Pendekar Nusantara

Pendekar Nusantara
Kota Zamrud



Aran bersama kedua makhluk jin berjalan bersama keluar dari hutan. Bulan dan adiknya memutuskan untuk mengikuti Aran. Mereka terus berjalan hingga siang hari. Dengan kemampuan persepsi spiritual Aran, mereka dapat menghindari binatang buas yang tinggal hutan itu.


"Tuan, apakah keberadaan kami jadi menghambat perjalanan Tuan" Kata Bulan ketika mereka berjalan bersama.


"Sama sekali tidak, aku menikmati perjalanan ini" Jawab Aran santai.


"Ooh begitu" sambil Bulan menganggukkan kepalanya, lalu ia berkata kembali "Tuan kenapa memakai penutup wajah, Apakah Tuan takut identitas Tuan diketahui orang lain"


"Banyak yang mencariku, jadi aku menutupi wajahku" jawab Aran singkat.


"Tapi kami berdua tau bahwa Tuan bukanlah makhluk Jin, melainkan manusia"


Jawaban Bulan mengejutkan Aran, tapi Aran tetap tenang menanggapinya. "Bagaimana caramu mengetahui kalau aku adalah manusia, sedangkan aku menutupi diriku dengan jubah ini"


"Aku dan adikku memiliki mata yang dapat melihat seluruh permukaan tubuh makluk hidup. Walau Tuan memakai topeng, aku bisa melihat wajah asli Tuan"


Ternyata ia memiliki kemampuan yang mirip denganku "Lalu bagaimana menurutmu wajahku ini" Tanya Aran.


"Emm, Tuan ini tampan. Dibandingkan dengan makhluk yang ada didunia ini" Jawab Bulan dengan malu-malu.


"Hahaha, kamu begitu jujur. Lalu kenapa kalian berdua mengikutiku?"


"Karena kami merasa Tuan bukanlah orang jahat" Jawab Bulan sambil tersenyum. Aran hanya tertawa melihatnya dan mengusap rambut Bulan.


"Hei adik kecil, kenapa kamu diam saja" Aran mendekati anak yang paling kecil dan berjongkok dihadapannya.


"Saya takut orang-orang dari desa mencari kami Tuan" jawabnya.


"Tidak perlu takut, sekarang kamu bersamaku. Nama kamu siapa dan berapa umurmu ini?"


"Nama saya Bintang, umur saya 7 tahun" Jawabnya sambil menundukkan kepala.


>>>


Setelah cukup lama mereka berjalan, akhirnya mereka keluar dari hutan dan terlihat tidak jauh dari hutan ada pintu masuk sebuah kota.


"Tidak kusangka diluar hutan ini ada kota yang besar"


"Ini kota kedua terbesar di kerajaan iblis Tuan, nama kota ini adalah Zamrud" Kata Bulan.


"Zamrud, nama kota yang unik. Ternyata kau mengetahui banyak ya"


"Aku sering ke kota ini untuk berdagang, tapi semenjak orang tua yang merawat kami meninggal, kami tidak pernah lagi keluar dari desa. Penduduk didesa melarang kami pergi dan menyuruh kami untuk terus bekerja" Ucap Bulan.


"Ooh begitu" Aran lantas mengajak mereka berdua untuk berjalan ke pintu masuk kota. Dimana sedang terjadi pemeriksaan.


"Ada pemeriksaan ternyata" Gumam Aran, ia lalu mengajak Bulan dan Bintang berjalan bersama untuk mengantri pemeriksaan.


'Hanya dikasih perak saja mereka bisa lewat' Batin Aran.


"Tuan aku takut" Jawab Bulan dan Bintang dengan menggenggam lengan Aran.


"Tidak perlu takut, selama kalian bersamaku"


"Berikutnya!" teriak penjaga dari pos pemeriksaan.


Aran bersama Bulan dan Bintang berjalan bersama ke tempat pos pemeriksaan tersebut.


"Apa yang ingin kalian lakukan disini, tempat ini tidak butuh pengungsi dan pengemis" Ucap penjaga sambil sesekali melirik pakaian yang di pakai Bulan dan Bintang yang begitu kotor dan kumal.


"Maaf Tuan Penjaga, kami disini hanya untuk beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan kami" Sambil Aran memberikan beberapa kepingan perak kepada penjaga tersebut.


"Hmmm, ternyata kau mengerti juga peraturan disini, kau boleh masuk namun mereka berdua tidak bisa" Jawab penjaga itu acuh.


"Ahh, Tuan penjaga. Janganlah seperti itu" Aran berkata sambil memberikan satu keping emas kepada penjaga.


"Waaahh, hahaha. Tidak kusangka kamu memiliki banyak uang" Ucap penjaga sambil memainkan kepingan emas itu.


"Jadi kami boleh masuk Tuan" Tanya Aran.


"Ya ya, silahkan masuk. Jika kamu ada apa-apa segera cari aku" Jawabnya sambil tertawa kembali. Menerima kepingan emas dari Aran membuat ia merasa bahagia.


"Hahaha, baik Tuan. Kalau begitu kami permisi dulu" Aran dan kedua bersaudara kemudian berjalan masuk kedalam Kota Zamrud.


Didalam kota sangatlah ramai, berbagai macam suku bangsa dunia jin ada disini. Bentuk fisik mereka aneh-aneh, sangat berbeda dengan didunia manusia.


Berbagai macam makhluk berlalu-lalang di tempat ini. Dan sepanjang jalan banyak pedagang menawarkan barang dagangannya.


Aran mengajak Bulan dan Bintang berjalan bersama, hal yang ingin Aran lakukan adalah mencari toko pakaian terlebih dahulu.


"Ah itu toko pakaian, mari kita kesana" Aran langsung membawa kedua bersaudara itu kedalam toko pakaian.


Melihat kedatangan Aran membuat penjaga Toko memicingkan matanya, karena pakaian yang mereka gunakan seperti pengemis.


"Berhenti, apa yang ingin kalian lakukan disini" Seorang Jin Perempuan menghentikan langkah Aran.


"Kami ingin membeli pakaian, apakah ada yang salah?" Ucap Aran.


"Heh! Toko kami ini bukan untuk pengemis, cepat pergi sebelum aku panggil penjaga" Ucap penjaga toko dengan suara keras.


Perkataannya membuat Bulan dan Bintang meringkuk ketakutan dibelakang tubuh Aran.