
Wangi kopi kini kembali menyebar keluar, kali ini wangi kopi itu lebih harum dari sebelumnya. Karena kini yang meminum kopi adalah tiga orang, Aran, Nona Xi dan Tuan Xi, sehingga aroma kopi yang keluar lebih banyak.
Ketiga orang ini tidak sadar bahwa perbuatan mereka bertiga ini telah menyebabkan kekacauan yang tiada tara.
"Apa-apaan ini, kenapa wangi kopi ini malah semakin menguat"
Tetua yang paling senior berkata di ruang rapat.
"Benar, beruntung kita masih bisa menjaga kewarasan kita"
Tetua yang lain menambahkan.
Berbeda dengan mereka yang memiliki kemampuan yang tinggi dalam membendung wangi kopi yang memasuki pikiran mereka.
Kini para tamu yang lain, terutama yang berada di lantai bawah mulai terdiam dan menikmati sensasi wangi kopi ini. Mereka merasakan ketenangan batin yang tiada tara. Hal ini menyebabkan keadaan di lantai bawah menjadi sunyi karena banyaknya orang yang terdiam dan menikmati sensasi kopi svarga.
"Aku sudah tidak tahan lagi. Wangi kopi ini hampir membuatku gila"
Tetua senior lalu berdiri dari tempatnya duduk dan segera berjalan keluar dari ruangan.
Melihat Tetua senior keluar, Tetua yang lain juga akhirnya mengikutinya. Dengan kemampuan para Tetua ini, tidaklah sulit untuk mengetahui sumber wangi kopi svarga.
"Dari dalam kamar ini wangi kopi svarga berasal"
Tanpa mengetuk, Tetua senior langsung membuka pintu kamar Aran.
Tetua itu begitu kaget melihat seorang pria bertopeng bersama Tuan Xi dan Nona Xi tengah menikmati kopi svarga dengan santainya.
"Apa-apaan ini Tetua Xi. Kami semua sudah menunggumu dari tadi, ternyata kamu malah asik menikmati kopi svarga seperti ini"
Perkataan Tetua senior yang menggunakan tenaga dalam berhasil membuat Tuan Xi tersadar.
"Ah, Ketua dan para Tetua yang lain. Ternyata kalian semua ada di sini. Hahaha"
Jawab Tuan Xi tanpa perasaan berdosa sama sekali.
Aran yang masih meminum kopi hanya tersenyum melihat keadaan ini. Menurutnya, kejadian ini sangatlah lucu.
"Perkenalkan, ini adalah Tuan Muda Aran yang telah memberikan kita kopi svarga"
Perkataan Tuan Xi membuat Tetua senior meredam kekesalannya. Hal ini ia lakukan karena ia ingin memberikan kesan yang baik kepada Aran.
"Ah, ternyata ini saudara Aran yang telah membantu bisnis kami"
Kata Tetua senior dengan sopan.
Aran yang mendapatkan perlakuan hormat dari Tetua senior juga langsung membalasnya dengan sopan.
"Iya Tuan, saya ini Aran. Mari bergabung dengan kami di sini"
Kata Aran sambil mengeluarkan kembali teko kopi svarga yang sebelumnya sudah ia kembalikan ke alam bintang. Kali ini teko yang dikeluarkan lebih besar dari teko sebelumnya.
Para tamu Aran memandangi teko itu dengan serius. Kopi svarga adalah kopi dewa yang harganya sangat-sangat mahal. Tapi pemuda dihadapan mereka ini mengeluarkannya semudah itu layaknya mengeluarkan teko air putih.
"Ayo semuanya silahkan duduk, tidak perlu sungkan"
Kata Aran sambil ia meletakkan gelas-gelas kecil yang telah di tuangkan kopi olehnya.
Melihat kopi svarga di gelas terisi penuh membuat para tamu menjadi begitu bersemangat.
Kopi yang sebelumnya pernah dibawah oleh Tetua Xi kepada mereka sangatlah sedikit, mereka semua harus membaginya dengan sangat adil. Jadi masing-masing orang hanya dapat satu tegukan. Itu saja sudah membuat mereka begitu bahagia, apalagi sekarang ini dengan banyaknya kopi di dalam gelas.
Mereka semua tanpa ragu duduk dan meminum kopi tersebut tanpa ragu.
"Nikmatnyaa"
Kata beberapa Tetua yang begitu menghayati rasa kopi svarga. Tidak henti-hentinya mereka menatap cangkir berisi kopi tersebut dan terus memegangnya dengan erat. Seolah-olah mereka tidak akan pernah mau melepaskannya.
Aran yang melihat kelakuan para Tetua hanya bisa kembali tersenyum, ia tidak menyangka bahwa kopi miliknya ini begitu di sukai oleh mereka.
"Saudara Aran, apakah kamu masih memiliki kopi svarga ini"
Tanya Tuan Xi kepada Aran.
"Masih Tuan Tua, memangnya ada apa?"
Aran balik bertanya pada Tuan Xi.
"Begini, wangi kopi ini telah menyebabkan kehebohan di restoran ini. Mungkin kamu tidak sadar bahwa kini dilantai bawah telah terjadi keributan karena wangi kopi ini. Saya bermaksud ingin menjualnya sedikit kepada mereka"
Perkataan Tuan Xi ini menyebabkan raut wajah Aran berubah, ia tidak menyangka bahwa efek kopi miliknya ini telah menyebabkan kekacauan. Padahal awalnya ia memang sengaja tidak menyegel ruangan ini agar tamu vip didekatnya ini mau menemuinya. Ia sangat tau bahwa tamu vip di dekat ruangannya adalah tamu Tuan Xi.
"Aku memang masih memilikinya tapi tidaklah banyak, asalkan kamu bisa memberikan semua bahan yang sudah kita sepakati sebelumnya"
Kata Aran menjawab pertanyaan Tuan Xi. Ia tidak ingin membuka rahasia bahwa ia memiliki ratusan drum berisi kopi svarga. Aran ingin kopi ini tetap menjadi barang yang langka agar suatu saat nanti bisa ia pergunakan kembali untuk jual beli.
Percakapan ini juga di dengarkan oleh para Tetua lainnya. Mereka sangat mengetahui nilai ekonomis dari kopi svarga ini.
"Kami memang sudah mendapatkannya, selain buah anggur ruby"
Tuan Xi lalu mengeluarkan bahan-bahan yang disepakati dari cincin dimensi miliknya.
Dalam sekejap bahan-bahan itu telah menumpuk di meja.
"Semua bahan yang kamu perlukan ada di sini dan semuanya sudah aku lebihkan dari yang tertulis di kertas, jadi kamu bisa menyimpan kelebihan bahan ini untuk stock mendatang"
Perkataan Tuan Xi ini tentu saja membuat Aran tersenyum bahagia. Dengan banyaknya bahan-bahan ini maka ia tidak perlu repot lagi dalam mencari bahan kedepannya.
"Terima kasih Tuan Xi, terima kasih semuanya"
Kata Aran sambil memberikan hormatnya kepada semua orang.
Semua Tetua juga membalas hormat Aran, mereka sangat mengagumi anak muda yang masih menghormati orang tua.
"Karena kalian semua sangat baik padaku, maka aku tidak akan sungkan lagi"
Aran lalu berdiri dan mengeluarkan sebuah drum kayu kecil berwarna coklat.
"Ini adalah drum khusus yang aku buat untuk menyimpan bubuk kopi svarga. Agar kualitasnya tetap terjaga, aku harap kalian tidak memindahkan kopi ini ke tempat lain"
Drum tempat kopi svarga ini adalah drum yang dibuat khusus oleh Raja Naga di alam bintang. Jadi kualitas dari kopi svarga tetap terjaga walaupun di simpan sangat lama.
Para Tetua yang sangat penasaran segera bediri dan membuka penutup drum tersebut. Seketika wangi kopi murni svarga menyerbak di tempat ini. Karena takut wangi ini menyebar, maka mereka segera menutupnya kembali. Para Tetua lalu saling menatap dan kemudian bersama-sama mengalihkan pandangan mereka menatap Aran.
"Saudara Aran terima kasih banyak"
Para Tetua kembali memberikan hormatnya kepada Aran yang dibalas oleh Aran dengan hormat yang sama. Karena ia tidak ingin menunggu lama lagi dalam pembuatan pil maka ia memutuskan untuk segera pamit dari Pasifik Inn.
Aran kemudian memasukkan semua bahan yang diberikan Tuan Xi padanya ke dalam alam bintang.
"Tuan Xi, Nona Xi dan para Tetua lainnya. Mohon maaf kalau saya harus undur diri karena saya harus segera mengolah semua bahan ini"
Para Tetua juga memaklumi keinginan Aran ini. Jadi mereka juga tidak ingin menahan Aran terlalu lama, walau sebenarnya banyak hal yang ingin mereka bicarakan dengan Aran.
"Silahkan saudara Aran, terima kasih banyak"
"Terima kasih banyak saudara Aran"
Para Tetua yang lain juga mengucapkan terima kasihnya kepada Aran. Setelah mengucapkan salam perpisahan, Aran menghilang dari pandangan mereka. Ia menggunakan gerak langitnya untuk bergerak cepat kembali menuju hutan terlarang.
Sesaat Aran menghilang, Nona Xi memanggil namanya pelan.
"Aran"
Tapi baginya semua itu hanyalah sia-sia. Nona Xi merasa bahwa Aran sama sekali tidak merindukannya.
'Mungkin baginya aku ini hanyalah sebatas teman saja'
Batin Nona Xi yang kini sudah kembali duduk terdiam. Ia hanya berharap suatu saat nanti Aran bisa meluangkan waktu bersamanya kembali seperti saat itu.
Di kedalaman hutan terlarang, Aran sudah kembali memasuki goa tempat Xiao Ling, Xiao Jun dan Kepala Sekolah berada.
"Senior"
"Asura, akhirnya kamu kembali"
Sapa mereka semua kepada Aran.
"Maaf aku tidak punya banyak waktu, aku akan pergi sebentar"
Dalam sekejap sosok Aran kembali menghilang ke udara kosong.
"Apa ia datang hanya untuk melihat kita saja"
Kata Xiao Ling yang tidak habis pikir dengan tindakan Senior Asura. Mereka semua hanya bisa saling menatap dan menggelengkan kepala mereka. Mereka menganggap Asura ini adalah pemuda yang sangat kuat, karena itu mereka tidak ingin banyak memikirkan tindakan Asura pada mereka.
Karena melihat Asura menghilang, mereka semua kembali duduk dan sesekali bercengkrama bersama.
Sebenarnya kedatangan Aran kembali ke goa ini adalah agar nantinya setelah ia keluar dari alam bintang, ia dapat kembali ke tempat ini. Apalagi goa ini telah ia lindungi dengan aura miliknya sehingga ia tidak terlalu khawatir akan keselamatan Xiao bersaudara dan Kepala Sekolah.