
Luapan energi dari tubuh Tuan Tua akhirnya meledak.
Bam
Ini menandakan proses kenaikan level berhasil. Sinar terang ditubuh Tuan Tua perlahan-lahan mulai meredup dan akhirnya hilang. Penampilan Tuan Tua sangatlah berbeda jauh, tubuhnya kembali muda. Ia terlihat seperti seorang manusia berusia 40tahunan. Dengan tubuh yang gagah dan raut wajahnya terlihat sangat berwibawa.
"Tuan Tua selamat" Aran mengucapkan selamat kepada Tuan Tua.
Terdengar tawa dari Tuan Tua "Terima kasih Aran, aku merasa tubuhku sangatlah berbeda" Tuan Tua melihat pergelangan tangannya lebih besar dan ia juga menyentuh wajahnya.
"Coba Tuan Tua bercermin"
Perkataan Aran langsung membuat Tuan Tua berjalan ke arah cermin. Didepan cermin ia bengong menatapnya.
"Ini.. apakah benar ini saya" Tuan Tua masih tidak percaya dengan perubahan dirinya. Walau ia tau bahwa setiap makhluk yang menembus level Kaisar Iblis akan kembali menjadi muda. Tapi tetap saja ia masih tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.
"Aran terima kasih telah membantuku, aku pasti akan memberikan balasan yang setimpal untukmu"
"Tidak perlu Tuan Tua, saya hanya punya satu permintaan sekarang ini"
"Apa itu Aran, aku pasti akan mewujudkannya"
"Saya ingin Tuan menjaga kedua saudara saya, Karena saya tidak mungkin selamanya berada di dunia ini"
"Hanya itu saja permintaan kamu Aran, sama seperti dirimu. Mereka juga sudah aku anggap seperti kerabat dekatku. Aku pasti akan menjaga mereka layaknya cucuku Eliza"
"Jika memang seperti itu, saya benar-benar mengucapkan banyak terima kasih"
"Aku yang mengucapkan banyak terima kasih padamu Aran. Jika bukan karena bantuanmu, aku tidak akan pernah menerobos ke alam ini"
Tuan Tua benar-benar bahagia dengan apa yang terjadi pada dirinya saat ini.
"Aran mari kita keluar, mereka semua pasti sudah menunggu kita"
"Mari Tuan, silahkan"
Mereka berdua lalu berjalan bersama keluar dari ruang rahasia. Begitu pintu terbuka terlihat penjaga pintu yang bersiap menyambut mereka. Namun mereka kaget melihat penampilan muda Tuan Tua.
"Siapa kau?" Teriak salah satu penjaga sambil mengeluarkan pedangnya.
Dia benar-benar bingung melihat makhluk yang bersama Aran, walau wajahnya terlihat sangat familiar.
"Ini aku" Seketika Tuan Tua merubah kembali penampilannya ke wujud Tuanya.
"Hamba memberi hormat" Mereka berdua langsung memberi hormat kepada Tuan Tua.
"Tuan, seperti fenomena alam kemarin karena keberhasilan terobosan Tuan" Lanjut mereka berkata.
Tuan Tua terkekeh "Benar sekali"
"Selamat Tuan!" Kedua penjaga sangat senang mendengar Tuannya berhasil menerobos ke Alam Kaisar Iblis. Tidak lama lagi clan mereka akan menuju kejayaannya.
"Baiklah kalau begitu saya pergi dulu. Oh ya kabarkan keluarga dalam bahwa saya sudah keluar dari pelatihan"
"Baik Tuan" Mereka memberi hormatnya kembali dan salah satu dari mereka menghilang dengan cepat untuk memberi kabar kepada keluarga dalam.
Kemudian Tuan Tua bersama Aran berjalan meninggalkan tempat itu.
>>>
"Kakak, Tuan pergi kemana?" Bintang menanyakan kabar Aran kepada Bulan.
"Sabar ya dik, Tuan pasti kembali" Mereka berdua sudah diberitau oleh Eliza, bahwa Aran pergi menemani kakeknya berlatih. Tapi tetap saja kedua bersaudara itu khawatir. Karena bagi keduanya, Aran adalah penyelamat mereka.
Tok tok
Suara ketukan pintu kamar Bulan dan Bintang terdengar.
"Iya, siapa?" Kata Bulan.
"Ini aku Eliza"
Bulan bersama Bintang berjalan ke pintu kamar dan membukanya.
"Nona Eliza, ada apa"
"Tidak apa-apa, aku mau mengajak kalian berdua sarapan. Dan juga sepertinya Aran dan Kakek akan keluar hari ini"
Perkataan Eliza membuat Bulan dan Bintang sangat senang.
"Benarkah Nona?" Tanya Bulan
"Benarlah, untuk apa aku berbohong. Dan juga kita sudah membuat jamuan khusus untuk mereka" Jawab Eliza sambil tersenyum.
"Hahh jamuan, untuk apa" Bulan bingung mendengar perkataan Eliza.
"Hihihi, kamu lihat saja nanti" Jawab Eliza.
Mereka lalu berjalan bersama ke ruang makan keluarga.
>>>
"Aran apa kamu benar-benar ingin membantuku untuk membalas dendam" Kata Tuan Tua saat berjalan bersama Aran.
Sepanjang jalan ada beberapa pengawal keluarga yang langsung memberi hormat kepada Tuan Tua. Tuan Tua hanya melambaikan tangannya, dan juga wujudnya sekarang dikembalikan menjadi tua kembali. Dia berkata bahwa ia belum terbiasa dengan wujud mudanya.
"Tentu saja Tuan, saya pasti akan membantumu"
"Hmm, Jika benar kamu mau ikut membantuku. Aku pasti akan lebih percaya diri membalaskan dendam ini" Akhirnya mereka sampai di ruang makan keluarga "Kita lanjutkan nanti Aran" Lanjut Tuan Tua.
"Baik Tuan"
Setelah sampai di ruang makan terlihat banyak makanan mewah, sepertinya kabar bahwa Tuan Tua menembus level sudah terdengar keluarga dalam.
Kedatangan Aran bersama Tuan Tua langsung disambut hangat oleh mereka yang berada di ruangan itu. Ternyata sudah banyak makhluk alam jin diruangan ini. Aran benar-benar kaget bahwa banyak sekali makhluk berlevel tinggi yang mengenal kakek tua disebelahnya ini. Ia jadi penasaran siapa sebenarnya kakek tua ini.
"Selamat kepada Tuan Ghafar"
"Semuanya!! Beri hormat kepada Kepala Intelijen Sekte Pedang Iblis"
*************************
Catatan Penulis
Kepada semua pembaca yang mengikuti cerita ini dari awal, terima kasih banyak yang sedalam-dalamnya atas dukungan kalian selama ini.
Seperti :
@Kris One Toro.
@agus bjoe
@Hermina J
@Teguh Wijayanto
Dan untuk yang lainnya, yang tidak bisa saya sebutkan semuanya. Mungkin nanti di chapter lain akan saya sebutkan kembali.
Terima kasih banyak.
Cerita ini hanyalah cerita fiksi. Tidak ada hubungannya dengan sejarah, nama tempat ataupun nama-nama yang saya gunakan. Cerita yang saya buat ini ada beberapa yang menggunakan nama ajian yang mungkin pernah didengar oleh para pembaca. Saya sengaja memunculkan nama ajian itu agar ajian-ajian ini akan terus dikenang karena kehebatannya.
Kedepannya juga akan muncul ajian-ajian hebat yang pernah ada di Nusantara. Akan ada beberapa nama kota atau daerah yang akan saya munculkan nanti. Jika para pembaca ada masukan untuk nama kota, silahkan tulis di kolom komentar atau group chat.
Mohon maaf untuk update saya yang lama, karena semua berubah semenjak wabah corona ini datang. Untuk semuanya, tetap dirumah jaga kesehatan. Sama-sama kita berdoa agar wabah ini segera berakhir, dan ikuti aturan pemerintah.
Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya jika ada salah kata dalam tulisan saya ini.
Salam.