Pendekar Nusantara

Pendekar Nusantara
Kim Taeyang & Rumbun.



Di lain hari, menjelang malam.


Ketika Taeyang berjalan bersama Rumbun, mereka di jegat oleh sekelompok orang bertopeng dan berpakaian hitam.


“Apa kau Kim Taeyang dari Organisasi Ganendra”


Salah seorang penjegat bertanya kepada Taeyang dengan sikapnya yang sombong. Dibelakang pria ini ada 10 orang pria yang mengikutinya.


“Jika kau sudah tau, untuk apa kau bertanya lagi. Dasar bodoh”


Taeyang yang mengetahui bahwa para penjegat ini memiliki niat tidak baik pada dirinya merasa tidak perlu bersikap sopan kepada mereka semua. Apalagi para penyerang ini memakai topeng yang menutupi identitas mereka.


“Hei! Keparat! Jaga bicaramu. Berani bicara kurang ajar kepada Tuan muda kami. Bosan hidup kau”


Salah seorang pria dari rombongan penjegat langsung berkata kasar kepada Taeyang, karena ia merasa bahwa Taeyang ini tidak memiliki sopan santun sama sekali.


“Untuk apa aku bersikap sopan kepada sekumpulan babii hina macam kalian semua”


Rumbun yang berada disebelah Taeyang sampai mengerutkan keningnya, antara ingin tertawa atau menangis. Ia tidak menyangka bahwa Taeyang semakin lama makin mirip dengan Mahapatih.


“Brengseekk! Hajar mereka berdua”


Sekelompok orang ini langsung menyerang Taeyang dan Rumbun tanpa ragu.


“Maju sini kalian semua, aku akan menghajar kalian layaknya memukuli ternak babi”


Teriakan Taeyang ini semakin membuat para penyerang mereka begitu marah dan kesal.


“Taeyang, kamu ini benar-benar suka memancing keributan”


Rumbun hanya bisa berbicara pelan, ia juga tidak menyalahkan Taeyang yang bersikap seperti itu kepada para penjegat mereka. Karena selama ini Taeyang yang paling dekat dengan Mahapatih.


Dalam sekejap, pertempuran antara kedua belah pihak tidak terelakan. Taeyang bersama Rumbun dapat menghalau semua penyerang mereka, karena ternyata para penyerang mereka ini masih lebih lemah. Berbeda dengan Taeyang dan Rumbun yang telah di latih di alam Bintang. Kemampuan mereka berdua meningkat sangat pesat.


Buak!


Bukk!


Pukulan, tendangan bahkan tamparan Taeyang dan Rumbun berbunyi keras menghantam tubuh para penyerang mereka.


“Kalian hanya sekumpulan babii berani menyerang kami yang mulia ini. Bodoh!”


Plaak!


Taeyang menampar salah satu penyerangnya dengan keras, hingga menyebabkan beberapa gigi penyerang tersebut rontok dan wajahnya bengkak.


Rumbun juga tidak mau kalah, ia terus menyerang para musuhnya tanpa ragu. Tapi berbeda dengan Taeyang, Rumbun terlihat lebih manusiawi karena ia melihat bahwa para penyerangnya ini masihlah siswa akademi.


Hingga akhirnya pertempuran ini selesai menyisakan banyak siswa penyerang itu merintih kesakitan di tanah, sementara orang yang memerintahkan mereka sudah lama pergi dari tempat itu. Pemimpin penyerang pergi saat ia melihat bahwa keadaan di tempat itu sudah di luar kendalinya.


Taeyang lalu berjalan ke salah satu siswa penyerang yang tengah telentang menahan sakit. Siswa itu sudah tidak bisa bergerak kembali karena Taeyang telah menghajarnya habis-habisan, menyebabkan energi di tubuhnya habis.


Taeyang kemudian menarik kerah baju siswa tersebut, melepas paksa topengnya dan berkata dingin padanya.


“Siapa yang menyuruh kalian”


Melihat wajah Taeyang yang begitu emosi, siswa itu memilih tetap diam dan hanya menatap Taeyang dengan kemarahan.


“Ooh, sok kuat kau rupanya”


Taeyang lalu memegang salah satu jari siswa tersebut dan mematahkannya.


Kracckk


“Aarrrgh”


Terdengar rintihan siswa tersebut.


“Cepat katakan”


Kata Taeyang, namun siswa itu lebih memilih diam kembali.


“Bagoooss”


Taeyang kembali mematahkan jari yang lainnya, membuat siswa itu menjerit kembali.


Krackk


Kracck


Taeyang mematahkan lebih dari satu jari yang membuat siswa itu menjerit kesakitan. Para siswa yang lain hanya bisa tertunduk dan tidak berani menatapnya.  diam-diam takut bahwa Taeyang akan datang menghampiri dan mematahkan jari mereka.


“Kau tau, aku paling suka menyiksa orang sepertimu”


Kata Taeyang sambil tersenyum dingin, ia lalu berkata kembali “Aku akan mengkebirimu dan akan aku sebarluaskan kepada semua siswa bahwa kamu sudah tidak memilikinya”


Setelah itu Taeyang lalu mengeluarkan belati kecil miliknya dan mengarahkannya ke bawah.


“Dua”


Taeyang mulai berhitung.


“Tiga”


“Berhentiiii”


Teriak siswa tersebut dengan susah payah “Baik lah, baik. Orang yang menyuruh kami adalah Baron Alan.


Setelah mendapatkan jawabannya, Taeyang lalu berdiri dan melepaskan siswa tersebut.


“Apakah yang dikatakannya benar”


Tanya Taeyang kepada semua siswa yang ternyata lebih memilih diam.


“Oooh, bagus sekali. Sepertinya aku akan melakukan kebiri massal disini”


Perkataan Taeyang ini membuat para siswa yang sudah tidak memiliki tenaga menelan ludah mereka.


“Aku tanya sekali lagi, apakah yang dikatakannya benar atau tidak. Jawab Sialan!”


Teriakan Taeyang ini membuat para siswa ini ketakutan, mereka reflek berkata “Benar!”


“Huh, jawab begitu saja susah”


Taeyang berkata sambil mendengus dan berjalan pergi bersama Rumbun. Ia sudah kehilangan minat untuk menyiksa para penyerangnya ini.


Sepanjang jalan tidak ada yang berani mengganggu Taeyang dan Rumbun, diam-diam beberapa orang menonton pertunjukkan ini. Bahkan ada beberapa guru yang mengawasinya. Bagi mereka selama itu tidak menghilangkan nyawa, pertengkaran seperti itu sudahlah biasa.


>>>


Keesokan harinya Taeyang dan Rumbun dengan berani berbicara di alun-alun pasar akademi. Di tempat ini setiap orang bebas memasarkan apapun selama itu tidak melanggar hukum.


“Saudara-saudaraku, kami saat ini membuka kesempatan kepada siswa siswi semua untuk bergabung bersama organisasi kami. Kalian pasti sudah mendengar organisasi baru kami serta pemimpin kami yang hebat. Jangan ragu untuk bergabung bersama kami”


Taeyang terus merayu para siswa siswi akademi ini. Tapi banyak dari mereka yang tidak memiliki niat untuk bergabung. Karena bagi mereka organisasi baru adalah organisasi kecil yang tidak akan mendatangkan keuntungan untuk mereka. Setiap organisasi disini memiliki level dan level paling tinggi adalah level 10. Sementara organisasi Taeyang ini hanyalah level 1.


“Bah, siapa yang mau bergabung dengan organisasi kelas satu seperti kalian”


“Hahahaha”


Ada beberapa kelompok yang terang-terangan menghina organisasi Ganendra.


“Jaga bicaramu sialann atau aku akan menghajarmu”


Kata Taeyang tanpa takut.


“Ooh, berani kau padaku hah! Apa kau tidak tau, aku berasal dari organisasi Sayap Elang”


Organisasi Sayap Elang adalah organisasi peringkat 6, tidak rendah juga tidak tinggi. Jadi kelompok itu bisa merasa sombong di hadapan Taeyang.


“Kasian mereka, baru memulai sudah di ganggu oleh Ta Kong”


“Iya benar, Ta Kong terkenal suka membuat masalah. Apalagi dia paling senang menindas para junior”


Terdengar suara obrolan di sana-sini. Mereka mulai bergosip tentang Taeyang dan Ta Kong.


Mungkin Ta Kong merasa kuat dan tidak terkalahkan melawan para junior, tapi kali ini yang ia lawan adalah Taeyang. Orang yang paling sengit di kelompok Aran.


“Hei kau! botak tersesat. Menyingkirlah dari sini atau aku basuh kepalamu dengan kakiku”


Perkataan Taeyang ini menyebabkan Ta Kong langsung terdiam dan menatap Taeyang dengan dingin. Ia paling marah jika ada orang yang berani memanggilnya botak. Karena rambut adalah masalahnya yang paling sensitive.


“Gawat, dia membuat Ta Kong murka”


“Dia benar-benar junior yang tidak tau apa-apa di akademi ini. Berani memanggilnya seperti itu di depan umum sama juga sudah bosan hidup di akademi”


“Ya kau benar. Apa karena pemimpin Taeyang itu adalah Aran yang terkenal akan kekuatannya. Tapi meskipun ia kuat, tidak mungkin ia bisa dibandingkan dengan organisasi Sayap Elang”


Beberapa orang yang tidak tau kekuatan asli Aran hanya bisa berkata seperti itu. Tapi bagi yang lain mereka hanya menunggu dan melihat. Karena mereka tau, kelompok Aran bukanlah kelompok yang lemah. Apalagi semenjak kejadian di hutan terlarang.


“Namamu Kim Taeyang kan. Mulai sekarang berhati-hatilah, karena aku akan membuat perhitungan denganmu”


Ta Kong berkata dengan dingin dan lalu mengajak kelompoknya pergi.


“Habis sudah Taeyang itu, ia sudah ditandai olehnya”


Banyak orang yang merasa kasian dengan Taeyang. Karena sekali Ta Kong menandai seseorang, pasti hidup orang itu tidak akan lama lagi. Bahkan Ta Kong tidak akan segan untuk menggunakan jasa orang lain dalam hal kejahatannya.


“Orang lain mungkin takut padamu, tapi aku tidak”


Taeyang hanya berkata dengan tenang. Ia juga tau pria dihadapannya tadi adalah Ta Kong si pembuat onar. Diam-diam dia sudah menganalisa kemampuan setiap organisasi di akademi ini.Tapi tetap saja, di dalam hatinya ia sama sekali tidak takut kepada siapapun selain kepada Aran.