Pendekar Nusantara

Pendekar Nusantara
Seni Akupunktur V



Selain memperbaiki organ dalam Tuan Tua, Aran juga melakukan pembersihan sisa-sisa racun didalam tubuh Tuan Tua. Hal ini menyebabkan Tuan Tuan menjerit kesakitan, karena rasanya seperti daging bagian dalamnya diiris-iris pisau.


"Aaarrrrghhhhh"


"Sabar sedikit Tuan, jangan manja. Baru segini saja sudah menjerit seperti itu, bagaimana jika juniormu mendengar ini semua. Sungguh memalukan" Kata Aran sambil menggelengkan kepalanya.


"Sialannn, apa kau pernah merasakan rasa sakit yang aku alami ini" Tuan Tua menahan sakitnya sampai menggertakan giginya. Berkali-kali ia menjerit kesakitan.


"Untungnya saya belum pernah" Aran berkata sambil sedikit tertawa cekikikan.


"Sontoloyo!, Wedduss kau"


Aran kembali tertawa mendengar omelan Tuan Tua. Api biru Aran terus memperbaiki beberapa organ dalam Tuan Tua. Sekian lama Aran mengobati Tua Tua, akhirnya ia selesai juga.


Tuan Tua merasakan tubuhnya lebih sehat dan nyeri didalam tubuhnya juga menghilang.


"Tubuhku terasa begitu segar" Tuan Tua berdiri dari tempat tidur dan sesekali menggerakkan tubuhnya.


"Aran terima kasih, kamu telah membuat tubuhku terasa muda kembali"


Tuan Tua benar-benar merasakan tubuhnya seperti muda kembali, ia juga melakukan beberapa gerakan silat untuk memastikan semua sendinya berfungsi. Tuan Tua sampai melakukan salto berkali-kali dan melompat lompat diantara sudut-sudut ruangan. Karena ruangan ini begitu luas, jadi ia dengan bebasnya melompat ke berbagai sudut ruangan.


Aran hanya memandangi Tuan Tua yang sedang melakukan gerakan-gerakan didalam ruang itu.


"Tuan, sekarang tubuhmu sudah sehat. Apakah kamu masih ingin menembus batasmu atau kau hanya ingin lompat-lompatan seperti itu"


Mendengar perkataan Aran, Tuan tua langsung menghentikan gerakannya dan berjalan menghampiri Aran.


"Maaf Aran, aku terlalu bersemangat. Jadi bagaimana caramu membantuku?"


Tuan Tua benar-benar sangat senang, jadi ia begitu bersemangat berbicara kepada Aran.


"Tuan Tua, berapa sebenarnya tingkatanmu"


Aran benar-benar penasaran berapa level Tuan Tua, karena setiap kali Aran melihat tubuh Tuan Tua dengan Mata Surgawinya. Ia tidak pernah bisa melihatnya, seperti melihat kedalaman lautan tanpa dasar. Begitu tenang namun menyeramkan.


"Levelku sekarang adalah Raja Jin Puncak"


"Berapa banyak makhluk di alam ini yang sudah sampai Raja Jin Puncak?"


"Tidak banyak, biasanya dalam satu Clan hanya satu yang mencapai level ini. Untuk menembus level ini sangatlah sulit. Tapi tidak menutup kemungkinan ada ahli tersembunyi yang sudah menembus batasan"


"Apakah kamu tau Ratu Ular Putih?"


"Tentu saja aku tau, semua makhluk dialam ini tau siapa dia. Namun sekarang ini tidak ada yang mengetahui keberadaannya. Dia termasuk salah satu makhluk di alam ini yang sudah menembus ranah Alam Kaisar Iblis. Kenapa kamu menanyakannya Aran?"


"Tidak apa-apa Tuan, beliau pernah menyelamatkan nyawa saya" Jawab Aran.


Tuan Tua berkata sampai kedua tangannya memegang bahu Aran dengan sangat keras.


"Ia Tuan, Ratu pernah menyelamatkan saya dan teman saya"


"Hebat sekali, aku tidak menyangka dirimu bisa mengenal Ratu Ular Putih. Nanti jika kamu ada waktu, kamu ceritakan semuanya ya"


"Baik Tuan Tua" Aran menjawab dengan hormat.


Tuan Tua begitu kagum dengan Aran, masih muda tetapi memiliki begitu banyak kemampuan. Bahkan makhluk yang didekatnya bukanlah sembarang makhluk.


"Aran sekarang apakah aku kamu bisa membantuku, aku benar-benar tidak sabar untuk menembus batasku" Sudah ratusan tahun Tuan Tua terjebak diranah ini.


"Tapi saya ingin kamu berjanji beberapa hal Tuan"


"Apa itu Aran, katakan padaku. Aku pasti akan berusaha menepatinya"


"Saya ingin Tuan berjanji untuk selalu berada dijalan kebenaran"


"Tentu saja Aran, saya akan selalu berada di jalan kebenaran" Berkata Tuan Tua dengan sangat yakin.


"Baiklah kalau begitu, mari kita mulai"


Aran lalu mengajak Tuan Tua untuk kembali tiduran, Tuan Tua langsung menuruti Aran.


Diam-diam, Aran mengambil kain telapak meja. Ia ingin berjaga-jaga kalau Tuan Tua nantinya akan teriak lagi.


"Minum ini" Aran memberikan 3 butir pil ruby kepada Tuan Tua.


Tanpa ragu-ragu, Tuan Tua langsung meminumnya. Setelah pil itu tertelan, ia langsung merasakan aliran energi didalam tubuhnya mengalir deras.


Aran langsung menotok tubuh Tuan Tua, kali ini ia menotok dengan sangat cepat dari sebelumnya. Totokan Aran membuat energi yang mengalir deras langsung memasuki semua titik meridian Tuan Tua.


"Energi yang sudah kamu kumpulkan selama ini terhambat sudah kembali lancar. Sekarang aku akan membantumu menerobos"


Aran lalu memasukkan api birunya kedalam tubuh Tuan Tua. Kali ini Tuan Tua menjerit dengan sangat hebat.


Mendengar teriakan Tuan Tua yang begitu keras, Aran langsung menyumpalnya dengan kain yang dia ambil tadi.


Terdengar gumaman Tuan Tua, namun Aran hanya diam saja. Ia fokus memasukkan sejumlah energi kedalam tubuh Tuan Tua.


*Hahahaha, kamu sungguh anak kurang ajar. Berani-beraninya kau memperlakukan orang tua yang sangat sepuh seperti itu* Kata Raja Naga tiba-tiba di alam kesadaran.


*Hehehe, sekali-kali tidak apa-apa Raja Naga. Kapan lagi aku bisa seperti ini* Jawab Aran dialam kesadarannya, namun didunia nyata ia tetap diam.


*Aku benar-benar tidak tau lagi harus berkata apa padamu* Raja Naga benar-benar tidak habis fikir dengan kelakuan Aran ini.