Pendekar Nusantara

Pendekar Nusantara
Penghargaan



Istana Kerajaan.


Setelah perayaan sementara, Aran ditempatkan di kamar khusus tamu dalam istana kerajaan. Karena keesokan harinya akan diadakan pemberian gelar dan hadiah bagi mereka yang berjasa, jadi Aran ditempatkan di kamar ini.


Kini Aran sudah didalam kamar dan mengunci pintu kamarnya, ia ingin kembali berlatih di alam giok langit. Sementara Putih, Kumbang dan Ze tengah menjalankan tugas yang diminta oleh Aran untuk memantau para prajurit Kerajaan Parsy.


"Alam ini sekarang sangat indah"


Karena Aran sekarang melihat rumah yang telah dibangun oleh Kumbang dan Putih. Rumah itu lumayan besar dengan ruang tamu, ruang makan dan kamar mandi serta ruangan lainnya.


"Rumah ini bagus, namun masih terlihat kosong. Ada baiknya aku membeli beberapa perabotan nanti"


Aran memandangi rumah yang menurutnya indah, ia tidak menyangka bahwa Kumbang bisa membuat rumah ini menjadi sangat enak dipandang.


"Aku akan menamai rumah ini, Villa Langit"


Aran lalu duduk melakukan meditasi kembali.


Satu hari, dua hari, tiga hari dan akhirnya di hari kelima Aran membuka matanya.


Ia benar-benar sudah memulihkan tenaga dalamnya yang sempat terkuras habis karena pertempuran sebelumnya.


"Sekarang aku akan melanjutkan berlatih"


Sementara Aran terus berlatih, Raja Naga hanya memperhatikannya saja. Ia tidak ingin mengganggu Aran yang tengah serius dalam berlatih. Kecuali jika Aran meminta bantuan darinya, baru ia akan bergerak.


Aran lalu mengeluarkan pedang nerakanya, pedang berwarna merah yang didapatnya dari dunia iblis.


"Pedang ini benar-benar dahsyat"


Aran melihat aura merah bercampur kehitaman memancar dari pedang tersebut, sangat berbeda dengan pedang naga langit yang dimilikinya.


Tidak ingin menunggu, Aran langsung melatih ilmu pedangnya.


"Kitab Naga Bintang"


Aran mulai membaca kitab tersebut dan melatih ilmu pedang 7 bintang. Ia langsung mempraktekkan dengan Pedang Nerakanya.


"Pedang 7 Bintang!"


Bang!


Keluar cahaya merah dari pedang tersebut, cahaya itu begitu bersinar dengan warna merah seperti api neraka. Ledakan yang dikeluarkan juga begitu dahsyat, Aran sampai takut alam giok langit rusak karena serangan itu. Aran jadi penasaran jika ia mengeluarkannya di alam nyata.


"Gila, energiku sampai tersedot setengah"


Pedang neraka begitu mengerikan, konsumsi energinya begitu besar. Aran mulai berfikir untuk tidak terlalu sering menggunakan pedang neraka.


Pedang Neraka adalah pedang yang didapatnya dari Ghafar di dunia jin, pedang berwarna merah seperti api neraka dan terbentuk dari ribuan tumbal makhluk hidup. Sementara Pedang Naga Langit adalah pedang yang didapatnya dari alam giok ini warnanya biru seperti langit, pedang naga langit pernah ia gunakan untuk melawan Clan Serigala Perak. Kini Aran memiliki dua pedang yang sakti mandraguna.


Setelah dirasanya cukup untuk berlatih pedang, ia mulai berlatih kemampuan lainnya.


"Sekarang aku akan berlatih seni akupunktur"


Aran mulai belajar buku-buku kuno yang diberikan oleh Raja Naga Iblis terkait pengobatan, racun dan pembuatan pil. Tapi Aran lebih memilih untuk belajar ilmu pengobatan dan pembuatan pil.


Ia terus membenamkan dirinya dalam memahami ilmu pengobatan tersebut.


"Ahh, belajar dan berlatih benar-benar membuatku lelah. Sebaiknya aku belajar memasak kembali"


Aran lalu mulai memasak dengan bahan-bahan yang ada di alam giok ini. Karena ia kelebihan daging, jadi ia mulai memasak daging yang banyak. Dari mulai memberikan bumbu, hingga membakarnya dengan Api hitam. Api hitam Aran berasal dari Naga Iblis, ketika ia menyatu dengan dirinya. Aran juga mencampur masakannya dengan sedikit wayn. Sehingga aroma yang dikeluarkan menjadi begitu harum.


"Hmm, baunya sangat harum"


Raja Naga Iblis yang menyukai masakan langsung tergoda dengan aroma daging yang dimasak oleh Aran.


"Raja Naga mari makan"


Aran mempersiapkan makanan yang begitu banyak di meja makan. Raja Naga lalu turun dan merubah wujudnya menjadi makhluk seperti manusia yang tertutupi aura hitam.


"Woow, wujudmu sekarang lebih keren"


Berkata Aran karena melihat wujud baru Raja Naga.


"Jika kamu semakin meningkatkan kemampuanmu, maka wujudku bisa menjadi lebih sempurna dari ini. Teruslah berlatih dan jangan mengecewakan kami"


(Kami tertuju kepada Raja Naga Iblis dan Raja Naga langit)


"Baik Raja Naga, ayo kita makan dulu"


Mereka lalu makan bersama di rumah villa langit.


>>>


"Berliana, kenapa kamu berpakaian seperti itu. Bukankah pangeran sudah memberikanmu pakaian"


Lingga melihat Berliana memakai pakaian hariannya, jadi ia menegurnya.


"Aku tidak menyukainya, aku lebih senang memakai pakaian seperti ini"


Jawab Berliana tenang. Ia tidak terlalu suka dengan acara-acara seperti ini.


"Aish, walau kamu tidak suka. Tapi paling tidak, kamu menghargai pemberiannya. Ini juga menyangkut wibawa negeri ini. Kau kan salah satu orang yang akan menerima penghargaan"


Lingga terus saja berbicara kepada Berliana, membuat kupingnya sakit. Ia benar-benar seperti ayahnya. Kadang Berliana jadi mengenang ayahnya jika ia melihat perilaku Lingga.


"Baiklah, aku akan memakainya"


Daripada mendengar Lingga yang terus mengomel, lebih baik ia turuti permintaannya.


Berliana lalu pergi kekamarnya kembali ditemani oleh Melati dan July.


Ditempat lain, Aran yang sudah keluar dari alam gioknya dan sudah berpakaian dengan jubahnya lebih memilih untuk meditasi kembali dikamarnya.


Tidak lama terdengar panggilan dari luar kamarnya.


"Tuan Asura"


Terdengar suara lembut dari luar kamarnya. Aran segera bangkit berdiri dan membukakan pintunya. Dilihatnya seorang gadis pelayan muda membawa makanan.


"Tuan, saya membawakan sarapan untuk Tuan. Ada pesan dari Pangeran, jika Tuan sudah makan. Tuan ditunggu di aula kerajaan untuk acara pemberian hadiah atas jasa-jasa Tuan"


Aran mendengarkan dengan seksama sambil membantu membawa nampan makanan untuk diletakkan kemejanya.


"Ya baiklah, aku akan kesana nanti"


"Terima kasih Tuan, saya undur diri"


Pelayan tersebut berkata dengan sangat lembut dan terus tersenyum. Ia dikasih tau bahwa pria dihadapannya ini adalah orang yang sangat penting.


Sepeninggal pelayan tersebut, Aran menatap makanan dimejanya.


"Mau aku kemanakan makanan ini, aku sudah kenyang makan di alam giok"


Aran memang sudah sangat kenyang, karena sebelumnya ia sudah makan cukup banyak di alam giok bersama Raja Naga. Tapi mau tidak mau, ia akhirnya memakan makanan tersebut.


>>>


Aula Kerajaan Samudera.


Kini para tamu, pahlawan dan pejabat penting sudah berkumpul di Aula Kerajaan.


Raja, Ratu dan Pangeran duduk bersebelahan di kursi paling tinggi bersama anggota inti keluarga.


Aran juga sudah berada di dalam aula tersebut. Ia sengaja menjauh dari Berliana dan Lingga, supaya mereka tidak curiga terhadap dirinya. Aran takut mereka tau bahwa dirinya bukanlah Asura melainkan Aran.


Acara begitu meriah hingga akhirnya acara utama itu datang. Acara pemberian hadiah dan medali kehormatan.


"Jenderal Lawana"


Jenderal Lawana langsung maju kedepan mendengar namanya dipanggil oleh juru bicara kerajaan. Ia langsung memberi hormat kepada Raja.


"Atas jasa-jasamu kepada kerajaan, maka kerajaan memberikan mu hadiah berupa tanah dan rumah di sisi utara kerajaan seluas 2.000 hektar, emas sebanyak 5.000 keping dan dinaikkan golongannya menjadi golongan 7 setingkat bangsawan tinggi"


Lalu terdengar tepuk tangan yang meriah didalam aula tersebut.


"Terima kasih Yang Mulia"


Jenderal Lawana adalah Jenderal Kerajaan Samudera, jadi ia begitu bahagia mendapatkan hadiah ini. Setelah pemberian penghargaan Jenderal Lawana kembali ketempatnya.


"Jenderal Mada"


Kini giliran Jenderal dari Kerajaan Mahwapatih yang dipanggil kedepan.


Jenderal Mada langsung berjalan dan memberi hormat kepada Raja.


"Jenderal Mada, atas jasamu yang begitu besar kepada Kerajaan ini. Kerajaan sangat berterima kasih kepada Kerajaan Mahwapatih yang sudah mengirim Jenderal terbaiknya. Untuk itu sebagai ucapan terima kasih Kerajaan, kami menghadiahkan emas sebanyak 10.000 keping, kain sutera dan juga tanah beserta rumah disisi timur kerajaan seluas 1.000 hektar. Tanah itu tidak akan ada yang berani menyentuhnya tanpa seijinmu walaupun kamu tidak berada disini. Gelar bangsawan tingkat 7 juga diberikan kepadamu, serta medali kehormatan Candrasatya (ini adalah medali kehormatan untuk mereka yang berasal dari luar kerajaan, yang sangat berjasa kepada kerajaan)"


"Terima kasih Yang Mulia"


>>>


Acara pemberian penghargaan terus berlanjut kepada semua orang yang berjasa kepada Kerajaan.


Hingga akhirnya giliran Berliana, Lingga dan Aran.