
Sepeninggal Aran, semua orang yang ada di tempat itu terdiam. Mereka bingung akan melakukan apa.
Hingga akhirnya Taeyang memutuskan untuk bertanya kepada Kumbang.
“Saboemnim maaf, Aran pergi kemana? Apakah kita akan terus berdiam diri di sini atau pergi”
Tanya Taeyang kepada Kumbang.
“Tuanku Aran, pergi ke alam bintang. Perbedaan waktu disana tidaklah lama, satu minggu di alam bintang sama dengan 1 jam di alam ini. Jadi sebaiknya kita tunggu saja di sini sebentar”
Jawab Kumbang.
“Baik Master”
Taeyang menjawab Kumbang sambil memberikan hormatnya. Ia lalu kembali duduk didekat Rumbun. Karena semua orang sudah mendengar penjelasan dari Kumbang, maka mereka semua memutuskan untuk tetap ditempat itu sambil melakukan meditasi.
Sementara para serigala masih terdiam tidak berani pergi sama sekali, hal ini karena mereka merasakan ancaman bahaya dari Kumbang dan Putih yang memaksa mereka untuk tetap diam di tempat mereka masing-masing.
>>>
Di sisi lain hutan ternyata para siswa yang sedang melakukan misi sudah banyak yang mati dan tertangkap oleh kawanan monster.
Di dalam hutan ini, tidak semua monster tidak bisa berbicara. Banyak terdapat siluman yang dapat merubah wujud mereka menjadi manusia. Tapi hanya mereka yang berada di tingkat 7 saja yang bisa merubah wujud mereka.
“Xiao Ling hadapi monster level 3 itu, biar aku yang melawan Siluman tingkat 7 ini”
Baik Kakak Xiao Jun.
Kini hanya tersisa Xiao Jun dan Xiao Ling saja, sementara pengikut mereka yang lain telah mati. Mereka juga tidak menyangka bahwa mereka akan menemukan lawan sekuat ini.
Mendegnar perintah XIao Jun, Xiao Ling segera berpindah tempat dan mulai melawan para monster level 3.
“Dasar kalian manusia fana, berani sekali kalian datang ke tempat ini hanya dengan sekelompok manusia lemah”
Kata siluman yang kini sudah berwujud manusia.
“Kau hanyalah siluman, berani berkata seperti itu kepadaku. Rasakan ini”
Tanpa ragu, Xiao Jun langsung maju menerjang siluman tersebut.
Bang!
Dengan pedang miliknya, ia pergi menghantam tubuh siluman itu. Namun siluman itu hanya tersenyum sinis melihat serangan Xiao Jun.
“Lemah”
Siluman itu hanya menggunakan ujung jari telunjuknya untuk menahan pedang Xiao Jun.
“Appaaa!”
Tentu saja Xiao Jun kaget melihat serangannya dapat dihalau dengan mudahnya.
“Tidak mungkin”
Xiao Jun kembali menyerang siluman itu dengan serangan yang bertubi-tubi.
Klang
Klang
Serangan ganas Xiao Jun dapat dihadapi dengan mudah oleh siluman itu.
“Sekarang giliranku, Terima ini”
Bukk
Siluman itu bergerak cepat dan memukul perut Xiao Jun.
“Uhukkk”
Pukulan siluman itu menyebabkan Xiao Jun langsung meringkuk dan jatuh ke tanah.
“Addiikk, cepat gunakan artefak bantuan”
Teriak Xiao Jun sambil memegangi perutnya yang terasa sakit
Melihat Xiao Jun berteriak, siluman itu menendang kembali perut Xiao Jun yang menyebabkan ia terhempas jauh.
“Uaarrghh”
Bruakk
Tubuh Xiao Jun terhenti setelah menabrak batu besar yang ada di dalam hutan.
“Kakakkk”
Xiao Ling yang melihat Kakaknya terkapar segera menghampirinya dan meninggalkan pertarungannya melawan para monster.
“Dasar manusia lemah, berani sekali mereka melawanku”
Siluman itu hanya menatap diam melihat Xiao Ling yang menghampiri pria yang baru saja ia tendang.
Begitu Xiao Ling sampai, ia dapat melihat bahwa Kakaknya kini pingsan tak sadarkan diri.
“Artefak bantuan”
Xiao Ling lalu mengeluarkan giok hijau dari balik bajunya. Ia lalu menghancurkan giok itu.
Prakkk
Giok itu berisi sedikit tenaga dalam yang memiliki ikatan dengan pemiliknya. Jadi jika giok itu hancur, maka pemiliknya dapat mengetahui posisi terakhir giok itu. Hanya anggota keluarga inti yang memiliki artefak ini.
“Huh, panggillah bantuan yang kamu andalkan. Aku akan menunggunya disini”
Kata siluman itu yang tidak takut sama sekali dengan bantuan yang akan datang ke tempatnya.
>>>
Di dalam ruang rahasia akademi.
“Giok yang kuberikan kepada Xiao Ling pecah. Apa yang terjadi padanya”
Lelaki tua ini lalu menggunakan kekuatan batinnya untuk melacak keberadaan giok miliknya.
“Hutan terlarang? Kenapa Xiao Ling bisa berada disana? Bagaimana mungkin”
Lelaki tua itu lalu berdiri dan segera keluar dari ruang rahasia miliknya.
*Para Tetua\, Master Guru semuanya berkumpul*
Ia menggunakan kesadaran batinnya untuk memanggil semua Tetua akademi.
Hanya dalam hitungan detik, semua Tetua telah tiba di tempatnya berdiri.
Tanya salah seorang Tetua.
“Salah satu siswi akademi dari keturunan keluargaku telah menggunakan artefak bantuan, semua orang di keluargaku tidak akan menggunakan artefak ini jika tidak benar-benar dalam bahaya”
“Lalu kenapa kamu memanggil kami kesini, kenapa tidak kau saja yang pergi ke sana?”
Bertanya salah seorang Tetua yang juga di iyakan oleh yang lainnya. Mereka bingung dengan perkataan Master Xiao. Anggota keluarganya yang membutuhkan bantuan, tapi kenapa malah semua Tetua dipanggil juga.
“Haisssh.. Masalahnya adalah aku sudah melacak posisinya dan ternyata ia berada di dalam hutan terlarang”
Perkataan Master Xiao ini seketika membuat kaget semua yang ada di tempat itu.
“Kamu tidak sedang bercanda kan? Hutan terlarang sudah di segel, tidak mungkin ada manusia yang bisa memasukinya”
Kata salah seorang Tetua yang sedikit tidak percaya dengan perkataan Master Xiao.
“Apa kau gila, mengira aku bercanda untuk hal seperti ini. Cepat kita segera pergi ke perbatasan hutan terlarang. Aku takut sudah banyak orang yang memasuki hutan ini”
“Baiklah, ayo”
Karena penasaran, maka semua orang yang berada di tempat itu lalu bergerak cepat menuju perbatasan hutan terlarang.
Begitu mereka sampai di perbatasan, mereka begitu kaget melihat keadaan di perbatasan.
“Formasi pelindung telah hancur, bajingann mana yang berani melakukan ini”
Kata salah seorang Tetua ahli formasi.
“Aku yakin pelakunya pasti orang-orang dari Sekte Bulan Merah”
Kata Tetua yang lain.
“Setauku, sekarang ini banyak siswa yang sedang melakukan misi perburuan monster. Jika mereka sampai memasuki hutan ini. Entah berapa banyak yang akan menjadi korban”
“Cepattt, semuanya berpencar. Cari semua siswa yang telah memasuki ini, aku akan menuju ke tempat sinyal bantuan dari keluargaku. Sebagian orang jaga perbatasan ini dan kabari akademi, terutama kepala sekolah. Sisanya berpencar untuk mencari para siswa, semoga mereka semua selamat”
Tanpa menunggu lama, Master Xiao langsung bergerak cepat meninggalkan yang lainnya. Para Tetua yang lain juga langsung bergerak cepat dan menghilang dari tempat itu.
Dengan kecepatan terbaiknya, Master Xiao sudah tiba di tempat Xiao Ling berada.
“Masterr”
Teriak Xiao Ling sambil memberikan hormatnya, melihat kedatangan Masternya.
“Cucuku Xiao Ling”
Kata Master Xiao sambil ia melirik tubuh Xiao Jun yang pingsan di tanah.
“Apa yang terjadi padanya?”
Tanya Master Xiao.
“Ia terkena pukulan dari siluman itu”
Jawab Xiao Ling sambil menunjuk ke arah siluman.
Master Xiao lalu mengalihkan pandangannya ke arah siluman level 7 yang sedari tadi diam berdiri menatap mereka.
“Siluman busuk, berani sekali kau melakukan hal ini kepada keturunanku”
Kata Master Xiao sambil menatap tajam ke arah siluman itu.
“Tidak usah banyak omong kau Kakek Tua, aku hidup sudah ratusan tahun. Kalian manusia fana berani mengganggu wilayahku, itu sama saja kalian tidak menghormatiku. Bahkan kalian berani membantai bangsaku”
Kata siluman itu dengan nada yang arogan.
“Brengsekk kau!”
Master Xiao Lalu maju menerjang siluman tersebut. Tanpa ragu ia menyerang siluman itu dengan segenap kekuatannya.
Bang!
Bang!
Tapi ternayta, serangan Master Xiao masih dapat di hadapi oleh siluman itu.
“Sudah setua ini, tapi kemampuanmu masih payah. Kenapa kau tidak pergi mati saja”
Siluman itu lalu melakukan gerakan kilat dan menghajar perut Master Xiao.
Bugggh
“Uhukkk”
Master Xiao langsung terlempar dan segera menggunakan tenaga dalamnya untuk mengurangi dorongan energy pukulan dari siluman.
“Cihhh”
“Aku tidak menyangka, ada siluman yang kuat seperti dirimu”
Kata Master Xiao.
“Asal kau tau manusia fana, aku adalah Jenderal penjaga gerbang pertama. Di dalam sana masih ada 7 gerbang lagi. Apa kau paham maksud perkataanku ini”
Master Xiao sebenarnya sudah mengetahui kekuatan yang ada di dalam hutan terlarang. Oleh karena itu, pihak akademi bersama beberapa master guru yang berasal dari berbagai benua menyegel hutan ini agar tidak ada yang bisa memasukinya. Tapi entah kenapa hari ini segel itu terbuka.
“Xiao Ling, cepat bawa pergi Xiao Jun dan jangan pernah menoleh ke belakang”
Bahkan Master Xiao tidak yakin dapat pergi dari tempat ini dengan selamat.
“Baik Master”
Dengan berat hati Xiao Ling mematuhi perintahnya. Ia dapat memahami perkataan Masternya ini yang akan mengorbankan nyawa demi dirinya dan Xiao Jun.
“Siluman, biarkan mereka pergi. Aku akan menemanimu sebentar di sini”
“Huhuhu, baiklah. Aku adalah pendekar yang menjunjung tinggi pertarungan yang adil. Lagian juga, para bawahanku sudah banyak menangkap manusia belakangan ini”
Master Xiao langsung memicingkan matanya mendengar sudah banyak manusia yang ditangkap. Jangan-jangan itu adalah para siswa akademi.
“Mari kita bertarung, sudah cukup lama aku tidak bertemu orang yang kuat”
“Huh, mari”
Setelah memastikan Xiao Ling telah pergi, Master Xiao lalu melangkah maju untuk saling berhadapan dengan siluman tersebut.
~Note~
Maaf baru bisa update, saya kemarin kecapean.
Terima kasih