Pendekar Nusantara

Pendekar Nusantara
Musuh dari Dataran Tengah



Ketika Aran sedang menunggu terlihat siluet wanita menghampirinya.


"Mahapatih, saya Juli mewakili Ketua kami untuk mengantarmu masuk kedalam markas kami"


Juli datang kehadapan Aran mewakili penjaga gerbang.


"Baiklah, pimpin jalan"


"Baik Mahapatih"


Juli lalu berjalan terlebih dahulu memimpin Aran.


Sepanjang perjalanan didalam markas banyak prajurit yang menatap ke arah mereka berdua.


Bukan Juli yang mereka lihat, tetapi Mahapatihlah yang jadi pusat perhatian.


Dalam sekejap banyak pasukan yang berkumpul untuk melihat lebih dekat seorang Mahapatih yang selalu mereka idolakan selama ini.


"Lihat-lihat, itu Dewa Perang Asura"


"Dari gosip yang aku dengar ia sangatlah tampan"


"Darimana kamu mendengarnya"


"Kau tidak perlu tau, yang penting aku tau ia sangat tampan. Aku harap aku bisa menikah dengannya"


"Hahaha, mana mau Mahapatih menikahi wanita sepertimu"


Beberapa gadis muda mulai berani menggosipkan Asura.


Sementara Aran hanya tersenyum mendengar pembicaraan mereka semua.


Kini Aran sudah berada didalam rumah utama, dimana disitu adalah letak markas pusat mereka sekaligus kediaman Berliana.


"Mahapatih, di depan adalah ruangan Ketua kami. Saya hanya bisa mengantar Mahapatih sampai sini"


Juli berkata dengan sangat sopan sambil memberikan hormatnya.


"Baiklah, terima kasih"


"Sama-sama Mahapatih"


Juli lalu pergi meninggalkan Asura seorang diri.


"Mmm, apa yang harus aku katakan padanya"


Aran berkata sambil terus berjalan kepintu masuk ruangan Berliana.


Knock knock


Suara pintu diketuk oleh Aran.


Aran lalu diam menunggu jawaban dari dalam ruangan.


Tidak lama terdengar suara langkah kaki yang menuju ke arah pintu.


Pintu dihadapan Aran lalu terbuka memperlihatkan wajah Berliana yang cantik.


Sedikit tentang Berliana.


Berliana adalah wanita kelahiran Sumatra, berbeda dengan Kakaknya Jaka yang kelahiran Jawa.


Ibu Berliana adalah wanita asli Sumatra sedangkan Ayahnya adalah orang Jawa dan sekaligus merupakan petinggi Kerajaan Mahwapatih.


Kerajaan Mahwapatih dan Kerajaan Samudera memang sudah menjalin Aliansi dari ratusan tahun yang lalu.


Berliana yang melihat Aran masih memakai topengnya membuat dirinya kesal, karena selama ini pemuda yang selalu ia khawatirkan sebenarnya sudah berada disini sejak lama.


"Mau apa kamu menemuiku"


Berliana berkata sambil memegang pintu ruangannya.


"Mmm Berliana, ada yang ingin aku bicarakan padamu. Bisa kita bicara didalam"


"Tidak perlu, disini saja"


Berliana berkata sambil memalingkan wajahnya dari Aran.


Lalu Berliana sedikit bergumam


"Ingin berbicara tapi masih memakai topeng. Benar-benar menyebalkan"


Berliana yang bergumam pelan tentu saja didengar oleh Aran.


Aran lalu menurunkan tudung jubahnya dan melepas topengnya. Terlihatlah wajah Aran yang bisa membuat para wanita luluh.


"Apa sekarang kita bisa bicara didalam"


Aran berbicara sambil menatap serius ke wajah Berliana.


Berliana yang ditatap oleh Aran menjadi salah tingkah, bahkan ia jadi ikut menatap wajah Aran.


'Sialan, kenapa tatapannya bikin jantungku berdebar-debar'


Berliana hanya mengumpat didalam hatinya, ia lalu melanjutkan perkataannya.


"Hmm, baiklah. Mari masuk, awas kalau kamu berani macam-macam padaku"


Aran hanya bisa membalas perkataan Berliana didalam hatinya.


'Siapa juga yang mau macam-macam pada wanita jutek sepertimu'


Mereka berdua lalu duduk di bangku sederhana didalam ruangan Berliana.


"Katakan apa yang ingin kau bicarakan padaku"


Walau kesal namun sebenarnya Berliana senang bisa bertemu Aran kembali. Sudah berbulan-bulan ia tidak mengetahui kabar Aran.


"Kedatanganku kesini, karena aku ingin meminta maaf padamu. Bukannya aku tidak mau mengabarimu, tapi aku tidak ingin membuat kamu khawatir. Karena kedepannya, jalan yang aku ambil ini penuh dengan bahaya. Aku benar-benar tidak ingin membuat kamu khawatir. Jadi sekarang aku ingin.. "


Belum selesai Aran berbicara terdengar suara didalam kesadarannya.


*Gusti Mahapatih\, tolong saya*


Aran yang mendengarnya langsung berdiri.


*Ze\, apa yang terjadi padamu. Tunggu sebentar aku akan ketempatmu*


Orang sehebat Ze tidak mungkin meminta tolong kepada Aran jika bukan karena nyawanya terancam.


Berliana yang melihat Aran tiba-tiba berdiri diam, langsung berkata padanya "Apa yang terjadi padamu"


"Berliana, maaf aku harus pergi. Sampai jumpa"


Aran langsung menghilang dari pandangan Berliana. Ia menggunakan gerak langitnya dengan kecepatan maksimal.


Berliana bengong melihat Aran yang tiba-tiba pergi darinya.


"Araaaannnn, aku tidak akan pernah memaafkanmu" ia begitu kesal dengan sikap Aran yang terlihat terlalu cuek.


"Menyebalkan"


Brakk


Tangannya memukul meja didekatnya. Kekesalan Berliana pada Aran sudah sampai pada puncaknya, sementara orang yang di khawatirkan sedang bergerak cepat menuju tempat Ze berada.


Aran bisa merasakan jiwa Ze dalam bahaya. Oleh karena itu ia langsung pergi dari Berliana, Aran tau bahwa sikapnya ini sungguh tidak sopan. Tapi demi keselamatan Ze, ia rela membuat Berliana marah padanya.


"Segel Naga Level 4, buka"


"Gerak Langit Level 7"


Saat ini Ze terlihat sedang di ikat oleh rantai api dan di sekelilingnya terlihat sekelompok orang 3 pria dan 2 wanita.


"Keparattt, apa yang kalian lakukan pada temanku"


Aran berteriak ketika masih di udara, ia tidak ingin mereka bertindak terlalu jauh kepada Ze. Fisik Ze terlihat sangat lemah, karea rantai api itu tidak hanya membakar tubuhnya tapi juga membakar jiwanya.


Kelima orang itu langsung menghentikan gerakan mereka dan menatap ke arah Aran yang kini sudah berdiri tidak jauh dari mereka.


"Siapa kau, berani mengganggu urusan kami"


"Tidak perlu berbicara padanya Kakak, karena ia sudah melihat kita lebih baik kita habisi dia"


Seorang pemuda langsung datang menyerang Aran.


"Sinar Rembulan Tujuh Warna"


Dari tangannya terlihat warna-warna terang yang langsung melesat ke arah Aran.


Aran tidak percaya serangan itu begitu cepat sampai ia tidak bisa menghindarinya.


Jadi ia hanya bisa menahan dengan kedua tangannya.


Bang!


Aran sampai mundur beberapa langkah.


'Kuat sekali serangan ini'


Serangan itu memang sangat kuat, sampai tangannya terasa kebas.


*Putih\, Kumbang cepat kemari*


*Siap Tuan*


Merasa musuh mereka sangat kuat, untuk jaga-jaga Aran memanggil kedua pengikutnya.


Putih dan Kumbang dengan sigap langsung bergerak menuju ketempat Aran berada.


"Gila, ia mampu menahan serangan terkuat dari jurus rembulan"


Kelima orang itu menatap Aran dengan tatapan kagum. Biasanya jurus ini akan menghancurkan fisik seseorang menjadi debu.


"Hebat kau bisa menahan ilmu sakti milikku, sebutkan namamu"


Aran hanya mendengus dingin ke arah mereka.


"Kalian lima babii berani memperlakukan temanku seperti itu, sepertinya kalian semua benar-benar sudah bosan hidup menjadi babii"


Mendengar perkataan Aran yang berani menghina mereka, salah seorang dari mereka menyerang Aran dengan sangat marah.


"Bajingann kau"


Wanita itu langsung mengeluarkan pedangnya dan bergerak dengan cepat menuju Aran.


"Tarian Rembulan Pemecah Laut"


Seketika dari pedangnya muncul banyak bayangan pedang yang bersinar.


"Mati kau"


Bayangan pedang itu langsung menyerang Aran dengan sangat cepat.


"Ajian Lembu Sekilan"


Aran menghindari tebasan demi tebasan dari bayangan pedang yang menyerangnya berkali-kali.


Hanya berjarak sekilan saja pedang-pedang itu hampir mengenai tubuhnya.


Mereka kembali menatap dengan kagum ke arah Aran yang berhasil menghindari semua serangan saudara mereka.


Sebelumnya pemuda ini berhasil menahan serangan Sinar Rembulan 7 warna, tapi sekarang bahkan ia bisa menghindari serangan Tarian Rembulan Pemecah Laut. Hal ini benar-benar membuat mereka terkejut. Karena serangan-serangan itu merupakan ilmu sakti yang mereka miliki selama ini. Bahkan di sekte mereka saja hanya sedikit orang yang mampu menandinginya.


"Apakah hanya ini kemampuanmu Babii Betina"


Aran berkata sambil merendahkan penyerangnya, yang membuat mereka begitu membenci Aran.


"Berani menghina adikku, aku bunuh kauu!"


Pemuda itu lalu meloncat tinggi ke udara dan melakukan segel tangan.


"Elemen Api : Api Penghancur Surga"


Wussszzhh


Dari telapak tangannya yang diarahkan kepada Aran keluar bola api merah darah berukuran sangat besar. Bola api itu berbentuk seperti matahari dan memancarkan aura panas yang begitu hebat.


"Ini ilmu paling sakti dari Kakak. Bola matahari itu akan mengejar siapapun yang ditargetkannya, semuanya pergi dari sini"


Empat bersaudara yang tersisa segera menjauh dari tempat tersebut.


Aran yang melihat bola api berbentuk matahari itu juga langsung merasakan takut.


Kumbang dan Putih yang sudah berada tidak jauh dari tempat itu juga melihat bola api yang akan menyerang Tuannya itu.


*Tuann kami datang*


Aran lalu berkata dengan cepat kepada Kumbang dan Putih.


*Kalian berdua cepat selamatkan Ze\, dan segera menjauh dari sini*


*Baik Tuan*


Kumbang dan Putih langsung bergerak menuju Ze yang ditinggalkan begitu saja di tanah oleh para penyerangnya.


Keadaan tubuh Ze sangatlah lemah, Ia bahkan sudah tidak sanggup berdiri.


*Aran ini ilmu yang sangat berbahaya dari dataran tengah\, gunakan mode siluman*


Raja Naga merasakan ancaman dari serangan bola api tersebut, jadi ia langsung mengingatkan Aran.


"Mode Siluman, buka!"


Aran lalu bergerak cepat ke udara untuk menghindari kerusakan yang akan di timbulkan dari bola api tersebut kepada lingkungan sekitar.


Bola api itu terus mengejar Aran dengan sangat cepat.


"Hahahaha, mati kau"


Si pemilik bola api tertawa keras melihat pemuda yang sebelumnya menghina mereka kini kabur menghindari kejaran bola api miliknya.


Itu adalah ilmu paling sakti yang dimilikinya. Sampai saat ini belum ada yang mampu selamat darinya.


Bola itu akan terus mengejar targetnya walau ia berlari kedalam lautan sekalipun.


~Note~


*Jangan lupa like dan koment.


* Vote jika memungkinkan.


* Terakhir\, mohon bantu share.


Terima kasih ^^


Instagram :


@yukishinamt