
"Kamu bilang lumayan! Saya sudah berusaha memasak dengan seluruh kemampuan saya dan kamu sudah menghabiskan semuanya tanpa menyisakan sedikitpun"
Aran menatap geram ke arah Raja Naga.
"Hei anak muda, aku bilang lumayan jika dibandingkan dengan masakan Istana Naga. Mungkin di dunia manusia masakan ini sangat nikmat, tapi bagi Istana Naga ini hanyalah masakan koki pemula"
Raja Naga berkata dengan bangga walau dalam hatinya ia sedikit takut 'Semoga anak ini tidak akan pernah mencicipi masakan Istana Naga'
"Oh jadi begitu, baiklah mulai sekarang aku akan berlatih lebih giat lagi sampai kamu benar-benar mengakui masakanku"
Aran menatap Raja Naga dengan percaya diri.
"Hmm bagus, saya suka semangatmu"
Aran kembali melanjutkan latihannya di alam tersebut. Raja Naga juga sesekali memberikan Aran saran terkait ilmu beladirinya. Karena kebanyakan ilmu yang Aran latih adalah seni beladiri kuno yang telah lama hilang.
Namun Aran masih kesulitan untuk berlatih membuat pil, ia masih belum bisa sepenuhnya mengendalikan api hitam Naga Iblis.
Batas waktu tiga jam akhirnya habis. Aran segera keluar dari alam tersebut.
Di luar, Aran kembali meditasi sambil menunggu datangnya pagi.
Ketika matahari pagi menyinari kamarnya, Aran mendapatkan transmisi suara dari kejauhan.
*Aran*
*Siapa ini?*
Jawab Aran di tengah meditasinya.
*Ini saya, Ratu Ular Putih*
*Ratu Ular Putih, mohon maaf saya belum sempat mengunjungi tempat Ratu. Baru hari ini saya rencana akan ketempat Ratu sebelum kembali ke dunia asal saya*
*Tidak perlu mengunjungiku Aran, pasti banyak yang akan mengantarmu kembali. Aku tidak ingin tempat rahasiaku diketahui banyak orang*
Aran sedikit merenungkan perkataan Ratu Ular, biar bagaimanapun ia pernah diselamatkan oleh Ratu. Rasanya tidak pantas jika dirinya tidak pamitan dengan Ratu.
Ratu bisa merasakan perasaan Aran terhadapnya.
"Tidak perlu merasa bersalah, jagalah dirimu baik-baik Aran"
Aran merasakan kehangatan dihatinya bahwa Ratu benar-benar memahaminya.
*Baiklah kalau begitu Ratu*
Jawab Aran penuh hormat.
"Aran, aku sudah memberikan hadiah perpisahan di depan kamarmu. Namun jangan kamu buka di alam ini. Bukalah nanti ketika kamu sudah sampai diduniamu"
Aran langsung mengiayakan perkataan Ratu. Ia lalu keluar dari kamarnya dan melihat kotak giok berwarna putih. Tidak menunggu lama, ia langsung memasukan kotak itu kedalam Alam Giok Langit.
>>>
Di halaman depan rumah Ghafar, mereka semua tengah bersiap-siap mengantar Aran dan Xiao Ling kembali ke dunianya. Sebelum berangkat ia sudah memikirkan semua kerabatnya yang ada didunia ini.
Bulan dan Bintang akan menjadi bagian dari keluarga Ghafar, sementara Clan Kucing akan menjadi clan dibawah naungan Sekte Pedang Iblis. Untuk itu Aran merasa tidak ada lagi yang perlu dikhawatirkannya saat ini.
Aran hanya berharap kedamaian di dunia ini tetap terjaga.
"Aran, Xiao Ling. Jaga diri kalian"
Teriak Eliza yang melihat mereka berdua sudah berada diketinggian.
Aran dan Xiao Ling hanya menatap mereka dari atas burung besar milik Ghafar.
Ghafar menatap wajah Aran yang penuh dengan dilema.
"Aran"
Ghafar berkata kepada Aran, apakah ingin tetap disini atau bisa berangkat sekarang.
"Tuan, silahkan kita berangkat"
Ghafar langsung menganggukkan kepalanya dan memberi perintah kepada burung tunggangannya untuk segera pergi.
"Roaaarrr"
Aumannya benar-benar keras, burung itu langsung melesat pergi dengan kecepatan tinggi. Ada dua burung dibelakang mereka, yang tidak lain adalah pasukan bayangan Ghafar yang ikut mengawal kepergian mereka.
Sesuai pembicaraan, Aran akan mengantar Xiao Ling terlebih dahulu ketempat portal dimensinya.
Perjalanan mereka sangat aman, sepanjang jalan tidak ada yang berani menghalangi rombongan mereka.
Aran dan Xiao Ling sesekali mengobrol bersama, hingga akhirnya mereka sampai di tujuan.
Mereka semua turun dari burung dan berjalan bersama-sama menuju portal. Portal Xiao Ling berada di dalam gunung berapi yang membuat kelompok tersebut kaget. Mereka tidak menyangka akan ada portal didalam gunung berapi ini.
Oleh karena itu, sebelumnya Xiao Ling meminta mereka untuk mendarat jauh dari pintu masuk gunung.
Mereka terus masuk kedalam gunung berapi yang sesekali mengeluarkan suara keras. Didalam gunung yang sangat panas tersebut mereka semua berhenti didepan sebuah kawah lahar.
Xiao Ling berkata bahwa disinilah tempat portal miliknya berada.
"Aran aku pergi dulu, ingatlah untuk mengunjungiku jika kamu pergi ke dataran tengah"
"Pasti"
Jawab Aran yakin.
"Ambil ini"
Xiao Ling mengeluarkan lencana dan memberikannya kepada Aran.
"Itu adalah lencana keluargaku"
Aran langsung mengambilnya dan menyimpan lencana itu di alam giok miliknya.
Tidak lama Xiao Ling melakukan segel tangan dan muncullah portal dari kawah lahar didalam gunung.
Mereka yang melihat portal itu langsung melongo. 'Kenapa bisa ada portal didalam lahar ini'
"Aran jaga dirimu, aku pergi"
Setelah berkata, dengan gerakan kilat Xiao Ling mencium pipi Aran.
Setelah melakukan ciuman itu, ia langsung melompat kedalam portal. Sosok Xiao Ling langsung menghilang bersama portal tersebut.
Aran masih bengong ditempatnya, ia tidak menyangka Xiao Ling akan menciumnya. Sementara yang lainnya pura-pura tidak melihat kejadian tersebut.
"Mari semuanya"
Aran lalu mengajak mereka semua pergi dan kembali menaiki burung raksasa menuju portal dimensi Aran.