
Asap hijau beracun masih memenuhi arena pertarungan antara Aran dan Kiyan. Asap itu begitu pekat dan masih sangat bau.
Kakek Tua pengawas ujian bersama dengan pengawalnya memutuskan segera turun ke arena yang terkena dampak dari racun tersebut.
“Gunakan Seni Pemurnian”
Kakek Tua bersama para pengawalnya langsung melakukan seni pemurnian udara untuk menghilangkan racun tersebut. Aura berwarna putih dari para pengawas langsung membungkus udara di sekitar arena dan menyerap semua racun yang masih ada diudara sampai benar-benar bersih.
“Fuuuhh”
Akhirnya Kakek Tua dan para pengawas berhasil menghilangkan racun dari ledakan Kiyan. Begitu asap benar-benar hilang, mereka semua kaget melihat bahwa Aran masih berdiri tegak di arena.
‘Apa-apaan anak ini, masih bisa berdiri meski terkena racun mematikan’
‘Jelas-jelas dia berada di pusat racun tapi kenapa ia masih bisa tegak berdiri’
Batin Kakek Tua dan para pengawalnya.
“Anak muda, apa kamu baik-baik saja”
Kakek Tua itu lalu berjalan menghampiri Aran, ia juga menggunakan kesaktiannya untuk memeriksa tubuh Aran apakah terluka atau tidak.
“Saya tidak apa-apa Tuan Tua”
Jawab Aran penuh hormat.
“Baiklah kalau begitu”
Kakek Tua kembali berkata sambil berjalan sedikit menjauh dari Aran.
Kakek Tua dan para pengawas benar-benar takjub dengan Aran, mereka semua tidak menduga bahwa masih ada pria yang bisa berdiri tegak meski terkena racun siluman katak.
“Semuanya, cepat sembuhkan mereka yang terkena racun”
Kakek Tua itu meminta para bawahannya untuk segera menyembuhkan mereka yang terkena racun. Walau kenyataannya semua yang sempat menghisap racun tersebut semuanya mati dengan tubuh menghijau.
“Tuan, mereka semua mati”
Kata para pengawal Kakek Tua.
“Jika memang begitu, kuburkan mereka dengan layak”
Kini Kakek Tua benar-benar pusing dengan keadaan yang terjadi di arena. Ia tidak menduga bahwa akan ada yang nekat meledakkan dirinya seperti itu.
“Kalian semua dengarkan! Semua yang melakukan pembunuhan akan langsung didiskualifikasi dan akan di hukum sesuai dengan peraturan yang ada di Akademi. Paham kalian semua!”
Teriakan Kakek Tua kali ini lebih dalam dan bertenaga. Mereka yang mendengarnya bisa merasakan perkataan itu masuk ke dalam jiwa mereka.
“Paham Tuan”
Setelah itu, Kakek Tua lalu kembali terbang ke atas bersama dengan para pengikutnya. Sekilas ia sempat melirik ke arah Aran.
>>>
“Araaann”
“Hyuuungg”
Semua teman Aran langsung berlari menghampiri Aran.
“Hyung-nim, apa kamu baik-baik saja”
Pertanyaan Taeyang ini juga mewakili seluruh temannya, karena mereka semua sangat khawatir Aran terluka.
“Aku baik-baik saja, kalian tidak perlu khawatir”
Jawab Aran kepada mereka semua.
“Apa kau yakin? Semua yang menghirup asap itu mati, apa tubuhmu tidak merasakan sakit sama sekali”
Varya penasaran dengan kondisi Aran, ia tidak yakin bahwa Aran ini baik-baik saja.
“Benar Hyung-nim, apa kamu yakin tubuhmu baik-baik saja”
Taeyang juga ikut menambahkan.
“Benar Mahapatih, ah maksudku Aran. Apa kamu yakin tidak apa-apa setelah terkena asap hijau tersebut”
Rumbun juga ikut berkata kepada Aran.
“Kalian semua tenanglah, racun seperti itu tidak akan melukaiku sama sekali”
Semua teman Aran begitu takjub melihat kemampuan Aran yang bahkan tidak terluka sama sekali setelah terkena racun yang mematikan.
Sebenarnya sesaat terjadinya ledakan, Aran langsung memasuki alam giok miliknya. Karena asap racun itu begitu tebal, maka kepergian Aran tidak ada yang melihatnya. Di dalam alam giok, Raja Naga langsung menghampiri Aran dan membersihkan semua racun yang sempat masuk ke dalam tubuh Aran. Bagi Raja Naga yang sudah hidup ribuan tahun, racun seperti ini hanyalah mainan.
Apalagi racun siluman katak masih berada di kelas yang rendah. Raja Naga dapat dengan mudah membuang semua racun yang ada di tubuh Aran. Ia juga memberikan aura pelindung racun kepada Aran sesaat sebelum Aran kembali ke dunia nyata.
“Baguslah jika memang begitu, apa kamu tau dari kelompok mana orang yang menyerangmu”
Tanya Rumbun kepada Aran. Ia penasaran siapa yang berani menyerang Aran.
“Mereka dari kelompok Parsy. Karena mereka sudah berani mencoba membunuhku, maka aku harus memberi mereka sedikit pelajaran”
Kata Aran kepada semua temannya.
Semua teman Aran langsung menatap ke arah kelompok Parsy dengan tatapan dingin.
Pangeran Parsy dan kelompoknya juga melihat bahwa kelompok Aran menatap mereka dengan tatapan dingin.
“Mereka hanya kelompok kecil berani menantang kita”
Salah satu pengawal berkata kepada Pangeran.
“Jangan remehkan mereka, apa kalian tidak melihat bahwa mereka itu memiliki kemampuan di atas rata-rata”
Lady Dasha dapat melihat bahwa kelompok Aran ini bukanlah kelompok sembarangan. Jika mereka sama-sama bertarung, ia sendiri tidak yakin dapat memenangkannya.
“Huh, jika memang begitu. Kita akan membentuk aliansi dengan Keluarga Xiao atau Keluarga Situ, mereka sepertinya tertarik untuk berurusan dengan kelompok bertopeng itu”
Pangeran Parsy berkataa dengan dingin.
“Aldan, pergilah ke tempat Keluarga Xiao. Katakan pada mereka bahwa aku mengajak mereka untuk menghabisi kelompok bertopeng itu”
“Baik Tuan”
Aldan langsung bergerak cepat ke tempat Keluarga Xiao.
“Laksanakan Tuan”
Armand juga langsung pergi menuju Keluarga Situ.
Tidak lama para utusannya kembali kepada Pangeran Parsy.
“Mereka setuju Tuan”
Kedua bawahannya memberikan laporan kepada Pangeran Parsy.
“Hmm, bagus”
Dari kejauhan terlihat kedua keluarga menganggukkan kepala mereka ke arah Pangeran Parsy.
“Kedua keluarga sudah setuju, ayo kita habisi mereka”
Pangeran Parsy memberikan instruksi kepada seluruh bawahannya. Ia sudah tidak sabar untuk menghajar kelompok bertopeng yang tidak lain adalah kelompok Aran.
“Semuanya, bersiaplah. Sepertinya mereka berusaha untuk menyingkirkan kita”
Aran mengingatkan kepada semua temannya agar bersiap.
“Baik”
Semua teman Aran lalu mulai menyiapkan diri mereka masing-masing.
“Aku ingin kalian berpasangan seperti sebelumnya”
Mereka semua menganggukkan kepala mereka mendengar instruksi Aran.
“Majuu!”
Semua pasukan musuh mulai bergerak maju menghampiri kelompok Aran.
Aran bisa dengan mudah mengenali kelompok pasukan musuh yang bergerak mendekatinya.
Keluarga Xiao, Kerajaan Parsy dan Keluarga Situ.
“Keluarga Situ sekarang sedang dalam kondisi lemah, Varya dan Srikandi kalian bisa menghadapi mereka”
“Baik Aran”
Varya dan Srikandi langsung mengikuti instruksi yang Aran berikan. Karena kini ia melihat diantara Keluarga Situ ada Situ Kong yang sempat ia lukai.
“Taeyang dan Rumbun kalian hadapilah Kerajaan Parsy”
“Siap Hyung-nim”
“Siap Aran”
Taeyang dan Rumbun mulai bergerak menuju kelompok Kerajaan Parsy.
Sebenarnya Aran sangat ingin menghajar Kerajaan Parsy, tapi keselamatan teman-temannya lebih penting. Karena ia merasa, kelompok Keluarga Xiao ini sedikit menakutkan.
Sementara di kejauhan, kelompok Lady Octavia hanya menatap dari kejauhan. Sampai saat ini tidak ada yang berani mengusik keberadaan mereka. Hal ini dikarenakan adanya orang-orang kuat disekeliling Lady Octavia.
“Menarik sekali mereka, beraninya keroyokan”
Kata Lady Octavia pelan. Tapi ia juga penasaran bagaimana Kelompok Bertopeng itu menghadapi serangan gabungan dari tiga Keluarga Elit di dataran tengah.
Kakek Tua dan para pengawas juga penasaran akan kejadian ini. Mereka tidak menduga bahwa tiga keluarga elit akan bekerja sama hanya untuk menyingkirkan satu kelompok.
“Jika kelompok bertopeng itu bisa menang, aku akan memasukkan mereka ke dalam bagian murid inti”
Kata Kakek Tua sambil mengelus jenggotnya.
Bang!
Kelompok Varya dan Srikandi beradu paling duluan.
2 Lawan 5.
Varya dan Srikandi menghadapi Keluarga Situ dengan sangat berani.
Di tempat lain.
Taeyang dan Rumbun juga langsung maju menerjang kelompok Kerajaan Parsy.
“Majulah kalian semua”
Teriak Taeyang sambil mengeluarkan pedangnya.
Bang!
Bang!
Taeyang dan Rumbun langsung bentrok dengan kelompok Kerajaan Parsy.
“Kalian hanya berdua, berani meremehkan kami Kerajaan Parsy. Semuanya habisi dua bajingann ini”
“Bunuh!”
Kelompok Parsy begitu bersemangat untuk segera menghabisi Taeyang dan Rumbun.
Sementara di sisi lain arena.
Aran sudah berdiri di hadapan Keluarga Xiao.
“Berani sekali kau menghadapi kami seorang diri”
Kata Xiao Fei kepada Aran.
“Menghadapi cecunguk macam dirimu tidak perlu banyak orang”
Jawaban Aran ini membuat semua orang di Keluarga Xiao murka. Bahkan Xiao Ling yang berada di paling belakang sampai mengerutkan keningnya mendengar perkataan pemuda bertopeng di hadapannya ini.
‘Sifatnya sangat mirip dengan dirinya’
Batin Xiao Ling, ia lalu memperhatikan Aran dari ujung kepala sampai ujung kaki.
‘Cara berpakaiannya juga mirip’
‘Ah, tidak mungkin ia berada di sini, mungkin ini hanya perasaanku saja’