
Para prajurit langsung bergerak ke arah Aran.
Melihat pasukan musuh bererak ke arah orang yang menyelamatkan mereka. Kini semua tahanan yang telah dibebaskan oleh Aran langsung mengelilingi Aran. Karena mereka berfikir bahwa pemuda bertopeng ini sudah mau menyelamatkan mereka dengan mengorbankan nyawanya, jadi mereka juga akan menyelamatkan penderma mereka.
"Pergilah, kami semua akan melindungimu"
Kata salah satu tahanan yang paling senior.
Aran hanya tersenyum melihat mereka semua yang mau mengorbankan nyawa mereka untuk dirinya.
Aran lalu menembakkan sesuatu ke langit yang merupakan kode untuk pasukannya.
Tiba-tiba dari arah penonton terlihat banyak orang yang melepaskan pakaian mereka, membuka penyamaran yang selama ini mereka lakukan. Mereka adalah pasukan Topeng Siluman pimpinan Ki Braja Hitam. Semua pasukan sudah diberitahu oleh Ki Braja Hitam dan Ki Braja Emas bahwa mereka sekarang memiliki pemimpin baru. Pasukan Ki Braja Hitam semuanya mengunakan topeng siluman berwarna merah.
"Lindungi Ketua, majuu"
Teriak Ki Braja Hitam yang langsung bergerak maju bersama pasukannya. Sementara pasukan Ki Braja Emas masih bersembunyi dalam bayang-bayang. Ki Braja Emas adalah kelompok utama dalam pasukan Topeng Siluman, jadi nantinya mereka akan menjadi serangan kejutan.
Raja dan pengikutnya kaget melihat banyaknya pasukan yang menuju ke arah panggung.
"Ini pemberontakannn, semuanya bunuh semua pemberontak ini"
Raja langsung berteriak keras ke arah semua pengikutnya. Para Jenderal Kerajaan Malaya langsung menembakkan berbagai sinyal bantuan ke udara. Sementara Jenderal Tolu dan Jenderal Kanru hanya melihat mereka semua dari kejauhan. Mereka ingin mengamati situasi dulu sebelum ikut terjun ke medan perang.
Para penonton yang sebelumnya hanya ikut menonton langsung berhamburan menyelamatkan diri mereka. Putri Azizah, Varya dan Namora membantu para penduduk yang sedang berlari menyelamatkan diri. Mereka mengutamakan keselamatan lansia dan anak-anak. Karena banyak sekali terdengar tangisan anak kecil dibeberapa tempat. Dalam sekejap alun-alun kota menjadi sangat chaos. Berbagai pertempuran terjadi disetiap sudut kota.
Aran yang berada di tengah-tengah perlindungan para tahanan hanya berdiam diri dan sesekali menyerang musuh yang berani menyerangnya.
Para tahanan benar-benar sangat setia melindungi Aran, mereka mengira bahwa Aran hanyalah Tuan Muda kaya yang tidak memiliki kemampuan beladiri.
"Ismaeell"
Putri Azizah yang melompat, berteriak ke arah salah satu tahanan.
Pria yang dipanggil namanya itu langsung segera mengenali pemanggilnya.
"Kakaak"
Kedua Kakak Beradik itu langsung saling berpelukan. Mereka tidak mengira akan dapat bertemu kembali.
"Kakakk, bagaimana kamu bisa berada disini"
"Ceritanya panjang Ismael, tapi semua ini tidak akan terwujud tanpa bantuannya"
Azizah berkata sambil mengarahkan pandangannya ke arah Aran.
"Kamu mengenalinya Kakak?"
"Tentu saja, ia adalah penyelamatku"
Jawab Azizah.
"Aran terima kasih banyak atas bantuanmu, sehingga aku bisa bertemu lagi dengannya"
Kata Azizah menambahkan.
"Tidak perlu sungkan"
Jawab Aran pelan.
"Pasukan musuh sangat banyak, bagaimana kita bisa melarikan diri dari tempat ini"
Putri Azizah begitu takut karena pasukan musuh yang datang ke tempat ini semakin banyak.
"Siapa bilang kita akan melarikan diri"
Perkataan Aran, membuat semua yang berada didekatnya langsung diam menatap ke arah Aran.
"Aran apa maksudmu, aku tau kamu hebat tapi kali ini musuh sangat banyak. Lihatlah pasukan bantuan yang terus berdatangan itu"
Putri Azizah yang belum mengetahui seluruh kemampuan Aran begitu panik dengan penambahan jumlah pasukan musuh. Begitupun para tahanan dan prajurit yang melindungi Aran, mereka tidak mengira bahwa musuh akan memiliki pasukan sebanyak ini. Alun-alun kota benar-benar sudah dikepung oleh pasukan Kerajaan Malaya.
Aran tetap diam dan tenang. Tapi karena ia melihat semua orang begitu panik, ia lalu menembakkan suar kedua ke langit. Itu adalah panggilan untuk pasukan Ki Braja Emas.
Sshuuuu
Sinar Kuning menyala dilangit.
Seketika dari berbagai tempat muncul pasukan bertopeng emas.
"Majuuu, habisi semua musuh kalian"
"Heeeaaa"
Pasukan Ki Braja Emas yang merupakan pasukan elit langsung maju membantai semua pasukan musuh.
Bang!
Bang!
Raja yang melihat kedatangan pasukan topeng emas, benar-benar dibuat panik. Karena ia melihat pasukan topeng emas ini begitu kuat dan kejam.
Dalam sekejap pasukan Malaya terpukul mundur.
"Uwooooo"
"Maju"
Semua yang berada di pihak Aran begitu bersemangat melihat mereka berhasil mengalahkan pasukan musuh.
Pasukan topeng benar-benar sangat hebat. Setiap individunya memiliki kemampuan diatas rata-rata pendekar setingkatnya.
Raja yang melihat pasukannya mulai kalahlangsung mengalihkan pandangannya ke arah kedua Jenderal Parsy yang sedari tadi hanya menonton. Karena jika terus begini seluruh pasukannya akan hancur.
Kedua Jenderal Parsy berdiri jauh dari arena pertempuran, bersama pasukannya yang jumlahnya sangat besar mereka hanya menatap ke arah pertempuran yang terjadi di alun-alun kota.
"Jenderal Tolu bagaimana menurutmu?"
Jenderal Kanru meminta pendapat dari Jenderal Tolu, Apakah mereka akan ikut serta atau tidak.
"Mereka hanya sekumpulan domba bagi pasukan kita, biar aku yang memimpin pasukan untuk membantai mereka semua"
"Seluruh pasukan Parsy dengarkan aku"
Teriak Jenderal Tolu kepada pasukannya.
"Kita habisi para domba pemberontak ini. Maju!"
"Uwooooo"
Bruk
Bruk
Derap langkah pasukan Parsy terdengar sangat keras.
"Gawattt, pasukan Parsyyy"
Seluruh pasukan pemberontak yang berada dimedan perang kaget melihat pergerakan pasukan Parsy. Mereka tidak yakin bisa menang melawan kehebatan pasukan Parsy. Kini seluruh pasukan pemberontak mulai mundur dan melingkar mengelilingi Aran. Begitupun dengan pasukan Topeng Siluman.
Melihat hal itu, Aran hanya tersenyum.
Varya yang kini berada disebelah Aran juga hanya melihat dingin ke arah pasukan Parsy.
Putri Namora yang tidak mengetahui bahwa Aran pernah bertempur melawan Parsy juga merasa sedikit takut. Dengan kemampuannya ia dapat melarikan diri dari tempat ini seorang diri. Tapi tidak mungkin ia meninggalkan teman-temannya. Yang ia pikirkan hanya keselamatan Aran dan Varya.
"Aran, Varya, kita harus segera meninggalkan tempat ini. Pasukan Parsy terkenal sangat kuat. Dari yang aku lihat, pemimpin yang berada di paling depan itu adalah Jenderal Kejam Tolu"
Tapi jawaban dari Varya dan sikap dari Aran membuat dirinya terdiam.
"Meninggalkan tempat ini? apa kamu serius berkata seperti itu Namora? apa kamu takut kepada mereka semua. Huh, kau benar-benar tidak layak menjadi sainganku"
Varya malah menjawabnya dengan ketus, membuat Namora Kesal.
"Aku bicara seperti ini karena memikirkan keselamatan kalian. Aran ayo pergi, jangan diam saja"
Kini malah Namora menarik-narik baju Aran.
"Kita tidak akan pergi kemana-mana Namora. Hari ini juga kita akan habisi mereka semua"
Aran lalu melompat tinggi meninggalkan pasukannya.
Seluruh orang yang berada di tempat itu kaget melihat pemuda bertopeng yang mereka kira lemah dapat melompat tinggi dan kini berdiri sendirian dihadapan pasukan Parsy yang tengah bergerak.
"Aku peringatkan kepada kalian semua. Menyerah atau mati"
Aran berkata dengan keras ke arah pasukan Parsy.
Tapi pasukan parsy malah tertawa dengan sangat keras.
"Hahaha, pemuda ini benar-benar punya nyali yang sangat besar. Berani menghalau kita seorang diri"
"Hahahaha"
Terdengar teriakan dan cemohan dari pasukan Parsy kepada Aran.
Putri Azizah juga begitut takut melihat Aran berdiri seorang diri menghalau laju pasukan Parsy.
"Araaann, kembaliii"
Ia yang pernah diselamatkan oleh Aran tentu sangat mengetahui kemampuan Aran. Tapi dengan jumlah musuh sebanyak itu, ia tidak yakin Aran bisa selamat.
Sementara pasukan Topeng Siluman hanya berdiam diri menatap Aran. Mereka semua penasaran akan sosok pemimpin baru mereka ini.
Dalam dunia persilatan yang kuatlah yang akan dihormati.
Hanya Varya seorang yang hanya diam menatap ke arah Aran. Hanya dia yang yakin bahwa sebentar lagi akan terjadi pembantaian berdarah di tanah ini.
"Jadi kalian semua tidak mau menyerah, jangan salahkan aku jika aku akan bersikap kejam kepada kalian"
Aran berkata dengan dingin sambil mengeluarkan aura pembunuh yang kental ke arah mereka.
'Aura ini begitu kental dengan niat membunuh, aku seperti pernah merasakannya'
Batin Jenderal Tolu.
Ia mulai sedikit berfikir dan menatap ke arah pemuda bertopeng dihadapannya.
'Tunggu, rasa-rasanya suara dia tadi sangat mirip dengan Mahapatih'
Tiba-tiba bulu kuduk Jenderal Tolu berdiri saat mengenang kekejaman Mahapatih Asura.
Aran hanya tersenyum dingin melihat pasukan Parsy yang bergerak maju ke arahnya.
"Huhuhu"
\~*Note*\~
Jika kalian semua menyukai novel ini, mohon bantu penulis dengan cara dibawah ini ya.
* Jangan lupa like dan koment.
* Vote jika memungkinkan.
* Follow Author.
* Terakhir\, mohon bantu share.
Jika ada yang ingin bertanya bisa lewat instagram saya ya.
Terima kasih.
Salam hangat dari penulis.
Instagram :
@yukishinamt