Pendekar Nusantara

Pendekar Nusantara
Antara Hidup & Mati - End



Aran merasakan gelombang tenaga yang begitu besar mengalir di tubuhnya.


Ia merasa, bahwa ia mampu membuka segel ke empat. Segel yang selama ini tidak pernah berani ia buka. Aran yang sangat penasaran dengan kekuatan barunya langsung membuka segel tersebut.


"Segel Naga ke Empat, bukaa!"


Rumble


Aura berwarna biru memancar dengan megahnya, menimbulkan getaran didalam gua. Nampak aura berbentuk naga terlihat lebih jelas mengelilingi tubuh Aran.


Rambut Aran lalu berubah warna menjadi biru.


Sekarang ia merasakan perasaan seperti dewa. Makhluk kegelapan yang ada dihadapannya terlihat nampak lemah & rendah.


"Hahahaha"


Aran tertawa melihat perubahan tubuhnya.


Sementara Clan Kegelapan sampai menelan ludah, melihat aura Aran yang begitu megah.


"Kakak, aura anak ini benar benar hebat. Apa kita sebaiknya pergi saja selagi bisa" Kata salah satu makhluk dari Clan Kegelapan. Ia tidak mempunyai keyakinan untuk bisa mengalahkan Aran.


Aran yang mendengar perkataan tersebut hanya menatap jijik ke arah mereka "Kau fikir aku akan membiarkan kalian pergi? kalian semua akan aku kubur di gua ini"


"Kita akan bertarung habis-habisan dengannya. Keluarkan seluruh kemampuan kalian" Kakak Pertama langsung mengeluarkan seluruh kemampuannya, begitupun dengan saudaranya yang lain.


Mereka semua langsung mengeluarkan seluruh kemampuan mereka. Aura berwarna hitam pekat dan berbau sangat amis seketika memenuhi gua.


"Aku tidak tahan dengan bau kalian" Kata Aran yang langsung menghilang.


Tiba-tiba dia sudah ada dibelakang salah satu makhluk kegelapan yang paling lemah auranya.


Slaasshh


Dengan tebasan tangannya, ia memotong kepala salah satu makhluk kegelapan.


Kepalanya langsung menggelinding ke lantai. Aran lalu melepaskan tenaga dalamnya untuk menghancurkan kepala makhluk kegelapan tersebut.


"Menghabisi sampah seperti kalian, tidak perlu belas kasihan" Kata Aran sambil menatap ke arah suku kegelapan.


"Adik ketigaa!" Teriak mereka semua, mereka benar benar tidak menyangka adik bungsu mereka harus mati seperti itu.


"Keparaaat, mati kau!" Kakak pertama langsung menerjang ke arah Aran. Ia langsung melepaskan jurus terkuatnya


"Sabit Kematian Tingkat 9"


Tebasan kali ini begitu besar dan tebal. Seolah-olah sabit ini bisa membelah gunung menjadi dua.


Namun dihadapan Aran, ia hanya melihat sabit ini layaknya jurus anak-anak.


"Jangan bertingkah sombong dihadapan Dewa Kematian" Aran lalu melepaskan ilmunya "Ajian Naga Puspa!" mengarahkan telapak tangannya dengan santai ke arah serangan Suku Kegelapan.


Kedua ilmu saling beradu.


Bang


Bamm


Kakak pertama suku kegelapan terlempar jauh menabrak dinding gua sampai retak. Seluruh organ didalam tubuhnya hancur.


Dia langsung ambruk ke lantai gua. Merasakan sakit yang tidak terkira, ia akhirnya mati mengenaskan dengan darah yang terus keluar dari lubang-lubang ditubuhnya.


"Kakakkkk" Kedua sodara yang tersisa langsung berlari ke tempat kakak pertama, namun Aran langsung menghalangi pelarian mereka.


Dengan menyilangkan kedua tangannya Aran menatap mereka berdua.


"Tidak perlu berisik, sebentar lagi kalian juga akan menyusulnya"


Mendengar perkataan Aran, membuat mereka saling pandang. Ingin rasanya mereka segera lari dari tempat ini.


Sudah lama mereka dikurung didalam gua ini dalam wujud patung. Ribuan tahun mereka tidak bisa bergerak.


Rasanya sangat menyakitkan disihir menjadi patung. Karena selama ini kesadaran mereka tetap terjaga dan tidak pernah bisa tidur. Sementara gua ini disegel sehingga tidak mungkin ada yang bisa menyelamatkan mereka.


Tapi, sekarang mereka bisa bebas lagi. Mereka sangat ingin keluar dari gua ini dan melihat dunia kembali.


Setelah saling berpandangan, mereka lalu menganggukan kepala mereka.


Kedua makhluk kegelapan itu bergegas mendekati Aran dan langsung berlutut dihadapan Aran.


"Tuan, mohon ampuni kami. Berikan belas kasihan kepada kami" Mereka berlutut berkali-kali dihadapan Aran.


"Mengampuni kalian?" Kata Aran dengan jijik.


"Benar tuan, tolong ampuni kami. Berikan kami kesempatan untuk berubah. Kami tidak ingin mati" Mereka terus berkata sambil berlutut dihadapan Aran.


"Jika kalian kubiarkan hidup, suatu saat nanti kalian pasti membalaskan dendam saudaramu" Ucap Aran


"Tidak tuan, kami tidak berani. Mereka hanyalah saudara seperguruan. Kami semua sama sekali tidak ada hubungan darah. Hanya ada senioritas. Jadi kami tidak mungkin memiliki keinginan untuk balas dendam" Jawab salah satu Suku Kegelapan


"Apa yang dikatakan kakak saya ini benar adanya. Jika tuan tidak percaya, kami akan memberikan segel jiwa kami kepadamu, sehingga selamanya kami akan menjadi pengikutmu yang setia"


Mendengar itu membuat Aran menjadi sangat senang. Memiliki pengikut yang setia sangatlah beruntung. Apalagi jika pengikutnya sangat kuat.


Xiao Ling yang mendengar itu semua langsung keluar dari persembunyiannya dan kemudian bersama Clan Kucing menghampiri Aran.


Kedatangan mereka membuat kedua makhluk suku kegelapan menatap mereka dengan niat membunuh. Mereka lalu berdiri dan ingin menghabisi Xiao Ling dan Clan Kucing.


Beruntung Aran langsung melepaskan auranya dan mengunci pergerakan mereka.


"Berani melukai mereka, kalian akan mati mengenaskan" Mendengar ucapan Aran membuat mereka langsung berlutut kembali dihadapan Aran.


"Kami tidak berani tuan" Kata mereka dengan tubuh yang gemetar.


"Tetap berlutut jangan coba coba berdiri tanpa seijinku" Kata Aran


"Baik Tuan"