Pendekar Nusantara

Pendekar Nusantara
Bahaya Kim Taeyang



Dengan gerakan kilatnya, Aran sudah berada di pintu masuk formasi. Dalam sekejap ia membuka formasi itu dan segera meninggalkan tempat tersebut.


'Sial, ternyata mereka masih bisa mengikutiku'


Aran melihat ada tiga makhluk berwujud manusia dengan kaki laba-laba di punggungnya, makhluk itu tengah bergerak dengan sangat cepat mengejar Aran.


Karena merasa bahwa ia akan tersusul, maka Aran memutuskan untuk menghentikan pelariannya. Ia melihat ketiga makhluk itu kini sudah berada tidak jauh darinya. Para pengejar juga memiliki aura yang sangat kuat karena para makhluk ini adalah mereka yang sudah melakukan evolusi kedua.


Diantara para pengejar Aran, salah satunya adalah laba-laba yang sebelumnya menangkap teman Aran.


"Manusia bajingann, berani sekali kau memasuki istana kami"


Laba-laba itu tidak ingin ada yang mengetahui istana mereka, karena mereka tidak ingin makhluk selain mereka terutama manusia mengetahuinya. Maka siapapun yang mengetahui keberadaan istana harus mati.


Selama ini mereka berusaha bertindak low profile agar tidak menimbulkan masalah. Karena sekarang ini para laba-laba sedang menyusun kekuatan untuk menguasai wilayah ini nantinya. Jadi mereka tidak ingin rencana mereka ini gagal dan sia-sia.


Bagi mereka, manusia adalah musuh yang merepotkan. Mereka tidak serta merta menangkap manusia jika dirasa wilayah itu tidak aman. Tapi yang membuat mereka bingung adalah manusia satu ini bisa memasuki istana mereka tanpa terdeteksi sama sekali. Belum lagi keberadaan formasi yang melindungi istana mereka.


"Kalian makhluk buruk rupa berani sekali berbicara lancang seperti itu padaku. Strata kalian jauh lebih rendah daripada kami para manusia. Juga kalian sudah berani menangkap teman-temanku. Sekarang disini siapa yang bajingann"


Aran dengan lantang menjawab perkataan para laba-laba.


"Bosan hidup kau, serang!"


Ketiga laba-laba maju bersama mengelilingi Aran. Dalam sekejap mereka langsung melancarkan serangan secara bersama-sama. Menghadapi serangan gabungan mereka, Aran hanya perlu menggunakan sedikit gerakan. Jika dibandingkan dengan monster di hutan terlarang, kemampuan tempur laba-laba ini hanyalah sedikit lebih kuat. Mungkin karena mereka yang menyerang Aran ini adalah para elit yang telah banyak menghisap energi makhluk hidup yang mereka makan.


"Huh"


"Segel Garuda satu, buka!"


Dalam sekejap Aran menghilang dan muncul dibelakang salah satu dari mereka. Dengan sayapnya yang tajam Aran memotong kepala musuhnya, setelah itu ia kembali menghilang dan memotong kepala musuhnya yang lain.


Tindakannya ini sangat cepat dan membuat para monster terkejut. Kini hanya tersisa satu laba-laba yang diam berdiri, karena sayap tajam Aran sudah menempel di lehernya. Laba-laba ini adalah yang sebelumnya menangkap teman Aran. Jadi Aran merasa tidak perlu membunuhnya, mengingat laba-laba ini sebelumnya tidak membunuh teman-temannya.


"Kembali katakan pada Ratumu jangan pernah menculik manusia lagi atau aku akan datang ke istana kalian semua dan menumbuk kalian semua menjadi bubur"


"Paham!"


Perkataan Aran ini membuat laba-laba itu bergetar hebat. Ia benar-benar ketakutan setengah mati. Melihat musuhnya ketakutan, Aran segera melepaskannya dari sayap garuda.


Ketika laba-laba merasa dirinya terbebas sekilas ia menatap wajah Aran yang terlihat layaknya iblis manusia.


"Mata merah, aapaa Tuan adalah iblis mata merah"


Berkata laba-laba sambil gemetar.


"Huh, makhluk hina seperti mu tidak perlu tau siapa aku. Pergi! sebelum aku jadikan kau makan malamku"


Ucapan Aran langsung membuat laba-laba ketakutan, ia lalu membungkuk hormat dan segera pergi dari tempat itu.


*Ciee, yang lagi pamer kekuatan. Sombongnya sekarang*


Seketika perkataan Raja Naga ini merusak moment kesenangan Aran.


*Raja Naga, apa kamu tidak bisa diam saja dan pura-pura tidak melihat apa yang aku lakukan*


*Hahaha, baiklah anak muda*


Setelah itu Aran pergi menjauh dari tempat pertarungan. Ia bergerak memasuki wilayah akademi dan kemudain memasuki salah satu gubuk yang sering digunakan oleh para siswa untuk istirahat sejenak. Di dalam gubuk, Aran segera mengeluarkan semua temannya termasuk Moza.


Ada tiga kepompong manusia yang bergerak-gerak sambil mengeluarkan gumaman. Karena seluruh tubuh mereka terlilit benang, maka suara yang keluar hanyalah suara tak jelas. Khusus Moza, Aran meletakkannya di atas dipan kayu. Aran lalu menggunakan wewangian untuk membangunkan Moza. Setelah melihat respon dari Moza yang mulai siuman, Aran langsung memasuki dimensi bintang. Hal ini ia lakukan untuk menghilangkan keberadaannya, karena bagi mereka yang memiliki ilmu tinggi melacak keberadaan seseorang lewat aura adalah hal mudah.


Seketika Moza langsung membuka matanya dan segera berdiri.


"Bajingann Aran"


Wajahnya penuh dengan kemarahan, ia berdiri sambil melihat kanan dan kiri. Ia juga sekilas melihat tiga kepompong didekatnya. Tapi ia mengabaikan kepompong itu dan segera keluar dari gubuk. Menggunakan persepsi batinnya, ia menyebarkan aura miliknya untuk melacak keberadaan Aran.


Semakin lama Moza melacak, ia tetap tidak bisa menemukan keberadaan Aran.


"Terkutukk, kenapa auranya bisa menghilang begitu saja"


Sambil sumpah serapah dan menghentakan kakinya ke tanah, Moza kembali memasuki gubuk dan membebaskan semua temannya.


Semua teman yang dibebaskannya begitu kaget melihat Moza dihadapan mereka.


"Moza, apakah kamu yang menyelamatkan kami"


Mereka segera bertanya kepada Moza, jika memang benar Moza yang menyelamatkan mereka maka bisa dipastikan Moza telah meningkatkan levelnya.


'Cih, mana sudi aku menerima perlakuan ini. Aku tidak ingin hidup dalam kebohongan'


Batin Moza.


Semua temannya diam menatap Moza, mereka menunggu jawaban dari Moza.


"Tidak, bukan aku yang menyelamatkan kalian. Itu Aran yang telah menolong kalian semua termasuk diriku yang diselamatkannya"


"Ahh, apakah maksudmu Aran yang bertarung di hutan terlarang"


Celetuk salah seorang temannya.


"Tu pinter, sudah aku pergi dulu"


Dalam sekejap Moza menghilang dari pandangan mereka.


"Mozaaa, tunggu!"


"Ahh, sialan kenapa dia pergi begitu saja"


"Sudah biarkan, Moza memang begitu. Jika memang yang dikatakan Moza benar, kita harus mengucapkan terima kasih kepada Aran"


Mereka bertiga setuju dengan saran ini.


"Baiklah mari kita pergi"


"Mari"


Mereka bertiga juga langsung pergi dari tempat itu dalam sekejap mata. Setelah semua orang pergi dan dirasa sudah aman, Aran lalu keluar dari dimensi bintangnya.


"Hahh, jadi repot kalau begini. Kenapa Moza mengatakan aku yang menyelamatkan mereka, padahal sengaja aku pergi meninggalkannya disini"


Aran tidak ingin dirinya dikenal banyak orang dan tetap menjaga profile nya. Tapi apalah dayanya, kali ini pun ia tetap tidak bisa melakukan itu semua. Dirinya semakin dikenal oleh siswa akademi.


Di lain tempat dimana Taeyang berada. Kini ia tengah dikepung oleh banyak siswa dari berbagai aliran. Mereka yang tidak menyukai organisasi Ganendra mulai menyatukan kekuatan dan mencoba menghancurkannya.


"Kim Taeyang, kali ini kamu akan habis"


"Hahahaha"


Terdengar teriakan Ta Kong dan tawa dari mereka yang menjegat Kim Taeyang.


"Hmm, aku fikir siapa yang berani menjegatku. Ternyata hanya sekelompok babii liar botak hina"


Taeyang tanpa ragu menghina para penjegatnya ini.


"Tidak kusangka ada junior yang memiliki lidah yang sangat tajam disini"


Suara yang keluar ini tidak lain adalah Baron Alan. Ia juga sangat tidak menyukai Ganendra, terutama yang bernama Aran. Ia sampai bosan mendengarkan orang-orang menyebutkan nama Aran. Karena ia tidak pernah melihat kekuatan Aran langsung jadi ia tidak merasa takut pada Aran. Selain itu ia juga kesal karena sering mendengar Lady Octavia sering membicarakan Aran, hal ini lah yang membuatnya cemburu.


"Siapa siphal satu ini, wajahmu membuat aku muak"


Kata Taeyang kepada Baron Alan.


"Bajingann kau, berani menghina Baron Alan. Benar-benar cari mati kau"


Salah seorang pengikut Baron langsung maju menerjang Taeyang "Mati kau!" Ia melakukan tendangan cepat di udara dan mengarahkannya langsung ke wajah Taeyang.


"Lemah"


Gumam Taeyang yang langsung memukul selangkangann penyerangnya, menyebabkan pria itu menjerit keras kesakitan.


"Hahaha, rasakan kau cegirall. Masa depan mu sebagai lelaki akan sedikit suram"


Teriak Taeyang pada penyerangnya. Ia sama sekali tidak memiliki belas kasihan kepada setiap musuhnya. Tapi sebenarnya Taeyang sudah mengurangi kekuatannya, karena jika ia menggunakan kekuatan penuh, maka bisa dipastikan pria itu langsung menjadi kasim.


Melihat perbuatan Kim Taeyang, menyebabkan semua musuhnya ini naik pitam. Mereka ingin segera menghajar Taeyang sampai mati.


"Semuanya, serang bajingann ini"


"Wooo"


"Bantai dia"


Menghadapi serbuan para siswa yang menjadi musuhnya ini, Taeyang tidak memperlihatkan rasa takut sama sekali.


"Saekkiaaa, maju sini kalian semua"


Teriak Kim Taeyang keras.


** Note **


Cegiral : Artinya Sialann atau semacam jancookk lahh hahaha..


Siphal artinya semacam bajing*n


Saekkia : Artinya itu  Asuu.


Udah lah lupakan. Ini hanya cerita fiksi jgn di ambil pusing.


See u next chapter