Pendekar Nusantara

Pendekar Nusantara
Keluarga Situ



Aran terus berlatih dengan sangat tekun di alam giok langit. Tidak lupa ia juga membuat wayn dengan sangat banyak.


Setelah selesai membuat wayn, ia lalu berjalan ke tempat tanaman afrodisiak yang telah berbuah sangat banyak.


Aran lalu mengambil buah-buah itu dan membuatnya menjadi bom birahi. Ketika membuat bom tersebut, ia jadi teringat saat dimana ia menggunakannya di dunia jin. Aran jadi senyum-senyum sendiri mengingat kenangan itu.


Waktu dengan cepat berlalu, Aran memutuskan untuk kembali kedunia nyata.


“Apa yang sedang mereka lakukan sekarang ini”


Aran lalu mulai merasakan keberadaan Putih. Setelah ia mengetahuinya, Aran lalu menggunakan sayapnya untuk terbang ketempat Putih.


Setelah sampai, ia melihat Putih sedang diserang oleh Varya dan Namora.


Meski mereka berdua bersama-sama menyerang Putih, namun mereka tetap saja tidak bisa melukai Putih.


“Heaaaaa. Sialaannn”


Namora begitu kesal kepada Putih, karena semua serangannya tidak ada yang bisa mengenai Putih.


“Gerbang Surga Level 3”


Aura hijau namora keluar dari tubuhnya dengan sangat kuat. Ia langsung bergerak cepat menyerang Putih.


Bang!


Bang!


Serangan Namora masih tidak dapat melukai Putih. Sementara Varya yang melihat serangan Namora juga akhirnya menggunakan ilmu terkuatnya.


“Tarian Dewi Api Penghancur Surga”


Tubuhnya langsung dikelilingi oleh api yang sangat besar.


“Heaaaa”


Wusshhh


Varya bergerak dengan sangat cepat menuju Putih.


Bang!


Bang!


Putih kini diserang dari dua arah. Kombinasi serangan Varya dan Namora berhasil membuat Putih takjub, akhirnya ia bisa melihat bahwa mereka dapat bertarung dengan kemampuan terpendam mereka.


“Hahahha, bagus. Lanjutkan, jangan kecewakan aku dengan ilmu kalian semua yang sangat membosankan”


Putih benar-benar berhasil membuat Varya dan Namora mengeluarkan kemampuan terbaik mereka.


>>>


Setelah puas melihat Varya dan Namora, Aran memutuskan untuk bergerak ke tempat Kumbang dan Taeyang.


Dengan mengepakkan sayapnya, ia dapat sampai ketempat Taeyang dalam hitungan menit.


Dari Langit, Aran melihat Taeyang tengah bertarung dengan Kumbang yang telah berwujud seperti manusia.


Seni pedang Taeyang memang sangatlah unik, pedangnya begitu fleksibel mengikuti gerakan tubuhnya yang bergerak cepat.


Meski ilmu pedang Taeyang sangatlah hebat, tapi dihadapan Kumbang itu hanyalah mainan. Kumbang yang sudah hidup ribuan tahun tentu saja dapat dengan mudah menghadapi Taeyang, karena ia sudah sangat berpengalaman menghadapi musuh yang bersenjatakan pedang.


“Apa hanya ini kemampuan yang kau damba-dambakan, sungguh memalukan. Jika aku memiliki bawahan sepertimu, mungkin aku akan bunuh diri karena malu”


Kumbang terus saja meledek Taeyang yang membuat Taeyang menjadi panas.


“Mulutmu begitu tajam, apakah kamu yang mengajarkan Hyung berkata kasar”


Mendengar perkataan Taeyang, Kumbang hanya diam dan tidak ingin membalas. Sejujurnya, Kumbang belajar berkata kasar itu dari Aran.


Aran yang berada diatas langit hanya bisa tersenyum sendiri. Ia tidak menyangka bahwa Taeyang akan memiliki pemikiran seperti itu.


“Tidak perlu banyak tanya, cepat gunakan kemampuan terbaikmu. Kalau hanya ini kemampuanmu lebih baik kamu memakai rok. Karena kemampuanmu ini seperti perempuan”


“Sialaaaaannnn”


Dihina seperti perempuan membuat Taeyang murka.


“Baiklah jika itu maumu, aku akan menggunakan level terakhir yang aku bisa dari Pedang Bayangan”


“Seni Pedang Bayangan Level 6”


“Heaaaa”


Aura Taeyang meledak dari tubuhnya, pedangnya berubah berwarna hitam dan mengeluarkan aura berwarna hitam juga.


“Hohoho, ini baru menarik”


Kata Kumbang.


“Ayo sini maju, jangan sungkan-sungkan”


Kumbang kembali memanas-manasi Taeyang.


“Sialan, terima ini”


Taeyang langsung melakukan tebasan silang kearah Kumbang.


Sinar tebasan silang itu langsung bergerak cepat menghampiri Kumbang.


“Menarik”


Kumbang maju menghadapi tebasan Taeyang dengan aura tangannya.


Wush


Bang!


Kedua serangan saling beradu diudara.


Bang!


Bang!


Dampak dari benturan kedua serangan itu menyebabkan asap dan debu beterbangan.


Bayangan Taeyang langsung berada dibelakang Kumbang.


“Terima ini”


Slasssh


Taeyang langsung menebas Kumbang dari belakang. Ia begitu senang karena serangannya masuk.


Wussh


Ternyata pedangnya menembus tubuh Kumbang.


“Tidak mungkin”


Kata Taeyang.


“Hahaha, kau terlalu naif anak muda”


Bukk!


Kumbang menendang Taeyang dari samping yang menyebabkan Taeyang terlempar jauh dan menghantam pohon besar.


Bruaaghh.


Arrghhh


>>>


Aran yang melihat pertarungan sengit Taeyang memutuskan untuk pergi meninggalkan mereka semua.


Ia lalu terbang menuju kota. Setelah dekat, ia lalu turun dan berjalan kaki ke arah kota.


Didalam kota Aran lalu segera pergi mencari toko pakaian. Karena dari yang diilihatnya tadi, pasti semua temannya itu membutuhkan pakaian ganti. Aran juga melirik bajunya yang sudah sedikit kumal.


'Sepertinya aku juga harus mencari beberapa baju untukku'


Batin Aran.


Aran lalu berjalan-jalan mencari toko yang menjual pakaian, hingga akhirnya matanya tertuju pada salah satu toko pakaian yang terlihat sangat besar. Tanpa ragu, Aran langsung berjalan menuju toko tersebut.


"Silahkan Tuan, ada yang bisa saya bantu"


Sapa penjaga toko yang juga pelayan toko tersebut. Pelayan toko ini adalah seorang wanita yang sangat cantik.  Sebenarnya toko yang Aran datangi ini adalah toko pakaian terbaik dikota ini, sehingga para pelayannya juga diseleksi dengan sangat ketat dan salah satu syaratnya adalah ia harus cantik dan tubuh yang proporsional.


"Bisa kalian bawakan pakaian wanita dan pria terbaik di toko ini tapi saya ingin pakaian itu tidak terlihat mewah"


Pelayan itu sedikit diam berfikir dan lalu menjawab Aran.


"Ada Tuan, mohon Tuan menunggu disini"


Aran lalu berjalan menuju kursi tersebut, sementara wanita itu masuk kedalam.


Toko ini lumayan ramai, banyak pria dan wanita yang mengunjungi toko ini yang menyebabkan setiap pelayan menjadi sibuk dengan pelanggan mereka masing-masing.


Ketika Aran sedang duduk menunggu datanglah sepasang pria dan wanita ke toko tersebut. Mereka seperti mencari seseorang karena mereka terus menoleh ke kanan dan ke kiri. Lalu mata pria itu tertuju pada Aran yang sedang duduk bersantai.


"Hei kamu, cepat pilihkan baju untuk kekasihku ini"


Teriaknya sambil menendang kaki Aran. Diperlakukan seperti itu, Aran hanya melirik pria tersebut sebentar.


"Kenapa hah! apa kamu tau siapa aku. Jika aku mau, kamu bisa langsung dipecat dari sini"


Pria itu berkata dengan sangat arogan.


"Saya bukan pelayan toko ini, jika kamu mencari pelayan toko ini mungkin kamu bisa menunggu sebentar"


Jawab Aran dengan sabar.


"Huh, tidak usah banyak omong. Jika aku ingin kamu jadi pelayan, maka kamu harus jadi pelayan. Mengerti kamu!"


Pria itu berkata sambil bertolak pinggang. Sementara wanita disisinya terus merangkul pria tersebut dan memasang wajah jijik jika melihat Aran.


"Jika aku tidak mau, apa yang akan kamu lakukan"


Aran lalu berdiri dan berkata saling berhadapan dengan pria tersebut.


"Berani sekali kau padaku, sepertinya kamu orang baru disini. Namaku adalah Situ Jingmi"


Kata pria itu bangga.


Beberapa orang yang mendengar keributan Aran dan Situ Jingmi langsung saling berbisik.


"Kasian sekali lelaki itu, langsung berurusan dengan Situ Jingmi"


"Situ Jingmi, dia selalu berbuat semena-mena. Hanya karena Kakeknya pejabat negeri ini"


Aran dapat menebak dari pembicaraan orang disekitarnya bahwa pria dihadapannya ini adalah orang yang suka menindas.


"Aku tidak peduli siapa kamu, aku disini sedang menunggu baju pesananku. Jadi cepat enyah dari hadapanku"


Kata Aran kepada pria tersebut.


"Bajingann kau"


Situ Jingmi langsung memukul Aran dengan keras. Pukulan seperti itu dapat dengan mudah dihindari oleh Aran.


"Karena kau berani memukulku, maka kamu harus terima konsekuensinya"


Aran lalu memukul perut Situ Jingmi dengan cepat.


Bang!


Situ Jingmi langsung terlempar keluar dari toko.


Bruk!


Ia jatuh tertelungkup dijalanan.


Aran tetap berdiri menatap pria itu dari dalam toko.


"Sayanggg"


Wanita yang bersamanya langsung berlari menghampri Situ Jingmi.


"Kauu.. Tunggu pembalasanku"


Sambil memegang perutnya ia berdiri dengan dibantu oleh kekasihnya dan segera pergi dari tempat tersebut. Orang-orang yang berada disitu langsung menyingkir dari jalan.


"Pria tersebut sudah gila, berani melawan keluarga Situ"


Mereka semua saling berbicara dan merasa iba kepada Aran.


Tidak lama, perempuan pelayan yang sebeneranya sudah melihat Aran ribut dengan Situ Jingmi awalnya lebih memilih diam didalam. Karena ia takut dengan Situ Jingmi jadi ia hanya berani melihatnya dari jauh. Tapi melihat Situ Jingmi pergi, ia langsung berlari menghampiri Aran.


"Tuan, ini pakaian pesanan Tuan"


Wanita itu langsung memberikan beberapa pakaian kepada Aran. Sebenarnya Aran juga sudah tau bahwa wanita ini menontonnya dari tadi. Tapi ia juga maklum, mungkin wanita ini takut kepada Situ Jingmi jadi ia lebih memilih bersembunyi.


"Baik, berapa harga pakaian ini semua"


Tanya Aran ramah.


"Totalnya 90 keping emas Tuan"


Jawabnya sedikit takut, karena ia melihat pemuda dihadapannya ini tanpa ragu berani menghajar Situ Jingmi tanpa rasa takut.


"Ini 100 keping ambillah semuanya"


Kata Aran.


"Terima kasih banyak Tuan"


Wanita itu berkata sambil memberikan hormatnya atas kebaikan Aran. Tips 10 keping emas adalah jumlah yang sangat besar untuk dirinya.


"Hmm, tidak apa-apa"


Jawab Aran tersenyum.


"Biar saya bungkus dulu pakaian ini Tuan"


Jawab gadis itu ramah.


"Mmm.. baiklah"


Sebenarnya Aran bisa saja langsung memasukkan pakaian itu ke alam giok, tapi ia takut hal itu malah menimbulkan masalah lain. Jadi lebih baik ia mengikuti saran gadis itu.


Setelah itu, gadis itu membawa pakaian yang dipegang Aran.


Tidak lama ia kembali lagi dan menyerahkan bungkusan yang bentuknya sangat bagus. Bungkusan itu dibentuk menjadi seperti tas sehingga memudahkan Aran untuk membawanya.


"Ini Tuan"


Katanya kepada Aran.


"Hmm, terima kasih"


Aran lalu menerima bungkusan tersebut dan segera melangkah pergi dari toko tersebut.


"Tuan tunggu"


Kata gadis itu kepada Aran.


"Ada apa"


Jawab Aran sambil menghadap ke arah gadis pelayan tersebut.


"Tuan, tolong berhati-hati kepada Situ Jingmi. Ia adalah pria yang sangat pendendam, sudah banyak pria dan wanita yang menjadi korbannya"


Gadis pelayan itu berkata dengan sangat pelan, takut orang lain mendengarnya.


"Tidak apa-apa, kamu tidak perlu khawatir"


Jawab Aran tenang.


Setelah itu Aran lalu melangkah keluar dari toko.


"Kakak, itu dia. Pria yang tadi menghajarku"


Terdengar suara pria dari jarak yang tidak jauh dari Aran.


Aran lalu menoleh ke sumber suara tersebut. Ternyata itu adalah Situ Jingmi dan komplotannya.


~Note~


Jika kalian semua menyukai novel ini, mohon bantu penulis dengan cara dibawah ini ya.


* Jangan lupa like dan koment.


* Vote jika memungkinkan.


* Follow Author.


* Terakhir, mohon bantu share.


Jika ada yang ingin bertanya bisa lewat instagram saya ya.


Terima kasih.


Salam hangat dari penulis.


Instagram :


@yukishinamt