Pendekar Nusantara

Pendekar Nusantara
Aran Vs Jin Gorilla & The Gank II



Aran menatap rantai yang dipegang oleh Jin Kalajengking. 'Senjata itu sungguh berbahaya, aku yang sudah memakai pelindung dari Ajian Naga Puspa masih berhasil ditembusnya'


"Kenapa kau menatap kami seperti itu, apa kau sekarang baru merasakan ketakutan" Ucap Jin Gorilla dengan suara yang keras.


Aran hanya tersenyum menanggapi ucapan Jin Gorilla, walau dalam hatinya dia sedikit takut tapi ia tidak ingin memperlihatkannya kepada mereka.


"Tidak ada dalam kamusku takut pada sekumpulan badut dungu, entah apa yang kalian makan selama ini. Sampai kalian begitu bodoh. Hanya untuk menghadapi aku seorang diri saja tidak bisa. Hahaha" Aran terus menghina mereka agar mereka nantinya tidak fokus dalam pertempuran.


Xiao Ling yang berada di kejauhan, hanya bisa menutup wajahnya melihat kelakuan Aran. 'Beruntung aku tidak menjadi musuhnya' Xiao Ling tidak bisa membayangkan jika harus dihina oleh Aran dalam suatu pertarungan.


Kelompok Jin Gorilla benar benar muntah darah mendengar ucapan Aran yang terus menghina mereka. Emosi mereka sudah sampai puncaknya.


"Kakak, mulut makhluk ini benar benar kurang ajar. Aku benar benar tidak tahan ingin memotong-motong tubuhnya" Jin Kalajengking benar benar kesal dengan tingkah Aran.


"Bukan kau saja yang membencinya, aku juga sudah tidak sabar ingin menyiksanya sampai mati" Jin Gorilla berkata sambil menatap Aran dengan penuh kebencian.


Sementara Aran masih duduk diatas pohon sambil menggoyang-goyangkan kakinya "Kalian sudah selesai belum bermesraannya, jika belum teruskan saja dulu. Anggap saja aku tidak ada disini" Aran lalu membalik badannya memunggungi mereka.


"Makhluk laknat aku bunuh kamu. Saudaraku semua, keluarkan seluruh kemampuan kalian" Jin Gorilla begitu murka menatap punggung Aran. Baru kali ini, seumur hidupnya ia begitu direndahkan. Bahkan sekte tempat dia bernaung selalu memanjakannya. Jin Gorilla adalah clan kelas atas di dunia jin, dari lahir kemampuan fisik mereka diatas rata-rata.


"Heaaaa" Ketiga makhluk kelompok Jin Gorilla mengeluarkan seluruh aura mereka.


Aura dari tubuh mereka memancar ke segala arah, bahkan anging kencang berputar putar disekeliling mereka, udara menjadi begitu suram.


"Hari ini kau akan menyesali perkataanmu, bahkan jika kau berlutut memohon ampun pada kami. Kami tidak akan pernah memafkanmu. Aku akan menyiksamu sampai mati" Jin Gorilla berkata sambil melepaskan auranya yang begitu kuat.


Mendengar perkataan para makhluk kelompok Jin Gorilla, Aran lalu membalikkan tubuhnya dan melompat turun kehadapan mereka. Sebelum melompat, Aran merapalkan Ajian Lembu Sekilan dan Ajian Gerak Langit.


Aran lalu berjalan sampai jarak mereka kurang lebih 10 meter, lalu dia menghadap Jin Kalajengking "Kakak senior, terima kasih sudah mau memberikan saya pelajaran. Mohon ajarkan junior ini agar tidak bodoh dan dungu seperti makhluk berbadan besar yang ada disebelahmu itu" Sambil Aran membungkukkan badannya dan melirik ke arah Jin Gorilla.


Mendengar ucapan Aran, tulang mereka rasanya bengkok. Kening mereka langsung mengkerut.


"Dalam seumur hidupku, belum pernah aku bertemu makhluk yang benar-benar ingin aku bunuh. Bahkan sampai keujung dunia akan aku kejar" Jin Gorilla mengencangkan jari jemarinya, menggenggam erat kapaknya.


"Semuanya, serang!"


"Huryaaa"


"Stop, stopppp!!" Teriak Aran ditengah serangan.


Kelompok Jin Gorilla langsung menghentikan gerakan mereka "Apalagi yang mau kau katakan, Hahh!" Ucap Jin Gorilla dengan suara keras.


"Rasanya tidak adil jika aku seorang diri bertarung melawan kalian bertiga" Ucap Aran sambil mengusap usap kepala belakangnya.


"Siapa yang peduli bodohh!, Mati kau!" Jin Gorilla langsung menebaskan kapaknya ke arah Aran. Dia benar-benar tidak habis fikir kenapa dia masih saja mau mendengarkan ocehan Aran.


Dikejauhan Xiao Ling langsung tertawa dengan menutup mulutnya. "aku benar benar tidak mau menjadi musuhnya"