
Setelah para Tetua berdiskusi panjang, akhirnya disepakati hanya Kepala Sekolah yang pergi untuk untuk menyelamatkan Master Xiao dan yang lainnya.
“Mereka semua telah pergi, apa kita juga akan pergi mengikutinya”
Tanya Xiao Jun kepada Aran.
“Ya, kita kan mengikutinya. Tapi aku ingin mengatakan kepada kalian berdua bahwa di sana banyak bahaya yang mengancam, jadi aku tidak yakin bisa melindungi kalian berdua. Karena itu, jika kalian takut kalian bisa kembali pulang. Biar aku yang akan pergi sendirian”
Kata Aran kepada Xiao bersaudara sambil menatap wajah mereka berdua.
“Tenang saja Senior, saya dan Kakak saya ini sudah siap untuk segala hal yang akan terjadi pada kami berdua. Apapun yang terjadi nanti, kami tidak akan pernah menyalahkan Senior”
Jawab Xiao Ling yang disetujui oleh Xiao Jun.
“Baiklah kalau begitu, mari kita pergi”
“Mari”
Aran kemudian memegang tubuh mereka berdua kembali untuk bergerak dengan sangat cepat. Karena di dalam hutan ini banyak sekali bahaya yang mengancam, untuk itu Aran meningkatkan kecepatannya agar bisa menyusul Kepala Sekolah.
Sekarang jarak antara kelompok Aran dan Kepala Sekolah hanyalah 500 meter. Aran terus menjaga jarak ini dengan Kepala Sekolah sampai Kepala Sekolah menghentikan gerakannya. Kini dihadapan Kepala Sekolah sudah berdiri Monster berwujud manusia dengan tanduk panjang bersama dengan sekelompok monster berwujud kerbau dan badak besar.
Para manusia menyebut para monster berwujud manusia ini dengan sebutan siluman.
“Apakah kamu manusia yang telah mengalahkan Jenderal gerbang pertama?”
Berkata siluman itu kepada Kepala Sekolah.
“Tidak usah banyak omong, cepat menyingkir atau mati”
Jawab Kepala Sekolah sambil mengeluarkan aura membunuhnya.
“Huh, sombong sekali kau. Semuanya serang!”
Siluman itu lalu maju menerjang Kepala Sekolah bersama dengan pasukannya.
“Hanya sekelompok monster hina berani menghalangi jalanku. Cari mati!”
Kepala Sekolah tidak ragu sama sekali untuk membunuh semua monster dihadapannya ini.
Bang!
Bang!
Meski kekuatan Jenderal penjaga gerbang kedua ini lebih kuat dari yang pertama. Tapi dihadapan Kepala Sekolah, para monster ini bukanlah tandingannya.
“Uarrrghh”
Hanya dengan beberapa jurus, para monster itu sudah berhasil di singkirkan oleh Kepala Sekolah. Para monster itu terlempar jauh ke berbagai arah.
“Huh”
Gumam Kepala Sekolah yang langsung kembali berlari menerobos hutan terlarang.
“Hebat sekali Kepala Sekolah”
Kata Xiao Jun.
“Mari kita bergerak kembali”
“Mari Senior”
Kelompok Aran juga terus bergerak mengikuti Kepala Sekolah dengan jarak yang sangat aman.
Aran terus mengikuti Kepala Sekolah yang kini telah berhasil menerobos sampai gerbang ke lima. Setelah berhasil mengalahkan Jenderal kelima, Kepala Sekolah beristirahat sebentar sambil meminum beberapa pil penyembuhan.
“Aura Master Xiao semakin dekat”
Kata Kepala Sekolah yang kembali bergerak cepat memasuki hutan terlarang.
Kelompok Aran juga kembali mengikuti Kepala Sekolah memasuki hutan terlarang.
“Hahaha, manusia laknat. Berani sekali kau memasuki wilayahku”
Terdengar teriakan keras di hutan yang terlihat sunyi ini. Kepala Sekolah langsung menghentikan langkahnya dan diam berdiri menatap udara kosong di depannya.
“Aku tau kau berada disana, keluarlah”
Teriak Kepala Sekolah.
“Huhuhu, kemampuanmu hebat juga manusia”
Tidak lama Siluman itu memperlihatkan wujud aslinya. Siluman ini berwujud wanita yang terlihat sangat menggoda iman para lelaki. Bahkan Xiao Jun yang biasanya tidak terlalu tertarik dengan wanita langsung terpaku menatap wanita siluman itu.
“Cantik sekali”
Kata Xiao Jun tanpa sadar.
Xiao Ling yang melihat Kakanya seperti itu langsung menampar pipi Kakaknya.
Plakk!
“Aduhh, kamu berani menamparku adik”
Kata Xiao Jun sambil menatap kesal ke wajah Xiao Ling.
“Sadarlah Kak, wanita itu adalah siluman”
Jawab Xiao Ling.
“Benar Xiao Jun, wanita itu adalah siluman ular. Wujud aslinya adalah ular piton yang sangat besar”
Kata Aran menambahkan. Dengan mata surgawinya, Aran dapat melihat wujud asli dari siluman wanita itu.
“Jika yang mengatakannya Senior, saya tentu saja mempercayainya. Hanya saja kenapa saya masih tidak percaya jika ada siluman yang begitu cantik seperti dirinya”
Kata Xiao Jun yang langsung mendapatkan tatapan marah dari Xiao Ling.
“Kakak, aku tidak percaya padamu. Ternyata seleramu adalah seorang wanita siluman. Setelah pulang, aku akan menceritakan hal ini kepada keluarga besar”
Perkataan Xiao Ling ini tentu saja membuat Xiao Jun menjadi marah, karena hal ini bisa merusak nama baiknya.
“Jika kamu berani mengatakannya, aku tidak akan pernah menjadi Kakakmu lagi”
Kata Xiao Jun kepada Xiao Ling.
“Huh, bodo amat”
Jawab Xiao Ling yang semakin membuat Xiao Jun terlihat sangat kesal.
“Sudah hentikan kalian berdua. Jika kalian terus bertengkar, keberadaan kita akan diketahui oleh mereka”
Siluman Ular itu berjalan perlahan ke tempat Kepala Sekolah berdiri. Hingga jarak mereka hanya 50 meter saja.
“Sudah ratusan tahun lebih aku tidak melihat manusia kuat seperti dirimu”
Wanita siluman itu berkata sambil berjalan pelan memutari Kepala Sekolah.
“Kedatanganmu kemari pasti ingin menyelamatkan para manusia itu”
Kata Siluman itu menambahkan sambil menatap Kepala Sekolah dengan tatapan penuh nafsu. Tapi ini adalah nafsu untuk segera membunuh dan memakan tubuh Kepala Sekolah. Karena bagi para siluman, tubuh pendekar adalah nutrisi untuk secara instant menaikkan level mereka.
“Segera menyingkir dari jalanku atau aku tidak akan segan untuk membunuhmu”
Kini giliran Kepala Sekolah berkata dengan sangat tegas. Ia sama sekali tidak tergoda akan penampilan siluman cantik itu.
“Kekeke”
“Kamu sangat menarik manusia, kalahkan aku baru kamu bisa melewati jalan ini”
Wusssh
Dengan gerakan cepatnya wanita siluman itu menyerang Kepala Sekolah.
‘Cepat sekali’
Batin Kepala Sekolah yang dengan gerakannya dapat menghindar dari serangan keras siluman tersebut.
Wussh
Wushh
Siluman itu menyerang Kepala Sekolah tanpa ada jeda berhenti. Ia menyerang dengan gerakan yang sangat cepat dan penuh dengan gerakan tipuan. Menyebabkan Kepala Sekolah beberapa kali terkena serangannya.
Buakk
Akhirnya serangan siluman itu berhasil memukul telak perut Kepala Sekolah. Pukulan ini menyebabkan Kepala Sekolah terlempar jauh dan memuntahkan darah yang sangat banyak.
‘Pukulannya sangat kuat, tulang rusukku sampai patah’
Batin Kepala Sekolah sambil memegangi perutnya. Diam-diam ia mengalirkan tenaga dalam ke rusuknya yang terluka.
“Kekeke”
“Sebentar lagi ajalmu akan tiba manusia”
Siluman itu kembali menyerang dengan gerakan cepatnya.
Kepala Sekolah juga tidak tinggal diam, ia menggunakan ilmu-ilmu terbaiknya untuk mengalahkan siluman wanita yang dengan ganas menyerangnya.
Bang!
Bang!
Kedua kesaktian kini beradu di udara. Kedua pendekar ini kembali bertarung dengan sangat ganas tanpa memperdulikan luka di tubuh mereka.
‘Jika begini terus, aku akan kalah’
Batin Kepala Sekolah.
Sementara siluman itu hanya tersenyum dingin melihat manusia dihadapannya ini sudah mulai melemah.
“Kekeke, tamat riwayatmu manusia fana”
Siluman itu melakukan gerakan tipuan dan kembali melancarkan serangan menyelinap ke tubuh Kepala Sekolah.
Bang!
“Uarrrgghhh”
Punggung Kepala Sekolah seperti dihantam besi yang sangat keras. Menyebabkan tulang punggungnya patah.
Tubuh Kepala Sekolah terlempar sampai jauh dan menabrak beberapa pohon dan bebatuan.
Bruakk
Tubuh Kepala Sekolah baru berhenti setelah menabrak batu yang sangat besar.
Dengan tatapan lemah, ia menatap ke arah siluman wanita yang telah mengalahkannya.
“Aku tidak menyangka akan mati di tempat ini”
Gumam pelan Kepala Sekolah. Jangankan untuk bertarung kembali, hanyak untuk berdiri saja rasanya ia sudah tidak mampu lagi. Serangan terakhir siluman wanita itu menyebabkan kerusakan parah di dalam tubuhnya.
“Kekeke”
“Sekarang kamu sudah kehabisan tenaga dalam. Kalian para manusia memang memiliki fisik dan stamina yang sangat lemah. Untuk itu, biarkan aku memakanmu hidup-hidup sebagai nutrisi bagi tubuhku”
Seketika wanita siluman itu merubah wujudnya menjadi ular raksasa. Besarnya 2x lipat dari gajah dewasa dengan tubuh yang sangat panjang. Sambil meliuk-liukan tubuhnya ular itu menatap Kepala Sekolah.
Xiao Jun yang melihat perubahan fisik dari siluman itu hampir membuatnya pingsan. Ternyata apa yang Senior bertopeng katakan padanya benar. Bahwa wanita itu adalah siluman ular.
“Melihatnya dari jarak ini saja sudah membuatku hampir pingsan. Apalagi jika aku berada di posisi Kepala Sekolah”
Kata Xiao Jun yang kini tubuhnya merinding hebat.
Xiao Ling yang sangat takut kepada ular kini sudah terduduk lemas. Dulu ia pernah pingsan melihat ular putih di dunia jin. Kini ia melihat kembali ular yang ukurannya lebih besar dari ular putih itu. Beruntung kini ia sudah berlatih dengan sangat keras, jadi kini mentalnya lebih kuat dibanding dulu. Ia masih bisa mempertahankan kesadarannya melihat ular siluman itu.
Aran hanya melirik Xiao bersaudara.
‘Apakah aku harus menolong Kepala Sekolah atau tidak’
Aran mengalami dilema di dalam hatinya.
~Note~
Jika kalian semua menyukai novel ini, mohon bantu penulis dengan cara dibawah ini ya.
* Jangan lupa like dan koment.
* Vote jika memungkinkan.
* Follow Author (Mangatoon dan Instagram).
* Terakhir\, mohon bantu share.
Salam hangat dari penulis.
Instagram :
@yukishinamt