Pendekar Nusantara

Pendekar Nusantara
Kumbang & Serigala Perak



Kelompok Aran akhirnya memutuskan untuk pergi ketempat Clan Kucing. Sebelumnya, Aqilla memohon kepada mereka, agar mau mengunjungi tempatnya. Hal ini langsung disetujui oleh Xiao Ling dan Aran.


Karena tempat mereka cukup jauh, Aran mengajak mereka semua untuk menaiki Kumbang dan Putih.


Aran bersama Xiao Ling menaiki Kumbang, sementara Clan Kucing menaiki Putih


"Aran, Clan Kucing ini sebenarnya adalah Clan yang sangat tertutup. Tidak banyak orang luar yang mengetahui posisi Clan mereka" Aran mendengarkan perkataan Xiao Ling dengan seksama.


"Jadi, kita ini cukup beruntung bisa mengunjungi Clan mereka" Aran hanya menganggukkan kepalanya saja mendengar penjelasan Xiao Ling.


...


Mereka terus berjalan mengikuti petunjuk arah dari Aqila.


Tidak lama mereka memasuki wilayah clan kucing yang banyak dikelilingi pegunungan tinggi, namun mereka kaget karena melihat asap dikejauhan.


"Kenapa ada asap" ujar Aran.


"Kakak, sepertinya ada masalah dirumah kita" Aqila juga merasakan hal yang sama seperti adiknya.


"Senior, apa kita bisa lebih cepat lagi" Mendengar permintaan Aqila, Aran tentu saja menyetujuinya.


"Putih, Kumbang. Kecepatan maksimal. Cepat!" Teriakan Aran membuat Putih dan Kumbang berlari dengan kecepatan tinggi.


Mereka menembus pepohonan dan melompatinya dengan sangat cepat. Ketika jarak mereka sudah dekat terdengar gemuruh pertempuran, berbagai sinar memenuhi langit Clan Kucing.


Kini kelompok Aran tengah berhenti diatas sebuah bukit tinggi, dimana dibukit ini terlihat jelas keadaan Clan Kucing.


"Itu Serigala Perak, rumah kami diserang" Aqila begitu histeris melihat keadaan Clannya yang sudah hancur. Terliaht rumah rumah mereka hancur dan terbakar.


"Senior, tolong selamatkan kami semua" Aqila dan kedua adiknya langsung berlutut dan memohon kepada Aran untuk segera menyelamatkan Clan mereka.


"Berdiri kalian semua, kita semua disini adalah saudara. Tanpa kalian pinta juga aku akan membantu kalian"


Aran lalu membantu ketiga Clan Kucing itu berdiri dan mengusap kepala mereka yang berbulu lembut.


"Putih, Xiao Ling, jaga mereka semua. Aku dan Kumbang akan menuju kesana"


"Aran hati-hati. Clan Serigala Perak adalah sekumpulan pembunuh berdarah dingin. Mereka sangat kuat dan kejam" Xiao Ling mengkhawatirkan keselamatan Aran.


"Terima kasih Xiao Ling, kamu tenang saja" Aran lalu menaiki punggung Kumbang. Ia sengaja meminta Putih untuk menjaga semua temannya, karena kemampuan Putih yang berada diatas Kumbang.


Tanpa menunggu lama, Aran dan Kumbang langsung bergerak menuju ke tengah-tengah pertempuran.


Aran bergerak dengan sangat cepat bersama Kumbang.


Ketika jarak mereka 100 Meter, Aran berhenti dan meminta Kumbang untuk mengaum.


Roaaarrrr


Auman Kumbang menimbulkan riak energi yang membuat Clan Serigala dan Kucing terdorong mundur.


Merasakan aura kuat menghampiri, mereka semua langsung menghentikan pertarungan.


Aran lalu turun dari punggung Kumbang, dia menatap sinis ke arah Jin Serigala berwarna perak tersebut "Kumbang, habisi dia. Aku muak liat mukanya"


"Baik Tuan" Kumbang langsung melesat ke arah Jin Serigala Perak.


Zraasshh


Kepala Jin Serigala menggelinding di tanah. Lalu dengan kejam, Kumbang menginjak hancur kepala tersebut.


Tubuhnya yang besar dan hitam membuat Kumbang terlihat sangat menakutkan.


Pembunuhan instan tersebut membuat pasukan Jin Serigala menelan ludahnya. Pemimpin mereka mati begitu cepat.


"Kalian hanya segerombolan anjingg hutan, berani bertingkah dihadapanku" Perkataan Kumbang yang menggunakan tenaga dalamnya membuat mereka semua gemetar.


Macan memiliki status tinggi dalam dunia jin. Macan Kumbang dikenal sangat kejam dan merupakan kelompok pembunuh. Gerakan mereka sangat senyap dan selalu dalam bayang bayang.


Sementara bagi Clan Kucing, Kumbang adalah penyelamat mereka. Sebelum Kumbang datang mereka sudah benar-benar putus asa menghadapi serangan Jin Serigala.


Aran lalu berjalan menghampiri Kumbang, dengan seluruh tubuhnya yang tertutup membuat penampilan Aran begitu misterius.


"Kumbang, habisi semua serigala perak ini. Jangan sisakan satupun yang hidup"


"Baik Tuan" Pembicaraan Aran dan Kumbang membuat mereka semua membeku.


Sosok misterius ini adalah Tuan dari Macan Kumbang. Siapa sebenarnya dia, dan lagi ia ingin membunuh semua Serigala Perak.


Kumbang langsung mengeluarkan aura pembunuh yang langsung menutupi wilayah tersebut.


"Tuan tolong, sepertinya ada salah faham disini. Kami tidak pernah menyinggungmu. Urusan kami hanyalah kepada Clan Kucing" Salah satu pemimpin Clan Serigala berkata sambil memberikan hormatnya kepada Aran dan Kumbang.


"Huh, Justru karena kalian berani mengusik Clan ini yang membuatku ingin menghabisi kalian semua" Berkata Aran sambil menyilangkan kedua tangannya dan berdiri disebelah Kumbang sambil sedikit bersandar di tubuhnya.


"Maaf Tuan, kami tidak pernah mendengar ada ahli kuat berteman dengan Clan Kucing ini" Jawab Serigala tersebut.


"Apa urusanmu! Terserah aku untuk berteman dengan siapapun" Aran berkata dengan sangat sinis.


Mendengar perkataan Aran membuat para serigala memucat.


"Kumbang, habisi mereka semua. Wajah mereka membuat saya ingin muntah"


"Baik Tuan"


"Tuan tunggu.." Belum sampai ia menyelesaikan ucapannya, jantungnya sudah tertembus cakar Kumbang.


Wajahnya masih menunjukkan ketidakpercayaan, kenapa ia harus mati disini.


Melihat salah satu pemimpin hebat mereka mati dalam sekejap, membuat moral para serigala turun. Mereka lalu memutuskan untuk berlari dari tempat tersebut, berharap bisa tetap hidup.


Kumbang yang melihat para serigala mundur, terus melakukan pembunuhan tanpa belas kasihan. Semua yang mati tidak ada yang utuh, dia bagitu kejam membunuh mereka semua. Sementara di sisi Clan Kucing, mereka hanya bengong menatap ini semua.