Pendekar Nusantara

Pendekar Nusantara
Suasana Akademi



Aran terus diam menatap patung batu yang kini ada di alam bintang.


Patung itu seperti memancarkan aura yang membuat energy di dalam tubuh meningkat. Sejenak Aran membungkuk memberikan hormatnya pada patung itu.


Aran juga tidak ingin banyak bertanya kepada Raja Naga dan para pengikutnya perihal Raja Bintang ini. Dia ingin agar suatu saat nanti ia akan pergi ke alam dewa langit dan mengetahuinya sendiri.


Raja Naga dan para penghuni alam bintang kini sudah bepergian ke segala arah untuk melihat-lihat keadaan alam baru ini. Mereka begitu senang dengan alam baru ini, karena kini mereka merasa seperti hidup di alam nyata bukan di alam lain.


Aran yang juga penasaran akhirnya ikut berkeliling melihat-lihat alam barunya ini.


"Ahh, indah sekali disini"


Gumamnya sambil terbang di langit. Ia kini dapat melihat adanya sungai yang mengalir, gunung, hutan dan lautan yang mengelilingi daratan tempatnya tinggal.


Tapi diantara itu semua tetap saja danau merah Aran adalah tempat yang paling baik dan memiliki energy melimpah. Kini jumlah ikan ekor merah sudah sangat banyak, Aran berencana untuk menjual ikan-ikan ini nantinya.


Karena kini alamnya sangat luas, Aran juga berencana untuk mengkhususkan beberapa tempat agar di jadikan lahan perkebunan kopi svarga dan wayn.


Setelah puas, Aran lalu mencari tempat yang dirasanya nyaman untuk melihat berbagai kemampuan barunya.


"Aku akan mencoba ilmu yang baru di berikan kepadaku"


"Kitab Bintang"


Dari udara kosong keluarlah sebuah kitab yang besar.


Aran lalu membuka halaman pertama.


"Seni Energi Bintang"


Membaca ilmu itu, Aran lalu membaca semua keterangan terkait ilmu itu.


Bahwasanya setiap orang yang memiliki energy bintang di dalam tubuhnya, maka ia bisa menggunakan sinar bintang di angkasa untuk ia serap dan dijadikannya energy murni.


Aran tentu saja senang dengan kemampuan yang dimilikinya saat ini. Karena kini energy murni di dalam atma Aran adalah berwujud bintang, itu menandakan bahwa ia memiliki energy bintang.


Aran lalu lanjut membaca halaman selanjutnya.


"Ilmu Menggeser Semesta"


Menggunakan energy bintang yang dipusatkan pada atma dan jiwanya untuk menarik, mendorong dan menghancurkan benda atau makhluk hidup. Bahkan jika energy bintang yang dimilikinya sangat tinggi maka pemilik ilmu ini dapat menggeser gunung.


Aran dengan seksama membaca semua langkah dalam pelatihan ilmu ini. Karena sebelumnya ia sudah diberikan pemahaman oleh Raja Bintang, maka semua yang tertulis di kitab ini sudah tergambar jelas di pikirannya.


Kemudian Resep Pil Penguat Jiwa.


Pil ini adalah pil yang dapat meningkatkan seseorang langsung menjadi level master. Pil Penguat Jiwa, juga memiliki tingkatan level, semakin tinggi levelnya maka semakin tinggi pula hasil yang akan di dapatkan.


"Ilmu selanjutnya adalah Seni Pedang Bintang"


Adalah ilmu yang menggunakan kecepatan dan kekuatan dalam setiap serangannya. Ilmu ini memiliki 9 gaya dan 9 tingkat serangan yang berupa tebasan. Setiap level tebasan memiliki kekuatan yang berbeda, semakin tinggi levelnya maka semakin besar juga kerusakan yang ditimbulkan dari tebasan tersebut.


Setelah puas membaca, Aran lalu menutup buku tersebut. Ia begitu terpana dengan berbagai macam keahlian yang ada di dalam kitab bintang.


Tidak mau menunggu lama, Aran segera berlatih semua ilmu yang ada di dalam kitab bintang.


>>>


Di dunia nyata, tepatnya di lingkungan Akademi Bimasakti semua orang sedang melakukan aktifitas rutinnya. Ada yang berlatih, bermain, belajar dan ada yang sedang melakukan misi. Di kedalaman hutan yang dalam, saat sekelompok orang sedang melakukan misi membunuh monster dan hewan buas di hutan belakang akademi. Terdengar teriakan sekelompok orang yang sedang bertarung.


"Brengsekk kau Xiao Fei, sudah berkali-kali kamu membuatku kesal. Sekarang aku tidak akan mundur lagi"


Taeyang yang sudah sangat kesal terhadap Xiao Fei langsung maju menerjangnya.


"Taeyang tunggu"


Teriak Rumbun.


"Hahaha, kau fikir dengan kemampuanmu ini dapat mengalahkan kami. Semuanya serang mereka, dan buat mereka berdua tidak bisa berjalan lagi"


Xiao Fei kini bersama pasukan inti dari Organisasi Teratai Langit. Di dalam akademi, setiap siswa boleh mendirikan organisasinya sendiri atau bergabung dengan organisasi yang sudah ada. Semakin kuat organisasi itu maka semakin banyak juga manfaat yang akan di terima oleh setiap siswa.


Xiao Fei bisa bergabung dengan orgaisasi TerataI Langit dikarenakan Keluarga Xiao adalah pendiri organisasi ini. Hampir semua petinggi Organisasi Teratai Langit berasal dari Keluarga Xiao.


Taeyang, Rumbun, Varya dan Srikandi tidak mau mengikuti organisasi manapun, walau sebenarnya banyak sekali tawaran yang datang kepada mereka. Bagi mereka, pemimpin sejati mereka adalah Aran dan mereka yakin bahwa Aran akan kembali.


Bang!


Bang!


"Seni Bayangan"


Seni bayangan Taeyang adalah salah satu teknik pedang yang sangat hebat.


"Seni Pedang Petir"


Rumbun juga tanpa ragu menggunakan ilmu yang sudah dilatihnya selama di akademi.


Pedang mereka berdua menari-nari dengan indah dalam gerakan yang sangat cepat.


"Hahaha, kalian hanyalah junior lemah. Walau ilmu kalian hebat, tapi kalian berada di level yang berbeda dengan kami"


Para pasukan inti dari Teratai Langit adalah orang-orang pilihan yang diseleksi dengan sangat ketat. Minimal tingkatan mereka adalah tingkat Master ke atas. Sementara Rumbun dan Taeyang kini hanya berada di alam Ksatria tingkat 5, itupun setelah ia berlatih gila-gilaan di alam ini.


Hanya tingkatan master ke atas saja yang akan mengalami ledakan energy di dalam diri mereka. Bagi mereka yang memasuki level master biasanya akan merubah fisik mereka menjadi lebih segar dan semua kotoran yang ada di dalam tubuh mereka keluar dari setiap lubang yang ada di tubuh manusia.


Jika masih di tingkat ksatria ke bawah, mereka tidak akan merasakan perubahan fisik apapun.


Dalam pertarungan kali ini, Taeyang dan Rumbun juga sadar bahwa kemampuan mereka ini tidaklah tinggi. Mereka juga merasakan tekanan kekuatan yang begitu hebat dari para pasukan inti Teratai Langit.


Bang!


Bang!


Bentrokan pertempuran langsung meninggalkan riak energy di sekeliling mereka.


"Uarrggghhh"


Hanya dalam hitungan detik, Taeyang dan Rumbun terlempar jauh dan menabrak beberapa pohon.


"Huhuhu, dua ekor domba berani melawan sekumpulan macan"


Xiao Fei tertawa melihat Taeyang dan Rumbun yang terlempar jauh.


"Bawa kedua orang itu kemari"


Kata Xiao Fei memerintahkan para pasukan inti.


"Baik"


Beberapa orang pasukan inti langsung pergi untuk membawa Taeyang dan Rumbun.


Brukk


Brukk


Tubuh Taeyang dan Rumbun dilempar oleh para pasukan inti kehadapan Xiao Fei.


Kedua teman Aran ini terlihat begitu lemah, karena beberapa organ dalam mereka terluka.


"Berikan Kristal spirit dan inti roh kalian padaku, maka aku akan mengampuni nyawa kalian"


Perkataan Xiao Fei ini tentu saja membuat Taeyang marah. Dengan tubuh lemahnya ia berdiri dan menatap Xiao Fei.


"Dalam mimpimu, bajingann"


"Cuhhh"


Tanpa rasa takut, Taeyang berkata kasar kepada Xiao Fei dan meludahinya.


"Bangsattt kau"


Buagghh


Xio Fei langsung memukul wajah Taeyang hingga ia terlempar jauh.


"Bawa bajingann itu kemari cepatt! Aku belum puas menghajarnya"


Teriak Xiao Fei yang langsung dilaksanakan oleh para pasukan inti.


Sementara Rumbun sudah sangat lemah dan hanya bisa melihat Taeyang yang terlempar jauh.