Pendekar Nusantara

Pendekar Nusantara
Kerajaan Samudera Vs Kerajaan Parsy (VI)



Seluruh pasukan aliansi bergerak berirama.


Mereka maju dengan penuh semangat, membuat pasukan musuh mulai terdesak mundur.


Bahkan kali ini pasukan aliansi membentuk rantai manusia di garis depan dengan Aran dan Berliana memimpin paling depan.


"Berliana aku maju duluan"


Tanpa menunggu jawaban Berliana, Aran maju ke barisan musuh.


Bang!


Gebrakan serangan Aran membuat pasukan Parsy mengalami serangan jantung. Jantung mereka rasanya berhenti, karena mereka membayangkan kekejaman Aran sebelumnya.


Aran juga mengijinkan Kumbang untuk bertindak sesuka hatinya.


Meninggalkan Kumbang yang bergerak sendirian sambil membunuh prajurit Kerajaan Parsy, Aran lalu melompat tinggi ke udara dan mengeluarkan ajian pamungkas yang baru saja ia pelajari.


"Ajian Naga Langit!"


Dari telapak tangannya diudara terbentuk naga berwarna biru langit yang sangat besar. Naga itu meliuk-liuk diudara lalu menukik dengan cepat ke arah pasukan Parsy.


Bang!


Naga biru itu menghantam sekumpulan pasukan Parsy, mereka yang terkena gelombang energi Aran langsung mati tak bersisa.


Dengan masih di udara, Aran menggunakan gerak langitnya agar tetap bisa bertahan di udara. Sekarang ia menamai jurus gerak langitnya dengan nama baru.


"Gerak Langit 7 Tingkat"


Aran menciptakan 7 bayangan yang bergerak cepat diudara.Di udara ia terus menembakkan ajiannya ke arah musuh-musuhnya.


Bang!


Bang!


Bang!


Sinar biru terus menghiasi langit Sumatra. Jika orang lain melihat dari kejauhan, sinar-sinar itu tampak indah menghiasi langit. Namun kenyataannya, sinar itu adalah saksi perang pembantaian yang dilakukan oleh Aran.


Perbuatan Aran yang menggila di udara membuat pasukan musuh ketakutan setengah mati. Kini banyak lubang besar ditanah, beserta ribuan mayat yang tak utuh.


"Mati kalian semua, berani menyakiti teman-temanku"


Bang!


Bang!


"Dan ini untuk kesombongan kalian yang berani menjajah negeri ini"


Bang!


Bang!


Serangan demi serangan terus dilancarkan oleh Aran. Dari tangannya terus keluar sinar biru terang.


Gempuran Aran benar-benar menanamkan rasa takut di jiwa pasukan Parsy. Mereka benar-benar menyesal datang ke tempat ini.


"Tolongggg"


Teriakan minta tolong terdengar di medan perang.


"Ibuuu, aku ingin pulangg"


Sebagian dari mereka sampai histeris memanggil nama ibu mereka.


Sementara Aran menyerang, pasukan aliansi juga terus menyerang pasukan Parsy dengan sangat ganas, Membuat seluruh pasukan Parsy mundur jauh karena ketakutan.


"Kumbang! habisi mereka semua" Sambil Aran mengarahkannya ke arah Jenderal Tolu, karena Aran melihat bahwa Jenderal ini cukup hebat.


Mendengar perkataan Aran, Kumbang berlari menerjang ke barisan Jenderal Tolu yang masih berada di medan perang. Pasukan Jenderal Tolu adalah pasukan elit, jadi ia tidak mau mundur begitu saja. Sementara pasukan Jenderal Orda sudah mundur ke garis pertahanan bersama sisa pasukan yang lain.


"Keparattt!"


Jenderal Tolu yang melihat macan besar berlari ke arahnya langsung menembakkan kembang api berwarna merah ke udara. Itu adalah tanda untuk pasukan aliran hitam bergerak. Dalam sekejap pasukan dengan wujud monster dan mayat hidup bermunculan dari sisi hutan.


Sebenarnya Jenderal Tolu tidak ingin menggunakan aliran hitam, ia awalnya merasa mampu untuk mengalahkan Kerajaan Samudera. Sekte Aliran Hitam yang menyebut diri mereka Devil's Gate (Gerbang Iblis) ini memiliki banyak cabang diseluruh dunia. Tidak ada yang pernah tau dimana kantor pusat mereka.


Jenderal Tolu mau bekerja sama dengan Gerbang Iblis karena bayarannya cukup sederhana. Mereka hanya meminta satu kota untuk diberikan kepada mereka dan tidak ada yang boleh memasuki kota itu tanpa seijin mereka. Kota itu akan berdiri sendiri tanpa terikat dengan kerajaan manapun.


Para monster Gerbang Iblis bergerak menuju pasukan aliansi dengan sangat cepat.


Melihat pasukan monster bergerak menuju pasukan aliansi, kini pasukan Parsy kembali mengatur formasi untuk ikut menyerang balik. Jenderal Orda mengatur ulang strategi mereka untuk bertempur habis-habisan melawan pasukan Aliansi.


"Bersiap!"


Berliana memimpin mereka semua untuk segera menyiapkan diri menghadapi pasukan monster.


Bang!


Para monster mayat ini menyerang pasukan aliansi dengan ganas. Pasukan Aliansi juga menyerang mereka dengan semangat yang berapi-api. Namun mereka dibuat kaget, karena para monster ini tidak memiliki rasa takut. Meski kaki dan tangan mereka terpotong mereka terus bergerak.


"Menarikk, kalian menggunakan mayat untuk ilmu hitam kalian. Mati kalian semua"


Aran langsung bergerak ke arah pasukan mayat hidup dan monster. Ia tidak segan-segan menghancurkan mereka semua.


Kedua pasukan kembali bentrok, kini perang semakin brutal dari sebelumnya. Mereka semua mengamuk dengan segala kemampuan yang mereka miliki.


Aran juga tidak mau berbelas kasihan, ia kembali menggunakan gerak langitnya untuk membantai pasukan musuh.


Bang!


Bang!


Tidak lama terlihat sekumpulan kabut hitam di tengah-tengah medan perang. Kabut itu mengeluarkan aroma darah yang sangat kental. Lalu dari dalam kabut terlihat sesosok makhluk yang seluruh tubuhnya terutup jubah. Hanya matanya yang bisa terlihat.


"Hahahaha, tidak aku sangka akan bertemu manusia yang hebat seperti dirimu. Kami sangat tertarik padamu, jika kau mau bergabung bersama kami, maka kami akan mengampunimu. Namun jika tidak, maka kami akan membunuhmu dan menyiksa jiwa mu selama ribuan tahun"


"Fufufufu"


Aran hanya tertawa mendengarnya "Banyak omong"


Aran langsung menerjang ke arah pria berjubah hitam tersebut.


Bang!


Pria berjubah itu tidak disangka mampu menahan serangan Aran. Bahkan ia dengan sangat cepat melakukan serangan balik.


"Rantai pengikat jiwa"


Dari dalam tubuhnya keluar rantai hitam yang bergerak cepat ke arah Aran.


Rantai itu sangat cepat dan sudah memasuki tubuh Aran.


"Hahaha, jiwamu sudah aku ikat. Sekarang nyawamu ada dalam genggamanku"


Pria dari Gerbang Iblis tertawa dengan sangat keras, ia begitu senang bisa mendapatkan jiwa yang kuat seperti Aran. Dengan begini ia bisa dipromosikan ke kantor pusat.


Aran mencoba menggerakkan tubuhnya, namun ia tetap tidak bisa bergerak.


Melihat Asura yang terikat dan tidak bisa bergerak, membuat pasukan aliansi terdiam. Jika sampai Asura tertangkap atau mati, maka bisa dipastikan mereka akan kalah dalam perang ini.


Berbeda dengan pasukan Parsy, mereka menjadi bersemangat kembali karena melihat pembantai itu sekarang tidak bisa bergerak. Bahkan moral prajurit Parsy kembali naik.


Melihat moment ini, para komandan pasukan Parsy langsung memobilisasi pasukannya untuk menyerang kembali.


"Serangggg!"


"Habisi mereka semua"


Para Komandan Kerajaan Parsy kembali memberikan semangat dan dorongan para pasukannya.


Seluruh pasukan Parsy kembali menyerang penuh semangat.


Bang!


Bang!


Kedua pasukan kembali bentrok.


Berliana yang sedang berperang sesekali menatap Asura dengan perasaan takut.


"Asura"


Berliana sangat mengkhawatirkan keadaan Asura.


>>>


*Aran ini adalah rantai pengikat jiwa\, jika tidak ada diriku kamu pasti tidak akan bisa bergerak*


*Rantai pengikat jiwa?*


Mendengar perkataan Raja Naga, Aran sedikit bingung dengan kemampuan rantai ini. Apakah didunia ini ada senjata yang mampu mengikat jiwa seseorang.


*Rantai ini hanya dimiliki oleh para pemimpin wilayah Sekte Gerbang Iblis. Asal kamu tau\, Sekte ini sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu. Mereka selalu menggunakan jiwa-jiwa yang kuat untuk dijadikan pasukan boneka mereka. Tentunya setelah jiwa tersebut dimurnikan*


Raja Naga sedikit menjelaskan bahaya dari Rantai Pengikat Jiwa.


*Dimurnikan?*


Aran benar-benar tidak tau apa-apa mengenai hal ini, jadi ia tidak ragu untuk bertanya.


*Ya dimurnikan. Selama proses pemurnian itu\, kamu akan merasakan siksaan yang sangat pedih. Kamu akan merasakan seperti kamu dikuliti hidup-hidup dan ditusuk ribuan pedang*


Mendengar penjelasan tersebut, membuat Aran merinding. Ia tidak berani membayangkan jika jiwanya harus dimurnikan seperti itu.


*Lepaskan mode siluman\, hanya dengan kemampuan itu kamu dapat melepaskan belenggu rantai ini*


Melihat Aran yang terus diam, akhirnya pria Gerbang Iblis itu bertanya. Ia merasa bahwa manusia dihadapannya ini sudah menyerah.


"Menyerahlah dan patuh kepada kami, maka kami akan mengampunimu"


"Menyerah?"


"Fufufu. Apa kau tidak tau siapa aku"


Aran berkata sambil tertawa keras, membuat pria Gerbang Iblis itu bingung.


"Kenapa kau malah tertawa? memangnya siapa kamu"


Aran lalu menatap pria tersebut dengan tajam.


'Mode Siluman, buka!'


Wuzzhh


Rambut Aran yang tertutup tudung jubah langsung terbuka, memperlihatkan rambutnya yang berwarna putih panjang. Aura hitam bercampur merah memancar dari tubuhnya, belum lagi matanya yang berubah sepenuhnya menjadi merah.


"Y.. Yang Mulia Iblis Mata Merah"


Pria dari Sekte Gerbang Iblis langsung ketakutan setengah mati. Tubuhnya bergetar hebat menatap makhluk dihadapannya. Saking takutnya ia langsung memberi hormat kepada Aran.


Ia sangat mengenali penampilan serta aura makhluk yang ada dihadapannya ini. Karena penampilannya sangat mirip dengan pemimpin sekte mereka.


"Amm.. ampuni saya yang buta, karena tidak mengenali Tuan"