
"Rattu Selatan"
Kedua penjaga lalu saling tatap. Mereka sangat mengetahui nama Ratu Selatan, karena itu adalah nama yang sangat sakral dan sangat di hormati di negeri ini. Siapapun tidak boleh mengucapkan nama itu sembarangan.
Bagi rakyat Kerajaan Phoenix Es, Ratu Selatan adalah sosok yang sangat sakti mandraguna. Ratu juga yang telah berhasil menyatukan negeri ini menjadi satu kesatuan dan berhasil membimbing negeri ini ke dalam masa kejayaan.
"Jangan sembarangan bicara kau, meski kemampuanmu sangat hebat tapi berani mengaku sebagai Ratu Selatan adalah kejahatan besar. Pelakunya harus dihukum mati di tempat"
Salah seorang penjaga berkata dengan niat membunuh yang tinggi. Ia juga menembakkan suar ke udara sebagai tanda permintaan bantuan.
Ratu hanya melirik diam melihat para penjaga ini melepaskan suar bantuan. Ia ingin tau sekarang siapa lagi yang akan datang ke tempat ini.
Tidak menunggu lama, para ahli kerajaan kini sudah berada di udara dan menatap ke bawah. Para ahli ini terdiri dari 4 orang ahli yang berada di level Raja puncak dan 1 orang ahli di level Kaisar. Ini adalah formasi elit dari kerajaan, mereka menggunakan formasi ini karena suar yang di tembakan ke udara warnanya merah. Itu menandakan bahwa tingkat kesulitan musuh sangat tinggi.
"Ada apa ini"
Para ahli ini turun ke bawah perlahan-lahan hingga akhirnya mendarat di tanah.
Kedua penjaga langsung memberikan hormatnya kepada para ahli yang baru datang ini.
"Tuan, gadis ini mengaku bahwa dirinya adalah Ratu Selatan"
Penjaga itu berkata dengan tetap memberikan hormatnya.
Para ahli itu lalu menatap gadis muda yang berada di dekat mereka. Para ahli juga melirik sisa sisa pedang yang patah di tanah.
'Pedang langit itu sampai patah, kemampuannya pasti sangat tinggi'
Batin para ahli. Mereka juga diam-diam mencoba mengukur kekuatan gadis itu tapi entah kenapa mereka seperti menyelami lautan yang dalam tidak berujung.
"Nona muda ada keperluan apa kamu datang ke tempat ini, di sini nama Ratu Selatan adalah nama yang sangat sakral. Mohon sebutkan nama aslimu dan keperluanmu di tempat ini"
Seorang ahli berkata dengan sopan, karena ia ingin sebisa mungkin menghindari pertempuran dengan gadis kuat dihadapannya.
"Sudah kukatakan sebelumnya pada kalian, aku adalah Ratu Selatan. Aku perintahkan kepada kalian semua untuk mengantarkan ku ke istana kerajaan karena jika tidak, aku benar-benar akan menghajar kalian"
Perkataan Ratu Selatan ini benar-benar membuat para ahli ini terdiam. Mereka bingung harus bertindak bagaimana untuk menghadapinya.
"Nona muda, mohon jangan bercanda pada kami. Ratu Selatan sudah pergi ribuan tahun yang lalu"
Kata ahli yang paling senior, dalam hatinya ia sangat ingin memberikan pelajaran kepada gadis muda dihadapannya ini. Tapi mengingat tingkatan level gadis ini sangat tinggi, mereka semua berusaha menahannya.
'Berani mengaku sebagai Ratu Selatan, apa kamu pikir kami semua ini idiott'
Batin para ahli.
Mereka semua tidaklah salah, karena kini Ratu Selatan menggunakan tubuh gadis muda yang tidak lain adalah Berliana.
Bedanya sekarang tubuh Berliana seperti jade yang begitu putih bersih. Hal ini karena efek aura es dingin di dalam tubuhnya.
"Siapa yang bercandaa!"
Ratu yang tersinggung mendengar ucapan mereka kemudian menggunakan salah satu ilmunya.
"Badai Suci Es"
Dengan kekuatan badai es dinginnya ia mengurung semua orang yang berada di tempat itu.
Wuusssshhh
Badai es yang begitu dingin langsung mengurung mereka semua. Suhu dingin ini sampai -100 derajat. Karena berada dipusaran badai, maka udara dingin ini semakin menyakitkan. Apalagi Ratu juga menambahkan sedikit tenaga es nya untuk menyerang tubuh mereka. Karena Ratu tau tubuh para ahli ini sangatlah kuat.
Semua orang langsung merasakan suhu dingin ini seperti menusuk tubuh mereka.
Arrgghhh
Ratu kembali menurunkan suhu dingin ini ke tingkat -130 derajat.
"Sekarang apa kalian percaya"
Dengan tatapan sedingin es, ratu berkata kepada mereka semua.
"Ammmpuni kami Ratu, ampun"
Dengan memaksakan bibirnya untuk berbicara, ahli yang paling senior berkata sambil memberikan hormatnya. Ia tidak menyangka bahwa gadis dihadapannya ini sangat kuat. Bahkan kini mereka sudah mengalami kesulitan bernafas.
Melihat para penjaga mulai membeku, Ratu menarik kembali kekuatannya.
Setelah udara dingin menghilang, para ahli dan penjaga segera menarik nafas dalam-dalam. Akhirnya mereka bisa merasakan udara segar kembali.
Melihat semua orang sudah kembali normal, Ratu kembali berkata kepada mereka.
"Sekarang antarkan aku ke istana"
Tanpa berani membantah, mereka semua segera menjawabnya dengan hormat.
"Baik Ratu"
Para ahli segera memimpin jalan mengantarkan gadis yang mengaku sebagai Ratu ini ke istana. Karena kemampuan Ratu sangat hebat, mereka tidak ingin mencari masalah lebih jauh. Biar pihak istana yang akan menanganinya, karena di istana banyak sekali manusia dan makhluk lain yang sangat sakti dibandingkan mereka.
>>>
Kembali ke tempat Aran
Aran yang diam-diam memperhatikan para temannya dari langit segera memutuskan untuk membantu Taeyang dan Rumbun.
Aran terlebih dulu turun menghampiri Taeyang.
Taeyang yang merasakan aura kuat mendekatinya segera menghentikan latihannya.
"Hyung-nim"
"Taeyang"
Mereka berdua saling membalas salam.
"Ada perlu apa Hyung-nim mencariku"
"Tidak ada apa-apa, hanya ingin melihatmu berlatih saja"
Mereka berdua lalu mencari tempat yang cocok untuk mengobrol bersama. Sambil sedikit minum-minum
"Bagaimana peningkatanmu"
"Dibandingkan dulu, sekarang ini aku jauh lebih kuat. Tapi tetap saja, jika dibandingkan dengan para gadis aku tertinggal jauh"
Jawab Taeyang sambil tertunduk pasrah.
"Hmm.. Begitu rupanya. Jadi intinya kamu ingin bisa lebih kuat lagi"
"Tentu saja Hyung-nim"
Kali ini Taeyang menjawabnya dengan semangat, ia yakin bahwa Hyungnya ini pasti akan selalu membantunya.
"Kalau aku berikan pil penguat jiwa padamu, apa kamu menginginkannya?"
Perkataan Aran ini langsung membuat Taeyang menatapnya dengan serius.
"Kamu tidak bercanda kan Hyung-nim"
"Bercanda? aku ini sedang serius. Ya sudah jika kamu tidak mau"
Kata Aran menggoda Taeyang sambil berdiri melangkah pergi.
"Kata siapa aku tidak mau. Cepat berikan padaku, palli palli"
Jawab Taeyang yang segera menarik baju Aran.
"Apaan sih palli palli, sabar dikit donk. Kamu merusak bajuku saja"
Sambil Aran membenarkan bajunya yang sedikit turun karena di Tarik Taeyang.
"Nih, ambil"
Melihat pil biru di tangan Aran, tanpa ragu Taeyang segera mengambilnya.
"Yeayyy, akhirnya pil tingkat master"
Taeyang langsung berdiri dan melompat kegirangan.
"Hyung-nim. Kamsahamnida"
Berkata Taeyang sambil membungkukkan badannya dan segera berlari meninggalkan Aran. Ia ingin segera memurnikan pil ini agar tidak tertinggal dengan yang lainnya.
"Taeyang tunggu"
Teriak Aran yang membuat Taeyang berhenti.
"Ada apa Hyung-nim. Apa kamu ingin mengambil kembali pil ini? asal kau tau, aku tidak akan memberikannya"
Taeyang takut Aran merubah pikirannya dan ingin mengambil pil itu kembali.
"Gak usah sok tau kamu, aku masih punya banyak pil seperti itu"
"Lalu kenapa kamu memanggilku kembali"
Karena yakin Aran tidak akan mengambil pil miliknya, Taeyang lalu berjalan mendekati Aran.
"Aku ingin memberikanmu ini"
Aran lalu mengeluarkan pedang berwarna hitam dengan aura yang menakutkan.
"Hyung-nim, pedang apa itu. Kenapa begitu menakutkan"
Taeyang sendiri takut untuk mendekati pedang yang dipegang oleh Aran. Jadi ia menjaga jaraknya dengan Aran.
"Ini pedang kelas pertumbuhan milik Situ Kong. Aku sudah memurnikannya dan menambahkan aura iblis naga hitam kedalamnya"
Naga hitam disini adalah aura milik Raja Naga Hitam.
"Aura Iblis Naga Hitam? sebenarnya dari mana kamu berasal?"
"Kau ini banyak tanya sekali, jika kamu tidak mau aku akan memberikannya kepada yang lain"
Ketika Aran ingin memasukkan kembali pedang itu, Taeyang segera merebutnya dari tangannya. Aran sebenarnya tau bahwa Taeyang akan melakukan hal ini, jadi ia sengaja melonggarkan pegangannya terhadap pedang tersebut.
"Jika kamu memang ingin memberikannya kepadaku maka aku akan menerimanya. Enak saja mereka akan memiliki pedang ini"
Taeyang lalu membalik-balik pedang tersebut dan mencoba beberapa gerakan untuk menguji kekuatan pedang.
"Sangat ringan, aku seperti tidak memegang pedang"
Setelah Taeyang selesai melakukan uji coba terhadap pedang hitam itu, Aran lalu membantunya untuk melakukan pengikatan terhadap pedang hitam tersebut.
Tidak perlu waktu yang lama, Akhirnya semua proses pengikatan itu selesai. Taeyang dapat merasakan dirinya telah terikat dengan pedang hitam itu.
"Aku akan menamakan pedang ini Pedang Bayangan Iblis"
Kata Taeyang dengan bangga sambil mengangkat pedang itu tinggi-tinggi.
"Nama yang begitu mendominasi"
Gumam Aran sambil mengelengkan kepala melihat tingkah temannya ini.
"Hyung-nim, kalau begitu saya ijin undur diri. Kamsahamnida"
Taeyang berkata dengan kembali memerikan hormatnya dan segera berlari pergi meninggalkan Aran.
"Dasar anak itu"
Gumam Aran pelan.
Setelah melihat Taeyang pergi, Aran langsung terbang menuju tempat Rumbun berada.
Setelah bertemu dengan Rumbun, Aran juga sedikit mengobrol dengan Rumbun sebentar dan memberikan pil yang sama dengan yang lainnya.
"Mahapatih, terima kasih banyak"
"Sama-sama. Cepat kamu murnikan pil itu"
"Siap Mahapatih, laksanakan"
Rumbun lalu pergi meninggalkan Aran dan mencari tempat yang tenang untuk memurnikan pil pemberian Aran.
Setelah merasa semua temannya telah mendapatkan pil penguat jiwa, Aran terbang mencari tempat yang nyaman untuk berlatih kembali.