Pendekar Nusantara

Pendekar Nusantara
The Five Elements of Heaven



Kim Taeyang tidak sadar bahwa diam-diam banyak orang yang memperhatikan pertarungannya dengan kelompok Ta Kong dan Baron Alan. Sebagian hanya ingin melihat-lihat, tapi sebagian lain memiliki niat buruk. Kelompok Ganendra ini merupakan organisasi yang mendapatkan banyak perhatian dari para siswa akademi termasuk para senior yang telah lama tinggal di akademi.


Mereka sebenarnya lebih tertarik kepada Ketua Ganendra yang dikatakan memiliki kemampuan yang sangat hebat, namun kemampuannya tetap menjadi misteri karena pihak akademi merahasiakan segala hal tentang kejadian di hutan terlarang. Semua siswa yang dulunya ikut ke hutan terlarang sudah disumpah untuk tidak membocorkan semua hal mengenai Aran.


Bahkan mereka yang berada diperingkat sepuluh besar ikut menyaksikan pertarungan ini. Tapi mereka tidak akan pernah mau ikut campur masalah ini. Belum lagi peringkat tiga besar sebelumnya telah diselamatkan oleh Aran yang tidak lain adalah Ketua Ganendra.


Moza sendiri hanya diam saja melihat pertarungan. Ia tidak ingin mencampuri urusan seperti ini. Meski sebenarnya ia sangat ingin membantu Kim Taeyang dan Rumbun demi membalas budi baik Aran. Tapi mengingat perangai Aran padanya malah menambah kekesalan didalam hatinya.


Para penyerang sepertinya sudah merencanakan penyerangan ini, Karena semua teman dekat Aran sedang melakukan latihan tertutup. Baron Alan memiliki intel yang sangat hebat dalam mencari kelemahan musuh-musuhnya. Mereka tidak akan melancarkan serangan jika hal itu akan menyusahkan mereka.


Di tempat pertarungan, Baron Alan langsung maju paling depan menyerang Kim Taeyang, sementara Ta Kong maju menyerang Rumbun. Dalam sekejap, pertempuran berat sebelah langsung tak terhindari.


Meski Taeyang sudah lebih hebat, namun perbedaan level antara dirinya dengan Baron Alan menyebabkan ia kesulitan. Jarak antara keduanya sangatlah jauh. Seorang Baron tetaplah bangsawan yang memiliki kemampuan diatas rata-rata. Semakin lama Kim Taeyang mulai terdesak oleh serangan Baron Alan. Belum lagi anak buah Baron Alan yang ikut menyerang Kim Taeyang. Hal ini semakin membuat Kim Taeyang kewalahan.


Berbagai jurus sudah Taeyang keluarkan, namun karena banyaknya musuh yang menyerangnya kini tubuhnya mulai dipenuhi oleh luka-luka.


“Kemampuan pedangnya hebat dan unik. Namun tingkat beladirinya sangat rendah. Seandainya ia satu level dengan Baron Alan, ia pasti dapat dengan mudah mengusir mereka semua”


Kata salah satu penonton di kejauhan yang tidak lain adalah seorang guru di akademi ini. Ia juga ikut bertarung di hutan terlarang, jadi ia tau kemampuan teman-teman Aran. Ia disini berjaga-jaga kalau para penyerang ini mulai melampaui batas. Dalam hal ini, selama tidak ada pembunuhan segala bentuk kekerasan antar siswa dibiarkan. Meski siswa itu akan menjadi cacat permanen.


“Sayang sekali, ia hanyalah anak baru di akademi ini. Seandainya kita bisa merekrutnya, mungkin kita akan memiliki barisan penyerang kuat di organisasi kita”


Seorang Kapten dari organisasi tiga besar berkata dikejauhan dengan beberapa bawahan yang setia berdiri didekatnya.


“Ya, Kakak benar. Kemampuan Kim Taeyang ini sungguh unik. Aku dengar ia sangat dekat dengan pemuda bernama Aran. Aku jadi semakin penasaran dengan kemampuan Aran”


“Aku juga sangat penasaran dengan Aran”


Jawab Kapten singkat.


Mereka juga sudah mendengar dari ketua clan bahwa jangan macam-macam dengan pemuda yang bernama Aran. Ketua mereka berpesan agar mereka bisa menjaga sikap. Tidak dekat dan tidak jauh.


Di tempat pertarungan kini sudah banyak orang yang menonton. Mereka semua menonton sambil menjaga jarak aman dari pertarungan tersebut.


Tidak lama, Rumbun yang levelnya dibawah Taeyang sudah lama terkapar dengan tubuh penuh luka. Bahkan ia kini sudah tidak sadarkan diri. Pakaian Rumbun juga telah dilucuti oleh Ta Kong hingga hanya menyisakan pakaian dalam saja.


Ta Kong memang sengaja melakukan ini semata-mata hanya untuk mempermalukan kelompok Ganendra. Tapi perbuatan Ta Kong justru menyebabkan Kim Taeyang semakin naik pitam. Tanpa peduli musuh yang mengelilinginya, ia langsung bergerak ketempat Rumbun dan mencoba meninggalkan pengepungan yang dilakukan oleh Baron Alan.


“Mau kemana kau hah! Kau tidak akan bisa pergi kemana-mana. Sabar saja, karena sebentar lagi kau akan mengalami nasib yang sama dengan temanmu itu”


“Hahahaha”


Mendengar perkataan Baron Alan, semua penyerang tertawa terbahak-bahak. Tempat itu kini dipenuhi suara tertawa yang sangat keras. Sementara, mereka yang menonton dikejauhan hanya bisa menghela napas. Mereka semua begitu mengasihani nasib apes yang dialami oleh Taeyang dan Rumbun.


“Jugeullaee? Mi Chi Nomm! Mati Kalian semua”


Teriak Taeyang dengan keras, ia lalu mengaktifkan seni rahasia yang diajarkan Raja Naga padanya. Seni yang akan membakar semua tenaga dalam miliknya sampai kering. Seni yang memiliki efek samping bahwa jika mereka melakukan itu maka setelah efek seni itu habis, mereka akan menjadi orang cacat. Selamanya tidak akan pernah lagi bisa berlatih ilmu kanuragan. Atma mereka akan meledak dan menyebabkan kerusakan di dalam jiwa mereka.


“Seni Rahasia! 5 Elemen Surgawi. Buka!”


“Heaaa!”


Seketika tubuh Kim Taeyang langsung mengeluarkan sinar berwarna emas hitam yang sinarnya sampai menjulang tinggi menembus langit.


Semua yang melihat kemampuan ini dibuat terpana oleh sinar tersebut. Mata mereka sekilas dibuat buta. Bahkan para guru yang menonton dikejauhan begitu terpana dengan ilmu ini.


Kata Kepala Sekolah dari menara tempatnya tinggal.


Tidak hanya kepala sekolah, semua guru dan siswa yang melihat sinar itu segera bergegas ketempat munculnya sinar tersebut. Mereka penasaran atas fenomena ini.


Ketika mereka sampai, mereka melihat bahwa sinar itu keluar dari tubuh seorang pria muda. Banyak senior dan guru yang mengenali bahwa pemuda tersebut adalah Kim Taeyang.


“Kim Taeyang”


Beberapa guru mengucapkan nama itu.


Kim Taeyang dikenal oleh akademi sebagai pemuda yang memiliki bakat pedang yang tinggi. Gaya pedangnya begitu unik menyebabkan ia mudah dikenali.


Dengan ilmu ini, Kim Taeyang memiliki kemampuan berkali-kali lipat. Dengan levelnya sekarang, ia dapat bertarung imbang dengan Baron Alan dan yang lainnya.


Dengan kekuatan barunya, Kim Taeyang langsung mendorong semua musuhnya dan bergerak cepat ke tempat Rumbun berada. Ia menghajar semua orang yang menghalangi jalannya dan segera memeriksa tubuh Rumbun.


Kim Taeyang memeriksa bahwa organ dalam tubuh Rumbun banyak yang terluka, belum lagi atma milik Rumbun yang telah rusak.


“Bangsatt kau Ta Kong!”


Mengetahui Rumbun terluka parah, Kim Taeyang segera berdiri dan bergerak cepat ke hadapan Ta Kong dan langsung menghajar Atma milik Ta Kong.


Ta Kong yang terkejut dengan gerakan cepat Kim Taeyang tidak sempat untuk menghindarinya. Sehingga serangan masuk Kim Taeyang menyebabkan ia terlempar jauh. Setelah menyerang Ta Kong, Kim Taeyang segera bergerak kembali ke tempat Rumbun dan mengangkat tubuh Rumbun. Dalam sekejap Kim Taeyang segera melesat pergi. Sebelum pergi ia menatap dalam-dalam ke tempat Baron Alan berada. Ia tidak akan melupakan penghinaan ini. Ia bersumpah bahwa suatu saat akan membalaskan semua ini.


Baron Alan dan kelompoknya hanya diam melihat Kim Taeyang pergi. Baron Alan sendiri tidak yakin apakah ia dapat menghentikan Kim Taeyang. Daripada ia menyesal dan malu, lebih baik ia diam saja. Sekilas ia hanya melihat tempat Ta Kong berada, namun ia tidak menghampirinya. Baginya Ta Kong hanyalah alat untuk kesuksesan rencananya. Ia tidak peduli apakah Ta Kong hidup atau mati.


Setelah Kim Taeyang tidak terlihat lagi, Baron Alan dan kelompoknya juga pergi dari tempat itu. Sementara pengikut Ta Kong dibiarkan begitu saja. Banyak pengikut Ta Kong yang tidak menyukai sikap Baron Alan ini, tapi semua itu hanya mereka simpan dalam hati. Mereka tidak mungkin berani mengucapkan kekesalan mereka langsung kepada Baron Alan. Dengan berat hati, para pengikut Ta Kong bergerak ke tempat Ta Kong berada.


Dalam hitungan detik tempat pertarungan ini kembali sunyi. Banyak orang yang sudah kembali ke tempat mereka masing-masing. Begitupun dengan para guru. Hanya saja para guru sangat menyayangkan kejadian ini, karena baik Ta Kong maupun Kim Taeyang dan Rumbun akan memiliki masa depan yang sulit.


‘Siapa yang sudah mengajari beladiri Kim Taeyang ini. Tidak mungkin ia dapat menguasai ilmu yang hilang ini tanpa guru yang berasal dari era kuno’


Batin beberapa guru yang masih menganalisa kejadian tadi.


Di dalam hutan yang sangat jauh Kim Taeyang terus membawa tubuh Rumbun ketempat rahasia mereka. Sebelumnya Aran pernah memberitahu teman-temannya bahwa mereka semua harus memiliki rumah rahasia di sekitaran akademi. Hal ini untuk berjaga-jaga jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Di dalam rumah tersebut Aran sudah menyimpan banyak bahan herbal dan stok makanan. Rumah itu berada di gua di bawah tanah.


Kim Taeyang sudah mulai merasakan tubuhnya yang mulai melemah. Efek seni terlarang miliknya akan segera habis yang akan menyebabkan ia mengalami serangan balik.


“Sedikit lagi kita sampai, bertahanlah”


Sambil memuntahkan banyak darah, Kim Taeyang terus memaksa tubuhnya bergerak ke tempat rahasia mereka. Di pundaknya Rumbun masih tidak sadarkan diri,


Dengan sisa kekuatan hidupnya ia sampai di tempat rahasia tersebut, setelah mengaktifkan pola ia memasuki tempat itu.


“Akhirnya”


Kata Kim Taeyang sambil tubuhnya ambruk ke lantai. Ia benar-benar sudah tidak memiliki tenaga sama sekali. Hanya karena kemauan dan jiwa yang kuat sehingga membuat tubuhnya dapat bertahan lama.


Kini dua pemuda terkapar didalam ruang bawah tanah dengan kondisi yang begitu mengenaskan.


~Jangan tanya kenapa saya lama update, banyak hal yang menyebabkan saya tidak update di sini lagi~


See u.