Pendekar Nusantara

Pendekar Nusantara
Sect Black Ghost



"Tuan, ada yang mengikuti kita" Aran sekilas melirik dibelakangnya ada beberapa bayangan yang mengikuti mereka.


"Tidak perlu khawatir, mereka pasukan bayanganku"


"Oh, baik Tuan"


Aran dan Tuan Tua bergerak dengan sangat cepat, mereka melintasi hutan dan pegunungan.


"Tuan jika kita pergi, siapa yang akan menjaga rumah Tuan?"


"Tenang saja, aku sudah meminta Ketua Zun untuk menjaga keluargaku dan keluargamu"


Mendengar itu Aran merasa tenang "Terima kasih Tuan"


Aran tidak ingin banyak bertanya kepada Tuan Tua, ia hanya mengikuti kemana Tuan Tua pergi.


*Ini adalah arah ke Lembah Tengkorak*


*Lembah Tengkorak? apa kau tau tempat ini Raja Naga*


*Tentu saja aku tau, hanya saja sudah ribuan tahun aku tidak kesini*


*Kenapa namanya Lembah Tengkorak?*


*Karena dulunya disini pernah terjadi perang besar yang menyebabkan ribuan bangsa jin mati dan dikuburkan secara massal dilembah ini. Dan hanya ada satu sekte yang mendiami lembah ini*


*Sekte apa Raja Naga*


*Sekte Hantu Hitam*


*Hantu Hitam, Kenapa namanya seperti itu. Apa Sekte itu kuat?*


*Karena mereka selalu mengenakan jubah berwarna hitam dan tidak pernah memperlihatkan wujud aslinya. Mereka sebenarnya lemah, namun ilmu racun dan kutukan mereka sangatlah menakutkan*


*Racun, Kutukan*


*Ya, mereka sangat mendalami ilmu hitam seperti itu*


*Apakah mereka bisa mengutuk saya Tuan*


*Tentu saja bisa, apalagi kamu seorang manusia. Mereka sangat membenci manusia*


*Kira-kira bisa tidak, mereka mengutuk saya menjadi lebih tampan*


*Bocah gila, aku sedang serius kau malah bercanda*


*Loh, saya serius Raja Naga*


*Lupakan semuanya, anggap saya tidak pernah membicarakan hal ini padamu*


Walau Aran terus memanggil Raja Naga, namun Raja Naga tetap diam tidak mau menjawab perkataan Aran.


*Gitu aja ngambek*


>>>


Aran terus berlari mengikuti Tuan Tua. Hingga akhirnya mereka sampai didepan sungai yang besar dan mengalir deras.


"Diseberang sungai ini adalah wilayah Sekte Hantu Hitam. Mulai dari sini kita harus berhati-hati"


"Baik" Aran melompati sungai bersama Tuan Tua.


Ketika Aran dan Tuan Tua bergerak di kedalaman hutan, terdengar suara dari atas pohon "Berhenti! ini wilayah Sekte Hantu Hitam" Ada dua makhluk yang tertutup jubah dan topeng berwarna hitam menghampiri Aran dan Tuan Tua.


"Apa yang ingin kalian lakukan disini, cepat kembali atau mati"


"Sombong sekali ucapanmu, apa kau pernah merasakan kepalamu menggelinding dibawah kakimu" Kata Aran yang begitu kesal mendengar ucapan mereka.


"Apa kau bilang, cari mati kau!" Makhluk itu langsung menyerang Aran, ia menebaskan sabit besar ke tubuh Aran.


"Lemah" Aran langsung menangkap sabit besar itu dan memberikan tendangan memutar ke tubuh makhluk yang menyerangnya. Makhluk itu langsung terlempar dan menabrak pohon besar.


Bamm


Temannya yang melihat rekannya terlempar langsung mengeluarkan senjata "Cari mati.." sebelum ia selesai berbicara, sabit yang dipegang Aran sudah ada dilehernya.


"Kau yang cari mati" Kata Aran.


Gerakan Aran sangat cepat, membuat Jin itu diam tidak bergerak karena ketakutan "Aa.. apa yang kalian inginkan. Ini adalah wilayah Sekte Hantu Hitam"


"Aran lepaskan dia"


"Baik Tuan" Aran langsung melempar sabit besar itu ke arah makhluk yang terlempar tadi. Sabit itu langsung menancap disebelah kepalanya. Membuat makhluk yang terluka itu ketakutan.


"Aku adalah Ghafar dari Sekte Pedang Iblis. Katakan kepada Tuanmu, bahwa aku datang berkunjung"


"Baik Tuan, saya akan menyampaikannya. Mohon Tuan Menunggu" Ia langsung bergerak mendekati temannya yang terluka. Membantunya berdiri dan pergi dari tempat tersebut.


>>>


Kedua makhluk itu dengan cepat bergerak kedalam wilayah sekte.


Didalam markas, mereka langsung menemui atasannya.


"Lapor Tuan, di pintu masuk wilayah kita ada Jin yang bernama Tuan Ghafar dari Sekte Pedang Iblis datang berkunjung"


"Ghafar? sudah lama sekali ia tidak datang. Ada urusan apa ia datang kesini" Kata lelaki tua sambil ia memegang jenggotnya yang tersusun rapi.


"Aku akan menemuinya, sekarang kau langsung beritahukan Ketua mengenai hal ini"


"Baik Tuan" Mereka langsung menghilang dari pandangannya.


"Ghafar, sudah lama kita tidak bertemu" Gumamnya, ia juga langsung menghilang dari tempat tersebut.