Pendekar Nusantara

Pendekar Nusantara
Akhir Dari Pasukan Khusus



Pemimpin pasukan langsung melompat menghampiri Aran. Tanpa ragu, ia melayangkan pukulan terbaiknya ke wajah Aran.


“Mampuss kau!”


Pukulan itu membentuk bola api yang besar. Tapi lagi-lagi Aran menghindarinya dengan mudah.


Walau Aran tidak mengeluarkan aura aslinya, tapi sebenarnya ia menggunakan kekuatan maksimalnya dalam sekejap. Bisa dibilang Aran mampu mengendalikan kekuatannya tanpa disadari oleh orang lain. Mereka yang melihat Aran semua menduga Aran ini hanyalah pemuda lemah.


Kini Aran kembali menjaga jaraknya dari pemimpin pasukan musuh. Ia sudah terlalu lama bercanda dengan musuhnya ini.


“Aku akan mengakhiri ini semua. Kau pemimpin pasukan anjingg gila, sangat cocok untuk menjadi target percobaan ajianku”


Kata Aran sambil menunjuk ke arah pemimpin musuh.


“Bangsatt, dengan cara apa kau akan mengakhiri ini”


Jawab Pemimpin musuh yang sudah saling berhadapan dengan Aran. Ia benar-benar tidak tahan dengan perkataan Aran yang terus saja menghinanya.


“Dengan ini”


Diam-diam Aran merapalkan Ajian Rengkah Sukma miliknya. Kini Aran dapat menggunakan Ajian ini tanpa perlu melakukan segel tangan. Tapi setiap kali ia menggunakan ajian ini, maka akan ada udara dingin yang tiba-tiba berhembus disekelilingnya.


‘Ajian Rengkah Sukma’


Sukma Aran keluar dari tubuhnya dan bergerak cepat kearah Pemimpin musuh.


Bang!


Pemimpin musuh merasakan sakit didalam jiwanya seperti disayat-sayat ribuan pedang. Dalam sekejap jiwanya hancur dan mati.


Tidak lama, tubuh pemimpin musuh ambruk ke tanah.


“Apa yang terjadi”


Para pasukan musuh kaget melihat tubuh pemimpin mereka yang jatuh ke tanah. Mereka semua langsung meninggalkan lawan-lawannya dan menghampiri tubuh pemimpin.


Salah seorang lalu memeriksa tubuh pemimpin untuk mengecek tanda-tanda kehidupan.


“Mati”


Kata prajurit musuh tersebut kepada teman-temannya. Mereka tidak menyangka bahwa pemimpin musuh akan tiba-tiba mati seperti ini. Mereka lalu menatap kearah Aran.


“Apa yang kau lakukan padanya, apa kau menggunakan racun”


“Kau benar-benar bajingann membunuh pemimpin kami dengan racun”


Mereka semua menatap Aran dengan tatapan benci dan penuh kemarahan.


“Terserah kalian mau ngomong apa, aku tidak peduli. Jika kalian mau mati, mari sini maju semua sekaligus. Dasar jancokk kalian semua”


Perkataan Aran membuat semua prajurit musuh saling lirik. Mereka sudah tidak sabar untuk membunuh Aran.


“Semuanya, kita maju bersama dan balaskan dendam pemimpin”


“Baik”


Mereka lalu bersiap-siap untuk maju kearah Aran.


Salah seorang pasukan lalu menembakkan suar merah kelangit. Itu adalah tanda permintaan bantuan kepada seluruh pasukan Sekte Bulan Merah. Setelah itu ia lalu berteriak ke arah Aran.


“Semuanya, Bunuh dia!”


Setelah meneriakan kata itu, mereka semua melompat tinggi untuk menyerang Aran bersama-sama.


‘Ajian Rengkah Sukma’


Aran lalu menggunakan kembali ajian saktinya dan mulai menyerang semua musuhnya yang masih diudara.


Sukmanya menyerang mereka satu persatu dengan sangat cepat.


Bang!


Bang!


Semua musuhnya yang masih diudara langsung merasakan kesakitan yang teramat sangat. Jiwa mereka semua lalu hancur dan mati. Tubuh fana mereka yang berada diudara langsung berjatuhan didekat Aran.


Bruk


Bruk


Semua teman Aran yang melihat kejadian ini langsung bergidik ngeri. Taeyang bahkan sampai gemetar melihatnya, ia tidak menduga bahwa Hyung nya ini bisa membunuh musuh dengan cara tak terlihat seperti ini.


“Hyung-nim, ilmu apa yang kamu gunakan. Kamu bahkan tidak menggerakkan anggota tubuhmu sedikitpun”


Taeyang yang berada tidak jauh dari posisi Aran langsung berlari menghampirinya.


“Aran”


Kedua gadis juga menghampiri Aran dengan berlari kecil.


Mereka semua sangat kagum dengan kemampuan yang dimiliki oleh Aran, membunuh tanpa bergerak. Apa ini sebuah lelucon, batin mereka semua.


Aran menjelaskan kepada mereka semua bahwa ini adalah ilmu rahasia miliknya dan tidak boleh diketahui oleh siapapun. Untuk itu, dia tidak bisa menjelaskan kepada mereka ilmu apa yang digunakannya.


“Sekarang apa yang harus kita lakukan terhadap mayat-mayat ini. Sekte pasti akan mengirim pasukan bantuan kesini”


Varya begitu khawatir dengan para mayat musuhnya ini. Ia takut akan bala bantuan dari Sekte Bulan Merah.


“Kalau mengenai mayat ini, tenang saja. Aku jamin tidak ada yang bisa menemukannya”


Aran yang memiliki alam giok sangatlah mudah untuk membawa semua mayat ini. Memang alamnya tidak bisa membawa manusia hidup, tapi manusia yang telah mati adalah hal mudah.


Aran lalu menarik semua mayat tersebut kedalam alam gioknya. Mayat-mayat itu tersedot kedalam kening Aran dan menghilang.


“Apppaaa”


Mereka semua begitu kaget melihat semua mayat terhisap oleh Aran.


“Hyung-nim, apa kau ini benar-benar manusia?”


Taeyang benar-benar shock melihat kemampuan Aran. Ia tidak menyangka sama sekali kalau temannya ini benar-benar memiliki kemampuan yang sangat hebat.


"Sudah cepat, ayo kita pergi dari sini"


Kata Aran, ia juga takut jika para anggota Sekte Bulan Merah benar-benar datang ketempat ini. Ia takut nantinya tidak bisa melindungi semua teman-temannya.


"Saka, keluarlah"


Seketika keluar Burung Garuda ekor merah yang sangat besar. Varya dan Namora sudah sangat mengenal dengan burung ini, tapi Taeyang yang baru pertama kali melihatnya menjadi semakin takut dengan kemampuan Aran.


"Hyung-nim, apa kau ini dewa"


"Sudah Taeyang, ayo cepat. Aku merasakan aura kuat sedang menuju kesini"


Aran lalu meminta semuanya untuk segera menaiki Saka.


Setelah semuanya naik, Aran lalu membawa mereka semua terbang secepat mungkin. Takut mereka dibuntuti, Aran meminta Saka untuk terbang tinggi kelangit dan berputar-putar terlebih dahulu.


Mereka terbang secepat dan sejauh mungkin. Setelah jauh, mereka lalu turun di tempat yang sangat jauh dan kembali memasuki kota bersama-sama.


Kata Aran ditengah perjalanan.


"Baik"


Mereka semua lalu berjalan bersama menuju Pasifik Inn.


Ketika mereka tiba tidak jauh dari restoran, mereka begitu kaget dengan pemandangan restoran. Karena mereka melihat restoran begitu ramai dengan orang.


"Ramai sekali"


Kelompok Aran benar-benar kaget melihat restoran yang begitu ramai.


Ketika mereka semua mulai mendekati penginapan, mereka mencium aroma yang sangat harum dan membuat pikiran mereka begitu tenang.


"Bau ini, seperti wayn. Tapi tidak sekuat wayn milik Aran"


Kata para gadis dan diiyakan juga oleh Taeyang.


Saat semua memasuki restoran, terdengar suara yang sangat lembut memanggil Aran.


"Araan, akhirnya kamu kembali"


Rombongan Aran lalu menoleh ke sumber suara. Ternyata itu adalah suara Xi Fentian.


"Hyung-nim, kamu kenal dengan Manajer Xi"


Taeyang kembali terkejut dengan temannya yang satu ini.


"Iya aku kenal, memang kenapa"


Aran balik bertanya pada Taeyang.


"Daebakk, aku benar-benar kagum padamu Hyung-nim"


Sambil Taeyang memberikan hormatnya kepada Aran.


Sementara kedua gadis saling melirik dan menatap Xi Fentian dengan tatapan permusuhan.


"Hallo Aran, hallo semua. Saya ingin berbicara secara pribadi kepada Aran, apakah bisa"


Xi Fentian berbicara dengan sangat lembut dan sopan, membuat Taeyang begitu terpana. Siapapun pasti akan terpana dengan kecantikan yang dimiliki oleh Xi Fentian, entah sudah berapa pria yang hancur hatinya karena dia.


"Baik Nona Xi"


Jawab Aran dengan sopan. Ia lalu meminta teman-temannya untuk pergi makan duluan. Dengan berat hati, kedua gadis Varya dan Namora pergi meninggalkan Aran bersama Taeyang.


Xi Fentian lalu mengajak Aran ke ruangan terdalam dari restoran. Tempat itu adalah ruang kerja Xi Fentian. Didalam mereka lalu duduk bersama berhadap-hadapan.


"Aran, terima kasih atas bantuanmu terkait wayn. Kau bisa lihat sekarang, restoran ini penuh dengan pelanggan"


Xi Fentian begitu gembira atas bantuan Aran. Kini ia sedikit bisa tersenyum lega, karena dengan adanya wayn restoran yang ia kelola pasti akan mencapai target yang diharapkan. Bukan itu saja, bahkan kehadiran wayn ini bisa mengguncang dataran tengah. Wayn adalam minuman langka yang sudah lama hilang. Minuman yang awalnya dimiliki oleh Clan Naga ini telah punah seiring hilangnya tanaman dan resep wayn.


"Tidak apa-apa. Aku senang jika kamu bisa tersenyum seperti ini"


Bagaimana tidak, Aran yang melihat kecantikan seperti Dewi dihadapannya ini benar-benar terpukau dengan paras wajah Xi Fentian. Kulitnya yang putih bagaikan giok dan wajahnya yang cerah merona membuat para lelaki rela mempertaruhkan nyawanya demi diri Xi Fentian.


"Hahaha.. Apakah kamu menggodaku Aran"


Xi Fentian kini terus tersenyum dan tertawa bahagia.


"Hari ini pelanggan kami terus bertambah dan tidak pernah sepi, meja selalu terisi penuh"


Kata Xi Fentian menambahkan.


"Bagus jika memang wayn milikku diminati banyak orang"


Aran juga senang jika wayn miliknya laku keras. Karena ia juga akan mendapatkan keuntungan dari wayn tersebut.


"Oh ya, Kakek ingin bertemu denganmu. Apakah kamu ada waktu?"


Kakek Xi Fentian memang sangat ingin bertemu Aran yang telah memberikan wayn pada cucunya (Xi Fentian).


"Hmm, kapan ia ingin bertemu"


Tanya Aran.


"Malam ini apakah bisa?"


"Baiklah, malam ini"


"Oke, nanti malam aku akan memberitahumu"


Mereka berdua lalu melanjutkan obrolan mereka kembali dan sesekali mereka terlihat bercanda layaknya sepasang kekasih.


>>>


Di tempat pertarungan antara kelompok Aran dan pasukan Sekte Bulan Merah sudah terdapat banyak pasukan dengan pakaian serba hitam.


"Aku merasakan aura mereka hilang disini"


Seorang pria berkata kepada teman-temannya.


"Apa kau benar-benar tidak bisa menemukan mereka semua"


Tanya salah seorang pria yang sudah tua.


"Tidak Tuan"


"Bahkan dengan kemampuan indera penciumanmu?"


"Benar Tuan, aura mereka benar-benar hilang disini"


Ia juga kaget kenapa aura anggota pasukan khusus bisa hilang begitu saja.


 


~Note~


Jika kalian semua menyukai novel ini, mohon bantu penulis dengan cara dibawah ini ya.


* Jangan lupa like dan koment.


* Vote jika memungkinkan.


* Follow Author.


* Terakhir\, mohon bantu share.


Jika ada yang ingin bertanya bisa lewat instagram saya ya.


Terima kasih.


Salam hangat dari penulis.


Instagram :


@yukishinamt