
Asura
Aran terus maju ke barisan depan Kerajaan Parsy. Semua yang menghalangi jalannya pasti akan langsung ia bunuh. Aura membunuh yang begitu kental keluar dari tubuhnya dan memancar kesegala arah.
Mereka yang berada di sekitaran Aran menjadi sulit untuk bergerak, tubuh mereka kaku dan sesak nafas.
Slaashh
Slaasshh
Aran terus menebas semua musuhnya tanpa belas kasihan. Tempat yang dilaluinya meninggalkan banyak jejak mayat dan darah. Kini ribuan orang mati terbunuh olehnya. Sekali Aran menebas, bisa puluhan orang langsung mati terbelah.
Tidak lama apa yang dilakukannya, dapat dilihat oleh para pemimpin prajurit.
Pangeran, Jenderal dan para komandan yang melihat perbuatan Aran langsung menghentikan pertarungannya.
"Siapa bajingann itu, seluruh pasukanku jadi berantakan"
Jenderal Tolu yang melihat kekacauan pasukannya langsung memutar kudanya, mengabaikan musuh dihadapannya. Jenderal Mada yang melihat Jenderal Tolu hendak menghalau gerak laju Aran langsung berusaha menahannya. Jenderal Mada dapat melihat bahwa pemuda yang membantai pasukan Parsy dari belakang adalah Asura. Untuk itu, dia tidak akan menyia-nyiakan moment ini.
"Mau kemana kau kisanak, pertarungan kita baru saja dimulai"
Jenderal Mada menghalau jalan Jenderal Tolu dengan senyuman.
"Sialannn!, minggir kau keparatt"
Jenderal Tolu langsung menebas Jenderal Mada dengan pedang besarnya.
"Hahaha, tidak semudah itu mengalahkanku"
Jenderal Mada yang melihat tindakan Asura dikejauhan menjadi begitu bersemangat. Dengan kedatangan Asura, kemungkinan untuk menang sekarang bisa menjadi kenyataan.
"Matti!"
Jenderal Mada juga menggunakan pedangnya untuk menebas Jenderal Tolu.
Kedua Jenderal kembali bertarung dengan dahsyat, namun kini Jenderal Mada lebih bersemangat dari sebelumnya. Ia terus tertawa menyerang musuhnya, membuat Jenderal Tolu menjadi murka. Bersama pasukannya, Jenderal Tolu kembali menyerang Jenderal Mada dengan ganasnya.
>>>
Lawana
Sementara Jenderal Orda yang berhasil menekan Jenderal Lawana dibuat kagum dengan tingkah Aran.
"Siapa pemuda itu, ia menghabisi pasukan kami seorang diri"
Jenderal Orda langsung memutar pasukannya untuk maju menghadapi Aran. Sepeninggal Jenderal Orda, Jenderal Lawana yang terus ditekan akhirnya bernafas lega. Kini ia diam menatap apa yang dilakukan oleh Aran dimedan perang.
"Asura, terima kasih"
Dari atas kudanya ia memberi hormat ke arah Asura, tanpa bantuannya kemungkinan pasukannya akan habis.
"Prajuritt, kalian lihat didepan sana"
Para prajurit langsung menatap ke arah Aran
Mereka begitu ngeri melihat apa yang dilakukan oleh Aran kepada musuh-musuhnya. Sekali Aran menebas, puluhan musuh akan mati dengan tubuh terbelah.
"Nama pemuda itu adalah Asura. Dengan bantuannya ini, aku yakin kita bisa memenangkan pertarungan ini"
"Pasukan Aliansi, Semangat!"
Jenderal Lawana berteriak dengan sangat keras, yang langsung di respon oleh pasukannya.
"Huryaaaa"
"Prajuritt, Majuuuu"
Dengan moment ini, moral para pasukan aliansi meningkat drastis. Mereka langsung menerjang musuh dihadapannya.
Bang!
Bang!
Pasukan musuh langsung terdorong mundur.
>>>
Garis Depan
Berliana yang sudah tidak tahan, juga melihat kekacauan yang dialami barisan belakang pasukan musuh.
Para prajurit garis depan dapat melihat sosok pemuda di atas macan yang begitu kejamnya membantai para prajurit Kerajaan Parsy.
"Teman-teman lihatlah penolong kita"
Teriakan Berliana memicu gelombang besar di garis depan. Semua prajurit yang merasa tertekan langsung bersemangat kembali untuk segera menghabisi musuh-musuhnya.
"Pasukannn, majuu!"
"Woooooo"
Seluruh garis depan langsung bergerak maju, mereka yang tadinya berperang tidak beraturan kembali membentuk formasi. Membuat pasukan musuh menjadi kalang-kabut.
Para komandan pasukan musuh juga menjadi bingung, dari depan pasukan musuh terus menekan. Sementara dari belakang, pasukan mereka dibantai layaknya domba.
Kumbang terus maju ke depan dengan kecepatan tinggi. Layaknya dewa kematian yang terus mencabut nyawa manusia seperti penjagal.
"Lariii"
Sebagian pasukan musuh tidak tahan melihat kekejaman serangan Aran, mereka lebih memilih menyelamatkan diri mereka masing-masing.
"Jangan mundur, pertahankan posisi"
Para komandan Parsy terus memberikan komandonya.Ia tidak menyangka, bahwa awalnya kemenangan sudah berada di depan mata, kini hancur karena pemuda ini.
"Sialannn kauu"
Tanpa takut ia maju menerjang Aran. Namun belum sampai ia mengayunkan senjatanya, pandangannya sudah menjadi gelap.Tanpa sadar kepalanya sudah berpisah dari tubuhnya.
>>>
Divisi Pelindung Kerajaan
Pangeran yang melihat kedatangan Asura langsung merasa batu yang ada dipundaknya kini hilang. Hatinya menjadi lega.
"Terima kasih, Asura"
Ia hanya bisa mengucapkan terima kasih dari kejauhan. Pangeran bersama pasukannya menjadi bersemangat dan berhasil menekan balik musuh-musuhnya.
Teriakan pangeran langsung direspon oleh para pasukannya.
"Majuu!"
>>>
"Berlianaa"
"Asura"
Kini Berliana dan Asura saling berhadapan.
"Maafkan keterlambatanku"
Aran turun dari Kumbang dan segera meminta maaf kepada Berliana.
"Tidak apa-apa, kami semua tidak menyalahkanmu"
Berliana menjawab dengan senyuman, memang semua ini bukanlah salah Asura, karena dari awal Asura bukan bagian dari peperangan ini.
"Berliana, makan ini"
Aran lalu memberikan anggur ruby kepada Berliana.
Berliana yang tidak ragu langsung memakannya. Seketika tubuhnya menjadi begitu bertenaga, dan semua lukanya kembali pulih. Aran lalu memberikan kantong yang berisi anggur tersebut kepada Berliana.
Mendapat anggur yang sangat ajaib seperti itu, ia tentu saja dengan senang hati menerimanya.
"Melati, berikan ini semua kepada yang paling membutuhkan"
"Baik kakak"
Melati menerima kantong pemberian Berliana dan segera berlari kearah para prajurit yang terluka.
"Asura ayo kita habisi mereka semua"
"Baik, ah tunggu"
Aran lalu meminta Berliana untuk menunggu. Mendengar itu Berliana langsung menghentikan langkahnya, para pasukan elitnya juga berhenti menunggu Aran.
"Ada apa Asura?"
Berliana menatap ragu ke arah Aran.
"Jangan berlari, kamu bisa menaikinya"
Sambil Aran menunjuk ke arah Kumbang.
"Naik ini?"
Sebenarnya dari awal para pasukan aliansi begitu terpana dengan Kumbang. Wujudnya yang begitu besar membuat nyali mereka sedikit ciut.
'Bagaimana bisa, ada makhluk yang menaikinya' Batin mereka semua.
Berliana juga sempat ragu dengan perkataan Aran.
"Apa kamu bercanda Asura"
"Aku tidak bercanda, naik lah. Aku masih memiliki tunggangan lain"
Perkataan Aran sontak membuat mereka yang mendengarnya kaget.
'Tunggangan lain? dia masih memiliki tunggangan lain. Tapi dimana' Tanpa sadar mereka semua menengok ke sekitar mereka.
"Tunggangan lain? maaf aku tidak melihat yang lainnya"
Berliana bingung dengan perkataan Aran mengenai tunggangan lain.
"Ah itu, maaf. Semoga kamu tidak kaget. Putih keluarlah"
Tiba-tiba dari kening Aran yang tertutup topeng, keluar sesosok makhluk berwujud macan putih yang besarnya sama dengan Kumbang. Para prajurit yang melihat itu langsung tanpa sadar mundur beberapa langkah. Bahkan ada yang sampai gemetaran karena jaraknya dengan Putih terlalu dekat.
"Roarrrrr"
Putih meneriakan aumannya, suara aumannya membuat semua prajurit yang mendengarnya merinding hebat. Melihat Putih mengaum, Kumbang juga ikut mengaum.
"Rooaarrr"
Auman yang ikut dilakukan oleh Kumbang, semakin membuat para prajurit ketakutan setengah mati. Suara auman itu begitu menggelegar. Seolah-olah macan tersebut ada disebelah mereka dan siap memangsa.
"Woow"
Berliana langsung berjalan menghampiri Putih, karena dilihatnya wujud Putih yang begitu menarik.
"Mm.. sepertinya kamu menaiki Putih saja"
Aran melihat bahwa Berliana lebih tertarik menaiki Putih yang langsung di iyakan oleh Berliana.
Kini Berliana dan Aran sudah berada di atas tunggangannya masing-masing.
"Mari Berliana, kita habisi mereka semua"
"Mari"
Jawab Berliana semangat.
"Semuanyaa, maju!"
Teriakan Berliana langsung direspon oleh seluruh pasukan garis depan.
"Majuu!"
"Bunuhh mereka semua"
Gelombang pasukan aliansi kembali menyerang pasukan Kerajaan Parsy yang sudah mulai tertekan.
Bang!
Bang!
Babak baru pertempuran Kerajaan Samudera melawan Kerajaan Parsy segera dimulai.
Kini angin berhembus dari sisi Kerajaan Samudera.
~Chaper selanjutnya mohon ditunggu~