Pendekar Nusantara

Pendekar Nusantara
Memori



Tidak lama wanita manusia yang bersama Aran membuka matanya, yang pertama kali dilihatnya adalah Aran. Tetapi begitu dia melihat Ratu, dia langsung ketakutan dan berdiri di belakang Aran menutupi wajahnya dengan baju Aran.


"Wee, kamu kenapa" Aran bingung melihat wanita itu tiba tiba bersembunyi dibelakang Aran.


"Itu, Ular Ular" sambil tergagap wanita itu berkata kepada Aran dari balik badan Aran.


"Hahaha, kamu tidak perlu takut ceu'nah. Beliau ini yang menyelamatkan nyawa kita. Apa begini sikapmu kepada penyelamatmu?"


"Benarkah, maaf kalau begitu. Aku benar benar tidak tau. Dan juga dari kecil aku begitu takut dengan ular. Ini pertama kalinya aku melihat ular sebesar itu. Aku benar benar tidak bisa melupakannya" Lalu wanita itu mencubit badan Aran "Seenaknya aja manggil nama orang"


Mendengar ucapan itu Ratu malah tertawa.


"Kalian berdua sangat lucu. Oh ya, aku belum mengetahui nama kalian. Coba kalian perkenalkan diri kalian" Ratu berkata dengan sangat lembut kepada mereka. Seolah olah suaranya dapat menembus hatinya. Membuat seorang pria rela mati demi dirinya.


"Nama saya Aran Abisaka, biasa di panggil Aran. Saya berasal dari tanah Jawa" Aran menyudahi perkenalannya dan melirik ke wanita di sebelahnya.


"Nama saya Xiao Ling dari dataran tengah"


Mendengar perkenalan mereka Ratu langsung merasa sangat tertarik "Tidak kusangka aku bertemu dengan manusia dari tanah Jawa dan dataran tengah. Benar benar menarik. Dataran tengah merupakan wilayah tempat para seniman beladiri jenius. Sudah ribuan tahun aku tidak pergi kesana. Semenjak portal ini disegel"


Sambil Ratu sesekali mendesah pelan. Ratu lalu melanjutkan perkataannya kembali "Apakah Dinasty Ming masih berkuasa"


"Emm, Dinasty Ming sekarang hanyalah Dinasty kecil yang sama sekali tidak mempunyai kekuatan di dataran tengah" Ucap Xiao Ling.


"Tidak kusangka, Dinasty yang dulunya sangat berkuasa dan ditakuti menjadi seperti ini, Haaahh"Ratu menjawab sambil mengingat kenangan masa lalunya di dataran tengah.


"Dalam hatiku ingin rasanya aku bunuh diri, tapi melihat putriku di pelukanku aku urungkan niat itu. Sampai akhirnya aku terdampar di negeri yang sangat asing. Hingga akhirnya aku tau bahwa ini adalah Tanah Jawa"


"Aku fikir kami sudah selamat dari pengejar kami, aku menikmati hari hari ku di negeri baru ini. Sampai akhirnya mereka kembali muncul dihadapanku dan mencoba membunuh kami. Aku bertarung mati matian sampai aku dan anakku terluka parah. Aku membawa anakku melarikan diri kembali sampai kami terpojok di sebuah jurang. Antara hidup dan mati aku memutuskan melompat ke jurang tersebut dari pada aku ditangkap oleh mereka dan mendapatkan perlakuan yang sangat mengerikan, lebih baik kami berdua mati"


Ratu menghentikan ceritanya, Aran dan Xiao Ling benar benar diam tidak bisa berkata apa apa. Tidak bisa dibayangkan penderitaan yang dialami Ratu. Mereka tidak sadar sampai menitihkan air mata.


"Ratu, apakah kamu baik baik saja" Aran berkata karena terlihat raut wajah Ratu yang begitu murung.


"Aku tidak apa apa" Ratu berkata sambil menyeka sudut matanya.


"Apakah kalian berdua masih ingin mendengar ceritaku, kalian pasti penasaran kenapa aku bisa menjadi bangsa jin ular ini kan"


"Iya Ratu, jika boleh kami berdua sangat ingin mendengar kelanjutan ceritanya" Jawab Aran disertai anggukan kepala Xiao Ling.


Ratu sedikit tersenyum, lalu membawa mereka berdua ke sebuah ruangan. Ratu mempersilahkan mereka duduk, baru kemudian Ratu mulai melanjutkan ceritanya.


"Ketika kami berdua melompat ke jurang itu, aku terus mendekap putriku. Aku hanya berharap putriku bisa tetap hidup. Aku posisikan tubuhku dibawah agar ketika menyentuh tanah tubuhku ini bisa menahan putriku agar bisa selamat. Hatiku terasa sangat sakit melihat putriku dipelukanku yang terus menangis. Aku bertanya tanya kepada Tuhan, kenapa hidupku ini begitu menyedihkan"