
Mereka semua terus berjalan hingga akhirnya sampai di markas pasukan gabungan Kerajaan Mahwapatih dan Kerajaan Samudera.
Markas ini di kelilingi benteng yang terbuat dari kayu yang kokoh dengan menara penjaga.
Penjaga di atas menara yang melihat kedatangan mereka langsung bersiaga.
Aran juga langsung menatap para penjaga yang dilihatnya cukup siaga.
"Siapa kalian, sebutkan identitas kalian"
Teriak penjaga kepada kelompok Berliana.
"Apa kalian orang baru, tidak mengenali kami"
Melati begitu kesal melihat para penjaga yang menanyakan identitas mereka. Ingin rasanya ia menampar para prajurit ini.
"Melati sudah"
Kata Berliana sambil ia maju selangkah.
"Saya Berliana, pemimpin Teliksandi group 1"
Kata Berliana sambil memperlihatkan lencana yang menunjukkan identitasnya.
"Teliksandi Group 1"
Sang komandan yang berada tidak jauh dari penjaga langsung maju, menyingkirkan para penjaga di hadapannya.
"Nona Berliana, maafkan sikap anak buah ku. Mereka baru ditempatkan disini jadi kurang memahami keadaan"
Berliana hanya tersenyum mendengarnya. Berbeda dengan melati yang sedikit temperament.
"Huh, awas jika kalian berani bersikap kurang ajar lagi. Aku potong lidah kalian"
Kata Melati keras.
"Kami minta maaf"
Berkata komandan pasukan kepada kelompok Melati dengan penuh hormat.
Komandan sudah pernah mendengar bahwa Teliksandi Group 1 sangatlah kejam dan tidak takut mati. Siapalah dirinya yang hanya komandan group kecil.
"Kalian semua, tunggu apa lagi cepat buka pintunya"
Teriak Komandan yang melihat para prajurit masih saja berdiri ditempatnya.
"Siapp"
Mereka langsung berlari membuka pintu. Tidak disangka oleh mereka, pemimpin yang begitu mereka hormati takut dengan wanita tersebut. Pasti latar belakang wanita ini tidak main-main.
Mereka semua hanya mendesah didalam hatinya.
Berliana langsung memimpin jalan masuk kedalam markas dan berjalan menuju pusat komando.
"Asura kita akan langsung menuju pusat komando"
Berkata Berliana, yang dijawab Aran dengan anggukan kepalanya.
Aran nampak takjub dengan markas pasukan gabungan ini "Hebat" Hanya kata itu yang Aran ucapkan, ia begitu kagum dengan kesiapan para prajurit didalam markas.
Mereka semua akhirnya tiba didepan tenda markas utama.
Prajurit yang menjaga langsung masuk kedalam tenda, untuk meminta ijin terkait kedatangan Berliana.
"Berliana"
Berkata seorang pria yang keluar dari dalam tenda. Mengetahui yang datang adalah Berliana ia langsung keluar dari tenda.
"Senior Lingga"
Kata Berliana sambil memberi hormat, Juli dan Melati juga ikut memberi hormat.
Aran lansung kaget melihat Lingga ada dihadapannya. Dia hanya tersenyum dibalik topengnya.
'Dunia tak selebar daun kelor, ternyata ia bergabung dengan pasukan kerajaan' Gumamnya.
"Berliana siapa mereka berdua"
Kata Lingga kepada Aran dan prajurit musuh.
Lingga langsung mencoba melihat Aran dengan ilmu tenaga dalamnya.
Tapi hal itu justru membuat Lingga terkejut.
Lingga hanya bisa berkata didalam hatinya, ia penasaran siapa pemuda bertopeng ini. Namun ia juga merasakan aura yang familiar memancar dari tubuh pemuda tersebut.
'Hehehe, mencoba mengukurku. Sekarang tidak akan bisa' Kata Aran didalam hatinya. Ia tau bahwa Lingga sedang mencoba mengukur kekuatannya.
Berliana langsung memperkenalkan Aran "Senior, pemuda bertopeng ini adalah Asura, dan Prajurit itu adalah wakil pemimpin pasukan garis depan Kerajaan Parsy"
"Hmm, menarik" Kata Lingga.
"Ayo bawa mereka masuk semuanya" Lingga menambahkan.
Didalam tenda ternyata ada 2 Jendral. Satu Jenderal Kerajaan Mahwapatih dan satu lagi Jenderal Kerajaan Samudera. Serta seorang lagi yaitu, Pangeran Kerajaan Samudera.
"Pangeran dan para jendral, Berliana datang untuk memberikan info terkait kondisi pasukan musuh"
Pangeran dan Jendral langsung menatap Berliana dan kelompoknya.
Mereka sudah mengenal Berliana dan kelompoknya, jadi pandangan mereka lebih tertuju kepada Aran.
Para Jendral juga mengukur kekuatan Aran.
'Kuat, aku sampai tidak bisa melihat tingkat kemampuannya' Batin para Jendral.
"Siapa prajurit terikat ini"
Tanya Jenderal Kerajaan Samudera.
"Dia adalah wakil pemimpin pasukan garis depan Kerajaan Parsy"
Kata Berliana menjawab dengan hormat.
"Tangkapan bagus, hahahaha" Jenderal Kerajaan Samudera langsung tertawa.
"Berliana, apa kamu yang menangkapnya"
Tanya Pangeran.
"Tidak pangeran, justru saya hampir mati oleh pasukan musuh jika saya tidak ditolong oleh saudara Asura"
"Asura?"
"Oh iya perkanlkan, pemuda disebelah saya ini bernama Asura"
Berliana langsung meminta Aran untuk memperkenalkan dirinya.
"Salam, nama saya Asura"
Aran langsung memperkenalkan dirinya kepada mereka semua.
Melihat Aran yang begitu sopan dan kuat, membuat mereka juga untuk tidak ragu berkenalan dengannya.
"Saya, Pangeran Arya"
"Saya, Jenderal Lawana"
"Saya, Jenderal Mada"
"Dan saya, Lingga"
Mereka semua saling berkenalan dengan hormat.
Setelah berkenalan, Pangeran mengajak mereka semua untuk duduk di kursi yang ada didalam tenda. Sementara prajurit tahanan dibiarkan berdiri disudut tenda.
"Berliana, bagaimana ceritanya kamu bisa di selamatkan oleh Asura"
Lingga penasaran dengan jawaban Berliana tadi. Dengan kemampuannya harusnya Berliana bisa melarikan diri dengan mudah.
Mendengar pertanyaan Lingga, Berliana langsung menceritakan semuanya.
"Jadi begini senior.."
Berliana langsung menceritakan keseluruhan ceritanya dari awal dia ditangkap sampai akhirnya ia dan kelompoknya diselamatkan oleh Aran. Tidak ada satupun yang ia lewatkan, ceritanya begitu detail. Aran yang mendengarnya juga merasa kagum dengan perkataan yang di ceritakan oleh Berliana.
'Ingatan gadis ini benar-benar hebat' Batin Aran.
"Hebattt, bisa membunuh komandan garis depan musuh dengan satu serangan"
Lingga begitu mengagumi orang-orang yang memiliki kemampuan beladiri yang tinggi.
Ia jadi ingin berkata kepada Aran untuk mencoba bertarung dengannya, namun niat itu urung dilakukan.