Pendekar Nusantara

Pendekar Nusantara
Half Demon



Aran menggunakan mata surgawinya untuk melihat tubuh kedua makhluk dihadapannya. Wujud mereka sangat mirip dengan manusia, yang tertua berwujud wanita dan yang kecil adalah lelaki.


Aran terus memeriksa tubuh mereka, didalam tubuh mereka terdapat aura yang sangat murni namun aura itu disegel.


*Raja Naga\, Kenapa aura mereka disegel*


*Dari yang kulihat\, sepertinya ada yang sengaja menyegelnya* Jawab Raja Naga


Sementara Kedua makhluk dihadapan Aran itu, terus menatap daging yang sedang dibakar Aran dan sup yang dimasak Aran.


Melihat tatapan mereka Aran lalu berkata "Apa kalian lapar?"


"Iya Tuan, kami sangat lapar. Sudah berhari-hari kami tidak makan" Jawab yang paling kecil.


"Adik, jaga sikap" Kata yang tertua.


Sang adik langsung menunduk mendengar perkataan kakaknya.


"Maafkan adik saya Tuan"


"Ahh, tidak apa-apa. Tidak perlu malu sama saya" Aran lalu mengambil paha rusa yang dibakarnya untuk diberikan kepada kedua makhluk itu.


Sang Kakak langsung mengambilnya dengan sopan dan membaginya kepada adiknya.


Mereka makan dengan sangat lahap. Paha Rusa yang besar itu dalam sekejap hanya menyisakan tulang saja.


Aran hanya tersenyum melihat mereka makan. Dilihat dari cara makan mereka, keduanya sepertinya sudah tidak makan berhari-hari.


"Makan perlahan, makanan ini masih sangat banyak. Sup ini juga boleh kalian makan" Ucap Aran.


"Ah iya Tuan, terima kasih. Maaf jika kami makan tidak sopan" Jawab yang tertua.


"Siapa namamu gadis kecil" Tanya Aran sambil melihat mereka makan.


"Nama saya Bulan, Saya bukan anak kecil Tuan. Umur saya sekarang 50 tahun" Jawabnya dengan malu2.


Klangg


Aran langsung menjatuhkan alat masak yang dipegangnya.


'Apa yang sebenarnya ada dihadapanku ini' Batin Aran.


*Kamu tidak perlu terkejut Aran\, di dunia jin umur segitu masih sangatlah muda. Jin memiliki umur yang sangat panjang. Bahkan sampai ribuan tahun*


*Iya Raja Naga\, terima kasih informasinya*


"Kenapa Tuan? sepertinya Tuan kaget mendengar umur saya. Tuan tidak mungkin tertarik dengan saya kan" Jawabnya sambil malu-malu.


Jawabannya membuat Aran ingin salto kebelakang. 'Aku bukan Lolita' Batin Aran 'umur 50 tahun tapi badannya seperti gadis umur 12 tahun ditempat asalku'


 


"Hahaha, kamu gadis lucu. Tidak mungkin aku tertarik padamu" Sudah lupakan, mari kita lanjutkan makannya.


"Apa yang kalian lakukan ditengah hutan begini" Tanya Aran sambil duduk mendekat dengan mereka berdua. Terlihat sang adik yang paling kecil sudah tertidur dipangkuan kakaknya.


"Kami berdua diusir dari desa kami dan sudah seminggu kami berada dihutan ini" Jawab Bulan.


"Kenapa kalian diusir"


"Orang tua yang membesarkan kami selama ini meninggal, jadi sudah tidak ada yang melindungi kami lagi. Wujud kami yang berbeda juga membuat mereka berfikir bahwa kami ini pembawa sial didesa. Bukan itu saja, desa kami mengalami kemarau yang sangat lama. Karena kelaparan, mereka ingin mengambil stock makanan kami dan harta yang kami miliki" Jawabnya lirih.


"Hahh, ternyata dimanapun sama. Yang lemah selalu ditindas" Kata Aran.


"Ya sudah kamu tidur dulu, besok kita lanjut lagi"


"Baik Tuan" Jawabnya


Aran lalu berdiri dan duduk didekat pintu masuk gua.


*Raja Naga\, siapa sebenarnya mereka*


*Mereka adalah Half Demon*


*Half Demon?*


*Mereka adalah Half Demon antara manusia dan Jin dari Suku Demon*


*Manusia dan Demon? menikah? Apakah bisa?*


*Menurut hukum dunia jin hal itu tidak boleh dilakukan\, apalagi suku demon. Mereka sangat membenci manusia. Aku tidak tau bagaimana mereka bisa seperti ini*


Aran sekilas melirik kedua makhluk tersebut.


Hari semakin malam, mereka semua akhirnya tertidur.


Keesokan harinya dipagi hari sekali, Aran sudah bangun dan menyiapkan makanan untuk kedua makhluk yang masih tidur itu.


Aran mengambil sisa berburunya dari Ruang Giok Langit, ia sangat beruntung sekarang bisa menyimpan makanan tanpa takut busuk.


Kali ini Aran membuat bubur dengan daging ayam dan kaldu yang begitu harum.


Bau harum dari masakan yang Aran buat membuat kedua makhluk itu bangun dan berjalan mendekati Aran.


"Tuan, masakan yang Tuan masak kenapa begitu harum" Tanya Bulan.


"Hehehe, aku memiliki rahasia untuk hal ini" Jawab Aran, masakan Aran nikmat karena persediaan bumbu masakan yang diberikan oleh Raja Naga kepadanya.


"Ayo silahkan kalian berdua duduk, aku akan segera menyiapkan makanan ini untuk kalian"


Mereka berdua lalu duduk dengan manis didekat Aran sambil tersenyum dan sedikit bercanda.


Hal ini membuat Aran merasa bahagia. Karena selama ini Aran hanya tinggal bersama masternya, itupun iya sering ditinggal pergi. Jadi ia bisa merasakan apa yang dialami oleh kedua makhluk dihadapannya ini.