
Akhirnya Aran selesai menyembuhkan luka dalam yang di derita oleh Xiao Jun.
“Xiao Ling, kemarilah”
Mendengar panggilan Aran, Xiao Ling segera melangkah ke tempat Aran yang tengah duduk.
“Ada apa Senior?”
Tanya Xiao Ling dengan memberikan hormatnya. Sekilas ia juga melihat wajah Xiao Jun yang kini terlihat lebih cerah, tidak seperti sebelumnya yang sangat pucat.
“Aku sudah selesai menyembuhkan Kakakmu, dalam hitungan menit ia akan bangun”
Perkataan Aran ini membuat Xiao Ling tersenyum bahagia. Ia tidak menyangka akan bertemu penyelamat baik seperti pemuda bertopeng ini. Dalam hatinya ia hanya bisa bergumam, kenapa yang menyelamatkannya selalu pria bertopeng.
“Terima kasih banyak Senior atas kebaikanmu”
Kata Xiao Ling sambil memberikan hormatnya yang begitu tulus.
Tidak lama kemudian, Xiao Jun membuka matanya. Ia langsung terbangun dan berdiri, seolah-olah tidak ada luka pada tubuhnya. Bahkan ia merasa tubuhnya begitu sehat dan segar.
Xiao Jun lalu menatap Xiao Ling dan pemuda bertopeng.
“Xiao Ling, kita berada di mana dan siapa pemuda bertopeng ini”
Xiao Jun tentu saja penasaran akan sosok pemuda bertopeng di hadapannya ini. Xiao Jun hanya merasa, pasti pemuda ini ada hubungannya dengan keadaan dirinya yang telah sembuh.
Melihat Xiao Jun yang bingung, Xiao Ling lalu mulai berbicara kepada Kakaknya. Xiao Ling mulai bercerita dari awal di selamatkan oleh Master Xiao. Hingga ia bertarung dengan kumpulan monster dan di selamatkan oleh Aran. Tanpa ada sedikitpun yang kurang, Xiao Ling juga menceritakan bahwa Senior bertopeng ini selain menyelamatkan dirinya dari kumpulan monster, bahwa Senior bertopeng ini jugalah yang menyembuhkan Xiao Jun. Jika tidak ada Senior bertopeng, maka bisa jadi Kakak Xiao Jun akan meninggal.
Penjelasan panjang Xiao Ling ini di dengarkan dengan sangat serius oleh Xiao Jun.
“Terima kasih Senior, jika boleh tau siapa nama Senior ini”
Xiao Jun juga memberikan hormatnya yang begitu tulus kepada Aran. Selama hidupnya baru kali ini ia memberikan hormat yang begitu tulus kepada orang lain.
“Tidak perlu sungkan, nama saya Asura”
Kata Aran menjawab pertanyaan Xiao Jun.
‘Jadi namanya Asura’
Batin Xiao Ling.
“Senior pasti sudah mengetahui nama saya dari Adik saya ini. Tapi sekarang saya ingin memperkenalkan kembali nama saya. Nama saya adalah Xiao Jun”
“Salam hormat saya kepada Senior Asura”
Kata Xiao Jun sambil ia memberikan hormat kembali kepada Aran.
Setelah saling berkenalan, Mereka kembali melanjutkan obrolan mereka bersama-sama. Xiao Jun lebih banyak berbicara, karena ia merasa sangat cocok mengobrol dengan Aran. Sedangkan Xiao Ling lebih sering memperhatikan Asura. Ia masih mencari kemiripan antara Asura dan Aran.
‘Kenapa hatiku sangat yakin, bahwa ia pastilah Aran’
Batin Xiao Ling yang masih terus memperhatikan Aran dari ujung kaki hingga ujung rambut.
Aran sebenarnya sangat sadar akan tatapan curiga Xiao Ling, tapi ia tetap bersikap sewajarnya walau di dalam hatinya ia begitu ketakutan.
“Senior Asura, apakah Senior dapat menyelamatkan Master saya dan para siswa akademi”
Kata Xiao Jun di tengah obrolan mereka.
“Maksud kamu?”
Tanya Aran pada Xiao Jun.
“Begini Senior..”
Xiao Jun lalu mulai menceritakan apa yang terjadi pada dirinya. Persis apa yang di ceritakan oleh Xiao Ling sebelumnya, tapi kali ini Xiao Jun lebih detail menceritakan urutan kejadian yang terjadi pada dirinya dan para siswa.
Awalnya ia mendapatkan surat terbang dari salah satu pengikutnya bahwa beberapa pengikutnya ditangkap oleh sekelompok monster yang sangat kuat. Mereka semua dibawa ke sebuah tempat yang sangat ketat penjagaannya.
Setelah itu, Xiao Jun bersama Xiao Ling dan beberapa pengikutnya mendatangi tempat yang ada di dalam surat itu. Tapi belum sampai ia ke tempat yang dimaksud, ia bersama kelompoknya sudah di hadang oleh sekumpulan monster yang sangat kuat.
“Hmm.. aku bisa saja menyelamatkan mereka semua. Tapi sekarang ini aku sedang malas bertarung”
Kata Aran sambil ia duduk bersandar di dinding gua.
“Malas?”
Xiao Ling sampai kaget mendegar perkataan Aran. Baru kali ini ia bertemua orang yang begitu mudah mengucapkan kata malas.
"Ya, aku sedang malas. Apakah ada masalah denganmu?”
Tanya Aran sambil menatap ke wajah Xiao Ling.
Melihat Aran yang menatapnya begitu serius membuat Xiao Ling menjadi sangat takut. Ia takut Senior bertopeng ini akan memarahinya.
Jawab Xiao Ling.
“Benar, Senior. Adik saya tidak bermaksud menyinggung Senior”
Kata Xiao Jun menambahkan.
“Hmm”
Aran hanya sedikit bergumam dan kembali menyandarkan tubuhnya ke dinding gua. Dari balik topengnya ia sedikit tersenyum melihat ketakutan di wajah Xiao Ling.
‘Seandainya dia tau kalau aku ini Aran, apa yang akan ia lakukan padaku’
Batin Aran.
Melihat Asura yang terdiam membuat Xiao Ling dan Xiao Jun saling pandang. Mereka berdua lalu memutuskan untuk ikut duduk di lantai gua seperti yang Asura lakukan.
Ketika Aran sedang melamun terdengar suara di alam kesadarannya.
*Aran, ketiga gadis ini telah pulih. Mereka kini tengah melakukan meditasi villa langit*
*Benarkah Raja Naga. Terima kasih atas bantuannya*
Jawab Aran di alam kesadarannya.
*Aran, ada hal yang ingin aku sampaikan padamu*
*Apa itu Raja Naga*
*Ini terkait alam bintang*
Aran langsung bersikap serius ketika mendengar alam bintang.
*Memang kenapa dengan alam bintang Raja Naga*
*Begini Aran.. Setelah aku melakukan meditasi dan memeriksa lebih dalam alam ini, ternyata alam ini memiliki batasan terhadap makhluk hidup yang tinggal di alam bintang”
*Batasan? Bisa kamu jelaskan kembali mengenai ini Raja Naga*
*Setiap makhluk hidup yang tidak memiliki ikatan batin dengan jiwamu, maka mereka hanya bisa tinggal di alam ini selama satu tahun saja selama hidup mereka. Kecuali jika mereka mau jiwa mereka di tandai seperti yang kamu lakukan terhadap gadis bernama Varya*
Aran terdiam merenung memikirkan ini semua. Tidak mungkin rasanya jika ia harus melakukan hal yang sama kepada teman-teman barunya seperti yang ia lakukan kepada Varya.
*Raja Naga, terima kasih atas penjelasan ini semua*
Raja Naga lalu menutup komunikasinya dengan Aran. Setelah berbicara dengan Raja Naga, Aran melirik ke tempat dimana Xiao Ling dan Xiao Jun tengah duduk.
Aran lalu berdiri dan menatap Xiao bersaudara.
“Baiklah, aku akan membantu Master kalian”
Perkataan Aran ini seketika membuat Xiao Ling dan Xiao Jun begitu senang.
“Benarkah Senior?”
Tanya Xiao Jun.
“Aku tidak pernah menarik ucapanku. Ayo kita berangkat, tunjukkan jalan”
Kata Aran kepada Xiao Ling dan Xiao Jun. Meski sebenarnya Aran sudah mengetahui tempat di mana Master Xiao berada. Ia yakin bahwa Kakek Tua yang ia lihat sebelumnya tengah bertarung pastilah Master Xiao.
“Baik Senior”
Jawab Xiao Jun. Bersama Xiao Ling ia mulai keluar dari gua dan memimpin jalan menuju tempat Master Xiao.
>>>
Di tempat lain.
Master Xiao yang sudah sangat lemah kini berada di ruangan tahanan yang terbuat dari besi yang sangat padat. Di dalam tahanan itu banyak sekali manusia, selain rakyat biasa ada banyak juga siswa akademi yang berada di tempat ini. Beberapa siswa tentu saja mengenali Master Xiao. Mereka tidak menyangka bahwa Master Xiao yang mereka tau sangat hebat bisa tertangkap juga.
"Master Xiao"
"Master Xiao, tolong selamatkan kami"
Kata beberapa siswa yang mengenal Master Xiao.
Master Xiao hanya bisa bergumam pelan melihat para siswa yang memanggil namanya, Tapi apalah dayanya yang keadaannya kini sangat lemah. Master Xiao tidak pernah menyangka akan ada sebanyak ini tahanan manusia.
‘Kemana para Tetua yang lain, apa mereka sudah memanggil bantuan atau belum’
Batin Master Xiao.