Pendekar Nusantara

Pendekar Nusantara
Perpisahan



Aran akhirnya bisa berkumpul kembali dengan semua kerabatnya.


Banyak suka duka yang sudah mereka lalui bersama.


Mereka semua berbincang dan berpesta hingga larut malam.


Semua  Clan Kucing yang begitu mengagumi Aran akhirnya membubarkan diri dan bisa mengerti bahwa Aran butuh waktu untuk istirahat.


Aran juga menceritakan kepada Ghafar tentang semua kerabatnya ini, begitupun sebaliknya.


Aran juga meminta agar Ghafar mau melindungi Clan Kucing sepeninggal dirinya nanti karena tidak mungkin ia selamanya berada di dunia ini. Permintaan Aran tentu saja langsung disetujui oleh Ghafar. Bahkan Ghafar meminta agar Clan Kucing bisa tinggal berdekatan dengan Sektenya, agar Ghafar bisa selalu memantau keadaan Clan Kucing.


Kini Aran tengah bersandar di batang salah satu pohon yang paling tinggi di tempat ini.


"Tempat ini begitu damai, semoga mereka akan selalu aman selamanya"


Aran sebenarnya ingin terus berada disini untuk melindungi semua kerabatnya.


Ketika sedang merenung datang Xiao Ling dan Putri Aqila ke tempatnya.


"Hei, sedang apa kamu"


Xiao Ling dan Aqila langsung duduk di batang pohon sebelah Aran.


"Aku sedang menikmati pemandangan, malam ini bulan dan bintang bersinar sangat indah"


Mereka bertiga lalu mengobrol bersama di atas pohon itu.


Sejujurnya Aqila sangat ingin kalau Aran dan Xiao Ling tetap tinggal bersamanya, tapi apalah daya. Dia sudah mengetahui bahwa Aran dan Xiao Ling bukanlah makhluk dari alam jin ini, melainkan berasal dari dunia manusia.


>>>


"Semuanya, terima kasih atas keramah tamahannya kepada kami selama ini. Hari ini kami mohon pamit, semoga nanti kita bisa bertemu kembali"


Dipintu masuk desa, Aran mengucapkan beberapa kata perpisahan kepada Clan Kucing.


Aran lalu membalik badannya untuk pergi dari tempat itu.


"Kakak seniorrr"


Mendengar namanya di panggil, Aran kembali membalik badannya. Ia melihat Aqila tengah berlari menghampirinya dan langsung memeluknya.


Mendapat pelukan dari Aqila, Aran hanya diam saja.


"Kakak, apakah kita akan bisa bertemu kembali"


"Gadis kecil, tentu saja. Kita pasti akan berjumpa kembali" Aran berkata sambil mengusap lembut kepala Aqila dengan lembut.


Mendapat usapan Aran membuat Aqila ingin terus memeluk Aran dan tidak ingin melepaskannya. Mereka semua yang melihatnya juga hanya diam saja. Karena mereka semua bisa merasakan apa yang dirasakan oleh Aqila.


"Kakak Aqila"


Akhirnya Kedua saudara Aqila memanggil dan berusaha menarik tubuh Aqila dengan lembut, mereka membantu menenangkan Aqila agar bisa ikhlas melepaskan kepergian Aran. Walau dalam hati, mereka juga merasakan perasaan yang sama dengan apa yang dirasakan oleh Aqila. Mereka semua berusaha menahan air mata mereka.


Aran, Xiao Ling, Ghafar, Kumbang dan Putih bersama-sama meninggalkan Clan Kucing.


Ghafar berjanji dalam waktu dekat akan mengirimkan pasukan elit khusus untuk datang menjemput semua anggota Clan Kucing dan mengawal mereka semua menuju Sekte Pedang Iblis. Dengan levelnya sekarang, tidak ada yang akan berani memprovokasinya. Jika ada yang berani, itu sama saja mereka mengantarkan nyawa. Level Kaisar Iblis bukanlah makhluk yang bisa dengan mudah diganggu.


"Aran kemana kita sekarang"


Xiao Ling bertanya ditengah perjalanan. Bersama Aran, Xiao Ling menunggangi Putih. Sementara Ghafar, menunggangi Kumbang. Kecepatan kedua macan ini benar-benar tidak ada yang bisa menandinginya.


"Kita akan berpamitan kepada saudaraku yang lain"


Mendengar Aran membuat Xiao Ling kaget, tapi ia tidak ingin banyak bertanya. Xiao Ling hanya berfikir, manusia seperti Aran pastilah banyak yang ingin menjadi saudaranya.


Kini Kelompok Aran terus bergerak dengan sangat cepat menuju rumah Ghafar.


Sepanjang perjalanan tidak ada yang berani mengganggu mereka. Hal ini dikarenakan aura yang dikeluarkan Putih dan Kumbang, serta aura Ghafar yang sengaja di keluarkan untuk memperingatkan makhluk lain agar tidak mencari perkara dengan kelompoknya.