Pendekar Nusantara

Pendekar Nusantara
Home



Setelah cukup lama mereka bergerak, akhirnya terlihatlah Kota Zamrud.


Kemudian mereka semua menatap kota itu dari atas bukit.


"Akhirnya kita sampai" Kata Ghafar


"Rasanya sudah lama sekali" Aran menambahkan


"Ayo mari kita bergerak kembali, hari sudah mulai gelap"


Ghafar mengajak mereka semua untuk bergerak menuju Kota Zamrud.


Seperti biasa, Kota Zamrud masih di jaga ketat oleh para penjaga.


Melihat kedatangan rombongan Ghafar dikejauhan, membuat para penduduk dan penjaga gerbang gemetaran.


"Gila, siapa mereka"


"Ssstt, tutup mulutmu. Jika sampai mereka tersinggung perkataanmu, kau akan mati"


Beberapa penduduk yang sedang mengantri hanya berani berbisik-bisik sesama mereka.


Penjaga yang melihat kedatangan rombongan Ghafar juga mulai ketakutan melihat mereka mendekat.


"Lihat, kenapa kedua macan itu begitu menakutkan"


Mereka semua ketakutan melihat macan yang begitu besar dan mengeluarkan aura yang sangat mematikan. Bahkan beberapa penduduk yang fisiknya lemah langsung merasa sesak nafas.


Begitu rombongan Ghafar semakin dekat, para penduduk dan penjaga langsung mengenali wajah Ghafar.


"Itu Tuan Ghafar"


"Iya benar itu Tuan Ghafar. Menurut kabar yang aku dengar. Tuan Ghafar bersama seorang makhluk bertopeng meratakan Sekte Hantu Hitam dan Sekte Tengkorak Putih"


"Ya kabar itu benar, salah satu kerabatku melihat pertempuran itu. Benar-benar pertempuran yang berdarah"


Kabar mengenai pertarungan Ghafar dan Aran sudah terdengar luas diwilayah ini.


Pertempuran mereka merupakan gosip terpanas saat ini. Pertempuran paling berdarah, dengan korban jiwa yang begitu banyak dan mengenaskan.


Ghafar memimpin rombongan bergerak menuju pintu masuk, karena ia memiliki plat khusus jadi dirinya tidak perlu mengantri.


"Apakah kami semua bisa masuk"


Ghafar berkata pelan namun perkataannya begitu mendominasi.


"Tttentu saja Tuan, silahkan masuk"


Dengan sedikit gemetar, Komandan penjaga langsung mengijinkan Ghafar untuk memasuki kota. Makhluk seperti dirinya tidak akan berani berbicara lama dihadapan makhluk yang begitu kuat. Jika ia masih ingin melihat matahari terbenam di tempat ini.


Begitu Ghafar memasuki kota, beberapa bayangan langsung berdiri di hadapan Ghafar.


"Selamat datang kembali Tuan"


Pemimpin pasukan bayangan Sekte Pedang Iblis memberi hormat kepada Ghafar, dan semua pasukan yang dipimpinnya juga membungkuk memberi hormat.


"Hmm, pimpin jalan"


Kata Ghafar.


Pasukan bayangan langsung mengawal Ghafar menuju kediamannya.


Semua mata langsung tertuju pada rombongan tersebut.


Jalan langsung terbuka lebar. Semua makhluk yang berada di tempat itu saling berbisik satu sama lain. Tidak ada yang berani menimbulkan kegaduhan.


"Makhluk yang dinaiki mereka begitu menakutkan"


"Sepertinya Tuan Ghafar akan menjadi pemimpin kota ini"


Kabar mengenai Ghafar yang sudah berada di level Kaisar Iblis juga sudah sampai ke kota ini.


Kekejaman Ghafar membantai 2 sekte membuat namanya dikenal luas.


Ghafar bersama rombongan berjalan perlahan-lahan di tengah-tengah kota, dengan pandangan lurus dan badan tegak menjadikan mereka semua terlihat begitu sombong.


"Lihat, makhluk yang memakai topeng giok"


Beberapa orang yang mendengar perkataan jin tersebut langsung mengalihkan pandangannya menatap Aran.


"Dikabarkan makhluk itu sangat kuat dan kejam. Dia bagaikan dewa perang yang menyukai pembantaian, semua makhluk yang dibunuhnya mati mengenaskan dengan jasad yang tidak utuh"


"Bagaimana kamu mengetahuinya"


"Tentu saja aku mengetahuinya. Karena saudaraku berada disana, saat mereka membantai Sekte Hantu Hitam"


Para penduduk hanya mendesah pelan dan berusaha untuk tidak membuat suara yang dapat mengganggu kedatangan kelompok Ghafar.


Seketika wilayah itu begitu sunyi, karena mereka semua tidak ada yang punya cukup nyali untuk membuat keributan dihadapan kelompok yang terlihat begitu menakutkan ini. Hanya suara langkah kaki kelompok Ghafar yang terdengar di tempat itu.


Akhirnya rombongan kelompok Ghafar menghilang dari pandangan mereka.


Ghafar sudah berada di ujung jalan dan mulai memasuki wilayah kediamannya.


"Hufftt, akhirnya. Tubuhku gemetaran menatap mereka semua"


Seorang jin muda mengusap dahinya karena ketakutan.


"Aku sampai menahan kentut ketika rombongan mereka melewatiku"


Teman-temannya yang lain langsung tertawa mendengarnya.


"Jika kau sampai mengeluarkan kentutmu yang bau itu, aku yakin itu adalah udara terakhir yang akan kami hirup"


"Hahahaha"


Mereka semua kembali tertawa.


Kini para makhluk jin di wilayah ini mulai berani beraktifitas kembali. Semua memiliki ceritanya masing-masing.


Gosip tentang pertempuran kelompok Ghafar terus menjadi perbincangan hangat yang tiada habisnya.


Didepan rumah utama, para keluarga inti dan anggota inti Sekte Pedang Iblis berdiri menyambut kedatangan Ghafar dan kelompoknya.


Termasuk diantara mereka semua ada Eliza, Bulan dan Bintang. Mereka tersenyum melihat kedatangan Aran.


Mereka semua begitu bangga memandang kedatangan Ghafar dan kelompoknya yang telah menorehkan nama di wilayah ini. Mulai sekarang sekte mereka akan menjadi sekte no 1 di Kota Zamrud.