
Aran bersama Moza diam-diam mengikuti siluman laba-laba. Untuk menghindari indera penciuman laba-laba, mereka berdua tetap menjaga jarak aman.
Kini terlihat laba-laba itu memasuki area yang ditutupi oleh formasi tak kasat mata.
"Hmm, dia menghilang"
Moza melihat laba-laba itu menghilang dari pandangannya.
"Ia memasuki wilayah formasi miliknya, itu untuk menjaga wilayah kekuasaannya dari makhluk asing"
Aran mencoba menjelaskan secara singkat terkait hilangnya laba-laba.
Mereka berdua lalu mencoba mendekati tempat menghilangnya laba-laba setelah menunggu beberapa menit.
Moza yang penasaran mencoba memasuki tempat itu secara paksa, setelah melangkah ia seperti menabrak penghalang tak terlihat.
"Aku tidak percaya kalau aku tidak dapat menghancurkan formasi ini"
Gumam Moza pelan, ia lalu mengeluarkan kemampuan terbaiknya untuk menghancurkan penghalang tak kasat mata dihadapannya.
"Palm Penghancur Bumi"
Dari tangannya bersinar cahaya warna kuning yang berputar-putar. Ia lalu melepaskan ilmunya ke arah penghalang.
Bam!
Ledakan keras terdengar di penghalang tersebut.
Aran yang awalnya berada di dekatnya sudah terlebih dahulu menjaga jarak dari Moza.
"Idiot" Gumam Aran pelan. Ia tidak menyangka gadis ini memiliki pemikiran yang dangkal.
Moza yang mendengar perkataan Aran hanya memperlihatkan wajah kesalnya. Ia kesal bahwa ilmu terbaiknya tidak dapat menghancurkan penghalang di tambah perkataan Aran yang menghinanya.
"Mulutmu kasar sekali hah!"
Saking emosinya, Moza membentak Aran.
Aran yang awalnya ingin diam saja akhirnya memutuskan untuk membalas perkataan Moza.
"Apalagi jika bukan idiot, Kau pikir monster yang sudah berevolusi akan menciptakan penghalang lemah yang dapat dihancurkan sembarang orang. Ini adalah penghalang 5 tingkat. Jangankan kau manusia fana, bahkan wakil kepala sekolah tidak akan bisa menghancurkannya"
Kata Aran keras.
"Manusia fana! jika aku manusia fana, lantas dirimu apa hah! Dedemit"
Moza sangat kesal mendengar perkataan dari Aran yang begitu menyebalkan. Ingin rasanya ia menghajar mulut Aran.
"Terserah"
Jawab Aran singkat. Ia lalu mengaktifkan mata surgawinya untuk melihat pola dari formasi laba-laba. 'Sedikit rumit dengan banyaknya pola, hanya pemilik yang bisa memasuki formasi ini secara langsung' Batin Aran.
Aran lalu menggerakkan kedua tangannya di depan formasi, ia menarik pola-pola cahaya tak kasat mata dan mengaturnya ke susunan yang teratur. Dalam hitungan menit ia berhasil membuka pola formasi.
"Ayo masuk, celah ini hanya bertahan 10 detik"
Kata Aran yang segera masuk kedalam celah yang dibuatnya tanpa menunggu jawaban dari Moza.
"Cih" Moza yang kesal hanya bisa menggerutu dan mengikuti Aran masuk.
Melewati formasi penghalang, mereka dikejutkan dengan pemandangan lain. Dimana tempat itu adalah sebuah gua yang terlihat sangat besar. Mereka lalu berjalan perlahan-lahan didalam gua tersebut. Gua ini memiliki suhu yang cukup dingin dengan banyaknya mural di sekitar dinding. Penerangan didalam gua didapat dari batu cahaya yang menempel di setiap dinding gua.
Semakin mereka berjalan mereka seperti mendengar suara-suara samar di kedalaman gua.
"Suara apa itu"
Kata Moza pelan.
"Itu bahasa siluman, gadis fana sepertimu tidak akan bisa mengerti bahasa mereka"
"Sialan! jadi kamu pikir kamu bisa?"
Balas Moza dengan sangat kesal.
Tapi balasan dari Aran hanyalah sikapnya yang diam, seolah-olah tidak peduli atas pertanyaannya. Hal ini semakin membuat Moza kesal. Dalam hatinya ia ingin meremas, menginjak dan memukuli Aran.
Mereka terus berjalan memasuki wilayah dalam gua. Tidak lama dari kejauhan mereka melihat banyak laba-laba berkumpul dan didekat mereka ada banyak kepompong yang di tumpuk dan digantung di dinding gua. Laba-laba memiliki kebiasaan menyimpan cadangan makan mereka dalam bentuk kepompong. Karena dengan begitu laba-laba dapat menjaga makanan itu agar bertahan dalam jangka waktu yang lama.
Mereka juga melihat beberapa laba-laba berukuran besar sedang memakan kepompong yang didalamnya terdapat sapi berukuran dewasa.
"Aran apakah yang digantung di pojok sana adalah teman-teman kita tadi"
"Iya kamu benar, itu adalah teman-teman kita. Hanya mereka manusia yang masih hidup, selebihnya sudah mati"
Aran dapat melihat kehidupan didalam kepompong dengan kemampuan mata surgawinya.
"Lantas apa yang kita tunggu, ayo cepat selamatkan mereka"
Karena Moza melihat bahwa para laba-laba itu terlihat lemah, seketika Moza sudah melompat dan bergerak maju kedepan. Tapi tiba-tiba ada yang menarik bajunya yang menyebabkan ia terjatuh ke tanah.
Bruk!
"Adduuuh, pantatku sakit" Kata Moza sambil mengusap-usap pantatnya.
Moza lalu menoleh ke arah Aran yang menarik bajunya tadi.
"Apa maumu sialann!"
Kata Moza begitu kesal berkata kepada Aran, ia lalu berdiri dan memukul Aran. Tapi kenyataannya, pukulan Moza dapat dihindari dengan mudah oleh Aran.
Aran hanya menghindar dan menjauh dari Moza "Aku fikir ada yang salah dengan otakmu, kita sedang di kandang musuh. Pikirkan dulu sebelum bertindak, jangan sampai kita mati konyol karena kecerobohanmu"
"Maksudmu apa!"
Aran hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat Moza. "Kamu mungkin tidak bisa merasakannya. Di dalam sana ada portal yang menutupi wilayah ini dan dibalik portal itu ada para petinggi suku laba-laba. Termasuk Ratu laba-laba. Sedangkan yang kita lihat sekarang ini hanyalah anak-anaknya yang lemah" Aran tidak perlu menjelaskan kepada Moza, seberapa kuat para petinggi dan Ratu laba-laba yang berada di dalam portal.
Mendengar penjelasan Aran, Moza langsung terdiam dan menelan ludahnya. Dalam hatinya ia berkata 'Jika tadi aku langsung masuk ke dalam, pasti aku sudah menjadi kepompong seperti yang lainnya'. Moza ingin mengucapkan terima kasih kepada Aran yang menyelamatkannya, tapi mengingat cara penyelamatan Aran kepadanya, ia jadi mengurungkan perkataannya.
Aran kini diam berdiri menatap ke arah portal, ia tidak memperdulikan gerutuan Moza padanya.
*Raja Naga\, apa yang sebaiknya aku lakukan*
Aran mencoba bertanya kepada Raja Naga untuk menghindari kesalahan atas tindakannya.
*Ratu itu sangat kuat\, memang kamu dapat mengalahkannya. Tapi dengan resiko seluruh temanmu mati. Karena sebenarnya terdapat benang halus yang terhubung antara Ratu dan para korbannya. Dalam hitungan detik ia dapat langsung menggunakan benang itu untuk menusuk jantung korbannya*
Penjelasan Raja Naga membuat Aran semakin meningkatkan kekuatan matanya, kini ia dapat dengan jelas melihat benang-benang transparan yang terhubung ke semua kepompong.
"Sial, ini semakin sulit"
Gumam Aran.
*Sebenarnya tidak sulit\, kamu masih tetap bisa menyelamatkan mereka*
Aran langsung semangat mendengar perkataan Raja Naga "Berarti memang ada caranya, cepat kasih tau saya Raja*
*Kita hanya perlu menunggu tengah malam\, karena saat tengah malam Ratu biasanya tertidur untuk beristirahat dan mengolah semua korban yang telah ditelannya. Karena semua korban yang dimakannya akan disedot esensi jiwa dan energi mereka didalam tubuhnya. Proses itu terjadi didalam perutnya yang besar*
*Setelah Ratu tertidur\, kamu dapat menggunakan gerak langit ke tempat teman-temanmu dan segera memasukkan mereka ke dalam dimensi bintang. Tapi kamu harus ingat bahwa mereka tidak boleh mengetahui keberadaan dimensi bintang\, termasuk gadis yang bersamamu saat ini*
Aran langsung setuju dengan perkataan Raja Naga, jadi ia akan menunggu sampai tengah malam untuk menyelamatkan teman-temannya. Ia juga menjelaskan hal ini kepada Moza agar mau menunggunya. Kini mereka hanya berharap agar Ratu laba-laba tidak memakan teman-temannya sekarang.
Mereka berdua terus menunggu dalam diam hingga tengah malam.
"Sekarang saatnya" Kata Aran pelan.
Moza langsung menganggukkan kepalanya mendengar Aran. Ketika mereka berdua berdiri dan bersiap bergerak. Aran langsung memukul tengkuk Moza.
Buk!
Mendapat serangan kejutan Aran, membuat Moza tidak siap. Ingin ia membalas, tapi kesadarannya semakin meredup. Seketika Moza langsung pingsan.
"Maaf Nona"
Kata Aran pelan. Ia lalu memasukkan Moza kedalam dimensi bintang. Seketika ia bergerak cepat ketempat teman-temannya berada. Aran merangkul mereka semua dalam hitungan detik dan memasukkannya kedalam dimensi bintang.
Ratu yang sedang tidur merasakan bahwa beberapa benang penghubungnya terputus tiba-tiba. Ia langsung berteriak keras.
"Manusiaaaaa"
Ia sekilas melihat bahwa ada manusia didalam gua. Teriakannya membuat semua penjaga menatap ke arah yang dilihat oleh Ratu. Para penjaga juga tidak menyangka bahwa akan ada manusia yang berani menyelinap kedalam gua ini.
"Manusia hina, Mati kau!"
Seorang penjaga elit bergerak dengan sangat cepat dan langsung menusuk Aran dengan senjatanya. Tapi senjata itu hanya menembus udara kosong. Aran kini sudah menggunakan gerak langitnya untuk bergerak keluar dari sarang laba-laba.
~Maaf jika update saya sangat lama, karena saya hiatus~
Terima kasih