
Setelah pertarungan berakhir Aran berbicara sebentar dengan Seth terkait hutan terlarang. Seth menjelaskan bahwa hutan terlarang ini sangatlah luas dan hutan ini memiliki portal-portal dimensi yang keberadaannya tidak menentu.
Di kedalaman hutan masih ada pembatas dimana itu adalah wilayah yang tidak boleh di langgar. Itu adalah wilayah dimensi lain dimana di tempat itu di tempati oleh makhluk yang memiliki level yang sangat tinggi.
"Seth, namamu sekarang adalah Birong"
Mendengar Aran, Seth tentu saja tidak punya hak untuk membela diri. Dia langsung menerimanya.
"Baik Tuan"
Jawab Birong.
"Sekarang kau masuk ke dalam jiwaku bersama dengan Kumbang dan Putih"
Birong yang bingung langsung merasa tubuhnya ditarik ke dalam tubuh Aran. Ia begitu kaget dengan kekuatan tarikan ini.
"Apa ini"
Sambil menatap tubuhnya yang mulai menyusut, dia langsung tersedot bersama Kumbang dan Putih.
Di alam bintang, Birong segera takjub dengan pemandangan di hadapannya. Belum lagi aura melimpah yang ada di tempat ini.
Belum selesai ia takjub, terlihat ada naga hitam besar menghampirinya.
"Na.. Naga Iblis"
Birong benar-benar terpana melihat kedatangan Raja Naga Iblis yang mendekatinya. Ia yang berasal dari suku kegelapan tentu saja sangat mengetahui keberadaan Naga Iblis dari jaman dahulu kala. Banyak teks-teks kuno yang menceritakan keberadaan Naga Iblis.
"Kau adalah pelayan Aran yang baru, apakah benar"
Suara Raja Naga sangat berwibawa yang membuat Birong langsung berlutut.
"Benar Tuan Naga"
Jawab Birong penuh hormat.
"Hmm.. bagus kalau kau mengakuinya. Panggil aku Raja Naga Iblis, sekarang aku ditugaskan untuk mendidikmu di tempat ini"
Kata Raja Naga sambil memperlihatkan senyuman yang dingin.
Birong yang melihat Raja Naga langsung merasa tertekan. Ia tidak menyangka bahwa Tuannya ini memiliki banyak rahasia di dalam tubuhnya. Sementara Kumbang dan Putih hanya tersenyum mengejek kepada Seth, karena ia tau bahwa Raja Naga pasti akan memberikan pelajaran yang sangat berat.
Di dunia luar, Aran bersama dengan teman dan para guru akhirnya memutuskan untuk segera kembali ke Akademi Bimasakti. Kali ini semua orang yang berada dihutan terlarang ini menatap Aran dengan perasaan kagum. Manusia yang mereka kira lemah ini ternyata memiliki kemampuan yang begitu menakutkan.
Aran memang terlihat lemah karena aura yang Aran keluarkan hanyalah aura tingkat rendah. Aran hanya mengeluarkan aura kuatnya ketika ia berhadapan dengan lawan atau musuh-musuhnya.
Setelah mereka keluar dari hutan terlarang, Kepala sekolah dan para master segera melakukan formasi penutupan dengan cepat.
"Aran, mari kita kembali ke Akademi"
Setelah menutup hutan terlarang, Kepala sekolah berkata kepada Aran dengan penuh sopan. Hal ini ia lakukan karena melihat potensi Aran selama ini yang membuatnya begitu mengaguminya. Para guru yang lain juga kini begitu hormat kepada Aran. Di dunia ini hanya ada satu hukum, yang kuat akan dihormati.
Seluruh guru dan murid kini bersama-sama kembali ke akademi. Pengalaman di hutan terlarang tentu saja tidak akan pernah mereka lupakan. Pertempuran berdarah seperti itu sangatlah mengagumkan.
Setelah kejadian itu, banyak siswa yang membahas mengenai pertempuran mengerikan yang terjadi beberapa waktu lalu. Banyak yang merasa bangga karena bisa melihat pertempuran tersebut. Mereka juga banyak yang membahas tentang kekuatan yang diperlihatkan oleh Aran. Kemampuan tempurnya sangatlah hebat.
Namun dari sekian banyak cerita mengenai Aran, banyak juga yang tidak mempercayainya. Mereka tetap saja menganggap bahwa orang yang berasal dari negeri yang sangat jauh itu adalah orang lemah. Tidak mungkin mereka memiliki kemampuan yang hebat. Jadi banyak yang menganggap omongan mereka tentang Aran adalah kebohongan dan terlalu dibesar-besarkan. Terutama mereka yang membenci Aran.
Di kediaman Aran saat ini.
"Hyung-nim, sebaiknya kita mulai membuat organisasi layaknya organisasi lainnya yang berada di tempat ini"
Taeyang yang kini sudah semakin kuat tentu saja sangat ingin membentuk organisasi. Dengan adanya Aran, maka organisasi itu pasti tidak akan pernah ada yang berani mengusiknya. Beberapa hari ini setelah ia kembali ke akademi, banyak sekali orang yang menantangnya untuk berkelahi. Karena mereka mendengar bahwa Taeyang adalah siswa dengan kemampuan pedang yang hebat. Namun karena pesan Aran bahwa Taeyang harus selalu rendah hati, maka ia tidak menggubris perkataan mereka. Meski hatinya begitu tersiksa menghadapi hinaan mereka. "Ini namanya sakit tapi tak berdarah" Gumam Taeyang saat itu ketika banyak orang yang menghinanya.
Dibanding Taeyang, Rumbun lebih merasakan tekanan yang begitu berat. Karena diantara semua teman Aran, Rumbun dan Srikandi adalah yang terlemah. Apalagi mereka di tempat ini adalah siswa baru yang belum memiliki pendukung sama sekali. Para pengganggu mereka ini hanya berani menggangu para teman Aran, mereka tidak berani langsung menggangu atau mencari masalah kepada Aran.
Jadi dengan pembentukan organisasi ini tentu saja mereka berdua akan sangat senang.
"Mahapatih, saya juga setuju dengan saran dari saudara Taeyang"
Aran hanya diam tersenyum mendengar perkataan kedua temannya . Dalam hatinya ia juga merasa perlu untuk membentuk sebuah organisasi. Karena dengan adanya organisasi, itu akan membantunya dalam banyak hal.
Diam-diam Aran ingin menyatukan semua orang yang berasal dari wilayah Nusantara dan sekitarnya. Karena dari yang ia ketahui, bahwa orang-orang yang berada di wilayah tersebut selalu dipandang sebagai orang yang lemah.
"Hmm.. Baiklah. Mari kita membentuk organisasi. Apakah kalian semua memiliki saran untuk nama organisasi kita"
Aran kini menatap kedua temannya. Kedua temannya lalu saling pandang dan tidak tau akan menamakan apa organisasi mereka.
"Bagaimana jika Aran Army?"
Taeyang menyeletuk dengan santainya. Ia sampai menggunakan Bahasa daerah negeri lain.
Mendengar perkataan Taeyang membuat Aran hampir terjatuh dari duduknya. Ia tidak menyangka bahwa Taeyang begitu mengidolakannya seperti ini.
Ketika Aran ingin berkata, Rumbun sudah duluan berkata.
"Aku setuju dengan saudara Taeyang"
Mendengar ini, Aran langsung mengerutkan kening dan memijatnya. Ia tidak habis pikir dengan kedua temannya ini.
'Apa yang salah dengan otak mereka'
Batin Aran.
"Tidak, tidak.. Nama itu terlalu memalukan. Aku akan menggunakan nama yang berasal dari tempatku saja"
Aran lalu diam dan berfikir nama yang cocok untuk organisasi miliknya.
Taeyang dan Rumbun kemudian memandang Aran dalam diam. Mereka menunggu nama apa yang akan Aran berikan.
"Bagaiman kalau Ganendra"
Kata Aran kepada mereka.
"Ganendra?"
Kedua teman Aran bingung mendengarnya. Mereka merasa asing dengan nama ini.
"Hyung-nim, apa arti dari Ganendra?"
Tanya Taeyang yang juga membuat Rumbun penasaran.
"Ganendra artinya Pasukan Dewa"
Seketika mereka berdua merasa takjub dengan nama ini.
"Wow, nama yang hebat. Saya suka nama ini"
"Begitupun saya"
Taeyang dan Rumbun sama-sama menyukai arti dari nama ini. Bagi mereka nama Ganendra ini begitu mendominasi. Pasukan Dewa, mereka yang mendengarnya pasti akan merasakan darah mereka mendidih.
"Baiklah, mari kita deklarasikan organisasi kita ini. Taeyang, kamu bersama Rumbun urus semua persyaratan yang diperlukan untuk mendirikan organisasi"
Perintah Aran kepada kedua temannya.
"Siap!"
Kedua teman Aran menjawab dengan penuh semangat. Mereka berdua langsung berdiri dan berjalan keluar menuju tempat pendaftaran. Setiap organisasi yang ada di tempat ini harus mendaftar ke aula utama organisasi akademi. Nanti dari tepat itu akan diberikan form serta semua persyaratannya.
Aran hanya tersenyum melihat kedua temannya pergi.
"Nusantara, aku sudah berjalan jauh dari ibu pertiwi"
Gumam Aran menatap langit di kejauhan.