
"Aran coba kamu belajar menyatukan sedikit inti atmamu"
Raja Naga yang melihat Aran berlatih ikut memberikan arahannya.
"Menyatukan sedikit? boleh saya dijelaskan Raja Naga"
Aran benar-benar masih sangat awam dengan inti tenaga dalam miliknya. Padahal inti yang dimilikinya ini dapat dikembangkan dan dimaksimalkan potensinya.
"Kamu memiliki tiga inti didalam atmamu. Inti Naga Langit yang sedang tertidur, Inti Naga Iblis milikku dan Inti Garuda. Seperti yang sebelumnya saya jelaskan bahwa didataran tengah kamu jangan pernah menggunakan kemampuan Naga Langit karena kamu pasti akan diburu. Kamu hanya bisa menggunakan Inti Garuda dan Inti milikku jika terpaksa. Sekarang aku ingin kamu mulai menggabungkan sedikit demi sedikit antara inti milikku dan inti Garuda. Jika kamu berhasil, maka kamu akan mendapatkan manfaat yang sangat besar"
Aran dengan serius mendengarkan arahan dari Raja Naga Iblis.
"Ini ambillah"
Raja Naga lalu memberikan sebuah gulungan berwarna hitam yang langsung diterima oleh Aran.
"Buka gulungan itu"
Aran lalu segera menurutinya. Ketika gulungan itu dibuka, muncul banyak tulisan Jawa kuno dihadapannya. Tulisan itu melayang-layang didepan Aran dan dalam hitungan detik semua tulisan itu bergerak cepat memasuki kening Aran.
Wusshh
Ketika tulisan itu memasuki kening Aran, muncul sinar terang di keningnya yang lambat-laun menghilang.
"Sekarang dikepalamu sudah ada berbagai macam cara untuk bisa menyatukan inti garuda dan inti milikku. Serta kamu sekarang memiliki salah satu Ajian saktiku, tapi untuk menggunakan ajian itu kamu harus bisa berhasil menggabungkan inti atma milikmu. Karena penggunaan ajian ini membutuhkan energi murni yang sangat besar. Dengan kekuatanmu yang sekarang, kamu tidak akan mampu. Jika dipaksakan yang ada inti atmamu bisa terluka. Untuk itu segeralah berlatih"
Aran begitu senang dengan perkataan Raja Naga. Karena ia memang tiba-tiba sudah mengetahui bagaimana metode untuk menyatukan atma. Belum lagi ajian sakti yang kini ada dipikirannya.
"Terima kasih banyak Raja Naga"
"Hmm, sama-sama. Setelah kamu selesai memahami ini semua, jangan lupa belajar untuk mengolah pil kembali. Pengolahan pil tidak bisa diturunkan begitu saja, karena kamu harus benar-benar menggunakan hati dan jiwamu untuk meracik semua bahan obat"
"Baik Raja Naga, sekali lagi terima kasih banyak atas semua budi baikmu ini"
Aran benar-benar sangat berterima kasih kepada Raja Naga yang terus saja membantunya. Raja Naga lalu kembali pergi memasuki Villa Langit. Ia begitu menyukai ruangan ini sambil menikmati wayn kesukaannya. Sementara Aran mulai melatih semua kemampuan yang baru didapatnya.
"Gunakan kesadaranmu untuk dapat memasuki ruang atma" Kata Raja Naga dari kejauhan.
Aran dengan sigap langsung mengikuti perkataan Raja Naga. Ia lalu menggunakan kesadarannya untuk memasuki ruang atma miliknya. Kini didalam ruang kesadarannya, ia dapat melihat inti dari atmanya yang seperti bola api.
Aran lalu perlahan-lahan mulai menggabungkan inti atma miliknya.
Ketika Aran mencoba menggabungkannya, terjadi getaran yang sangat hebat didalam jiwanya.Tapi ia terus bertahan dan berusaha agar kedua atma ini dapat menyatu.
Sekian lama ia duduk meditasi, sementara kesadarannya sedang berjuang didalam tubuhnya.
"Menyatulahhh!"
Bang!
Bang!
Terjadi ledakan energi didalam tubuh Aran yang membuatnya sampai berkeringat deras.
Akhirnya Aran dapat menyatukan kedua inti atma miliknya. Kemudian ia menenangkan pikirannya, karena kini ia merasakan tubuhnya berbeda dari sebelumnya.
"Bagus, kamu sudah berhasil menggabungkannya. Kamu juga berhasil naik ketingkat yang lebih tinggi. Ingatlah, Inti Atma hanya bisa bergabung jika ia sudah tidak memiliki kesadaran. Seperti Inti Naga Langit, kamu tidak akan bisa menggabungkannya karena Raja Naga Langit masih hidup. Kamu membutuhkan persetujuannya jika ingin bisa menggabungkan inti atma"
Perkataan Raja Naga terkait naik level membuat Aran penasaran.
"Memang berapa tingkatanku saat ini"
"Saya tidak mau mengatakannya, suatu saat nanti kamu pasti akan mengetahuinya"
"Hmm begitu, apakah dengan tingkatanku sekarang ini, saya sudah bisa membuka segel level 7?"
Aran yang merasakan kekuatan level 7, sangat ingin bisa segera menggunakannya kembali.
"Tidak bisa. Energimu masih belum mencukupi, sebelumnya kamu bisa menggunakan level tujuh karena memang energi murni miliki Kumbang dan Putih sangatlah besar. Itupun kamu hanya bisa menggunakannya sebentar saja"
"Baiklah Raja Naga, terima kasih banyak atas semua penjelasannya kepadaku"
Raja Naga lalu kembali pamit untuk kembali ke villa langit. Melihat Aran yang sudah semakin kuat membuat dirinya tersenyum bahagia.
"Pelindung Garuda, buka!"
Armor Garuda langsung menutupi tubuh Aran, kini pelindung itu terlihat lebih berwarna merah dan hitam dengan lambang garuda didada depan yang lebih menonjol. Juga ada sedikit corak Naga di beberapa bagian armor.
"Aku merasakan luapan energi ditubuhku yang begitu besar. Untuk sementara kedepannya aku akan menggunakan pelindung Garuda dulu"
Gumam Aran yang sedang melihat-lihat perubahan pada tubuhnya.
"Pelindung Garuda Level 2, buka"
Aura aran kembali meningkat dengan sangat drastis.
Raja Naga yang melihat Aran berlatih dari kejauhan lalu kembali menuju tempat Aran.
"Aran"
Saat Aran tengah meningkatkan kekuatan armor pelindungnya secara bertahap, terdengar suara Raja Naga memanggilnya.
"Ya Raja Naga, ada apa"
Aran langsung menghentikan latihannya dan mulai menghadap ke arah Raja Naga.
"Sekarang inti Garuda dan Inti Naga Iblis milikku sudah menyatu denganmu. Saya ingin memberitahukan bahwa sekarang ini tidak ada bedanya antara kamu menggunakan armor naga ataupun armor garuda. Perbedaannya hanya di penampilan saja. Saran saya, kamu mulai saat ini hanya menggunakan armor garuda saja, karena armor Naga di benua tengah sangatlah menimbulkan kecemburuan bagi mereka yang melihatnya. Apalagi jika ada Suku Naga yang melihat penampilanmu saat menggunakan armor naga. Saya takut hal itu malah mendatangkan bencana bagi dirimu"
Raja Naga sangatlah menyayangi Aran, karena itulah ia memberitahukannya dari sekarang agar kedepannya tidak banyak bahaya yang menghampiri Aran.
"Baik Raja Naga, mulai saat ini saya hanya akan menggunakan pelindung Garuda saja"
Aran juga tidak mau kemampuannya ini malah membuat orang lain iri.
"Sekarang sebaiknya kamu pelajari ajian penghancur yang saya berikan padamu tadi"
Aran teringat ajian yang diberikan padanya tadi oleh Raja Naga.
"Baik Raja Naga, mohon bimbingannya"
Raja Naga lalu mulai membimbing Aran untuk mempelajari Ajian yang baru diberikannya.
Nama Ajian itu adalah Ajian Rengkah Sukma.
Raja Naga menjelaskan bahwa dengan melepaskan sukmanya, Ajian sakti ini menyerang dan menghancurkan jiwa makhluk hidup dari jarak jauh. Sehingga jika pemilik ilmu menggunakan ilmu ini untuk menghancurkan musuhnya maka ia akan terbebas dari segala tuduhan karena tidak ada bukti bahwa ia yang melakukannya. Dalam sekejap ketika sukma yang diserang hancur maka ia akan mati. Dari luar korban ajian ini tidak terlihat tanda-tanda luka fisik, karena yang diserang adalah sukmanya.
"Sungguh mengerikan"
Gumam Aran pelan.
"Ya, memang mengerikan. Ajian ini juga termasuk ajian yang sangat ditakuti oleh para pendekar diseluruh dunia"
Setelah sedikit mengobrol, Aran mulai kembali berlatih untuk bisa menggunakan ajian sakti ini.
Hari berganti hari di alam giok, hingga akhirnya Aran berhasil menguasainya.
"Akhirnya saya berhasil Raja Naga"
Setelah latihan yang keras dan melelahkan, akhirnya Aran berhasil menguasai ajian ini.
Selama di alam giok Aran hanya melepaskan ajian ini ke udara kosong, ia sangat ingin melihat efeknya ajiannya terhadap makhluk hidup. Untuk itu ia meminta Raja Naga agar diijinkan untuk menggunakannya kepada makhluk hidup yang memiliki sifat merusak.
Raja Naga lalu mengajak Aran untuk pergi ke hutan di alam nyata dan mencari hewan buas. Bersama bimbingan Raja Naga yang mencari aura kelam, Aran terus bergerak masuk kedalam hutan yang sangat lebat.
*Lihatlah, itu adalah Gorilla Ungu pemangsa segalanya. Ia bahkan akan memangsa sesamanya jika diperlukan. Auranya sangat kelam, saya rasa dia adalah target yang cocok untuk ajianmu itu*
Aran yang berada dibalik batu mendengarkan penjelasan Raja Naga di alam kesadarannya. Kini ia menatap lurus ke arah hewan yang sangat besar dengan dua taring panjang di mulutnya.
"Menarik"
~Note~
Saya ketawa membaca komentar rekan-rekan pembaca yang terus membahas Bambang. Sepertinya ada sebagian pembaca yang sangat mengidolakannya. So sweetttt.. wkwkwwk.
Mungkin nanti akan saya buatkan chapter khusus untuk Bambang. Hohoho.. ^__^
Jika kalian semua menyukai novel ini, mohon bantu penulis dengan cara dibawah ini ya.
* Jangan lupa like dan koment.
* Vote jika memungkinkan.
* Follow Author.
* Terakhir, mohon bantu share.
Salam hangat dari penulis.
Instagram :
@yukishinamt