaran dan semuanya berkumpul di belakang pemimpin Clan kucing yang sekarang berada di hadapan Aran.


Aran yang melihat ketakutan di wajah Clan Kucing hanya tersenyum "Kalian semua tidak usah takut, mereka adalah teman kita. Dan lagi Aqila ada dipunggungnya"


Mendengar Aran, mereka langsung memfokuskan pandangan mereka ke arah punggung macan putih tersebut. Apa yang dilihatnya membuat mereka kaget, ternyata benar apa yang dikatakan pemuda misterius ini.


Kini Putih berhenti dihadapan Aran, lalu semua Aqila bersaudara dan Xiao Ling turun.


"Tuan Puteri" Serempak semua Clan Kucing berlutut.


"Berdirilah kalian semua" Aqila lalu berjalan menuju ketempat Clan Kucing berkumpul.


Aran, Xiao Ling dan Putih menjauh dari tempat tersebut. Mereka semua ingin memberikan kesempatan kepada Clan Kucing untuk berkumpul dan berbicara.


Tidak lama kemudian suara pertempuran menjadi hening, mereka semua memandang ke arah Kumbang. Kini seluruh tubuh Kumbang berlumuran darah dari para korbannya. Tidak ada satupun serigala yang mati mudah, semuanya mati mengenaskan. Sebelumnya Aran sudah berbicara lewat kesadarannya kepada Kumbang agar menyisakan satu serigala. Kini Kumbang menggigit salah satu serigala dimulutnya membawanya ketempat Aran dan meletakkannya dihadapan Aran.


"Siapa namamu?" Kata Aran kepada Jin Serigala dihadapannya. Serigala ini nampak lemah, wujudnya sudah berubah menjadi hewan serigala. Tubuhnya sudah penuh dengan luka, namun warna bulunya berbeda dengan serigala lainnya. Serigala ini berwarna merah.


Mendengar perkataan Aran, serigala itu hanya tertunduk dan tetap diam.


"Jawab pertanyaan Tuanku, atau aku kuliti tubuhmu hidup-hidup" Ucapan Kumbang yang sangat keras membuat ia ketakutan.


"Nama saya Feng Tuan" Jawabnya dengan tubuh gemetaran, sesekali ia melirik ke arah Putih dan Kumbang yang begitu menakutkan.


"Feng, aku berjanji akan membiarkanmu hidup. Tapi dengan syarat, beritau aku dimana markas kalian?"


"Saya tidak bisa mengatakannya" Jawab Feng sambil berlutut.


Seketika kuku panjang Kumbang menembus salah satu kakinya, yang membuat Feng menjerit hebat.


"Arrrghh, ampun Tuan" Feng begitu kesakitan, karena Kumbang menancapkan kukunya yang panjang lalu menekannya ke tanah.


"Jawab pertanyaan Tuanku atau aku akan memberikanmu siksaan yang lebih pedih" Suara Kumbang begitu kejam.


"Baik Tuan, baik. Saya akan memberitahu tempatnya" Feng akhirnya membuka mulutnya untuk memberitahu dimana markas mereka.


Aran dan yang lainnya mendengarkan dengan seksama apa yang dikatakan oleh Feng. Ternyata markas mereka ada dihutan timur dan didalam jurang yang sangat dalam.


"Sekarang kamu pimpin kami ke tempatmu, jangan berbuat macam-macam" Perkataan Aran membuat Feng menelan ludahnya. Lalu Kumbang juga ikut menambahkan.


"Jangan berani berbuat khianat kepada kami, atau aku akan menguliti tubuhmu dan memotong semua tendonmu perlahan-lahan" Feng semakin ketakutan mendengarnya. Dalam hatinya ia tidak pernah  bertemu dengan makhluk yang begitu kejam seperti Kumbang. Berkali kali ia ingin bunuh diri namun Kumbang selalu mengetahuinya.