Pendekar Nusantara

Pendekar Nusantara
Wujud Asli Kumbang



Musuh menggunakan formasi berpasangan, satu pria dan satu wanita.


*Kumbang, kamu habisi mereka bedua, serahkan Hongli padaku. Dan juga, kau boleh menggunakan wujud aslimu jika sudah sangat terdesak*


*Laksanakan Tuan, terima kasih*


Dengan wujud aslinya, Kumbang yakin bisa menghabisi lawannya nanti. Karena jika menggunakan wujud asli, sedikit kekuatan yang disegel akan terbuka.


"Maju, bunuh mereka"


Hongli dan kelompoknya langsung menerjang ke arah Aran, masing-masing dari mereka menggunakan senjata sakti yang mereka miliki.


Dengan pedang neraka ditangannya, Aran juga maju menerjang mereka.


"Heaaa"


"Bunuhh!"


Bang!


Bang!


Kedua kubu langsung bentrok.


Drrttt


Getaran bentrokan mereka langsung terasa oleh mereka yang berada 1km dari wilayah pertempuran.


"Gila, aura bentrokan mereka terasa sampai kesini"


Beberapa penonton mulai merasakan dampak dari pertarungan antara kedua kubu. Sekarang penonton pertarungan ini sudah mulai bertambah, kini banyak para ahli serta pendekar sakti mulai banyak yang menonton. Bahkan beberapa sesepuh yang berada jauh dari tempat ini menyempatkan datang hanya untuk melihat pertempuran yang terjadi di sini, mereka melihatnya dari balik awan.


Wanita dari Pasifik Inn juga datang untuk menonton pertarungan Mahapatih, ia sudah mengetahui dari pengikutnya bahwa pria yang beberapa waktu lalu bertemu dengannya adalah seorang Mahapatih negeri ini. Wanita itu menonton diatas Burung besar bersama para pengawalnya yang sakti mandraguna.


Pertempuran antara Aran dan musuhnya sudah semakin sangat keras. Mereka bertempur gila-gilaan melampiaskan semua dendam dan ego mereka dalam pertarungan ini.


"Mati kau, kucing gila"


Dengan serangan tipuan, musuh wanita yang menyerang Kumbang berhasil memberikan serangan yang cukup fatal.


Tubuh Kumbang terluka terkena sabetan senjatanya yang berbentuk seperti celurit ganda. Wanita ini sangatlah kejam, ia menyerang Kumbang dengan penuh kebencian. Sementara pasangan bertarungnya tertawa keras melihat Kumbang berhasil dilukai oleh saudaranya.


"Hahahaha, tau rasa kau kucing busuk"


Kumbang yang marah melihat mereka, langsung merapalkan mantra untuk merubah dirinya ke wujud aslinya.


Aran yang sedang bertarung dengan Hongli untuk saat ini tidak bisa membantu Kumbang, ia hanya berharap Kumbang dapat bertahan dari serangan ini.


Aran juga merasa ini adalah salah satu cara agar Kumbang dapat meningkatkan kemampuannya.


"Mahapatih, sepertinya kucingmu itu sebentar lagi akan menjadi daging cincang"


Hongli berkata sambil tertawa mengejek kepada Aran di tengah-tengah pertarungan.


"Asal kau tau, saudaraku itu belum mengeluarkan kemampuan aslinya"


Mereka lalu melihat Kumbang merubah wujudnya menjadi seperti iblis.


"Nah lihatlah dengan mata kalian, sebentar lagi kalian akan melihat pembantaian saudara-saudara kalian"


Aran lalu tertawa mengejek kepada Hongli.


Hongli dan kelompoknya menatap ke arah Kumbang yang kini berwujud seperti iblis. Dengan tanduk dikepala dan wajah yang sangat menakutkan membuat mereka sedikit gemetar. Belum lagi aura hitam dan berbau sangat amis menyelimuti tubuh Kumbang.


Kini Kumbang mengeluarkan senjata sabit panjangnya.


"Atas ijin Tuanku, aku diperbolehkan kembali menggunakan wujud asliku ini. Siapapun yang melihat wujud asliku tanpa seijin Tuanku, harus mati"


Kumbang lalu menatap ke arah Aran dan memberi hormat. Ia meminta ijin untuk membunuh mereka berdua.


Aran lalu mengijikan Kumbang untuk melakukan apapun yang ia inginkan.


"Perlihatkanlah kekejamanmu kepada mereka semua, agar mereka menyesal telah datang ke tempat ini"


"Baik Tuan"


Kini giliran kedua bersaudara yang berhadapan dengan Kumbang yang ketakutan. Mereka merasa Kumbang yang sekarang bukanlah lawan yang dapat mereka hadapi.


"Mati Kau!"


Kumbang melesat dengan sangat cepat ke arah wanita yang melukainya tadi. Dalam sekejap senjata sabitnya sudah berada diatas tubuhnya.


"Adiiik"


Pemuda pasangannya langsung menghalau serangan Kumbang dengan pedangnya.


Bang!


Brukk


Tubuhnya langsung menghantam pohon besar yang berada tidak jauh darinya.


"Kakakk"


Gadis pasangannya langsung pergi menghampiri kakaknya yang masih bersandar di sisa pohon yang sudah hancur.


"Adik, makhluk ini sangat kuat. Aku takut tidak bisa melindungimu. Sekarang kamu pergilah dari sini"


"Tidak, aku tidak akan meninggalkanmu"


Gadis itu bertekad akan bertarung sampai mati ditempat ini.


Sementara Kumbang hanya menatap mereka berdua dengan dingin. Ia lalu berjalan perlahan-lahan ke arah mereka.


"Kalian yang berasal dari benua tengah begitu sombongnya dihadapanku. Ribuan tahun lalu sewaktu kalian belum ada didunia ini aku sudah menorehkan namaku disana. Aku adalah Jenderal pemimpin 10.000 pasukan dari Suku Kegelapan, benua tengah hanyalah tempat bermain-main pasukan kami"


Mendengar nama Suku Kegelapan membuat mereka mengeluarkan keringat dingin ditubuh mereka. Siapa yang tidak pernah mendengar nama Suku Kegelapan, sejarah mencatat suku itu sangat kejam dan menyukai peperangan. Ribuan tahun yang lalu pernah terjadi perang besar antara seluruh dunia melawan pasukan Suku Kegelapan, perang yang memakan korban jiwa hingga jutaan orang.


Mereka tidak meyangka bahwa mereka akan bertemu salah satu Suku Kegelapan yang masih hidup.


"Kalian sebelumnya berkata, bahwa kalian akan memotong tubuh Tuanku dan memberikan mayatnya kepada anjingg"


Kumbang lalu menatap mereka dengan pancaran membunuh yang sangat dalam, pancaran itu sampai terasa kedalam jiwa mereka berdua.


Mereka berdua hanya diam dengan ketakutan melihat Kumbang yang semakin mendekati mereka.


"Asal kalian tau, aku lah yang akan memotong-motong tubuh kalian dan aku juga yang akan memakan seluruh tubuh kalian. Aku akan menyedot darah kalian sampai kering hingga seluruh energi dan jiwa kalian aku hisap untuk menjadi intisari tubuhku"


Perkataan Kumbang langsung membuat kaki mereka lemas, melihat cara bicara Kumbang. Mereka yakin bahwa Kumbang pasti akan melakukan hal tersebut kepada mereka. Bagi mereka, bukanlah kematian yang mereka takuti. Tapi proses kematian dengan penyiksaan jiwa yang sangat mereka takuti, lebih baik mereka bunuh diri daripada merasakaan penyiksaan jiwa.


"Kau.. Iblis laknat, kenapa kau begitu kejam"


Pemuda dihadapan Kumbang sudah tidak tahan dengan intimidasi yang dilakukan oleh Kumbang. Ia merasa bahwa ajalnya sudah sangat dekat.


Pembicaraan antara Kumbang dan lawannya membuat pertarungan dihentikan sementara.


Aran dan Hongli juga menatap ke arah Kumbang.


"Mahapatih, tidak aku sangka kamu memiliki pengikut yang sangat kejam"


Hongli menatap Aran dengan tatapan yang begitu dingin. Namun Aran tidak merasakan takut sama sekali kepada meraka. Ia yang sudah berkali-kali merasakan hidup di ujung tanduk mana mungkin takut akan ancaman seperti ini.


Para pengamat yang melihat kemampuan Kumbang juga menarik nafas dingin. Mereka tidak menyangka bahwa masih ada keturunan Suku Kegelapan di dunia ini.


"Itulah balasan untuk mereka yang berani macam-macam kepada kami. Kalian fikir hanya kalian yang bisa kejam dan tau cara menyiksa. Asalkan kalian tau, kami lebih berpengalaman dalam menyiksa orang. Dasar kalian, sekelompok idiot dalam sumur. Jika saja kemampuan Kumbang tidak disegel, kalian semua tidak lebih dari semut dipinggir jalan"


"Huhuhu"


Aran tertawa melihat musuh-musuh mereka ketakutan.


"Kumbang, segera habisi mereka berdua. Balaskan dendam Ze, ajarkan kepada mereka untuk tidak pernah sewenang-wenang di negeri ini"


Perkataan Aran membuat Hongli dan kelompoknya merasakan kemarahan sekaligus ketakutan di hati mereka. Hongli sekarang benar-benar menyesal telah membawa saudara-saudaranya ke tempat ini.


Kumbang yang mendengar perintah Tuannya langsung bergerak ke arah kedua musuhnya.


"Jangan berani melukai merekaa!"


Teriak Hongli disertai peningkatan auranya, ia lalu bergerak menuju ke tempat Kumbang namun gerakannya langsung dihalangi oleh Aran.


"Mau kemana kau kisanak, lawanmu adalah aku"


Dengan senyuman dinginnya, Aran berdiri menghalangi pergerakan Hongli.


~Note~


* Jangan lupa like dan koment.


* Vote jika memungkinkan.


* Follow Author.


* Terakhir, mohon bantu share.


Terima kasih ^^


Instagram :


@yukishinamt