
Karena hari belum terlalu malam, Aran memutuskan untuk berjalan-jalan keluar.
Dia sebelumnya sudah mempelajari kebiasaan rakyat disini dan juga sudah mendapat buku terkait jumlah pejabat serta gaji yang mereka terima. Sebagai Mahapatih ia memiliki akses untuk mendapatkan informasi itu semua.
Asura lalu memutuskan untuk berjalan-jalan keluar rumah dengan mengganti bajunya. Baju yang digunakan adalah pakaian layaknya seorang terpelajar. Namun ia tetap menggunakan topeng gioknya yang kali ini warnanya bukan putih melainkan biru langit.
Karena ini ibukota kerajaan, maka suasana diluar sangatlah ramai dengan berbagai macam acara, jual beli, toko-toko yang menjual banyak barang dagangan dan lain sebagainya.
Aran terus menikmati pemandangan malam disini hingga akhirnya matanya tertuju pada sebuah restoran yang cukup besar.
"Pasifik Inn"
"Namanya seperti bukan berasal dari negeri ini"
Karena penasaran ia lalu bertanya dengan orang didekatnya.
"Saudara maaf mengganggu"
"Iya ada apa?"
Seorang pemuda yang di tanya oleh Aran sedikit melirik pakaian yang dikenakan oleh Aran. Dalam hatinya ia menduga bahwa pemuda dihadapannya ini pasti keluarga bangsawan. Jadi ia tidak boleh bersikap kurang sopan.
"Maaf saudara, saya baru datang ke kota ini. Kalau boleh tau kenapa penginapan ini memiliki nama yang agak berbeda yah"
"Ohh, itu karena restoran ini memang bukan berasal dari sini. Dari yang saya tau, restoran ini berasal dari dunia luar yang sangat jauh dan yang berada disini hanyalah cabangnya saja"
Aran mendengarkan dengan seksama penjelasan dari pemuda tersebut.
"Terima kasih banyak ya, ini untuk saudara karena sudah berbaik hati menjelaskannya padaku"
Aran lalu memberikan beberapa keping perak kepadanya.
Pemuda tersebut tanpa malu-malu menerimanya. Lalu ia melihat kepingan ditangannya, ia terkejut dengan jumlah kepingan perak tersebut. Itu adalah jumlah yang sama dengan yang ia dapatkan dalam bekerja selama sebulan penuh.
"Terima kasih banyak Tuan muda"
Ia mengucapkannya dengan begitu hormat. Ia benar-benar bersyukur atas pemberian uang ini, dengan ini ia bisa mengajak keluarganya liburan.
Aran hanya tersenyum dari balik topengnya. Ia lalu berjalan menuju restoran tersebut.
"Selamat datang Tuan muda"
Penerima tamu dipintu depan adalah seorang gadis muda yang sangat cantik dengan pakaian yang terlihat sangat bagus. Hal ini juga menunjukkan status restoran yang hanya untuk kalangan atas.
Aran lalu diarahkan oleh gadis tersebut kedalam restoran.
Didalam restoran sudah banyak pengunjung yang datang. Dari pakaian yang mereka gunakan, terlihat jelas bahwa mereka berasal dari kalangan atas.
"Tuan bisa duduk disini" Wanita muda itu mengarahkan Aran untuk duduk didekat jendela yang hanya tersedia untuk dua kursi saja.
Aran menganggukkan kepalanya lalu duduk di kursi tersebut. Wanita muda itu lalu ijin untuk kembali ketempatnya. Karena nantinya akan ada pelayan lain yang akan melayani Aran.
Aran duduk diam menikmati keramaian didalam restoran. Mereka semua membicarakan berbagai macam hal. Tapi dari semua hal, mereka banyak membicarakan terkait perang dengan Kerajaan Parsy.
Tidak lama datang pelayan wanita menghampiri Aran, Kali ini pelayan yang datang juga memiliki wajah yang cantik. Tidak heran tempat ini menjadi begitu ramai.
"Hebat sekali pemilik restoran ini, ia benar-benar mengetahui cara berbisnis"
Aran hanya bisa bergumam pelan.
"Tuan muda, silahkan dilihat menu yang ada di restoran kami"
Gadis muda itu sudah berada di hadapan Aran dan menyerahkan menu restoran kepada Aran.
Aran lalu melihat-lihat menu yang ada.
'Harganya fantastis'
Berkata Aran didalam hatinya.
Aran tidak ingin melihat lebih lama lagi. Ia lalu menutup menunya dan berkata pada pelayan yang terus berdiri dihadapannya ini.
"Berikan saja saya satu porsi makanan dan minuman terbaik di restoran ini"
Gadis muda itu langsung mencatat pesanan Aran dan lalu ijin pamit sambil tersenyum.
Senyumannya benar-benar bisa membuat para pria saling bunuh.
Aran hanya bisa menggelengkan kepalanya.
Setelah pelayan itu pergi, Aran kembali menikmati pemandangan di sekitar restoran.
Hingga akhirnya makanan itupun datang. Aran segera menyantapnya dengan sangat nikmat.
Sudah lama sekali ia tidak memakan makanan nikmat seperti ini selain masakannya.
"Tidak buruk" Gumamnya sambil terus menyantap hidangan di hadapannya ini.
Tidak lama terdengar suara seorang pria didalam restoran.
Ternyata hari ini adalah hari dimana penyanyi mereka yang terkenal bernyanyi.
"Tuan-Tuan dan Nyonya-Nyonya sekarang waktunya dewi kita menyanyi. Namun seperti biasa kita akan melakukan lelang untuk lagu dan tempat vip dimana ia bisa duduk di sebelah dewi kita yang bernyanyi dan main musik"
Seketika tempat itu langsung ramai.
"Ayo cepat segera mulai"
"Iya ayo jangan lama-lama"
"Kebanyakan omong ini orang, cepetan kita sudah tidak sabar"
Para pengunjung terus saja berkata dengan keras. Mereka sudah tidak sabar mendengar permainan musik dewi mereka ini.
Mereka semua sengaja datang ketempat ini, dimana dalam sebulan sekali akan ada penyanyi legendaris dari negeri yang sangat jauh untuk menghibur mereka. Dengan suaranya yang begitu menyentuh ditambah permainan musiknya membuat orang yang mendengarnya menjadi hanyut dalam alunan nada.
Aran tidak menyangka bahwa kedatangannya bertepatan dengan acara ini.
Tidak lama dari panggung yang berada di sudut ruangan restoran terlihat seorang gadis muda tertutup oleh tirai.
Karena wanita itu ada dibalik tirai jadi mereka hanya bisa melihat bayangannya saja.
"Ayo kita mulai, siapa Tuan yang beruntung hari ini"
Mereka semua akan memperebutkan kursi vip yang bisa duduk disebelah dewi tersebut. Tidak hanya duduk, mereka juga dapat melihat langsung wajahnya.
Mereka pernah mendengar bahwa dewi tersebut sangatlah cantik. Sehingga setiap pria yang beruntung bisa melihat wajahnya, akan sangat bahagia seumur hidup mereka. Bahkan mereka rela mati hari itu juga setelah melihat kecantikan yang tiada tara layaknya bidadari.
"Tawaran dimulai dengan 50 keping emas"
"50 Keping emas. Bajingann sialann, siapa yang mau mengeluarkan uang sebanyak itu hanya untuk sebuah kursi"
Setelah Aran bergumam, terdengar suara yang membuat ia ingin memuntahkan makanannya.
"60 keping emas"
Aran melihat suara itu berasal dari pemuda yang terlihat sangat bersih dan terawat. Dari tampilannya ia pasti anak orang kaya.
"70 Keping"
"Sialan kau berani menawar dewi ku hanya segitu, 100 keping"
Teriak seorang pria gendut dengan wajah yang sangat mesum.
Aran yang melihatnya ingin segera menghajarnya. "Uang 100 emas hanya untuk kursi, apa mereka ini gila"
Negeri ini habis berperang, tapi kenyataannya malah mereka menghambur-hamburkan uang. Aran jadi curiga dengan para pemuda ini. Dari mana mereka mendapatkan uang.
Di negeri ini, emas sangatlah berharga. Gaji prajurit saja sebulan hanya beberapa perak.
Semakin lama tawaran semakin menggila, hal ini membuat Aran penasaran juga.
"Memang apa hebatnya dewi ini"
Aran akhirnya memutuskan untuk ikut dengan kegilaan ini juga.
Kali ini tawaran sudah mencapai 300 keping emas. Ini adalah nilai yang sangat fantastis.
"400 Keping emas"
Aran berkata dengan megangkat tangannya.
"Hai anak muda, darimana kau berasal berani menantang Tuan Muda kami, apa kau tidak tau siapa dia"
Salah seorang pengawal pemuda gendut itu berkata dengan kesombongan.
Sementara Tuan mudanya hanya melirik Aran dengan angkuh.
"Aku tidak tau dan tidak mau tau"
Jawab Aran tanpa merasa takut.
"Apakah ada yang berani untuk menaikkan harganya atau tidak"
Pembawa acara berkata dengan keras. Sementara gadis yang berada dibalik tirai sedikit mencoba melirik ke arah Aran. Ia penasaran siapa yang menawar 400 keping tersebut.
Tuan Muda itu begitu marah menatap Aran, ia tidak menduga ada yang berani menawar lebih mahal dari dirinya.
"500 keping emas"
Ia berkata dengan sombongnya sambil melirik ke arah Aran, ia yakin Aran tidak akan mampu menaikkan harganya lagi.
"Gila 500 keping emas. Aku akan mundur dari acara ini"
Beberapa orang sudah tidak sanggup lagi untuk mengikuti acara tersebut.
"Sebaiknya kau mengalah karena Tuan muda kami ini adalah anak kesayangan pejabat terkenal negeri ini"
Semua tamu yang suka datang ketempat ini sangatlah tau perangai pemuda satu ini. Tuan Muda yang sangat arogan karena ayahnya seorang pejabat berpengaruh negeri ini.
'Oooh, anak pejabat. Menarik sekali' Kata Aran didalam hatinya. Ia sangat mengetahui gaji seorang pejabat di negeri ini berapa.
"Apakah hanya segitu kemampuanmu, baiklah. Aku akan menaikkannya"
Aran pura-pura berfikir lama dihadapan mereka semua.
"Cepatlah tidak perlu lama-lama. Jika kau tidak punya uang lebih baik pulang sana"
Bawahan Tuan Muda tersebut terus menghina Aran. Namun Aran tetap tenang tidak menanggapi.
"600 keping emas"
Brakkk
Terdengar suara meja di gebrak.
Tuan muda itu tidak menyangka Aran berani melawannya.
Seumur hidupnya baru kali ini ia merasa direndahkan.
"Bajingann kau"
>>>
Chapter ini sedikit panjang sebagai ucapan terima kasih saya kepada mereka yang sudah setia membaca cerita sederhana saya ini.
Terutama mereka yang memberikan vote.
@Blue Jade
@Black Diamond
@Kris One Toro
@Adhitya Warman
@monkey d luffy
@Ertyanid
@Es tehmanis
@Bram Edward
@ccd 212
Dan para pembaca lainnya yang tidak bisa saya sebutkan satu-satu.
Mohon maaf.
Terima kasih.
Salam hangat penulis
Yukishina