Pendekar Nusantara

Pendekar Nusantara
Drama Pasifik Inn II



Pangeran Parsy hanya bisa menahan amarahnya, sementara wanita disebelahnya hanya tersenyum merendahkan. Wanita itu juga kesal melihat Aran yang terus merendahkannya tanpa rasa takut. Harga dirinya sebagai bangsawan merasa ternodai.


Sementara di tempat Aran, mereka biasa-biasa saja.


"Aran, kamu baru sampai kesini sudah memiliki musuh"


Berkata Varya sambil tertawa pelan.


"Jika kamu mau, sekteku selalu terbuka untukmu"


Varya menambahkan.


"Diam kamu, Aran tidak akan masuk ke sektemu"


Timpal Namora.


"Sudah, sudah. Mari kita lanjutkan makan kita"


Aran lalu meminta semuanya untuk kembali melanjutkan makannya.


Setelah makan, Aran kembali mencoba memancing kemarahan Pangeran Parsy.


"Setelah makan rasanya akan nikmat jika kita meminum wayn"


Perkataan Aran langsung ditanggapi suka cita oleh semuanya.


"Aran-ssi saya mau, saya mau"


Taeyang yang paling bersemangat mendengar perkataan Aran.


"Aku juga mau"


"Aku juga"


Kata Varya dan Namora.


"Tenang, kalian semua pasti aku berikan"


Aran lalu mengeluarkan botol wayn, dan membagikannya ke masing-masing temannya.


"Kali ini aku tidak perlu menyegel ruangan ini"


Perkataan Aran langsung ditanggapi senyuman oleh semua temannya. Mereka semua mengerti maksud perkataan Aran.


Taeyang yang sudah tidak sabar langsung membuka botol itu dan menghirup aromanya perlahan-lahan.


"Ahh, aroma ini. Aku tidak akan pernah melupakannya"


Aroma wayn langsung memenuhi ruangan ini, bukan hanya lantai 3 saja. Tapi satu bangunan Pasifik Inn bisa mencium aroma yang begitu harum. Aroma ini bahkan dapat menyejukkan hati dan pikiran mereka yang menghirupnya.


"Pangeran aku juga mau minuman seperti itu"


Wanita cantik disebelah Pangeran sangat terbuai oleh bau harum yang dikeluarkan dari botol minuman yang dikeluarkan oleh Aran.


"Baik, aku juga menginginkannya"


"Pelayann"


Pangeran langsung memanggil pelayan yang sedang berdiri diam di sudut restoran. Disetiap lantai restoran selalu ada pelayan yang selalu siap sedia dalam melayani kebutuhan tamu.


Pelayan itu sebenarnya sedang menikmati bau harum dari botol minuman yang dikeluarkan oleh Aran. Pikirannya begitu tenang hingga ia memejamkan matanya, tapi teriakan Pangeran berhasil membangunkannya.


Pelayan itu langsung berjalan cepat ke arah Pangeran.


"Ya Tuan, ada yang bisa saya bantu"


Pelayan itu berkata sambil memberikan hormatnya.


"Kamu dari tadi saya panggilin diam saja, cepat berikan saya minuman seperti yang diminumnya"


"Maaf Tuan, minuman itu bukan dari restoran kami"


Jawab pelayan dengan hormat, ia juga tidak mengetahui darimana kelompok Aran mendapatkan minuman yang memiliki bau harum seperti itu.


"Apaa! minuman itu bukan dari sini. Apakah restoran ini benar-benar tidak mau memberikannya kepada kami. Jangan membuat alasan, aku akan membayar berapapun harganya"


Pangeran tidak akan percaya bahwa restoran sekelas Pasifik Inn tidak memiliki minuman seperti itu.


"Benar Tuan, kami tidak memilikinya"


Jawaban pelayan semakin membuatnya kesal.


"Panggil Manajer kamu. Aku ingin berbicara padanya"


"Baik Tuan"


Pelayan itu membungkuk dan kemudian pergi meninggalkan Pangeran.


Sementara kelompok Aran hanya tersenyum mendengar semua percakapan tadi.


Tapi tidak lama terdengar kegaduhan dilantai bawah Aran.


Kegaduhan itu karena bau wayn milik Aran yang kini sudah menyebar ke seluruh restoran. Dari lantai 1 ke lantai 3 merupakan restoran, sedangkan lantai 4 dan seterusnya merupakan penginapan. Semua kamar penginapan dilindungi oleh segel yang menyebabkan penghuninya tidak terganggu oleh bau atau suara apapun yang terjadi di luar.


Keadaan di lantai bawah ternyata sudah sangat kacau karena banyak tamu yang meminta makanan atau minuman yang baunya sangat harum tersebut. Orang lantai bawah merasa bahwa restoran ini tidak adil, karena hanya orang lantai atas saja yang dapat menikmatinya. Mereka berprasangka seperti itu karena mereka semua tau bahwa sumber bau wangi ini berasal dari lantai atas.


Para petugas benar-benar pusing dengan keadaan yang terjadi saat ini. Bahkan Manajer restoran ini sampai harus bolak balik untuk menyakinkan para tamu.


Sementara pelaku keributan massal ini sedang asik bersantai sambil menikmati pemandangan luar.


Tidak lama akhirnya datanglah Manajer bersama pelayan sebelumnya ketempat Pangeran.


"Tuan, saya adalah Manajer disini. Apakah ada yang bisa saya bantu"


Manajer ini adalah seorang wanita cantik dengan tubuh proporsional. Umurnya kurang lebih berkisar antara 25-30 tahun.


"Akhirnya kamu datang juga. Saya menginginkan minuman seperti yang diminumnya"


Kata Pangeran sambil menunjuk ke tempat duduk Aran.


Manajer itu lalu melirik ke tempat Aran dan berkata didalam hatinya.


'Jadi mereka yang memiliki minuman harum tersebut. Yang hampir membuatku gila karena harus menenangkan amarah para tamu dilantai bawah'


"Maaf Tuan, minuman yang mereka bawa bukan dari restoran ini. Kami tidak memiliki minuman seperti itu"


"Jadi benar kalian tidak memilikinya. Tidak kusangka restoran sehebat ini ternyata tidak memiliki minuman seperti itu"


Dengus Pangeran sedikit menyindir.


Tapi Manajer tidak menanggapi perkataannya, jadi dia hanya bisa meminta maaf. Restoran Pasifik Inn adalah restoran terkenal yang selalu menyediakan makanan dan minuman terenak dari seluruh dunia. Ia juga tidak menyangka akan ada kejadian seperti ini.


Setelah sedikit permohonan maaf kepada Pangeran Parsy, Manajer itu lalu pergi dan berjalan ketempat Aran.


"Tuan dan Nona sekalian. Saya adalah Manajer restoran ini, apakah kalian semua yang memiliki minuman harum tersebut"


Aran dan kelompoknya langsung mengalihkan pandangan mereka ke arah Manajer.


"Bukan kami, tapi minuman itu berasal dari Aran-ssi"


Jawab Taeyang kepada Manajer sambil melirik ke arah Aran.


"Ohh, jadi minuman itu milik Tuan Aran. Bolehkah kami melihatnya?"


"Baiklah, ini"


Aran lalu memberikan sebotol kecil wayn kepada Manajer tersebut.


Manajer itu langsung menerimanya dan membuka tutupnya. Aroma wangi langsung memenuhi ruangan. Manajer yang menghirup wangi tersebut langsung kembali menutup botol itu.


'Wangi ini begitu menenangkan dan hampir membuatku terlena. Untung aku sudah menjaga pikiranku terlebih dahulu'


Batin Manajer, ia langsung menutup botol minuman itu karena takut akan menimbulkan keributan kembali.


"Apakah saya boleh memiliki ini dengan membayarnya"


Manajer itu tanpa ragu berkata untuk membeli botol itu kepada Aran.


"Saya tidak menjualnya"


Jawab Aran singkat.


"Ah, lalu apakah saya benar-benar tidak boleh memiliki ini"


Manajer yang sudah menyium bau harum dari botol ditangannya begitu erat menggengamnya seakan-akan ia tidak akan rela melepaskannya.


"Saya hanya berkata tidak akan menjualnya, bukan berarti tidak boleh kamu miliki. Ambillah itu untukmu, saya masih memilikinya"


Jawaban Aran ini langsung disambut senyuman manis dari sang Manajer.


"Terima kasih Tuan, terima kasih"


Manajer itu lalu memberikan hormatnya kepada Aran dengan begitu bahagia.


Setelah itu, Aran lalu meminta Manajer untuk menyiapkan dua ruangan terbaik di restoran ini untuk tempatnya menginap. Dengan sigap Manajer itu memberikan Aran dua ruangan terbaik milik mereka, bahkan Aran mendapatkan diskon yang besar darinya.


Setelah semuanya, mereka lalu memasuki ruangan masing-masing.


Dua ruangan agar wanita dan pria dipisahkan.


>>>


Didalam ruangan, Aran dan Taeyang mengobrol bersama-sama.


"Taeyang, bisa kamu jelaskan mengenai Pangeran dan wanita tadi dan berapa lama kita harus menunggu sampai pendaftaran akademi dibuka"


"Itu mudah"


Pertanyaan Aran langsung dijawab oleh Taeyang dengan mudah. Teyang menjelaskan bahwa Pangeran Parsy tadi bernama Pangeran Dmitry sedangkan wanita yang bersamanya bernama Lady Dasha. Mereka berdua adalah bangsawan dari benua timur yang kemungkinan akan mengikuti seleksi di Akademi Bimasakti.


Taeyang juga menjelaskan bahwa pendaftaran akan dibuka 3 hari lagi. Besok kemungkinan kota ini akan sangat ramai. Mereka berdua terus mengobrol bersama hingga akhirnya masing-masing memutuskan untuk pergi istirahat.


Aran lebih memilih untuk beristirahat dialam gioknya dan kembali berlatih agar ia bisa menjadi lebih kuat.


>>>


Sementara di tempat lain.


"Tuan, ini adalah minuman yang tadi sempat menggemparkan restoran ini"


Manajer itu memberikan botol yang ia terima dari Aran kepada seorang Kakek Tua.


Kakek itu lalu menerimanya.


"Saya sarankan untuk menyegel ruangan ini, agar bau minuman itu tidak menyebar"


Saran dari Manajer langsung di iyakan oleh Kakek tersebut.


Setelah itu ia lalu membukanya. Wangi harum langsung memenuhi ruangan tempatnya duduk.


"Wangi ini"


Gumamnya, tidak menunggu lama ia segera meminum sedikit wayn tersebut.


"Ini adalah minuman dewa yang telah lama hilang, aku tidak menyangka akan dapat merasakannya kembali"


~Note~


Jika kalian semua menyukai novel ini, mohon bantu penulis dengan cara dibawah ini ya.


* Jangan lupa like dan koment.


* Vote jika memungkinkan.


* Follow Author.


* Terakhir, mohon bantu share.


Jika ada yang ingin bertanya bisa lewat instagram saya ya.


Terima kasih.


Salam hangat dari penulis.


Instagram :


@yukishinamt