
Raja Muda kembali melanjutkan perkataannya. Karena ia menyadari bahwa adiknya ini sangat tidak mempercayainya.
"Adik, apa yang Kakakmu katakan ini benar adanya. Pada saat kelompok Hongli dikalahkan, bukan saya saja yang melihatnya, tapi banyak pendekar lain yang ikut menyaksikan pertempuran tersebut. Karena pertempuran itu hampir menghancurkan negeri ini"
"Tapi Kakak, entah kenapa kali ini saya sangat sulit percaya padamu. Tidak mungkin rasanya Hongli dikalahkan oleh Mahapatih. Dia itu sangatlah hebat, bahkan senior saya di Akademi selalu melarikan diri jika melihat kelompok Hongli"
Namora benar-benar tidak bisa mempercayai perkataan Kakaknya ini. Karena ia tau betul siapa Hongli.
"Jika kamu tidak percaya, saya memiliki buktinya"
Mahapatih akhirnya memotong pembicaraan tersebut. Hal itu membuat semua orang yang ada ditempat itu langsung menatap serius ke arah Mahapatih.
"Mahapatih, coba perlihatkan bukti tersebut. Agar saya benar-benar yakin padamu"
Hati Namora tidak tentram jika belum melihat bukti bahwa Mahapatih benar mengalahkan Hongli.
"Baiklah, tapi kamu jangan kaget. Termasuk kalian semua"
Aran berkata kepada semua yang berada ditempat tersebut. Semua yang berada disitu langsung menganggukkan kepala mereka.
Karena semua orang sudah siap, Aran kemudian mengeluarkan botol kaca yang sebelumnya ia gunakan untuk memasukkan sukma Hongli. Selama ini sebenarnya sukma Hongli terus hidup didalam kaca tersebut dengan keputusasaan.
Karena selama itu pula ia hidup dengan penyiksaan disebabkan rantai pengikat jiwa yang melilitnya.
"Lihatlah baik-baik botol ini. Saya akan membukanya"
Mahapatih lalu membuka botol kaca yang berada ditangan kanannya. Seketika muncul kabut berwarna putih dan perlahan-lahan membentuk wujud seorang pria terlilit oleh rantai berwarna hitam. Pria tersebut tidak lain adalah Hongli, dengan wujud sangat kurus dan wajahnya terlihat begitu putus asa.
Sukma Hongli menatap ketakutan ke arah Aran jadi Hongli hanya bisa menunduk dan berlutut seperti memohon ampun.
Mereka semua yang berada disana kaget bukan kepalang melihat wujud Hongli dihadapan mereka. Bahkan mereka semua sampai lompat dari kursi menjauh dari Hongli.
"Ini adalah sukma Hongli yang saya ikat"
Perkataan Aran yang tenang ini benar-benar membuat jantung mereka shock.
Raja Muda, Patih Lawana, Lingga dan Varya sampai sulit bernafas. Karena mereka ingat betul bagaimana Mahapatih menarik sukma Hongli saat itu. Tubuh mereka sampai merinding melihat keadaan Hongli yang begitu mengenaskan.
Namora juga hampir pingsan melihat wujud Hongli. Ia tau betul seperti apa Hongli itu, dan kini ia melihatnya dalam bentuk seperti hantu yang begitu menyedihkan. Putri Namora sampai terduduk lemas dilantai melihat penampilan orang yang selama ini ia takuti.
Karena Aran melihat semua orang merasa shock, maka Aran kembali menarik Sukma Hongli kedalam botol kaca.
"Arrgghhh, tolong ampuni saya Mahapatiiihhh"
Jeritan pilu sukma Hongli masih terdengar sampai wujudnya benar-benar masuk kedalam botol kaca.
Nona Varya yang melihat Namora begitu shock langsung menghampirinya dan membantunya berdiri untuk kembali duduk dikursinya.
Semua orang juga kembali duduk dikursi mereka masing-masing dan mencoba melupakan kejadian menyeramkan yang baru saja mereka lihat.
"Mahapatih, mohon maafkan sikap saya sebelumnya"
Kini Putri Namora benar-benar menyadari bahwa Mahapatih adalah pemuda sakti mandraguna.
"Tidak apa-apa"
Aran menjawabnya dengan perkataan yang begitu tenang, ia sama sekali tidak marah dengan sikap Namora padanya.
"Sekarang kamu percayakan adik pada kekuatan Mahapatih"
Raja Muda kembali bertanya kepada adiknya. Ia bersyukur kini adiknya bisa merubah sikapnya terhadap Mahapatih.
"Ia Kakak, saya percaya"
"Apakah ada lagi yang kamu inginkan"
"Ada Kakak"
"Apa itu, cepat katakan"
Raja Muda kembali gemas dengan sikap adiknya ini yang terlalu banyak menuntut.
"Saya ingin melihat wajah asli Mahapatih tanpa topeng"
"Adik, untuk permintaanmu kali ini sepertinya agak sulit"
Raja Muda menjawab permintaan Adiknya sambil menatap ke arah Mahapatih.
"Kenapa, apakah salah jika saya bisa melihat pemuda sakti mandraguna seperti Mahapatih"
Putri Namora benar-benar bingung dengan sikap Kakaknya ini. Memangnya kenapa jika ia melihat wajah Mahapatih.
"Itu karena aku takut kamu akan..."
Raja Muda tidak beran melanjutkan perkataannya.
"Akan apa Kakak, apa?"
Justru hal itu semakin membuat Namora penasaran.
"Apakah Mahapatih memiliki cacat diwajahnya sehingga ia tidak mau memperlihatkannya padaku. Tenanglah Kakak, adikmu ini bukanlah wanita seperti itu"
"Adikk, jaga perkataanmu. Saya tidak pernah bilang wajah Mahapatih cacat, hanya saja jika kamu melihatnya. Aku takut kamu akan..."
Raja Muda kembali berhenti berkata.
"Akan apa Kakakk"
Putri Namora semakin penasaran dengan perkataan Kakaknya ini.
Varya hanya tersenyum diam, ia sangat mengetahui kelanjutan perkataan Raja Muda. Sementara Lingga dan Patih Lawana hanya bisa tertawa didalam hati melihat kelakuan muda mudi dihadapan mereka ini.
"Mahapatih, apakah kamu mau menuruti permintaan Adik saya ini"
Akhirnya Raja Muda memutuskan untuk meminta ijin kepada Aran.
"Hmm, Baiklah. Karena kamu sudah saya anggap seperti keluarga. Maka saya rasa tidak ada masalah"
Mahapatih sudah menganggap Raja Muda ini sepertinya keluarganya sendiri. Jadi ia memutuskan untuk memperlihatkan wajah aslinya kepada Namora.
Perlahan-lahan Aran melepas topeng gioknya. Selama proses itu, Putri Namora terus menatap
Wajah Mahapatih tanpa berkedip. Hingga akhirnya Aran melepaskan topengnya dan terlihatlah dengan jelas wajah rupawan Mahapatih.
"Ya Tuhan"
Namora berkata sambil menutup mulut dengan kedua tangannnya. Ia benar-benar tidak percaya dengan wajah Mahapatih dihadapannya ini. Selama ini ia mengira bahwa Mahapatih adalah seorang lelaki tua dengan cacat diwajah. Putri Namora begitu terpesona dengan wajah Mahapatih, ia terus menatap wajah Mahapatih tanpa berkedip.
Sementara Varya yang sudah pernah melihat wajah Aran juga kembali terpesona dengan wajah rupawan Tuannya ini. Ia jadi mengingat-ingat saat dimana Aran menggendongnya dan membawanya terbang dilangit.
'Tuan, saya akan selamanya mengabdi padamu'
Batin Varya.
~**Note**~
Jika kalian semua menyukai novel ini, mohon bantu penulis dengan cara dibawah ini ya.
* Jangan lupa like dan koment.
* Vote jika memungkinkan
* Follow Author.
* Terakhir, mohon bantu share.
Seperti yang pernah saya infokan, tanggal merah saya libur update.
Salam hangat dari penulis.
Instagram :
@yukishinamt