
Melihat Aran menghalangi jalannya membuat Hongli menjadi begitu murka. Ia harus segera membantu saudaranya, karena ia merasa kemampuan Kumbang saat ini benar-benar berbeda jauh dengan kemampuan saudaranya.
"Minggir kau sialann"
Hongli mengeluarkan ilmunya berupa semburan api yang sangat besar. Hongli merupakan petarung tipe api, di benua tengah mereka menggunakan elemen yang ada dialam ini untuk menentukan tingkat kemampuan seseorang.
Aran langsung merasakan panas yang sangat dahsyat dari api ini. Hongli yang sudah meningkatkan levelnya menjadi 10x lipat bukanlah lawan yang mudah.
Aran terus diserang oleh Hongli berkali-kali, hingga armor naga Aran mengeluarkan asap.
"Apa kau itu manusia normal, bisa-bisanya kau mengeluarkan api dari mulutmu"
Aran berkata ditengah-tengah serangan gencar yang dilakukan oleh Hongli. Walau ia bisa terus menghindarinya namun tetap saja kini Aran yang terdesak. Armornya sudah mulai banyak yang retak dan hancur.
"Berisik kau, lebih baik kau cepat mati agar aku bisa membantu saudaraku"
Hongli merasa bahwa ia sebentar lagi dapat membunuh Aran.
"Adik, kau bantu saudara kita untuk membunuh iblis kucing gila itu. Biar aku yang membunuh bajingann ini"
Hongli berteriak kepada pasangan bertarungnya untuk segera membantu saudara mereka yang tengah bertarung melawan Kumbang. Begitu percaya dirinya ia bahwa ia sendiri dapat membunuh Aran dengan mudah.
"Baik Kakak, segera habisi manusia sialann itu"
Saudara perempuannya langsung bergerak menghampiri tempat Kumbang.
Aran hanya melirik saja kepergian musuhnya itu.
"Huhuhu, dasar bodoh"
Aran hanya tertawa melihat pergerakan musuhnya ini.
"Kenapa kau tertawa hah!, sebentar lagi kau pasti akan mati"
Hongli kembali menggunakan ilmu-ilmu terbaiknya untuk habis-habisan menyerang Aran. Kini Aran benar-benar sudah mulai terdesak. Berkali-kali tubuhnya terluka akibat serangan brutal yang dilakukan oleh Hongli. Bahkan Aran sampai memuntahkan darahnya.
"Hahahaha, mampuss kau Mahapatih bodoh"
Hongli tertawa puas melihat Mahapatih sudah babak belur.
Para penonton yang melihat pertarungan antara Mahapatih dan Hongli juga menghela nafasnya. Mereka dapat melihat jelas bahwa Mahapatih berada diposisi sulit dan tertekan. Hanya tinggal menunggu waktu untuk melihat Mahapatih terbunuh oleh Hongli.
"Peningkatan aura Hongli yang signifikan karena memakan pil benar-benar berhasil membuat Mahapatih terpojok"
Patih Lawana berkata ditempat ia berdiri bersama para anggota Kerajaan Samudera yang lain.
Mereka semua mengiyakan apa yang dikatakan Patih Lawana. Kini Mahapatih benar-benar sudah terluka parah. Kelompok Kerajaan Samudera hanya berharap dengan adanya keajaiban. Karena jika Mahapatih kalah disini, maka bisa dipastikan banyak musuh Kerajaan yang akan menyerang mereka.
Para pengamat yang lain juga merasakan hal yang sama. Hanya tinggal menunggu waktu untuk melihat Mahapatih terbunuh.
"Aku fikir ia pemuda yang hebat, sayang sekali ia harus mati disini. Bagaimana menurutmu?"
Gadis dari Pasifik Inn berkata dari atas Burung besar dilangit.
Ia meminta pendapat dari pengawalnya.
Ternyata jawaban pengawalnya berbeda dengan gadis itu, pengawalnya melihat bahwa Mahapatih ini seperti sedang bermain-main. Karena tidak mungkin seseorang yang kalah dan akan mati masih saja terus tersenyum di dalam pertempurannya. Seolah-olah ia sedang menikmatinya.
"Nona, sepertinya kali ini aku berbeda pendapat denganmu"
"Ooh maksudmu?"
Nona itu lalu melirik ke arah pengawalnya.
"Mahapatih pasti akan memenangkan pertarungan ini"
Jawab pengawalnya dengan hormat.
"Hmm, begitukah. Menarik"
Sambil ia tertawa pelan dengan menutup mulutnya menggunakan punggung telapak tangannya.
Sementara Kumbang masih berdiri menatap kedua mangsanya. Perlahan-lahan ia menggunakan auranya untuk membuat mangsanya ini berada dalam keputusasaan, sehingga akan memudahkan ia untuk menghisap jiwa mereka. Kumbang juga tidak berfikir bahwa Tuannya akan kalah. Karena ia sangat tau kemampuan Tuannya seperti apa.
"Berhenti kau iblis laknat"
Wanita yang sebelumnya membantu Hongli kini sudah berada tidak jauh dari Kumbang dan segera berdiri di hadapan Kumbang, menghalanginya untuk berjalan lebih jauh.
"Datang lagi satu mangsa untukku"
Kumbang lalu tertawa dengan sangat keras.
"Terima kasih Tuan"
Kumbang lalu memberi hormat kepada Aran.
Aran hanya tersenyum melihat Kumbang.
"Apa kau bodoh Iblis laknat, apa kau tidak melihat bahwa Tuanmu itu sebentar lagi akan mati. Lebih baik kau pergi dari sini, sebelum kami semua membunuhmu dengan sangat kejam"
Wanita itu berkata kepada Kumbang tanpa rasa takut. Ia sudah benar-benar merasa bahwa sebentar lagi Kakak pertamanya akan membunuh Mahapatih dan akan segera membantunya.
"Hahahahahahha"
Kumbang tertawa dengan sangat keras. Suaranya mampu membuat lingkungan disekitarnya bergema hebat. Bahkan para penonton yang jauh disana juga bisa mendengarnya.
Aran dan Hongli yang sedang bertarung hebat sampai berhenti karena mendengar suara tawa Kumbang.
'Baru kali ini aku mendengar Kumbang tertawa, kenapa bisa begitu keras'
Aran sampai geleng-geleng kepala melihat kelakuan Kumbang.
Musuh yang berada di hadapan Kumbang merasakan getaran yang keluar dari suara Kumbang.
"Ibliss jelek kenapa kau tertawa hah!"
Musuh wanita dihadapan Kumbang ini benar-benar memiliki nyali yang besar, berkali-kali ia berkata kepada Kumbang tanpa rasa takut.
Kumbang tau bahwa Tuannya itu sedang bermain-main terhadap musuhnya.
Mendengar perkataan Kumbang membuat semua orang langsung menatap ke arah Aran, termasuk mereka yang menonton pertarungan Aran dari jauh.
Mereka yang awalnya mengira Mahapatih berada dalam posisi sulit, menjadi mengamati kembali dengan serius aura yang dimiliki oleh Mahapatih.
Bagi setiap pendekar sakti, mereka bisa merasakan kekuatan seseorang dari aura yang dikeluarkannya.
Hongli juga menatap Mahapatih dengan serius, ia lalu mundur untuk menjaga jaraknya.
"Apa benar selama ini kau mempermainkanku?"
Hongli yang sudah mengeluarkan seluruh kemampuan jadi merasa direndahkan oleh Mahapatih. Jika memang selama ini Mahapatih hanya bermain-main terhadapnya.
Aran hanya menatap Hongli dan lalu tersenyum.
"Hentikan senyumanmu itu, sejak awal bertarung kau selalu tersenyum. Senyumanmu itu layaknya pembunuh berdarah dingin. Cepat katakan padaku, apa kau selama ini meremehkanku"
Hongli benar-benar merasakan dirinya begitu rendah jika sampai apa yang dikatakan Kumbang itu benar.
"Hahaha"
Aran lalu tertawa.
"Kau terlalu bawa perasaan. Jika memang benar kenapa?"
Perkataan Aran sontak membuat semua yang berada disana terdiam.
"Jadi selama ini, Mahapatih hanya bermain-main pada musuhnya. Gila, sebenarnya sehebat apa Mahapatih Asura ini'
Berbagai komentar langsung bermunculan.
"Tidak aku sangka, ternyata dia mempermainkan musuhnya. Pengamatanmu masih sangatlah hebat Paman"
Wanita Pasifik Inn berkata sambil melirik ke arah pengawalnya.
"Terima kasih Nona"
Pengawal itu menjawab dengan sopannya.
Sementara ditempat Kumbang, para musuh dihadapan Kumbang diam membisu. Ia tidak menyangka, Kakak pertama mereka yang sangat sakti itu hanyalah jadi mainan Mahapatih.
"Bajingann kau, selama hidupku tidak pernah ada yang berani mempermainkanku seperti ini'
Hongli begitu marahnya kepada Mahapatih. Karena rasa malunya yang sudah tidak tertahankan, ia memutuskan untuk bunuh diri bersama musuhnya.
Ia lalu melompat sangat tinggi dan melakukan segel darah.
"Elemen Api : Api Penghancur Seluruh Alam"
Dengan membakar intisari jiwanya termasuk atmanya ia mengeluarkan seluruh tenaga dalamnya pada ilmu ini.
Seketika tubuhnya terbungkus api merah darah dan dari tangannya keluar bola api berbentuk matahari yang berputar sangat cepat dan terus tumbuh.
"Kakaaaaakkk, berhentiii. Jangan gunakan ilmu terlarang tersebut"
"Kakakk"
Para saudaranya mengetahui bahwa kakaknya ini akan mengakhiri hidupnya dengan mengeluarkan ilmu terlarang.
"Sampai jumpa dikehidupan selanjutnya saudaraku"
Hongli berkata kepada para saudaranya.
Kini bola ditangannnya semakin membesar membuat alam disekitarnya bergetar hebat. Langit langsung menurunkan hujannya disertai guntur yang sangat hebat.
Para penonton langsung menjauh dari tempat tersebut.
"Itu ilmu terlarang, sialan Sekte Bulan Merah. Ternyata mereka masih memiliki kitab tersebut. Hal ini harus segera dilaporkan"
Beberapa penonton yang berasal dari benua tengah sangat mengetahui ilmu yang dikeluarkan oleh Hongli.
Melihat Hongli, Aran hanya menatap dingin ke arah musuhnya.
"Mahapatih jika kau menghindarinya maka setengah dari pulau ini akan lenyap dan hilang dari peta"
Ilmu yang dikeluarkan Hongli sebenarnya adalah ilmu terlarang di sektenya bahkan di benua tengah.
Jika sampai ada yang berani menggunakan ilmu ini, maka seluruh orang di benua tengah akan memburu siapapun yang berhubungan dengan si pemilik ilmu.
Ilmu terlarang yang hanya merusak alam sangatlah berbahaya. Untuk itu tidak ada yang boleh menggunakannya. Selain membunuh banyak orang, ilmu tersebut akan merusak ekosistem lingkungan serta merusak aura alami dari dunia ini.
Karena hal inilah, kitab ilmu tersebut dihancurkan. Ilmu ini hanya sekali digunakan pada saat perang antara umat manusia dengan Suku Kegelapan.
Namun Hongli tidak peduli dengan semua itu. Hanya dengan membunuh Aran ia dapat melampiaskan segala rasa malunya.
Hongli adalah pemuda jenius dari sektenya. Semua orang di benua tengah sangat mengenal Hongli. Pemuda berbakat yang hanya muncul seribu tahun sekali. Dengan umurnya yang masih muda, ia sudah menjadi salah satu pemimpin tinggi termuda di sektenya.
Tapi kini, di dataran yang sangat jauh ini ia dipermalukan. Harga dirinya sangat terluka, jadi lebih baik ia mati daripada hidup dalam penghinaan.
~Note~
* Jangan lupa like dan koment.
* Vote jika memungkinkan.
* Follow Author.
* Terakhir\, mohon bantu share.
Terima kasih ^^
Instagram :
@yukishinamt